NovelToon NovelToon
Hanya Ingin Di Hargai

Hanya Ingin Di Hargai

Status: tamat
Genre:Mafia / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.8
Nama Author: IPAK MUNTHE

Tidak ada manusia yang ingin gagal dalam membina rumah tangga, begitu pun aku. Ku berikan seluruh cinta ku, perasaan ku pada suami ku.

Namun semua yang ia katakan ternyata hanya iming-iming saja, tanpa ada yang menjadi nyata.

Aku hanyalah manusia biasa, dan perlahan cinta ku hilang terkikis habis oleh setiap air mata yang aku keluarkan karena kecewa. Bahkan pintu hati ku pun sudah ku tutup dengan begitu rapi untuk nya.

Lantas bagaimanakah dengan Devan? karena setelah Hanna menyerah dalam mempertahankan rumah tangga nya ia pergi dengan membawa Derren dan janin yang masih ia kandung.

Akankah Devan bahagia dengan kepergian Hanna? Atau Devan justru berubah menjadi gila.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lepaskan Aku

Hanna benar-benar shock mendengar fakta yang ia dengar, Devan bukan anak kandung dari Sarah.

"Aku mohon Hanna," Devan menatap Hanna yang tengah menatapnya, "Aku mohon, mengertilah keadaan ini, entah sampai kapan aku pun tidak tahu....tapi satu hal yang harus kamu tahu, aku takut kehilangan mu," tutur Devan.

"Mas," Hanna langsung memeluk Devan, ia bahkan begitu mudahnya merasa iba pada suaminya. Hanna bahkan sama sekali tidak menyangka dengan semua ini, tapi semua memang begini adanya.

Devan memeluk Hanna dengan tidak kalah erat, rasanya hanya dengan Hanna ia bisa mendapatkan ketenangan. Rasa rindu akan istrinya begitu membekas hingga Devan tidak ingin melepas Hanna, "Aku tahu aku menyakiti kamu karena ingin melihat Mama bahagia, tapi yang menderita bukan cuman kamu, aku juga," kata Devan sambil terus mengeratkan pelukannya.

"Aku enggak tahu ternyata kamu mengalami hal ini Mas, aku minta maaf juga," kata Hanna. Entah dari apa terbuat hati wanita itu, yang jelas ia begitu mudahnya memaafkan dan ikut merasakan apa yang di rasakan oleh Devan.

Devan melepaskan pelukannya begitu juga dengan Hanna, keduanya terlihat hanya menunduk. Begitu pun Hanna yang hanya meremas kedua tangannya, "Tapi kamu harus memilih Mas, kalau menurut kamu yang terbaik Diana maka tinggalkanlah aku," ucap Hanna.

Devan tertegun dan ia dengan refleks menatap Hanna yang tertunduk.

"Kalau kamu memilih aku, tinggalkan Diana....aku tidak mengharamkan poligami Mas.....hanya saja aku ingin menjadi istri satu-satunya, dan jika kamu tetap ingin dengan dua istri maka aku mundur tolong lepaskan aku," lirih Hanna penuh luka.

"Aku tidak ingin melepaskan mu, aku mencintaimu Hanna," kata Devan dengan tegas, "Aku bahkan bisa menghitung dengan jariku berapa kali menyentuh Diana, itu sudah hampir lima tahun ini kami menikah.....aku memang tidak memiliki perasaan padanya," jelas Devan dengan yakin.

"Tapi aku tidak bisa, seperti ini terus Mas."

"Devan," itu suara Diana, karena tadi Diana melihat dari balkon kamarnya jika mobil Devan mulai memasuki gerbang rumah. Diana sangat senang, namun lama ia menunggu Devan tidak juga masuk ke kamarnya. Dan ia yakin jika Devan ada di kamar Hanna dan benar saja, saat ia masuk ke kamar Hanna, Devan ada di sana. Kaki Diana perlahan melangkah masuk, ia mendekati Devan, "Devan aku hamil," kata Diana sambil memberikan selembaran bukti pemeriksaan dari dokter.

Devan mengambil kertas itu, dan membacanya tertulis dengan jelas memang benar Diana tengah hamil empat Minggu. Devan melihat perut Diana, dan entah apa yang di pikirkan oleh Devan.

Diana keluar dari kamar dengan kesal, karena exspresi Devan yang sangat tidak menyenangkan. Sampai akhirnya Diana pergi ke dapur, dan ada Sarah di sana.

"Kamu belum tidur Di?" tanya Sarah.

"Belum Ma, Diana nunggu Devan....tapi yang di tunggu nggak perduli," kesal Diana sambil duduk di kursi meja makan.

Sarah meneguk air minum di tangannya, dan ia ikut duduk di kursi meja makan saling berhadapan dengan Diana, "Lho....kalian bertengkar?" tanya Sarah.

"Enggak Ma, cuman Diana seneng banget pas Diana tahu kalau Diana hamil....tapi Devan biasa aja," ujar Diana.

Sarah kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Diana, "Kamu hamil Di?" tanya Sarah lagi.

Diana mengangguk, "Mama juga nggak suka ya kalau Diana hamil?" tanya Diana.

"Bukan gitu," Sarah menggeleng dan ia tersenyum, "Tentu aja Mama senang sekali," Sarah bangun dari kursi nya dan memeluk Diana, "Cucu Mama bakalan nambah dong," kata Sarah tersenyum. Sarah tidak mungkin bersedih, karena bagaimanapun pun yang di kandung Diana adalah cucunya. Dari wanita manapun jika itu cucunya Sarah pasti tidak akan menolak, karena bayi itu tidak bersalah menurut Sarah.

"Makasih ya Ma," Diana tersenyum, "Sebenarnya Diana udah tahu tadi.....tapi Diana nunggu Devan dulu, nanti kalau Devan udah tahu baru deh....Diana kasih tau semua orang," ujar Diana.

"Aduh Mama senang sekali, selamat ya sayang," Sarah mengecup pucuk kepala menantunya dengan rasa bahagia.

"Mama, Diana tidur dulu ya....udah jam segini, Diana ngantuk," kata Diana.

"Iya, kamu tidur ya, besok kita makan-makan buat merayakan kedatangan cucu Oma yang nomer dua," Sarah memegang perut Diana, karena ia tengah berbicara pada janin yang di kandung Diana.

"Iya Ma," Diana tersenyum bahagia, karena Sarah sangat merespon dengan baik sekali. Dan itulah yang memang Diana harapkan tidak seperti Devan barusan.

Sementara Devan dan Hanna masih diam, keduanya seakan diam dalam pikirannya nya. Tidak ada yang bersuara, bahkan Hanna merasa sedikit bersedih padahal bukankah ini berita yang membahagiakan.

"Hanna..." Devan mulai memecahkan keheningan, sebab Hanna hanya diam tanpa kata.

"Huuuufff...." Hanna dengan cepat menatap Devan, "Bisakah aku egois untuk kali ini Mas?" tanya Hanna, "Aku ingin kau memilih satu diantara kami, kalau kau memilih Diana aku yang pergi dari hidup mu dan membawa Derren."

"Aku tidak akan mengijinkan mu membawa Derren, aku juga tidak ingin kau pergi."

"Kau serakah sekali Mas," ujar Hanna dengan sesegukan nya, "Padahal apa lagi alasannya aku dan Derren di sini? Diana juga sebentar lagi akan memberikan mu seorang anak."

Devan terdiam dan tidak tahu harus berkata apa lagi, sangat sulit sekali mengabulkan permintaan Hanna. Pergi dari nya tidak mungkin ia terlalu berharap jika Hanna lah yang selalu bersamanya, namun apa yang bisa ia lakukan karena perasaannya cinta yang tidak bisa tersampaikan.

Hanna menunduk dan menangis, rasanya begitu menyakitkan sekali apa yang di lakukan oleh Devan. Hanna mulai tidur dengan miring memunggungi Devan, dan menarik selimut hingga menutup sampai lehernya. Sesegukan masih keluar begitu saja hingga Devan pun dapat mendengar nya.

Devan bangun dari duduknya, ia tidak kuat mendengar tangis Hanna. Karena tangis itu sungguh terdengar begitu menyakitkan Devan kini menuju kamarnya dan Diana, ia langsung masuk dan melihat Diana berbaring di ranjang.

"Sayang," Diana tersenyum saat melihat Devan, bahkan tangannya langsung bergelayut manja di tengkuk Devan, "Kamu kemana aja sih?" tanya Diana lagi.

Devan masih diam dengan wajah datarnya melihat Diana, sesaat kemudian Devan melepaskan tangan Diana dari tengkuknya. Kemudian ia langsung menuju kamar mandi, ia butuh menyegarkan tubuhnya yang terasa gerah karena kabut emosi yang mulai datang. Bahkan di tengah malam ini air dingin terus mengguyur tubuhnya, tangannya bertumpu pada dinding di hadapan nya. Ini semua benar-benar sulit di mengerti, karena begitu membuat nya terluka.

"Sayang," Diana mencoba membuka pintu kamar mandi, tapi tidak bisa karena Devan menguncinya.

1
MAYZATUN 🥰🥰🥰al rizal
😁🥰
𝓐𝓻𝓿𝓪
Luar biasa
sherly
rasakan kamu Dev, tp kayaknya Adam hanya bersandiwara deh biar si Dev jujur kalo Hanna tu istrinya juga
sherly
pak dokter tukang gombal juga ga
sherly
Luar biasa
sherly
kapok kamu Diana dan Devan itu balasan atas smua sakit hati hanna
sherly
culik aja anakmu trus kabur
sherly
jahat ya kalian, hrsnya kalian kasi tau dr awal bahwa hanna hanya istri kontrak.. malang betul nasibmu han
Zeus Zera
devan itu lelaki bekas kos. Hana bisa balik lagi. minimal Hana jdi bekas orng lain juga la... jangan seolah2 wanita itu kodratnya menerima lelaki bekas
Mbing
ayo berjuang dong devan
Runik Runma
minggat aja han
samsiah binti beddu Beddu
lanjut
she_cookiez
kok aku ga paham part ini
Mbing
aduh Thor, jantung rasanya kaya roller coaster baca cerita ini. embuh gmn jantung ky roller coaster aku jg gak tau. yg pasti emosi Thor bacanya, tapi seeruuuu 🥰🥰
Fahmi Fahmi
🤣🤣🤣🤣🤣
Meny Djaulu
agatha?ko jadi nama perempuan.kenapa ga mursid sanjaya atau mahmudin sanjaya.
Irtahani Irtahani
lanjut kk
Rahma biyan
Luar biasa
Suyatik
jadi cuma sekian kusahnya adam dan kinan thor.. agak kecewa thor/Pray/
Nani Widia
cerita ya bagus sedih Devan kejem banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!