NovelToon NovelToon
EMPAT SEKAWAN LOVE STORY

EMPAT SEKAWAN LOVE STORY

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Keluarga / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 5
Nama Author: Me Nia

Season 2 novel SANG PENGASUH

Arya, Ricky, Rendi, dan Wiliiam, adalah empat pria tampan sold out yang telah menjalani senasib sepenanggungan gagal malam pertama karena kejahilan diantara mereka. Menjalani kehidupan rumah tangga tidak selancar jalan tol. Keempatnya mengalami ujian.

Diantaranya, Arya. Kemunculan salah satu keluarga yang dikira telah meninggal, hadir mengusik ketenangan rumah tangganya.

Pun dengan Rendi. Kedatangan adiknya dari Turki dan kini tinggal bersamanya malah membuatnya was-was.

Kisah kehidupan keempatnya, author kemas dalam satu bingkai cerita.

Kisah ini hanya fiksi. Jika ada kesamaan nama, tempat/perusahaan itu hanya kebetulan semata.

Selamat menikmati kisah yang bisa membuatmu senyum-senyum sendiri.


Cover free by pxfuel
Edit by me

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Nia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ide Gila

Willi memperhatikan dari kaca ruang kantor cafenya yang tembus pandang ke luar namun tidak tembus pandang ke dalam. Ia memperhatikan senyum ceria dan ramah sang istri terhadap tamu enam orang teman-temannya yang baru selesai berkumpul ngopi bareng di cafenya.

Sebelumnya Willi sempat dikenalkan oleh Celine kepada teman-temannya. Dengan tangan yang bergelayut manja di lengannya, akting Celine begitu sempurna seolah tidak terjadi masalah apa-apa antara dirinya dengan Willi.

Momen itu dimanfaatkan Willi untuk memeluk sang istri dengan mesra karena di hari ketiga ngambeknya Celine, istrinya itu tidak mau disentuh dengan alasan mual jika dekat-dekat dengannya.

"Aku harus cari akal."

Willi menjentikkan jarinya.

Ia menghubungi salah satu sahabatnya yang bisa membantu memuluskan rencananya. Ricky.

"Ada apa?

Sapaan dengan suara keras dari sebrang sana membuat Willi menjauhkan hp dari telinganya. Meringis.

"Ky, jangan berteriak dong. Telingaku masih normal gak budek." Willi mendengus. Kembali mendekatkan benda pipih itu ke telinga kanannya.

"Iya-iya. Ada apa telpon gue?" Ricky menormalkan nada bicaranya.

"Gue mau minta tolong. Ini dah malam ketiga. Celine masih ngambek juga. Gue udah ikutin saran lo untuk senyum kalau dia marah. Tapi belum ada kemajuan."

"Lalu?" Ricky masih setia menyahut curhatan Willi.

"Gue punya ide----"

Dan Willi pun menjelaskan rencananya dengan detail. Dia yakin rencananya akan berhasil mencairkan kemarahan sang istri.

"Ogah ah. Kenapa gak nyuruh manusia jadi-jadian yang suka mangkal di lampu merah?" Ricky menolak mentah-mentah permintaan Willi. Dirinya tidak setuju dengan ide yang dibuat Willi.

"Gue mau lo yang meranin. Jijik gue kalau harus sewa ban ci. Please, Ky. Malam ini gue gak mau tidur lagi di sofa. Badan pegal-pegal, gak bisa tidur nyenyak."

"Hallo, Ky." Willi memanggil Ricky karena mendadak hening tidak ada cerocos sewotnya. Memastikan sahabatnya itu masih diujung telepon.

"Iya-iya. Oke. Kapan ke sananya?" dengan nada malas, Ricky mengabulkan keinginan Willli.

"Yes. Ini baru sahabat. Nanti aku info lagi. Kamu siap-siap aja."

Willi melihat dari kaca, Celine tengah berjalan menuju ruangannya.

"Bro, bini gue datang. Sudah dulu ya--"

Willi buru-buru mengganti mode. Ia berdiri membelakangi pintu, namun sudut matanya siaga mencuri pandang dari kaca display yang berada di depannya.

****

Celine mendorong pintu ruang kantor. Ia menyaksikan Willi sedang berbicara sengan hp menempel di telinganga. Suaranya saat bicara terdengar mesra.

Celine mengerutkan keningnya. Curiga.

Kalau berbicara dengan sesama pria tidak mungkin lembut dan mesra begitu. Pasti sama perempuan. Batinnya.

Perlahan Celine mendekati Willi dengan mengendap-ngendap. Ia memasang telinganya dengan tajam Imgin mencuri dengar apa yang dibicarakan suaminya itu.

"Gini deh. Mumpung istriku masih di cafe, gimana kalau kamu datang ke apartemenku? Aku ini pria kesepian. Butuh belaian."

"Sampai ketemu di apartemen ya sayang. Mmmuachh."

Celine mengepalkan tangannya dengan kuat, menahan rasa kesal dan marah. Ia mendengar jelas semua yang diucapkan Willi.

"Ehem--"

Suara deheman Celine membuat Willi membalikkan badan dengan terkejut.

"Eh, Honey. Sudah lama masuk?"

"Barusan--" Celine menjawab dengan ketus dan dingin. Tatapannya tajam menatap ke bola mata suaminya itu seolah ingin mengulitinya.

"Honey. Aku ke luar dulu ya! Ada meeting mendadak sama klien. Nanti jam tutup cafe aku jemput kamu. Bye--" Dengan tergesa Willi meninggalkan Celine tanpa menunggu jawaban istrinya itu.

Aku harus mengikutinya

Aku mendengar dia akan ke apartemen

Awas saja kalau terciduk

Tidak ada kata maaf bagimu

Celine menghetakkan kakinya. Ia meraih tasnya di atas meja.

Sebelum keluar ruangan, ia memperhatikan dari kaca, punggung suaminya itu yamg semakin menjauh sampai tak terlihat karena keluar cafe dari pintu samping.

****

Langkah Celine terasa lemas saat memasuki lobby apartemen. Ternyata benar apa yang dia dengar. Willi bukan pergi bertemu klien tapi dia pulang ke apartemen. Security mengatakannya dengan yakin saat Celine bertanya.

Beraninya dia bawa perempuan ke dalam apartemen

Celine menggertakan giginya. Ia mencoba menahan emosinya dengan menghela dan menghembuskan nafas. Berusaha tenang.

Bagaimanapun ia ingat, dirinya sedang hamil muda. Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan dengan kandungannya.

Satu langkah lagi untuk membuka pintu dengan kartu akses yang dibawanya. Celine mengumpulkan keberaniannya. Ia berusaha menyiapkan mentalnya, mensugesti diri dengan kemungkinan terburuk dari apa yang akan dia lihat nanti.

Tenang Celine. Kamu akan bisa menghadapinya

Kamu wanita tanggut dan kuat

Ceklek

Pintu dibuka dengan pelan.

Celine berjalan dengan perlahan, takut menimbulkan suara.

Lampu ruangan tidak ada yang menyala terang. Hanya lampu temaram yang menyala di dua titik. Ruang keluarga dan ruang makan.

Dengan jantung berdegup kencang, Celine melangkah ke arah sumber suara tawa pria. Ya. Ia kenal suara itu. Itu suara Willi, suaminya.

Di bawah sinar lampu temaram, dengan mata kepala sendiri, Celine menyaksikan kemesraan Willi yang mengusap kepala perempuan di sisinya yang berbalut hijab. Mereka duduk berdua di sofa, membelakangi posisi Celine berdiri.

"Makasih ya sayang, sudah mau menemaniku. Aku gak kesepian lagi."

Willi mengecup tangan pasangannya itu dengan lama. Perempuan berhijab itu menyenderkan kepalanya di bahu Willi, bermanja-manja.

Bray

Lampu menyala terang.

Willi yang terkaget, segera membalikkan tubuhnya. Ia menyaksikan Celine yang berdiri menatapnya tajam. Lelehan air mata tak mampu dibendung, mengalir membasahi pipi.

"Honey. Maafkan aku. Ini tidak seperti yang kamu kira--" Willi mendekati Celine. Berusaha meraih tangannya, namun ditepis.

"Cukup, Will."

"Aku sudah melihatnya. Dua kali Will, dua kali kamu berpelukan dengan perempuan berbeda. Kamu breng sek. Kamu sudah mengkhianati cinta kita. Argghh lepas--"

Celine memberontak ingin melepaskan diri. Karena Willi tiba-tiba memeluknya dengan erat.

"Tenang dulu, Celine sayang. Jangan marah-marah. Kasihan baby kita. Tenang oke tenang--"

Willi tetap menahan Celine di pelukannya. Diusap-usapnya punggung Celine agar tenang.

"Ini bayi aku, bukan kita. Lepas! Aku mau pergi dari sini. Aku ingin kita berpisah!"

"Sstt, jangan pernah ucapkan kalimat itu."

"Aku tidak pernah menduakanmu dan tidak akan pernah. Coba lihat baik-baik cewek itu. Masa kamu tidak mengenalnya?" Willi melonggarkan pelukannya saat istrinya itu mulai tenang.

Celine memicingkan matanya. Perempuan itu masih di tempatnya, duduk memunggungi.

"Hei ladies, tunjukkan pesonamu!" Willi berinisiatif memanggilnya. Karena Celine masih diam menduga-duga.

Yang dipanggil, segera berdiri. Membalikkan tubuhnya.

"Astaga!" Celine menutup mulut dengan telapak tangannya. Terkejut.

Bhuahaha--

Rasa terkejut berubah menjadi tawa lepas. Karena sosok perempuan berjilbab biru itu begitu menggemaskan. Gemas ingin menimpuknya dengan bantal sofa.

Celine masih tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya.

Willi tersenyum lebar, hatinya bahagia menyaksikan istrinya yang tertawa lepas. Ia memeluknya dengan segenap perasaan.

"Jangan ngambek lagi ya, honey. Aku tersiksa tidur di sofa. Aku gak akan pernah mengkhianatimu. Kita damai ya--"

Dalam pelukan Willi, Celine menganggukkan kepalanya.

Gencatan senjata berakhir.

"Hei, kalian jangan berbuat mesum. Gue masih ada di sini." Perempuan jadi-jadian itu yang tak lain adalah Ricky, menghardik keduanya yang saling berpelukan.

"Ky, apakah itu baju Safa yang kamu pakai?" Celine bertanya sambil terkikik. Geli dengan penampilan Ricky yang memakai gamis menggantung sampai betis.

"Iya. Dia gak tau kalau gue mengambilnya dari lemari."

"Tunggu! Jangan dulu dibuka!" Celine mencegah Ricky yang akan membuka kostumnya.

Celine menarik Willi untuk duduk di sofa seperti semula. Duduk bersisian dengan Ricky.

"Kalian harus mengulang akting tadi. Aku akan mengabadikannya!" Celine mengeluarkan hp dari tasnya. Willi dan Ricky tentu saja awalnya menolak bahkan bergidik, jijik. Namun Celine mengancam Willi untuk tidur lagi di sofa.

Akhirnya, adegan belaian manja tadi pun diulang.

Celine mengambil foto keduanya dalam berbagai fose. Tawanya tak juga berhenti berderai melihat adegan dua insan yang beradegan mesranya sesaat. Malah lanjut berantem, saling sikut.

"Sudah sana kamu pulang pakai gamis, gak usah ganti baju. Gue mau ke kamar dulu." Willi merengkuh pinggang Celine, pergi meninggalkan Ricky sendirian.

"Hei awas lo! Dasar teman gak ada akhlak. Bukannya terima kasih malah ngusir." Satu lemparan bantal sofa tepat mengenai punggung Willi. Tapi Willi cuek. Ia masuk ke dalam kamar dan menguncinya.

Dengan bibir bersungut-sungut, Ricky menuju kamar mandi dapur. Melangkah dengan mengangkat gamisnya sampai lutut. Untuk mengganti dengan pakaian aslinya yang tergantung di kapstok kamar mandi.

1
Miftah Hasan
good job
Hasanah Purwokerto
Baca ulang untuk yg ketiga kalinya...😂😂😂😂
Rusmini Mini
keren /Good//Good//Good//Heart//Heart//Heart/
Rusmini Mini
sebenarnya masih penasaran dgn kasusnya Rendi dan Vivian tp kok sdh di cut,ya sutralah penting Me_Nia happy dan bisa berkarya lebih baik lagi lop yu Me_Nia sekebon /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Rusmini Mini
ikut berbahagia dgn kehamilan Safa dan mbk Uci /Cry//Cry//Cry/
Rusmini Mini
biasanya menuju bab akhir ceritanya sll boring dan menjemukan tp ini tdk bener baru ini cerita ngalir enak... /Heart//Heart/
Rusmini Mini
semoga Safa hamil
Rusmini Mini
nasib badan.... kenapa apes banget si Andina 😮😮
Rusmini Mini
melabrak calon pelakor dgn elegan hebat Andina /Good//Good/
Rusmini Mini
teman sejati susah senang bersama
Rusmini Mini
hpku lemot kalo ada IG thor /Good//Good/
Rusmini Mini
kalian berdua lebay /Smug//Smug//Smug/
Rusmini Mini
Aa Iky cemburu eh Arya jg cemburu .. kompak ni yeee..../Tongue//Tongue/
Rusmini Mini
gak punya malu Laura... untung ada Mauren cewek badas yg sayang Andina dan Arya lu bebal nekad goda Arya habis lu /Panic//Panic//Panic/
Rusmini Mini
Arya lg ketiduran di toilet makanya lama /Grin//Grin//Grin/
Rusmini Mini
di semarang ada .. aduh lupa namanya ..... 🤦🤦
Rusmini Mini
jadi pengen cimol thor .... Athaya kamu hebat gak rugi mama dan papi didik kamu berakhlak mulia hebat 👍👍👍
Rusmini Mini
ih cemburu buta,gak malu sm si buta dr gua hantu dasar Willi /Smug/
Rusmini Mini
yang sabar ya Aa Iky dan Mofa yg penting saling percaya /Heart//Heart/
Rusmini Mini
semoga promil nya sukses ya Mofa dan Aa Iky
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!