NovelToon NovelToon
ABANG BULE ITU JODOHKU

ABANG BULE ITU JODOHKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Misteri / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Defri yantiHermawan17

Menceritakan seorang gadis Desa yang sering di pergunjingkan karna di nilai telat menikah. Namun saat ada seorang pria bule datang nya untuk nya bukan nya mereka berhenti untuk bergosip tentang sang gadis.

Mereka malah makin menjadi,malah semakin menilai sang gadis buruk,ada yang menyebar gosip bahwa dia akan di jadikan istri yang ke 2,3 dan seterus nya oleh sang Bule, tapi apakah itu benar atau hanya gosip murahan dan receh yang tak berdolar.

Apakah yang akan terjadi setelah sang Bule berhasil menjungkir balikan dunianya, dari yang biasa biasa saja menjadi penuh dengan hal yang menegangkan serta mengejutkan. Mampukah sang gadis desa mengimbangi pesona sang Bule.


Penasaran?

Yuk intip!

18++

Mengandung humor yang mengelitik kulit perut,mohon siapkan tissue dan air minum.

HATUR NUHUN SADAYANA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih Di MALDIVES (Honeymoon DD3)

**BAGI YANG TIDAK SUKA CERITA SAYA KARNA BANYAK MENGGUNAKAN BAHASA SUNDA, TIDAK USAH DI BACA.

SAYA LEBIH NYAMAN MENUANGKAN APA YANG ADA DI OTAK SAYA, DAN SAYA BANGGA BISA MEMASUKAN SALAH SATU BAHASA DAERAH KE DALAM CERITA YANG SAYA BUAT.

HATUR NUHUN**....

Tok...Tok... Tok...

" Abang... Udah belum mandi nya". Dom yang masih berada di kamar mandi pun cepat cepat membilas tubuh sexy berotot yang penuh dengan busa sabun.

" Iya kenapa sayang, mau mandi bareng."

" Neng kebelet pingin pipis." Deva berdiri gelisah di depan pintu kamar mandi.

Dom segera membalut tubuh nya dengan handuk yang melingkar di pinggang ramping dan berotot itu

clleekk...

" Abang lama ih, kalau neng pipis di celana gimana." Eh neng Deva malah ngomel ngomel sambil ngeloyor masuk kedalam kamar mandi

" Bukan nya di luar ada kamar mandi".gerutu Dominic sembari mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil.

Dom melihat baju yang akan dia pakai sudah berada di atas tempat tidur. Dia tersenyum saat mengingat olah raga malam mereka kemarin, begitu panas dan bergelora.

" Masih sakit." Deva yang baru keluar kamar mandi pun menganggukan kepalanya, benar rasanya masih sakit, pedih, perih gak nyaman kayak masih ada yang mengganjal di benteng pertahanan nya.

" Perih, rasanya gak nyaman kayak ada yang ganjel." Deva mendudukan diri di samping Dominic yang sedang duduk di teras menghadap ke laut.

"Mau Abang obatin".

" Enggak ah, bukanya di obatin ini mah nanti malah di tambahin." Dominic terkekeh melihat wajah cemberut sang istri.

" Sayang nya Abang, maaf ya." Dominic merengkuh tubuh mungil itu kedalam dekapan nya serta memberikan kecupan di seluruh wajah istrinya. Mr Cau Boma nya memang mantap mampu meluluh lantahkan Benteng Pertahanan istrinya.

" Abang , Neng lapar." Dom menghentikan ulahnya saat sang istri mengeluhkan lapar, ya ampun dia bahkan membuat Deva kelaparan di negara orang.

Dominic malah kembali memberikan ciuman bertubi tubi pada Deva membuat Deva berusaha menjauhkan wajah tampan suaminya itu dari wajahnya.

"Abangg iihh..!"

" Ayo kita sarapan." Dom bangkit sembari meraih tangan mungil yang selalu ingin dia genggam setiap saat.

mereka kini duduk di depan sebuah meja yang penuh dengan makanan.

Deva yang melihat banyak makanan di depan nya hanya menghela napa nya.

" Neng harus makan ini." Deva mengangkat piring nya tinggi tinggi , Dominic sengaja memberikan sarapan sehat pada istrinya agar bibit bibit percocok tanaman nya semalam bisa tumbuh subur.

" Itu makanan sehat untuk kamu sayang." Dominic menyuapkan satu sendok salad sayur dan buah pada Deva. Mau tidak mau Deva membuka mulut nya lebar lebar

" Rasa nya aneh" ' baham deso mah susah' ( mulut deso mah susah)

Dom hanya tersenyum mendengar penuturan sang istri apa lagi melihat ekspresi Deva yang seakan enggan menelan makanan di mulutnya.

Dom menyuapkan salad ke dalam mulutnya lalu menyuapkan lagi kedalam mulut Deva.

" Neng pingin nasi uduk." Deva mulai mengeluh karna rasa makanan nya tidak sesuai dengan lidah.

" Kita sedang di Maldives sayang."

" Neng pingin lontong sayur." Deva mulai ngelantur

" Sayang." Dominic memberikan jus buah tanpa gula pada Deva, saat dia melihat raut wajah istri nya yang kecut. Dengan cepat Deva meraih jus buah berwarna kuning itu.

" Neng mau minuman ini aja, gak mau makan sayuran itu lagi." Deva menyingkirkan salad yang ada di hadapan nya.

Dom pun memakan semua sarapan yang ada di meja, walaupun nanti dia harus berolah raga kembali untuk membakar kalorinya.

" Neng jadi pingin pecel, hah jadi kangen pecelnya Wa Idah kan." Deva terus berceloteh sembari sesekali meneguk jus yang ada di tangan nya. Sedangkan Dom dia masih asyik menikmati sarapan sehat nya.

"Besok kalau kita udah pulang, Neng mau pecel nya Wa Idah ya Bang." Dom mengalihkan atensinya pada sang istri yang tengah menyenderkan kepalanya di bahu sandaranmeble milik Dominic.

" Sesudah dari Maldives kita tidak pulang ke Indonesia sayang, kita langsung ke kanada. Nanti setelah sampai kanada kamu bisa membuat apa pun yang kamu mau." Dom membelai lembut kepala yang tidak tertutup hijab itu.

" Jadi kita gak pulang ke Indonesia, apa emak sama bapak udah tau." Deva menatap manik safir yang begitu indah di netra coklatnya.

" Sudah, nanti di Kanada kita akan berbulan madu lagi. Abang akan mengajak kamu ke tempat tempat indah di sana salah satunya Air Terjun Niagara."

" Niagara? Air terjun terbesar di dunia itu!" Deva terlihat antusias saat mendengar Dominic membahas tentang air terjun Niagara.

" Huum, kita akan kesana nanti. Sekarang habis kan dulu sarapan mu lalu kita jalan jalan, Ayo nyonya Vins." Deva pun terpaksa menghabis kan hidangan di hadapan nya dengan muka masam.

'*Enakan sambel terasi'

❄❄❄*

Deva dan Dom sudah berada di pinggir pantai, tapi kali ini mereka tidak ingin berada di pantai pribadi yang Dominic sewa. Mereka kini berada di pantai umum yang terlihat ramai oleh para turis. Disana masih terlihat wajar karna di Maldives di larang memakai bikini makanya Deva masih terlihat nyaman.

" Abang fotoin Neng." Deva menyerahkan ponsel milik Dom, Deva sengaja tidak membawa ponselnya karna takut jatuh kedalam air.

crreekk

Deva terlihat cantik walaupun dengan pose biasa saja. Dia kembali mendekati suaminya dan mereka pun berjalan jalan lagi di pinggir pantai.

"Sayang, Abang mau main surfing( berselancar) ya." Deva mendongakan kepalanya untuk melihat wajah Dom yang sangat jauh dari jangkauan nya.

"Main apa?"

" Surfing sayang, berselancar."

" Dilaut?" Deva kembali bertanya membuat Dom menganggukan kepalanya.

" Abang gak takut tenggelam, nanti kalau ada hiu gimana. Gak usah ah neng takut Abang kenapa napa." Deva berpikiran buruk soalnya dia pernah melihat film tentang seseorang yang surfing di laut tapi akhir nya di mangsa hiu putih raksaksa.

" Disini gak ada hiu sayang, Abang gak akan lama kok. Abang udah biasa tidak mungkin tenggelam." Dom membujuk istri imut nya itu agar dia mengijinkan nya. Deva terlihat bingung antara mengijinkan atau tidak. Tapi dia juga ingin suaminya menikmati suasana bulan madu mereka dengan perasaan bahagia bukan hanya dia yang merasakan.

" Tapi jangan lama, janji." Dom tersenyum lebar saat istrinya mengijinkan dia untuk berselancar. Sungguh sudah lama dia tidak melakukan nya, terakhir dia surfing saat di Hawai 3 tahun yang lalu.

" Terimakasih sayang, Cup." Dominic mengecup bibir tebal sexy yang selalu menggodanya itu.

Deva mendelik kan matanya pada Dom

" Dasar gak tau tempat!" Deva mendahului Suaminya karna merasa malu pada orang orang yang tengah memperhatikan mereka.

🍁🍁🍁

Dom sudah berada di area penyewaan alat berselancar. Dominic tengah memilih beberapa papan selancar yang menurut nya bagus. Deva hanya menopang dagu karna dia tidak mengerti apa yang sedang suami bule nya itu lakukan.

"Kamu tunggu di sini ya sayang, Abang gak lama kok. Kalau ada apa apa Beno akan membantu ok." Deva tersenyum dan mengangguk orang yang bernama Beno itu pun tersenyum ramah pada Deva.

Dominic melepas kaos hitam nya dan segera berjalan menuju pantai yang berombak besar. Deva hanya bisa memperhatikan suami bule nya itu dari kejauhan sembari menikmati kelapa muda.

" Boleh saya duduk disini( menggunakan bahasa inggris)." Deva mengangkat kepala nya saat ada orang berbicara padanya .

Deva hanya terseyum ramah karna tidak mengerti apa yang wanita itu omongkan dan menggeser tubuhnya, dia mempersilahkan wanita itu duduk.

" Maaf nona miss ini meminta izin agar dia bisa duduk di sini." Lelaki yang bernama Beno itu berbicara bahasa indonesia pada Deva membuat Deva sedikit tersedak.

" Kamu bisa bahasa indonesia." Pria itu pun mengangguk

" Kami penduduk lokal harus bisa berbagai bahasa agar tidak menyulitkan kami dan turis nona ." Deva hanya mengangguk anggukan kepalanya

" Kalau begitu kamu bisa menterjemaahkan omongan wanita di sebelahku ini kalau dia berbicara lagi nanti ."

" Tentu Nona, saya akan membantu." Deva bernapas lega setidaknya ada yang akan membantunya berkomunikasi saat suaminya sedang asyik berselancar.

Sekitar satu jam lamanya Deva menunggu sang suami berselancar ria di atas ombak, entah sudah berapa butir kelapa muda yang dia habis kan , Deva merasa kini perutnya agak sedikit kembung. Terlihat Dominic sudah menyisi ke bibir pantai untuk menyudahi kegiatan nya.

Di berjalan dengan gagah nya, bagian atas tubuh yang terekspos membuat nya menjadi pusat perhatian padahal disana bukan hanya dia yang sedang bertelanjang dada bamyak turis lain juga tengah melakukan surfing.

" Wow pangeran dari mana dia." Wanita di sebelah Deva seakan terpesona saat melihat Dominic mulai mendekati kearahnya dan Deva.

Deva melirik pada Beno agar memberitahukan dia apa yang wanita ini bicarakan. Seakan mengerti Beno menuliskan nya dalam sebuah kertas

' Wow pangeran dari mana dia'

Deva hanya mengerenyitkan dahi nya saat dia membaca kertas itu, melirik sekilah pada Beno yang mengganggukan kepalanya lalu melirik tajam pada wanita di sebelahnya.

" Dia datang pada ku, Oh my good. Aku rela meninggal kan Kevin demi Dia." Wanita itu mulai meracau sendiri membuat Deva krmbali melirik pada Beno.

Beno pun menulis lagi apa yang di bicarakan wanita bule itu.

' Dia datang padaku, oh my good. Aku rela meninggalkan kevin demi dia' Deva membulatkan matanya seketika saat membaca kertas itu.

'Lain datang ka sia tapi ka aing!" ( bukan datang ke kamu tapi padaku) .Deva mengumpat kasar dalam hati nya saat ini.

tanpa menunggu lama dia bangkit dari duduk nya kemudian sedikit berlari untuk menyambut kedatangan suaminya.

dan saat Dominic sudah berada dalam jangkauan nya dia pun langsung memeluk nya erat.

" Wow..Ada apa sayang. Apa kamu sangat merindukan suamimu, Padahal baru sebentar Abang meninggalkanmu." Dom malah menggoda Deva sambil terkekeh.

" Kita pulang aja." Deva masih setia memeluk tubuh tegap tinggi berotot suaminya itu.

" Kenapa hem, bukan nya ingin jalan jalan. Apa kamu marah sama Abang karna sudah meninggalkan mu sendirian ." Dominic merasa heran dengan kelakuan istri imutnya itu.

Deva menggeleng pelan dalam rengkuhan Dominic, celana selutut Dom yang basah akhirnya ikut membahasi baju yang di pakai oleh Deva.

" Kita pulang ke kamar." Peduli amat lah , Deva lebih baik di kamar seharian dari pada harus melihat sang suami di lirik genit oleh banyak perempuan.

" Baiklan nyonya besar kita pulang kekamar." Deva mengigit bibir bawah nya saat Dominic tersenyum mesum dan mengerlingkan sebelah matanya.

Dom mengandeng tangan Deva mesra mereka harus kembali ke stan penyewaan papan selancar tadi untuk mengembalikan nya, dan untuk mengambil kaos nya yang masih tertinggal di sana. Walaupun Deva harus bertemu wanita ular itu lagi.

" Terimakasih Beno." Dom menyerahkan papan selancar itu dan kembali memakai kaos nya. Deva terlihat masam saat melihat wanita itu terus menatap Dom dengan tatapan berminat.

" Hei kawan, seperti nya istri mu sedang marah karna kau terus di perhatikan oleh wanita itu. Dan harus kau tahu tadi wanita itu bahkang bilang kalau dia menginginkan mu dia rela meninggalkan pacar nya untuk mu." Beno berbisik pelan pada Dominic yang sedang memakai kaosnya.

" Oh ya, pantas saja." Dom tersenyum lebar

" Kenapa?" Beno merasa heran melihat Dom malah tersenyum saat mengetahui istri nya itu sedang marah.

" Dia agresif padaku." Beno pun tertawa mendengar itu.

" Berhati hatilah di sini banyak wanita ular yang mengintai. Jaga istrimu baik baik." Beno memperingati

"Thanks." Dom pun bersalaman ala pria dengan Beno kemudian keluar dari sana dia melihat istri nya sedang duduk di bawah pohon kelapa. Namun langkah nya terhenti saat ada sebuah tangan mencekal nya.

" Kenapa terburu buru, boleh aku tahu siapa namamu tampan." Wanita itu ternyata masih ada disana. Menunggu Dom yang sedang melakukan pembayaran sewa dengan Beno.

" Tolong lepaskan tangan mu nona." Dom menghempaskan kasar tangan nya.

" Uuh menarik, pria yang sangat dingin, tapi aku suka." Wanita itu malah sengaja menurunkan baju kaos kebesarnya hingga batas dada sampai terlihat tapal batas buah pribadinya.

" Bicht..". Dom berdecih jijik

" Aku rela menjadi bicht mu tampan. Datanglah padaku saat kau sudah bosan dengan wanita bertutup kepala itu." Dom mendekat mengikis jarak antara mereka hingga tubuh semampai wanita itu membentur dinding. Wanita itu sudah menampilkan senyum tersexy nya pada Dominic. Namun apa yang dia bayangkan salah dia kira saat Dom mendekatkan wajah nya Dominic akan mencium nya padahal..

" Menjauhlah dari ku sampah. Walau pun kau bertelanjang bulat di hadapan ku ,Aku tidak tertarik padamu. Bahkan banyak wanita yang lebih sexy dari mu datang kepadaku tapi sayang nya aku tidak tertarik dengan sampah murahan seperti kalian , Aku sudah mempunyai seorang malaikat yang sempurna dalam hidupku jadi pergilah !"

Wanita itu terlihat kesal dia menghentak hentakan kaki nya sembari pergi meninggalkan Dominic yang masih memperlihatkan senyuman sinis nya.

Dom berbalik dia masih melihat istrinya tengah berselfi ria menggunakan handphone nya.

" Sayang ayo kita pulang." Deva menoleh dan langsung berdiri dari duduk nya.

" Abang udah selesai." Deva menepuk nepuk baju nya karna ada pasir yang menempel.

" Sudah, Cup...." Dominic memberikan kecupan basah di dahi Deva membuat nya memejamkan mata sejenak.

" Kamu mau eskrim". Deva mengangguk cepat dan semangat

" Kalau begitu ayo kita makan eskrim yang banyak." Deva langsung bergelayut manja di tangan kekar suaminya, dan Dom tidak henti henti nya tersenyum saat melihat Deva begitu bahagia bersamanya

' Aku berjanji akan selalu membuat mu tersenyum '

🐉🐉🐉

" Jadi Dominic sudah menikah." Wanita itu melempar lembaran foto yang dia dapatkan.

" Aku jadi ingin melihat secara langsung perempuan seperti apa yang di pilih oleh Dominic hingga dia menolak ku, bahkan kalau perlu aku akan menyingkirkan nya."

Wanita itu meremas foto kebersamaan Deva dan Dominic, meremasnya sampai tidak berbentuk.

" kita lihat apa kah wanita muda itu lebih baik dari aku, Rossaline!" Wanita bernama Rossaline itu menyeringai sembari menapat lekat foto yang ada di genggaman nya.

" Aku akan memiliki mu Dom, bagai mana pun caranya.

1
Ai Umana sari
menghibur sekali
moenay
karyanya bagus dan menarik, lucu juga ga bosen bacanya.. ga bertele-tele jalan cerita nya,.
thanks othor udah nyuguhin cerita yg bagus 🥰🥰🥰🥰🥰🌹🌹🌹💐💐💐💐💐
EembuL
😃😃😃😂😂😂😂😂
EembuL
astagaaaaa 😂😂😂😂 ngaakaaak banget bagian2 akhirx.
Saifal
bingung bacanya kebanyakan bahasa daerah
Evy
Ceritanya enak dibaca...tapi jangan banyak bahasa daerah juga ..agak terganggu bacanya.. seperti nya tidak semua orang suka walaupun sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.Sorry ya Thor .. hanya saran..
Evy
Horang kaya nikahnya tidak terima Amplop... hanya minta doa restunya saja...
Joel
dari baca novel ini,, dari gak bisa bahasa Sunda jadi pinter bahasa Sunda w.. 🤭🤭
penapianoh: halo kak baca juga d novel ku 𝙖𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profil ku ya, trmksh🙏
total 1 replies
Fitri Alfarizha
klw aku sunda isin itu malu
Azzani Siti
kak aku orang Jawa...
aku gak ngerti bahasa Sunda🥺🥺
gimana tu
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kerennnnnnnnnnn ceritanya 👍👍👍👏👏👏😘😘😘💞💞💞
Atik Kiswati
gk ada lg bonchap nya.....
Dara Sari: cerita Aqilla dan Bastian kemn kok ga ada dah saya tunggu2 2 THN ga ada muncul thoorr pleess
total 1 replies
Doike Sia
Luar biasa
Atik Kiswati
lnjt......
Vien Habib
Luar biasa
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
visual si basbas ganteng pisan
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
pelakorna make baju aneh aneh doang bungkus salimpeu
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
atu saingan si neng eweh nanaonan ja garoreng kitu,make baju doang kantong keresek bungkus berekat
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
ceritanya bagus thor kalo aku ngebayangin si dom si masimo itu loh 🤭
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
bahasa sunda memang luar biasa😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!