NovelToon NovelToon
Surat Kontrak Menikah

Surat Kontrak Menikah

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:8M
Nilai: 5
Nama Author: juleha2606

Larasati gadis berusia 25 tahun berparas cantik, lulusan ekonomi. Dia anak yatim piatu, karena kedua orang tuanya telah tiada. Sebab kecelakaan maut, dari usianya 5 tahun, dia di titipkan oleh pamannya ke panti asuhan. Aset milik orang tuanya ludes tak tersisa oleh sang paman. Laras menikah kontrak dengan seorang CEO muda di indonesia yang bernama Malik Ibrahim, yang sudah beristri tiga. Ketiga istrinya tak juga kunjung memberikan keturunan pada sang CEO dan tak ingin diceraikan oleh suaminya. Istri pertama yang bernama Dian! mencarikan lagi gadis! ya itu Laras untuk dinikahi sang suami. Dengan harapan Laras bisa memberi keturunan pada sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon juleha2606, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan celup sana sini

"Apaan sih ngomong gitu terus nih mertua, bikin aku gak ngerti deh." Laras menggeleng pelan. Dia bergegas ingin segera sampai kamar, namun ketika asyik melangkah tiba-tiba ada satu kaki menghalangi jalan, membuat Laras jatuh tersungkur ke lantai. "Aw ..." pekik Laras.

Menoleh kaki yang berdiri di hadapannya, sebuah kaki yang jenjang nan mulus. Laras menaikan pandangannya, ingin tahu kaki milik siapa itu.

Ternyata Mery yang sedang berdiri, menatap tajam Laras, menyunggingkan bibirnya. penuh kebencian.

Laras berdiri, sebelumnya mengusap lutut yang terasa nyeri. "Sebenarnya Kak Mery ada masalah apa sih sama aku? perasaan! aku gak pernah mencari gara-gara sama Kak Mery!" menatap dengan tenang.

"Apa! tidak pernah mencari gara?" memasang muka sinis. "Kamu menikahi suamiku! itu cukup jadi penyebabnya. Aku gak pernah tuh dikekang suamiku sebelumnya, tapi hari ini kamu telah menyatakan tanda mengajak perang denganku." tatapannya semakin tajam.

"Aku gak mengerti dengan pemikiran Kak Mery. Aku gak pernah mencari musuh Kak, dan aku gak pernah berbuat apa-apa, jadi ... gak ada alasan Kak Mery membenci aku, seperti yang Kak Mery tahu! aku berada di rumah ini karena Kak Dian, bukan mau ku," ujar Laras mencoba lebih tenang.

"Heh! jangan merasa kamu di bela sama Kak Dian ataupun suamiku ya? karena kamu ini di sini cuma sementara! sebentar lagi juga bakalan di tendang!" ucap Mery sambil tersenyum sinis.

"Terserah apa kata Kak Mery sajalah, aku capek, mau istirahat." Laras memajukan langkahnya.

Merasa gak di anggap oleh Laras! semakin membuat Mery emosi, tangannya menjambak rambut Laras dan di tarik kebelakang. Membuat tubuh Laras tertarik kesakitan.

Laras memutar badannya dan melepas Jambak kan tangan Mery. "Kamu apa-apaan sih?" sambil meringis mengusap kepalanya yang sakit. Hati Laras mulai tersulut tangan yang sebelah sudah mengepal! Namun akal sehatnya masih berfungsi dengan baik.

Sambil menarik napas. Laras berkata. "Saya tidak akan membalas perbuatan mu ini Kak Mery! karena aku yakin, kekerasan gak harus di balas dengan kekerasan pula. Biarlah Allah yang membalas," ucap Laras sambil melihat ke atas. Dan lagi-lagi menghela napas dalam-dalam tuk menepis rasa sesak di dadanya.

Mery diam, dia semakin geram melihat Laras, entah kenapa dia merasa benci! pada Laras sebagai madu nya itu. "Dasar, wanita gembel. Lihat saja kelanjutan pembalasan dariku!" senyum sinis.

Laras menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur, sesekali mengusap kepala yang tadi kena jambak Mery. Kerena lututnya terasa perih, dia bangun dan melihat lututnya, benar saja sedikit lecet. Mengambil salep lalu di olesi nya perlahan.

"Huuh ... perasaan aku gak pernah membuat gara-gara apa pun! kok dia begitu benci sih! sama aku? heran." gumam Laras.

****

Di sela kesibukannya. Ibra ingat istrinya Dian, apa dia sudah sampai apa belum? biasanya suka ngasih kabar, tapi kali ini ponsel Ibra sepi dari chat. dia mengambil ponsel dan mencari kontak sang istri.

Tut ...

Tut ...

Tut ...

Lama tidak ada yang mengangkat. namun pada akhirnya ada suara Dian dari sebrang.

^^^Dian: "Halo sayang?"^^^

^^^Ibra: "Apa kau sudah sampai? kenapa tidak ngabarin aku!"^^^

^^^Dian: "Sudah sayang! ini aku baru bangun tidur, capek."^^^

^^^Ibra: "Syukurlah, kalau sudah sampai, jaga diri baik-baik di sana!"^^^

^^^Dian: "Iya sayang, kamu juga jaga diri baik-baik. Oya mama sudah datang! sekarang di mana? sampaikan salam ku tidak bisa menjemput."^^^

^^^Ibra: "Sudah! sekarang ada di rumah sedang istirahat."^^^

^^^Dian: "Oh, sayang, jangan terlalu capek, dan rajinlah tidur sama Laras. Agar impian kita punya baby bisa secepatnya."^^^

^^^Ibra: "Termangu untuk beberapa saat."^^^

^^^Dian: "Sayang dengar aku, kan? bila perlu kamu kasih Laras minuman penyubur."^^^

Ibra menghela napas panjang lalu ia hembuskan dengan kasar.

^^^Ibra: "Ya sudah! jaga diri baik-baik di sana. I love you?"^^^

^^^Dian: "I love you too"."^^^

Ibra kembali dengan aktivitasnya. Walau sesekali bengong, entah apa yang dia pikirkan. surat hasil dari dokter kandungan itu membayang di kepalanya.

Secarik kertas yang menyatakan kalau sang istri tak bisa memiliki anak. Ia mengerti perasaannya Dian, gimana sedih dan terluka menerima kenyataan hidupnya.

Ibra berdiri menggeser kursi kebesarannya. Berjalan menuju ruangan Zayn, yang tidak terlalu jauh dari ruangan pribadinya.

"Ada apa Pak bos! tumben-tumbenan datang ke sini?" tanya Zayn sedikit heran.

"Suka-suka saya lah mau ke sini atau kamu yang ke sana juga, yang bos saya! bukan kamu," sahut Ibra datar.

"Iya, iya ... bos yang punya kuasa oke. Oke, terus apa ad sesuatu yang harus di bahas, tentang kerjaan atau masalah pribadi? saya siap mendengarkan." Zayn menyilang kan tangan di dada sambil menatap bosnya.

"Em ... saya ingin memastikan kalau saya ini sehat?"

"Sehat! maksudnya? bukankah dirimu memang sehat bugar gini," tanya Zayn menatap tajam.

"Bukan soal itu, maksud saya tentang ... apa saya bisa punya keturunan apa tidak?"

Loh, kan sudah pernah di periksakan ke ahlinya kalau kamu ini sehat dan bisa punya anak. Tinggal sabar, berusaha aja dan rajin bikinnya, hehehe." Zayn terkekeh.

"Sialan loh, kau pikir bikin dari terigu apa?" timpal Ibra yang duduk dekat jendela.

"Iya lah, di uleni dulu yang bener. Sampai berasa tuh nikmat, ah meliuk-meliuk seperti di terfa angin." Zayn membayangkan sesuatu.

"Dasar gila kau ini!" menggeleng kan kepala.

"Kalau menurut ku nih ya? kamu itu fokus aja sama yang satu, jangan berganti-ganti terus. Kalau Dian sih sudah jelas gak bisa, nah yang dua udah dianggurin aja dulu, orang mereka gak mau punya anak dengan alasan ini itu. Ya sudah biarin saja." zayn sok menasehati.

"Maksud mu?" Ibra mengernyitkan dahinya.

"Aduuh ... masa harus di ajarin sih Pak bos? maksud aku, kamu! kalau ingin punya anak. Bikinnya fokus sama satu wanita saja, jangan ini itu di garap, eh ... sawah kali ah di garap hahaha?" Zayn tertawa. "Kalau Dian oke lah, toh dia memang sudah bermasalah. Lah ini yang dua, apa fungsi nya sebagai istri. Cuma pemuas napsu mu saja gitu?"

"Oke. I see your points." Ibra mengangguk pelan. "Tapi ... tidak segampang itu Zayn, aku harus jadi suami yang adil."

"Aish ... adil, jatah malam sih ada tapi ingat, benih mu. Cukup di tumpahkan pada satu lubang saja. Itu namanya fokus, lagian kedua istri mu itu, jelas-jelas tidak mau mau mengandung anak mu," sambung Zayn.

"Oke."

"Biar kau lebih menikmati gitu. Dan ... kalau bisa sih pedang mu itu harus lebih terjaga, gak celup sana dan celup sini." Zayn memainkan tangannya. "Ngerti lah?"

Ibra mengangguk. "Ya mengerti."

Setelah mengobrol cukup lama Ibra balik ke ruang kerjanya, membereskan semua berkas. Merapikan mejanya. Tiba-tiba ada yang memeluk tubuh Ibra dari belakang, siapakah dia....

,,,,

Seneng deh, langsung dapat Lv 4 nih🤲 semoga terus naik Lv nya, terima kasih untuk kalian juga khususnya yang suka dengan novel ini🙏

Reader semua yang baik hati ... coba dong kalau ada tulisanku yang kurang tepat atau salah atau juga kurang huruf misalnya, komen dong biar segera aku perbaiki lagi🙏🙏 terimakasih sebelumya.

1
beruang
bagus banget novel nya cuma rada lamban alurnya aku yg suka begadang tau" tidur baca novel ini gw kalo mau tidur ngelanjutin aja baca novel ini pasti tidur tanpa obat tidur 😃
Juleha2606: kasih kk🙏
total 1 replies
beruang
ini Dian termasuk karma gak sih sama ibra yg ngasih obat tidur di Semarang
beruang
berarti Dian gak normal bentar lagi jadi gila dia
beruang
bjir hamil berasa kerja kelompok dan kelompoknya rada lebih 😐
Tisa Larasati
Luar biasa
Hanifah
ini ada lanjutan kisah Susi sama zayn gak kak
Juleha2606: ada sedikit di kisah mencintai ibu angkat ku
total 2 replies
Diny Julianti
ha ha ha zayin selalu mengganggu
Diny Julianti
ko mau siy puny istri byk, dian juga knp santai aja suaminy byk istri
Siti Sopiah
Islam hanya untuk kedok .zina jalan terus dh lumpuhpun.masih buat hal .dr muda sampai tua Bangka tk berubah Mulyadi
Siti Sopiah
Ruswan ni menggatal lah mau Jd pebinor tak pasal2 kau yg celaka sendiri
Nur Aini Sipayung
kaian dian makan hati,suami kamu nyidam..
Nur Aini Sipayung
lanjut thor
Siti Sopiah
Dian ni dasar hati busuk
Siti Sopiah
jgn harap Ibra akan luluh dgn akal lcikmu dian.dasar hati kotor
Siti Sopiah
padan muka kau Dian.kau dah mmenjebak dan memfitnah Laras diawal pertemuanmu dgn laras.sekarang terima akibat dr kesombonganmu.kau ingat dgn duit kau bisa membeli segalanya betul apa kata Laras hanya org sombong yg TK kenal Huhan nya
Siti Sopiah
dan kalau Dian takmau berbagi suami kenapa hrs cari istr untuk ibra.anak kan blh didpt dr rumah panti asuhan.disana byk baby 6g takda org tua.bisa2 kau yg kena tendang Dian sbb diam2 dlm hatimupun ada niat yg tak baik.
Siti Sopiah
bagus Laras jgn tunjukkan kelemahanmu di dpn dian.dan siapa bilang Laras egois ? dia jg berhak keatas suaminya..nasib baik Dian tak diceraikan Ibrahim.good job Thor
Siti Sopiah
Ibrahim ni dh macam bunglon.....
Siti Sopiah
q semakin menyampah dgn perangai Dian & Ibra.
Siti Sopiah
kasihan jg sama Dian ni.tp lbh kasihan sama Laras
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!