Kisah cinta seorang pria bernama Alexander Anderson yang tidak pernah mengenal apa itu cinta, dan perjalanan kisah cintanya yang harus dia lalui dengan begitu menyakitkan karena dia harus ditinggalkan oleh wanita yang dia cintai untuk selamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 26
...
Sore harinya.
Alex kembali ke rumah Patricia dan menemukan Eliza masih tertidur pulas di kamar Leo. Dia perlahan mengangkat tubuh Eliza dan memindahkannya ke kamarnya, membiarkan Leo untuk tidur sendirian.
Perlahan Alex membaringkan tubuh Eliza ke ranjangnya dan mengecup keningnya sekilas.
"Kamu pasti kelelahan, kamu terlihat pucat" gumam Alex saat melihat wajah cantik Eliza yang pucat.
"Eummmhhh...." Eliza menggeliat dan bergerak memeluk lengan Alex dalam keadaan matanya yang masih terpejam.
Alex tersenyum melihatnya, dia segera membaringkan tubuhnya memeluk tubuh Eliza dengan erat.
"Kamu mulai menggodaku sayang" bisik Alex di telinga Eliza yang masih tertidur.
"Mmmhhh..." gumam Eliza lagi yang semakin mengeratkan pelukannya pada Alex.
"Sayang, aku mau itu..." Bisik Alex lagi, namun Eliza tidak menjawabnya.
"Kalau begitu aku anggap sebagai 'iya' karena kamu diam saja" jawab Alex pada pertanyaan nya sendiri
Alex mulai membuka dress yang Eliza pakai dan setelah selesai, dia membuka pakaiannya sendiri dan memulai permainan panasnya pada tubuh Eliza yang masih tertidur pulas.
"Aku akan bermain sendiri sayang, kamu hanya perlu menikmati saja" ucapnya disela-sela permainannya.
Lagi-lagi Eliza dan Alex melewatkan makan malam mereka, namun di pukul 2 pagi Alex memasakkan nasi goreng untuk Eliza, karena dia sangat menginginkannya.
"Alex, aku benar-benar lapar, aku mau nasi goreng buatanmu, harus yang enak, cepetan!" Pinta Eliza.
Alex tersenyum dan mengangguk pada Eliza, dia sangat senang jika dirinya dibutuhkan seperti itu oleh Eliza.
"Panggil aku apa sayang?" Tanya Alex mengingatkan Eliza lagi agar terus memanggilnya 'my Lord sayang'
"Iya, my Lord sayang, tolong buatkan aku nasi goreng super enak dengan tanganmu, ayo..." Ajak Eliza yang terus menarik tangan Alex untuk segera keluar dari kamar.
"Tunggu sebentar sayang, aku harus memakai celana ku, apa kamu mau aku memasak dalam keadaan t*lanjang?" Tanya Alex pada Eliza yang sudah memakai kemeja biru yang dia pakai tadi siang.
"Ayo cepat mu Lord sayang..." Ajak Eliza lagi.
Alex merasa begitu bersemangat saat mendengar bagaimana Eliza memanggilnya. Dia memakai celana pendeknya dengan cepat dan segera menuju ke dapur untuk membuatkan makanan untuk istrinya yang sepertinya sedang ngidam masakannya.
"Baiklah tuan putri, kamu duduk manis disini dan lihat bagaimana Lord kesayangan mu memasak untuk mu, okay?" Ucap Alex dengan semangat yang berapi-api.
Eliza menganggukan kepalanya dan mulai memberikan Alex semangat.
"Go Alex go Alex go...!" Ucapnya dengan senyuman manisnya.
"Jangan terlalu kencang sayang, nanti Patricia dan Robert bangun dan lagi kalau Leo juga bangun, akan merusak acara romantis kita" ujar Alex yang hanya ingin menikmati waktunya bersama Eliza saja.
"Baiklah, ayo mu Lord sayang... Semangat!" Ucap Eliza dengan setengah berbisik.
Alex tertawa geli mendengar bagaimana Eliza memberikan dia semangat.
Alex mulai sibuk dengan urusan memasaknya, sementara Eliza menggunakan kesempatan itu untuk meminum obatnya, yang sudah dia siapkan di tangannya, karena Eliza lupa untuk meminumnya tadi sebelum dia ketiduran di kamar Leo dan setelah Alex pulang dia tidak mempunyai kesempatan.
Jadi dia sengaja meminta Alex untuk membuatkannya nasi goreng, agar dia memiliki kesempatan untuk meminum obatnya.
"Ayo mu Lord sayang...aku dan anakmu sudah kelaparan" ucapnya setelah dia berhasil menekan obatnya.
Walaupun Eliza memang diberi obat oleh dokter kandungannya, tapi jika Alex melihat terlalu banyak obat, maka Eliza takut jika Alex akan curiga. Jadi dia lebih memilih untuk tidak melakukan apapun yang akan membuat Alex curiga padanya.
"Sabar sayang, sebentar lagi akan siap" jawab Alex yang sudah mulai plating nasi goreng yang dia buat.
"Tuan putri, ini dia nasi goreng spesial buatan Lord kesayangan mu" jawab Alex sembari menghidangkan nasi goreng yang sudah dia masak tadi.
Eliza dengan semangat segera menyantap nasi goreng buatan suaminya yang rasanya sangat enak di lidahnya.
"bagaimana?" tanya Alex pada Eliza yang dengan lahap terus memasukkan nasi goreng itu ke mulutnya.
Eliza tidak menjawabnya, dia hanya mengacungkan jempol tangannya pada Alex.
"Ya sudah habiskan semuanya" ucap Alex seraya mengusap lembut rambut panjang Eliza.
Alex duduk di sebelah Eliza yang masih terus memakan nasi goreng buatan suaminya yang rasanya sangat enak, karena di buat dengan penuh cinta.
"Kamu tidak mau my Lord sayang?" Tanya Eliza pada Alex yang terlihat lelah dan mengantuk.
"Tidak sayang, aku tidak lapar, kamu makan saja, aku yakin jika anakku sangat menyukainya, jadi habiskan saja semuanya" jawab Alex yang sudah berkali-kali menguap.
Eliza segera menghabiskan makanannya agar Alex bisa segera beristirahat kembali.
"My Lord sayang, apa pekerjaan mu lancar?" Tanya Eliza pada Alex agar Alex tidak terlalu mengantuk.
Alex mengucek matanya, dan menganggukan kepalanya pada Eliza.
"Iya sayang, sangat lancar, dengan bantuan teman-teman ku semuanya sudah berjalan lancar, aku harus bisa membangun kerajaan bisnisku sendiri, untuk masa depan kita dan anak-anak kita sayang" jawab Alex kembali bersemangat.
"Iya my Lord sayang, kamu harus bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan,dan kamu harus bisa memanjakanku dan anak-anak kita nantinya, aku tidak mau jika anak-anak ku harus hidup susah, aku tidak mau mereka harus mengalami nasib seperti ibunya ini" ucap Eliza dengan sedikit merasa sedih.
Alex mengusap lembut punggung Eliza dan tersenyum manis padanya "tidak sayang, jangan katakan itu lagi, aku tidak akan membiarkan anak-anak ku kekurangan materi apapun, akan ku buat hidup mu dan hidup mereka nantinya berkelimpahan harta, agar orang yang melihatnya berpikir dua kali sebelum menyakitinya" jelasnya.
"Terimakasih Alex..." Ucap Eliza memeluk tubuh suaminya dengan erat.
"Iya sayang, sekarang minum air hangat ya, terus kita kembali tidur" jawab Alex yang melihat pada piring Eliza sudah kosong, karena semua nasi goreng buatannya sudah masuk ke dalam perutnya.
"Baik my Lord sayang..." jawab Eliza.
Eliza di gandeng Alex untuk kembali ke kamarnya, dan setelah sampai Eliza langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuk di kamarnya. Eliza melihat Alex justru duduk di kursi dan mengambil laptopnya.
"Alex, apa kamu akan bekerja sekarang?" Tanya Eliza penasaran.
"Iya sayang, aku harus menyiapkan berkas untuk presentasi besok pagi, kamu istirahat saja ya, aku tidak apa-apa, lagi pula aku sudah tidak mengantuk lagi" jawab Alex dengan tatapan matanya yang hangat.
Eliza menghela nafasnya dan kemudian mengangguki perkataan Alex.
"Aku akan tidur, kamu jangan terlalu memaksa dirimu ya? Jik sudah lelah maka istirahatlah" kata Eliza yang sudah mulai mengantuk kembali karena kekenyangan.
"Iya sayang, tidurlah" jawab Alex.
Eliza menuruti perintah Alex untuk segera tidur, karena tubuhnya juga menginginkan istirahat yang banyak. Sementara Alex melanjutkan pekerjaannya agar besok dia sudah siap dengan materi untuk presentasinya.
Paginya, Alex sudah berangkat kerja saat Eliza terbangun, Eliza keluar dari kamarnya dan melihat Patricia bersama dengan Leo sedang duduk di meja makan.
Eliza melangkah kakinya yang kini kian terasa susah di gerakkan untuk mendekati Patricia dan Leo, namun lagi-lagi rasa sakit itu muncul kembali dan kembali harus membuatnya terduduk di lantai.
"Za...!" Panggil Patricia panik dan segera berlari mendekati Eliza. Begitu juga dengan Leo.
"Kamu enggak apa-apa Za? Ayo kita ke rumah sakit" ajak Patricia yang begitu khawatir, apalagi setelah melihat jika Eliza kembali mimisan.
Eliza mengusap darah yang mengalir dari hidungnya dengan tisu yang Patricia berikan.
"Leo, masuklah ke kamar mu sayang, nanti mama menyusulmu" pinta Patricia yang tidak ingin Leo melihat Eliza yang sedang kesakitan.
Leo dengan cepat menuruti perintah ibunya, dia berlari dan segera memasuki kamarnya.
"Enggak Tris, aku enggak apa-apa, serius, beri aku obat penguat kandunganku saja" jawab Eliza yang lebih memilih untuk menjaga kandungannya daripada dirinya sendiri.
"Eliza...!" Panggil Nick yang baru saja datang ke rumah Patricia untuk melihat keadaan Eliza, dan dia terkejut saat melihat Eliza terduduk di lantai dan sedang di bantu Patricia untuk berdiri.
"Kak Nick, aku tidak apa-apa, jangan khawatir" jawab Eliza mencoba menenangkan mereka semua.
"Eliza, bagaimana aku bisa tidak khawatir melihat mu seperti ini? Eliza, ayo kita ke rumah sakit,dan segera lakukan pengobatannya, kamu akan sembuh Eliza" jawab Nick yang benar-benar merasa sangat khawatir.
"Tidak kak, aku baik-baik saja, dan jangan pernah katakan ini pada Alex, aku mohon berjanjilah padaku, biarkan aku sendiri yang akan memberitahukan pada nya di saat yang tepat nanti" ucap Eliza dengan memaksakan senyumnya.
"Ini tidak adil Eliza, kenapa kamu harus menanggung semuanya, sedangkan Alex dia...."
"Tidak kak, dia sedang berusaha untuk menyiapkan masa depan untuk anakku, dia yang terbaik untuk ku kak Nick. Percayalah" ucap Eliza lagi memotong pembicaraan Nick.
"Baiklah Eliza, aku tidak akan mengatakan apapun padanya, tapi sekarang istirahat lah, aku akan membantu mu" jawab nick sembari membantu Eliza untuk duduk di sofa ruang tengah sementara Patricia menyiapkan obat untuknya.
"Za, aku balik ya, kamu jaga kondisi kamu, jangan sampai kayak gini lagi, okay?" Pinta Nick yang selalu menyayangi Eliza, walaupun dia tahu jika Eliza juga sangat menyayangi Alex.
"Iya kak, terimakasih, kak Nick hati-hati" ucap Eliza dengan senyuman manisnya.
"Iya, Tris jaga dia, aku pergi" jawab Nick sekaligus meminta Patricia agar selalu menjaga kondisi Eliza.
"Iya Nick" jawab Patricia.
Nick melangkahkan kakinya keluar dari rumah Patricia dan segera membawa mobilnya melaju menuju ke cafe miliknya.
"Za, walaupun ini susah, aku bakalan terus berusaha agar kamu bisa sembuh" ucap Patricia setelah Nick pergi.
"Tris, aku juga berharap seperti itu, tapi jika tuhan tidak mengizinkan aku tidak akan keberatan Tris, saat ini aku sudah sangat bahagia bisa mendapatkan cinta dari suamiku, yang aku inginkan saat ini, agar aku bisa melahirkan anakku dengan selamat, walaupun aku tidak bisa lagi melihat dunia ini" jawab Eliza.
Patricia segera memeluk tubuh sahabatnya dan menangis di pelukannya.
...
nyesek banget 😭😭😭😭😭