NovelToon NovelToon
7 Hari Bersama Althara

7 Hari Bersama Althara

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Teen / Tamat
Popularitas:168k
Nilai: 5
Nama Author: Ega Endrawati

Alhena tidak pernah berhenti memikirkan Althara dari 3 tahun setelah Althara meninggalkan nya tanpa sebab. Alhena terus di hantui pertanyaan apa yang membuat Althara pergi, padahal sebelum nya mereka baik-baik saja, bahkan mereka selalu mengucapkan janji tidak akan pernah meninggalkan satu sama lain. Tapi kenapa sekarang Althara meninggalkan Alhena tanpa pamit ?
Ada apa dengan Althara ?
Apa Alhena telah membuat kesalahan sampai Althara pergi ?
Apakah Althara menyembunyikan rahasia besar dari Alhena ?
Bisakah Alhena memaafkan Althara setelah Althara kembali ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Endrawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia kembali

“Ri, pesanan atas nama Mr.Zidan udah di anter?” Tanya ku kepada Riani yang baru saja menerima pesanan di samping ku.

“Udah udah aman”

“Oh oke”

Hari itu aku kembali di sibukan dengan ramai nya di Restaurant. Semua karyawan sibuk dengan jobdesk nya masing-masing begitupun dengan aku yang terus saja meng input data yang sedang di minta Daniel untuk di cek. Ya, hari itu Daniel datang ke Restauran kami lebih pagi,dan dia juga sibuk di balik meja kerjanya dengan handphone di telinga,dan laptop di hadapan nya. Samar-samar aku mendengar dia berbicara bahasa Italia,atau berbicara bahasanya sendiri dengan seseorang di sebrang telepon sana.

“Amo stella” aku terkejur mendengar samar-samar Daniel mengucapkan kalimat yang begitu tidak asing untuk ku.

Aku menatap nya yang masih sibuk di balik meja kerja nya dan menunggu dia mengulangi ucapan nya lagi,namun dia malah menutup telepon nya dan beranjak dari meja kerjanya mendekati ku.

Aku memalingkan wajahku,dan kembali berpura-pura sibuk dengan komputerku,karena aku lihat Daniel berjalan ke arahku.

“Al,boleh aku pinjam komputernya sebentar” ucap Daniel meminta dengan baik.

“Oh iya” aku menggeserkan tubuhku dan Meminjamkan Daniel komputerku.

“Niel” panggil ku dengan hati-hati.

“Ya” jawab nya tanpa menoleh.

Sekarang aku bisa memanggil nya dengan nama,agar dia tidak selalu berisik mengeluh karena selalu aku panggil dengan nama 'Bapak'.

“Tadi aku denger kamu sebut kata kata ‘amo stella’ itu apa ya?” Tanya ku dengan penuh rasa penasaran.

“Soalnya aku pernah denger kata itu tapi aku tidak tahu artinya” lanjutku agar tidak membuat bingung Daniel.

Selama ini aku selalu merasa ragu dengan arti dari amo stella yang selalu di katakan Althara setiap waktunya,bahkan nama kontak dia,dia tulis dengan 'Amo Stella' yang menurut Althara artinya 'tampan'.

“Amo stella itu bahasa latin, yang artinya bintang ku” ujar nya menjelaskan.

Aku langsung terpatung dan melamun mengingat Althara. Ingatan ku kembali ke masa-masa itu,dimana aku dan Althara selalu membahas tentang bintang.

“temen aku ada yang…”

Aku tak lagi mendengarkan kelanjutan cerita Daniel,mendengar arti ‘amo stella’ saja sudah cukup untuk ku dengar dan membuat ku mengingat kembali Althara yang selalu di sebutnya. Dulu Althara selalu menyebutkan kata itu setiap kali dia menatap ku dan menyanjungku. Aku selalu percaya padanya bahwa arti dari ‘amo stella’ adalah ‘aku laki-laki tampan’,aku tidak sadar jika selama ini dia membodohiku. Ya,aku memang bodoh,sangat bodoh. Sampai-sampai aku bisa di bodohinya selama beberapa tahun ini.

“Alhena” panggil Daniel.

“Oh iya kenapa?”

“Kok kamu malah ngelamun sih?”

Aku langsung tersadar dan menggaruk kening ku yang tidak gatal ini.

“Ngga,aku cuma..” aku masih mencari alasan untuk itu.

“lagi mikirin bahan meeting untuk besok niel” ucapku mengelak.

Daniel tersenyum kepadaku.

“Kamu ga perlu mikirin itu al,kamu fokus aja hari ini ya, aku liat kamu lagi ga sehat akhir-akhir ini, jangan sampe kamu sakit karena terlalu capek kerja”

Terlihat begitu tulus Daniel mengkhawatirkan ku. Aku juga merasa kalau Daniel memang selalu berusaha untuk mendekatiku lebih jauh,namun entah mengapa Daniel bukanlah orang yang tepat untuk menggantikan posisi Althara.

“It’s Ok,aku baik-baik aja”

“Bener?”

Aku mengangguk manis meyakinkan nya. Lalu Daniel pergi meninggalkan balasan senyuman kepadaku dan kembalu duduk di meja kerjanya. Hari itu,aku kembali teringat Althara. Kenapa bisa di saat aku hampir saja bisa melupakan nya,selalu aja sesuatu di sekitarku yang mengingatkan ku kepadanya,seolah takdir tidak membiarkan ku untuk melupakan Althara.

Malam hari di kamarku Rey menelepon untuk meminta aku melihat hasil karya foto nya yang sudah di upload di laman Instagram pribadinya. Aku membuka laptop ku dan segera melihat Instagram Rey.

“Bagus kan?” Tanya nya di sebrang telepon.

Aku melihat beberapa foto ku yang di upload Rey. Selama ini Rey memang senang memotret ku secara diam-diam,karena aku selalu enggan jika dia meminta ku untuk bergaya atau setidaknya melihat ke kamera,alhasil dia memotret ku sesuka hatinya di setiap pergerakan ku dimana pun itu. Bisa di Restaurant tempat ku bekerja,bisa di toko buku saat dia menemaniku,atau di tempat makan saat dia menemaniku istirahat kerja,pokok nya dimana pun itu Rey pasti selalu mengambil gambar diriku dengan kameranya itu. Sekilas aku selalu mengingat Althara jika Rey memfhoto ku seperti itu,namun aku terus selalu menangkis bayanganku itu sekuat diriku.

“Rey,ini banyak banget sih foto nya. Aku nya jelek lagi” aku mengeluh dengan banyak nya foto ku di Instagram Rey.

“Kalo kamu jelek,ga akan mungkin banyak yang suka postingan aku,dan buktinya banyak yang sangka kalo kamu itu model kan? Coba baca comment nya deh”

“Iya itu kan karena memang kamu nya aja yang jago motret,bukan karena aku nya”

“Hahaha. Oh iya besok jadi ke toko buku kan?” Tanya Rey mengingat aku meminta dia untuk mengantar ku ke toko buku.

Sudah beberapa kali Rey mengantarku ke toko buku di saat Riani tidak bisa, dan Rey lebih sabar dari Riani,dia tidak pernah jenuh dan mengeluh menungguku di toko buku.

“Jadi. Besok aku pulang lebih awal”

“Oke kalo gitu,ya udah. Selamat malam Alhena”

“Selamat malam Rey”

Lalu dia menutup telepon nya. Aku tatap layar ponsel ku dan meratapi nya.

Sekarang Rey terasa menyenangkan. Dia berusaha sebisa mungkin untuk tidak mengusik hatiku. Sejak awal kita berkomunikasi lewat telepon,Rey tidak pernah menggodaku atau mencari celah untuk masuk kedalam perasaanku. Dia hanya berusaha menjadi seorang teman untuk ku,cara bicara dia,sifat dia ketika bertemu atau perlakuan dia kepadaku,tidak ada sedikitpun terlihat jika Rey mencoba untuk mengambil hatiku. Walaupun sesekali dia pernah menanyakan masalalu ku,aku hanya meminta Rey untuk mengenal ku mulai dari sini dan bukan dari cerita masalalu,dan akhirnya Rey paham dan mengerti,dia tidak lagi pernah menanyakan tentang masalalu ku.

Keesokan hari nya Rey datang lebih awal ke Resto dengan tergesa-gesa.

“Rey?” Aku menghampiri nya yang baru saja masuk ke dalam resto.

“Alhena aku minta maaf,hari ini aku ga bisa anter kamu ke toko buku”

“Ada apa?”

“Temen aku yang kuliah di Jerman dia baru pulang hari ini,aku dan teman-teman ku mau jemput dia di Bandara sekarang, gak apa-apa kan aku ga anter kamu hari ini?”

“Temen satu Universitas kamu dulu?” Tanyaku mengingat dia pernah menceritakan punya teman yang sekarang pindah ke Jerman.

“Iya”

“Oke gak apa-apa,aku bisa sendiri kok”

“Bener gak apa-apa?”

“Iya Rey,gak apa apa”

“Oke kalo gitu,nanti aku kabari” ucap Rey sambil pergi dengan terburu-buru keluar Resto.

Aku menggelengkan kepalaku melihat tingkah nya.

...***Beberapa saat kemudian di Bandara.***...

Rey dan teman-teman nya sudah menunggu di Bandara di sebuah Caffe besar di dalam sana. Mereka menunggu dengan begitu sabar dan ceria sekali,tidak sabar menunggu salah satu sahabatnya kembali kepada mereka.

Seorang laki-laki berjalan di loby Bandara menyeret koper besar berwarna biru. Laki-laki yang bertubuh tinggu,berkulit putih,gagah dan tampilan nya yang casual berjalab dengan handphone di tangan nya dan melikukan kepalanya ke kanan dan ke kiri mencari teman-teman nya.

“Tara..” teriak Sam kepada laki-laki itu sambil mengangkat tangan nya.

Laki-laki itu membalas lambaian tangan nya dan segera menghampiri Rey dan teman-teman nya yang lain.

Semua laki-laki disana menyambut dia dengan bersalaman dan memeluk nya dengan gembira.

“Gila, akhirnya kuliah lo kelar juga tar” ujar Sam.

“Gue kira lo masih betah diem disana lama lama” ledek Rey.

“Ngga lah,gue juga pengen lulus nyusul kalian” ujar laki-laki itu.

“Lo sehat ? Gimana akhirnya ? lo dapet cewe ga disana?” Ujar Fadil menggoda dia.

Laki-laki itu hanya menggelengkan kepala nya sambil tersenyum.

“Dil,dil lo kayak yang ga tau Althara aja,dia kan setia banget sama cewenya di Indo,segimana pun lo kasih cewe telanjang di depan dia. Paling tuh cewe hypotermia karna di diemin Althara” semua orang tertawa dengan celotehan Sam,Yang memang benar adanya.

Kesetiaan Althara begitu kuat membuat heran teman-teman nya,karena dari semenjak Althara masuk kuliah di Jakarta sampai pindah ke Jerman dia tidak pernah sekalipun mencoba untuk membuka hati kepada wanita lain. Itu sudah mereka buktikan setiap kali mereka mencoba mendekatkan Althara dengan teman wanita nya,semua itu tidak pernah berhasil. Althara bahkan hampir di sangka memiliki kelainan karena seperti tidak ada ketertarikan melihat wanita cantik di sekitarnya. Namun alasan dia begitu hanya karena wanita yang di cintai nya,dan janji yang pegang nya.

“Ya udah yuk cabut kerumah gue,Bunda udah masakin makanan buat kalian” ajak Althara.

“Asiikkk Bunda masak besar nih kayak nya” ujar Rey yang tampak akrab sekali dengan orang tua Althara.

“Iyalah,masa anak gede nya pulang ga di sambut apa-apa” sahut Fadil.

“Lo yang nyetir ya?” Ucap Rey kepada Althara.

“Gila lo ya,temen baru landing jauh dari Jerman lo kerjain buat nyetir. Ga ada perasaan banget emang lo!” Ujar Sam di ikuti gelak tawa teman-teman nya.

“Eh kali aja dia kangen nyetir di sebelah kanan ya ga ?” Ledek Rey.

Althara hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah teman-teman nya ini. Dia tidak banyak bicara,hanya diam memandang rindu semua teman nya itu.

“Udah ayoo buruan” ucap Fadil mendorong punggung Rey dan di ikuti semua nya menuju parkiran mobil.

Posisi di dalam mobil. Rey menyetir Fadil di samping nya,Althara dan Sam berada di kursi belakang.

“Oh iya,pameran lukisan lo bulan depan udah aman kan?” Tanya Rey kepada Althara.

“Aman udah, tinggal beberapa lukisan lagi yang belum gue kelarin”

“Gue udah bilang cewe gue buat bantu lo nanti disana, dia udah mau akhirnya,seengganya kita ada tenaga tambahan buat manage acara lo” ujar Fadil tanpa menoleh kebelakang.

“thank banget ya kalian udah bantuin gue selama disini,ga kebayang gue kalo ga ada bantuan dari kalian gimana jadinya”

“Ya lagian lo bukan nya istirahat dulu kek seengganya 3 bulan buat recovery,malah langsung hajar aja terima tawaran dari kurator seni” ujar Fadil.

“Gue udah di mintanya dari beberapa bulan lalu kan ini udah di undur undur mulu. Lagian orang penting yang pengen liat lukisan gue ini,udah rela ngikutin jadwal gue bisa ngadain pameran kapan. Ini kesempatan besar gue buat nunjukin hasil karya gue”

“Iya..iya..iya” ucap Fadil yang sebenarnya sudah tahu dengan jawaban dari komplenan nya itu.

“gue mau bawa cewe baru gue ntar kesana” ucap Sam, membuat semua teman nya saling pandang.

“lo punya cewe baru lagi?” tanya Althara.

“ya punya lah”

“Yang kemarin lu kemanain?”

“Udah putus gue,ga suka tuh cewe banyak atur”

Althara menggelengkan kepalanya.

“Enteng banget ya lo?” Ledek Althara

“Seengganya gue ga pernah jomblo,selalu ada gantinya. Ga kek dia yang susah banget cari cewe” ledek Sam melirik Rey.

“eitss jangan salah. Lagi proses” timpal Fadil membela Rey yang ada di samping nya.

Fadil dan Rey beradu tos sambil tersenyum semangat.

“Hallaahhh proses proses. Tu cewe aja belom selesai sama masa lalunya,so so an ber proses” ledek Sam yang terus saja menggodanya.

semua orang tertawa termasuk Althara.

“Lo deketin cewe yang belum move on?” Tanya Althara.

“Bukan belum move on. Tapi kayanya tu cewe ada trauma buat deket-deket sama cowo,dia kaya ketakutan gitu gue deketik. Takutnya kaya dari segi percintaan,ngerti ga sih ?” Ucap Rey dengan terus menatap ke jalan.

“Jadi ceritanya lu lagi challenge buat dapetin hati dia ?” Tanya lagi Althara masih dengan senyum meledeknya.

“Bukan cuma challenge ,tuh cewe emang cantik juga” ucap Sam.

“Emang iya ?” Tanya Althara penasaran.

“Lo emang ga liat di Instagram nya?”

“Gue kan ga berteman sama Instagram kerjaan dia” jawab Althara mengingat dia hanya mengikuti Instagram first account nya saja.

Sam mengotak atik handphone nya lalu dia menunjukan isi dari laman Instagram kerjaan Rey.

“Nih mau liat cewe nya ga?” tanya Sam menunjukan foto seorang perempuan di salah satu postingan Rey.

Althara melihat fhoto itu. Senyum Althara hilang dalam sekejap, dia merebut handphone Sam dan melihat beberapa fhoto wanita yang begitu di kenal oleh nya. Dia terus menggeser beberapa fhoto itu, berharap apa yang di lihat nya bisa berubah,dia berharap jika wanita itu bukan wanita yang sama yang sudah di cintainya selama ini. Dia mulai gelisah,dia menyembunyikan rasa gelisahnya itu dengan terus melihat fhoto-fhoto wanita itu di dalam Instagram Rey.

“Nama nya Alhena” tambah Sam.

Althara tentu tahu siapa wanita itu. Tidak mungkin Althara lupa dengan seorang wanita yang selama ini sudah mengisi hati nya, dan selama ini sudah di tunggu nya. Namun dia tak percaya wanita ini adalah wanita yang sedang dekat dengan sahabatnya itu.

Alhena sudah berubah menjadi sosok wanita dewasa yang cantik dengan rambut panjang nya,wajah nya pun tidak berubah,tetap terlihat cantik dan manis,tapi penampilan dia yang dulu hanya gadis anak SMA,sekarang telah berubah menjadi wanita karir yang jauh lebih cantik dan dewasa.

“Heh Althara” panggil Rey menyadarkan lamunan nya.

“Tamu lo udah lo konfirmasi kan untuk acara bulan depan itu?” tanya Rey lagi.

Althara diam memikirkan sesuatu. Sebuah ide gila tiba-tiba muncul di kepala nya.

“Sorry gue lupa bilang. Tamu penting gue ga bisa dateng bulan depan”

Semua orang menatap Althara dengan khawatir,termasuk Rey yang melirik Althar di kaca spion nya.

“dan kayak nya pameran harus gue maju in schedule nya jadi minggu depan biar dia bisa dateng”

Althara berhasil membuat semua teman nya syok di dalam mobil.

“Hah? minggu depan, gila lo?” ujar Fadil menoleh kebelakang dengan kesal.

“Tar, tadi lo bilang udah mateng bulan depan,kenapa tiba-tiba jadi minggu depan?” Timpal Sam.

“Gue mau acaranya cepet berlangsung?”

“Kenapa ?” Tanya Sam lagi.

“Ada tamu lain yang harus datang di acara pameran lukisan gue”

“Whatt??!!” Semua orang tampak kebingungan.

“Lo yakin acaranya jadi minggu depan?” Tanya Rey meyakinkan.

“Yakin. Tamu ini lebih penting dari siapapun” jawab Althara dengan tatapan masih saja menatap sosok wanita yang di cintainya di layar handphone Sam.

1
Jetva
MAKANYA BUKAN MAKNNYA...
Jetva
MAKANYA BUKAN MAKANNYA...
Sita Sit
apapun alasannya kok aku tetep kesel ya sama athara ,pergi gitu aja,paling gak ,ngabarin dong,apalagi itu tiap semester kan pulang,bisa kan nemui Alena sebentar aja
Sita Sit
makanya al ,sejak awal harusnya kamu jujur sama Alena tentang kepergian mu,bikin sakit hati orang aja Al kamu tu
Sita Sit
alasan nya apa ya si althara ninggalin Alena gitu aja,harusnya ya ngasih kabar gitu,sampai 6 th lo
Sita Sit
kenapa althara ninggalin Alena gitu aja y
Sita Sit
seru nih ,next
Sita Sit
mampir
Dy
Luar biasa
velina
bnyk bngt yg ngicer alhena busettt
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Chyntia Rizky 🖋️
mampir disini 🎉 semangat yaaa
Mariam R RIa
suka Thor dan langsung jadi favorit
Dian Ferdiana
ceritanya bagus banget
Fatim Ummu Ayes
si jaelangkung...
Fatim Ummu Ayes
ini nantix jadi pemicu pertengkaran gk ya? secara se alhena gk mo jujur k suami
Fatim Ummu Ayes
jelangkung tuh si roni
Fatim Ummu Ayes
kirain si roni bakalan ngebuat tata ngejar" dia..
Fatim Ummu Ayes
gini nih... kalo cintax penuh ambisi
Fatim Ummu Ayes
ujung"nya seneng bangett....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!