Dear Viona,
Terima kasih, karena telah memberikan warna-warni kehidupan disisa waktuku.
Terima kasih, karena telah mencintaiku dengan tulus.
Mencintaimu adalah hal terindah yang pernah kurasakan.
Bersamamu, kurasakan seperti seorang yang paling sempurna. Memiliki segalanya, dirimu dan cintamu.
Berjanjilah, untuk tidak menangisi kepergianku!
Karena aku selalu ada didekatmu, menjagamu, memelukmu, lewat penglihatan yang kutitipkan padamu.
I Love You, Sasha....
Salam,
Galang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose_Dreamers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
VhieDjar 26
Di sebuah Cafe yang terkenal dengan desain nya yang unik, menjadi tempat idola nongkrong bagi para muda mudi khususnya mahasiswa. Suasana Cafe selalu ramai pengunjung terutama hari libur.
Di meja pojok dekat dengan jendela terdapat dua pemuda sedang menikmati minuman cappucino.
"jadi besok lo balik ke Jakarta?“ tanya Galang kepada pemuda yang kini berada di hadapannya sedang menikmati secangkir Cappucino miliknya.
"iya, gue kan harus kuliah. Kemarin cuma ambil cuti tiga hari." Ucap pemuda itu pada Galang.
Galang mengangguk-anggukan kepalanya kemudian menyeruput Capucinno miliknya.
"terus cewek yang lo cari udah ketemu?“ tanya Galang lagi.
Fajar menggelengkan kepalanya lalu menatap sahabatnya dengan tatapan sendu.
"sabar ya bro, kalau memang kalian jodoh pasti akan bertemu" ucap Galang. Ia mengerti yang di rasakan sahabat nya ini.
"gue jadi penasaran, seperti apa gadis itu. Apa dia sangat cantik?" Tanya Galang
Fajar menganggukan kepalanya seraya bibirnya memperlihatkan sebuah senyum.
"dia gadis yang sangat cantik." Ucap Fajar. Bola mata nya menatap ke depan dengan tatapan kosong.
"waktu itu dia ada dihadapan gue, tapi karena keputusan bodoh gue akhirnya dia pergi." Ucap Fajar lirih kemudian ia menundukan kepalanya.
Galang hanya mengangguk-anggukan kepalanya. Ia faham dengan perasaan yang dirasakan sahabatnya ini. Sebelum nya saat Galang berkunjung ke Jakarta untuk mengerjakan bisnis ayahnya, Fajar sudah menceritakan kisahnya kepada Galang.
"lalu gimana kelanjutan hubungan lo dengan gadis yang lo suka itu? Siapa ya gue lupa nama nya?" tanya Fajar kepada Galang mengalihkan perbincangan nya tentang kisah cintanya.
"ya, gitu. Gue belum berani ungkapin perasaan gue ke dia. Citra bilang, dia masih belum Move on dari kisah masalalu nya." Ucap Galang lirih
"Citra... Siapa?" tanya Fajar
"Citra itu adik gue satu-satunya. Sasha itu temen adik gue di kampusnya" jelas Galang
Fajar menyeruput minuman nya yang tinggal sedikit lalu menghabiskan nya. Ia menganggukan kepala nya setelah mendengar penjelasan Galang.
"jadi namanya Sasha. Gadis yang lo suka itu sahabat adik lo?" tanya Fajar memastikan kembali yang di dengarnya.
"iya. Dia itu gadis yang sangat cantik menurut gue, bila ia tersenyum lesung di pipinya akan terlihat menambah kecantikan nya. Sikap nya yang dingin, gak banyak tingkah, penampilannya yang simple dan natural. Ah... dia sangat sempurna."
Deg
Jantung Fajar tiba-tiba berdebar kencang. Ia mengingat ciri-ciri gadis yang di sebutkan oleh sahabatnya sangatlah mirip dengan gadis yang sedang ia cari.
Ia mengingat kembali sekilas momen saat dirinya tengah bersama Viona satu tahun yang lalu sebelum ia mengetahui bahwa Viona itu adalah Viona Lovhie gadis yang di kenalnya lewat sosmed.
Galang yang menyadari bahwa sahabatnya tengah melamun langsung melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Fajar.
"Jar... Fajar!!!" Panggil Galang
"eh, i iya Lang." Fajar terperanjat dari lamunannya.
"kenapa lo? Gue kira lo kesambet. Gue panggil-panggil gak nyaut-nyaut." Ucap Galang setelah berhasil menyadarkan sahabatnya dari lamunannya.
"sialan lo bilang gue kesambet" ucap Fajar tak terima dirinya dikatai kesambet oleh sahabatnya.
"lah terus ngapa lo diem aja dari tadi?" tanya Galang
"gue gak apa-apa" ucap Fajar berbohong.
***
Dua pemuda tampan kini sedang berada di dalam mobil. Mereka memutuskan untuk kembali ke rumah dan ke hotel masing-masing. Setelah mereka merasa bosan nongkrong di Cafe. Sebelumnya Fajar hendak mengantarkan Galang pulang ke rumahnya terlebih dulu sebelum ia kembali ke hotel.
Suasana hening didalam mobil, mereka hanyut dalam fikiran masing-masing. Merasa bosan akhirnya Fajar menyalakan Tape recorder dan memutarkan sebuah lagu favorit nya.
*Rasa cinta
Yang dulu telah hilang
Kini berseri kembali
Telah kau coba
Lupakan dirinya
Hapus cerita lalu
Dan lihatlah
Dirimu bagai bunga
Di musim semi
Yang tersenyum
Menatap indahnya dunia
Yang seiring menyambut
Jawaban segala gundahmu*"
"Lo suka lagu ini juga?" tanya Galang setelah mendengar lirik lagu yang di putar oleh Fajar.
"lagu favorit gue dan dia." jawab Fajar
"Walau badai menghadang
Ingatlah ku kan selalu
Setia menjagamu
Berdua kita lewati
Jalan yang berliku tajam"
"kok sama ya. Sasha juga suka lagu ini." Ucap Galang.
Fajar melirik sekilas menatap sahabatnya kemudian fokus lagi menatap jalan karena ia sedang membawa mobil.
"bahkan setiap hari dia denger lagu-lagu milik Band ini." lanjut Galang.
"Setiap waktu
Wajahmu yang lugu
Selalu bayangi langkahku
Telah lama
Kunanti dirimu
Tempat ku kan berlabuh"
"wah, kebetulan banget berarti ya. Kapan lo bakal nyatain cinta lo ke dia?" tanya Fajar masih dengan posisi fokus menatap jalanan di depan.
"gue masih ragu" jawab Galang
"kenapa? Keduluan cowok lain baru tau rasa lo." Ucap Fajar
Hening beberapa saat. Galang terdiam mencena kata-kata dari sahabatnya barusan.
Sedangkan Fajar ia menikmati lirik lagu favorit nya hingga lagu tersebut berakhir.
"*Cahya hatiku
Yakinlah kekal abadi
Selamanya
Seperti bintang
Yang sinarnya
Terangi seluruh
Ruang dijiwa
Membawa kedamaian
Walau badai menghadang
Ingatlah kukan selalu
Setia menjagamu
Berdua kita lewati jalan
Yang berliku tajam
Resah*…"
(ADA Band~Masih sahabatku, kekasihku)
Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya Fajar sampai di rumah Galang. Kemudian ia melajukan kembali mobilnya untuk segera kembali ke hotel.
***
Tok, tok, tok.
Galang mengetuk pintu kamar adiknya. Setalah beberapa detik menunggu, pintupun di buka oleh Citra dari dalam kamar.
"ada apa?" tanya Citra malas
Galang tak menjawab ucapan adiknya, ia nyelonong masuk ke dalam kamar adiknya tanpa menunggu izin dari sang adik.
"sini dek, duduk di sini" ucap Galang sambil menepuk sofa di sebelahnya.
Citra melihat ada gelagat mencurigakan dari sang kakak, ia bersiap-siap waspada karena biasanya kakak nya ini sering menjahilinya.
"bicara manis-manis gini pasti ada mau nya nih? Atau jangan-jangan kak Lang mau jahilin Citra ya!" ucap Citra tak mau langsung menuruti sang kakak.
"ish,, jadi adik So udzon mulu sama kakaknya. Gak baik loh! Ayo cepet duduk sini!" Ucap Galang.
Citra menatap wajah kakaknya dengan mengkerutkan alisnya, kemudian ia berjalan mendekati Galang lalu duduk di sampingnya.
"nah gitu dong, anak pintar...!" ucap Galang seraya tangan nya mengacak rambut Citra.
"apaan sih kak, aneh banget deh" balas Citra sambil merapikan rambutnya yang acak-acakan karena ulah sang kakak.
Hening beberapa saat.
"jadi mau ngomong apa nih? Cepetan deh, aku mau lanjut ngerjain tugas kuliah nih." Ucap Citra memecah keheningan.
"mmp, Dek..." ucapan Galang menggantung. Galang seolah ragu untuk melanjutkan ucapannya.
Citra yang sudah siap mendengarkan kakaknya, merasa kesal karena kakaknya tidak melanjutkan ucapan nya dan malah bengong.
"ish, apaan sih kak. Mau ngomong apa sih, gak jelas banget deh... Ya udah, kalau kakak gak mau ngomong, mending keluar aja deh. Aku mau lanjutin ngerjain tugas aku nih." Ucap Citra panjang lebar karena kesal waktunya di ganggu sang kakak.
"eh, adik kakak yang paling cantik. Jangan marah-marah dong, nanti ilang loh cantik nya. Ha...ha" ucap Galang sambil tertawa dan mencubit kedua pipi adik nya gemas.
"duhh, sakit tau" keluh Citra seraya mengusap kedua pipinya.
"dek, kakak rencana nya mau nyatain cinta kakak sama Sasha. Menurut kamu gimana? Tanya Galang pada Citra dengan serius.
Citra diam sesaat sambil menatap mata Galang dalam.
"ya, terserah kakak sih. Kakak kan yang mau jalanin semua nya dengan Sasha. Tapi kalau di tolak, jangan patah hati ya!" ucap Citra.
Mendengar ucapan adiknya Galang langsung diam dan menundukan kepalanya.
"seperti yang pernah aku bilang, Sasha itu masih belum move on dari masalalu nya. Apa kakak benar-benar sudah siap dengan konsekuensi nya?" ujar Citra lagi.
Galang masih enggan untuk bicara, ia sedang mengcerna kata-kata dari adik nya yang baru saja ia dengar.
"bila di tolak, kakak jangan patah hati dan berubah jadi benci. Dan bila di terima kakak juga harus siap berjuang untuk mendapatkan tempat seutuhnya di hati Sasha. Juga harus siap kehilangan bila ternyata Sasha bukan jodoh kakak. Ya, Citra bukan tidak menyemangati kakak. Citra akan selalu mendukung apapun keputusan kakak. Sasha itu gadis baik, Citra sayang sama dia seperti Citra sayang sama kak Galang. Citra hanya takut hubungan baik ini jadi hancur karena salah ambil keputusan..." Citra menjada ucapannya untuk mengambil nafas, lalu melanjutkan ucapannya kembali. "kakak faham kan maksud Citra?"
Galang menatap wajah adiknya lalu menganggukan kepalanya.
Citra memeluk kakaknya erat dan begitupun dengan Galang, ia membalas pelukan dari sang adik.
tapi galang sedikit obsesi sama viona alias shasha..bukan karna galang cinta..karna klo dia cinta pasti akan bertanya gimana perasaan wanitanya..bukan dengan egoisnya bilang nggak mau di tinggalin dan nggak membiarkan wanitanya memilih siapa yang sebenarnya ada di hati wanitanya..