" Hei Leha, turun gak ? " Ibunya Juleha berkacak pinggang di bawah pohon mangga.
" Bentaran ! Nanggung "
Masih dengan santai nangkring diatas pohon mangga.
Bagaimana kisah perjalanan rumah tangga antara Juleha dan Zainal dan pasangan lainnya yang menikah karena minta dijodohkan ? ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Mendadak nikah ( 2 )
Abdul seperti main kucing kucingan, Abdul jadi kucing, Sarah jadi apa ?
Kalau Sarah berada di dalam kamar, Abdul di luar, kalau Sarah keluar, Abdul masuk kedalam kamar.
Lucu ya, gemes deh sama Abdul, pengen narik jambangnya, eh
" Bang, gak capek apa menghindari Kak Sarah mulu, kasihan tau ? Dia juga jadi korban, bersikap dewasa-lah dikit ! "
Juleha menahan Abdul yang mau melarikan diri, entah kemana padahal Kak Sarahnya lagi di dapur dengan ibunya Juleha membantu memasak untuk berbuka ntar sore.
" Sok tahu lu Dek "
Abdul berjalan menuju teras, disana ada Bapaknya dan Zainal yang sedang berbincang bincang ringan.
" Gak usah ngeles kaya' bajaj yang lagi ngindari razia, dari tadi Abang udah seperti ayam jantan yang mau nelor aja, bingung mencari sarangnya "
" Eh, sejak kapan ayam jantan betelor ? Lu kemana waktu pelajaran bahasa Indonesia "
Abdul menoyor kepala Juleha dengan telunjuknya.
" Emang Abang mau Leha samakan dengan ayam betina enggak kan ? "
" Serah serah, dari pada lu dari tadi ngerecoki Abang aja, mendingan lu bantuin tuh ibuk ama Sarah di dapur, masak ! "
Abdul mendorong dorong badan Juleha agar masuk ke dalam rumah
" Bener kata adekmu, Dul, jangan ngindar gitu, kasihan Sarah " Ujar Bapaknya.
Abdul hanya diam, pandangannya jauh menatap ke jalanan, dia sendiri masih bingung bagaimana harus bersikap terhadap Sarah.
...******...
Abdul mengharapkan agar Rojali dan Mahmud akan menahannya untuk pulang cepat malam ini selepas sholat tarawih, seperti yang pernah mereka lakukan pada Zainal waktu itu, agar dia tidak perlu lama lama berdua dengan Sarah di dalam kamar dalam keadaan terjaga.
Tapi harapannya musnah, baik Rojali maupun Mahmud tidak kelihatan batang hidungnya.
Kalau Zainal jangan diharapkan, dia sudah harus buru buru sampai kerumah, kalau boleh itu imam bacaan ayahnya surah Al ikhlas saja, biar sholat tarawihnya cepat kelar, hihihi.
Zainal sudah menghilang di balik pintu kamarnya, tidak perlu menunggu dia keluar lagi, paling juga ntar sahur baru keluar, cuaca diluar sejuk, kalau dulu ketika pelajaran tentang musim yang ada di negara +62, yang akhirnya ber ber, baru musim penghujan, sekarang tidak lagi.
Mungkin akibat pemanasan global, salju abadi di kutub Utara mulai mencair sehingga....Halah, ngomong apa ini.
Abdul berjalan mondar mandir di depan pintu kamarnya, belum ada niatnya untuk masuk ke dalam.
Sementara semua penghuni rumah sudah berada di dalam kamarnya masing masing.
" Nunggu apa lagi ? Ayo cepetan masuk "
Tegur ibunya yang tiba tiba keluar dari dapur.
Bukannya ibunya tadi sudah masuk kedalam kamar barengan dengan Bapaknya ya ? atau Abdul yang salah lihat.
" Iya, ini masih mau masuk "
Buru buru Abdul masuk ke dalam kamar dari pada kena omel.
Terlihat Sarah duduk di tepi tempat tidur, terlihat juga dia sudah mengantuk tetapi ditahannya, kepalanya saja yang disandarkan di kepala ranjang.
Eh, Abdul baru menyadari jika ranjangnya sudah bukan lagi miliknya yang lama, ranjang single bed, tapi sudah berbeda.
Kapan datangnya ? perasaan magrib tadi masih tempat tidur yang lama.
" Tadi ketika Abang pergi ke mesjid, ranjangnya datang, Abah yang mengirimkannya, Abang tidak marahkan ? '
Tanya Sarah pelan.
Abdul menggelengkan kepalanya.
" Tidurlah Sar, kalau sudah mengantuk "
Abdul tiba tiba merasa iba dengan Sarah, kenapa perempuan secantik dan sebaik dia bisa kenal dengan laki laki seperti Haris.
" Iya bang, belakang ini Sarah tidak dapat tidur dengan nyenyak, Sarah tidur duluan ya bang "
Abdul mengangguk lagi.
Kok jadi kalem bang Dul ?
Abdul mengedarkan pandangannya ke seisi kamar, semua sudah berubah, dari lemari pakaian, meja rias dan tempat tidur, abahnya Sarah benar benar menyediakan semuanya.
Abdul sekarang yang bingung mau tidur dimana, di sofa ? mana ada, satu satunya kursi yang ada cuma di depan meja rias, untuk Sarah kalau bersolek
Dilantai ? Oh tidak, dingin, mau tidak mau Abdul naik juga keatas ranjang.
Empuk kan Dul ranjang barunya, mertua lagi yang belikan, kurang apa lagi coba ?
Sarah menghadap ke dinding dengan mengambil posisi mepet betul ke tepi ranjang, untungnya tempat tidur dibuat mepet ke dinding jadi gak takut jatuh.
Abdul juga mengambil posisi di tepi, dibagian tengah di letakkan bantal guling.
Saking keduanya sama sama di tepi ranjang, Zainal dan Juleha tidur ditengah ranjang juga masih muat, kalau boleh numpang bobok.
Sarah walaupun sangat mengantuk dia masih belum bisa tidur, beberapa malam dilaluinya hanya dengan menangis, saat ini dia hanya merasa aneh, sudah menikah tapi dengan pria yang sudah dianggapnya sebagai abangnya sendiri.
Keduanya sama sama saling memunggungi, tetapi pegel juga, Sarah mengira Abdul sudah tertidur, jadi dia membalikkan badannya ke arah Abdul, begitu juga dengan Abdul, dia mengira Sarah sudah tertidur, sama sama membalikkan badan.
Abdul dan Sarah sama sama terkejut.
Cie cie, kompak ni ye.
...*****...
...🌿🌿🌿🌿🌿🌿...
maraton bacanya
Mira bete lagi nih, Thor ada dendam ya sama mira👻
👍🏼👏🏼🙏🏼☕
haduh porsinya pas Pasan bang jali👻
emang somplak mereka
hore Mahmud otw nikah juga Ama Lusi 👻🌹
rezeki nomplok si Abdul nikah nga modal 👻
awas ada yang kebakar leha👻
bang Zai ada yang kepanasan 👻