NovelToon NovelToon
Musuh Bebuyutan Kok Pacaran?

Musuh Bebuyutan Kok Pacaran?

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Komedi
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Dafa Mahendra itu kapten basket paling keren se-antero sekolah, tapi otaknya suka agak lemot kalau urusan cinta. Niatnya mau nembak Kinar Kirana (kapten basket putri) pakai cara super romantis di koridor yang gelap, Dafa malah salah sasaran! Akibat salah narik tangan karena panik, dia justru menyatakan cinta ke Lilis Nurmala—kapten cheerleader sekaligus musuh bebuyutannya yang super galak dan hobi adu mulut dengannya.

Sialnya, momen salah tembak itu viral! Demi menjaga gengsi dan menghindari hukuman dari guru karena bikin keributan, mereka terpaksa pura-pura pacaran. Di sisi lain, Kinar yang aslinya naksir Dafa mulai panik dan mencoba merebut Dafa kembali. Belum lagi Azril, kapten futsal yang protektif banget sama Lilis, siap menghajar Dafa kapan saja. Tapi, siapa sangka? Dari yang tadinya hobi bertengkar, saling mengejek, dan pasang jebakan jail tiap hari di kelas, Dafa dan Lilis justru pelan-pelan malah saling bikin baper beneran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sadar Diri 25.

Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai lapangan perlahan menyurut, digantikan oleh gema obrolan ringan anak-anak tim yang mulai membubarkan diri.

Pertandingan persahabatan siang itu berakhir dengan kemenangan tipis SMA Wahidin.

Aula yang tadinya penuh dengan teriakan histeris kini menyisakan aroma keringat, botol air mineral yang berserakan, dan hawa gerah khas koridor sekolah menjelang sore.

Lilis duduk di undakan tribun paling bawah, sendirian.

Tangan kanannya sibuk memilin tali sepatu, sementara matanya tak bisa berhenti bergerak Mengikuti satu objek di tengah lapangan.

Dafa. Cowok itu sedang berdiri di dekat ring, bertelanjang dada dengan jersi merah yang disampirkan di bahu kirinya.

Keringat membuat rambut hitamnya yang agak panjang menempel di dahi.

Dan di sana, di atas hidung mancungnya, plester dinosaurus hijau bertopi ulang tahun itu masih menempel erat, meski sudut-sudutnya sudah agak mengelupas karena keringat.

Ada rasa hangat yang aneh di dada Lilis setiap kali mengingat bagaimana Dafa sengaja memamerkan plester itu di depan umum.

Namun, kehangatan itu mendadak surut saat sebuah bayangan lain masuk ke dalam jarak pandangnya.

Kinar Kirama, berjalan mendekati Dafa sambil melempar sebotol minuman energi dingin.

Dafa menangkapnya dengan satu tangan tanpa menoleh, sebuah refleks terlatih yang entah kenapa membuat Lilis sedikit mendengus.

Dari jarak sepuluh meter, Lilis bisa melihat interaksi mereka yang tampak sangat alamiah.

Kinar, dengan rambut yang dikuncir kuda tinggi dan postur tubuhnya yang tegap, berdiri tanpa canggung di depan Dafa.

Mereka adalah dua orang yang berada di kasta yang sama, sama-sama pemimpin, sama-sama dihormati di lapangan, dan memiliki bahasa visual yang hanya dipahami oleh sesama atlet.

"Daf, tunggu," suara Kinar terdengar cukup jelas di area aula yang mulai sepi.

Dafa yang baru saja hendak melangkah ke ruang ganti menoleh. "Kenapa, Kin? Gue mau bilas badan dulu, gerah."

"Bentar doang. Proposal buat turnamen basket gabungan bulan depan udah turun dari dinas. Ada beberapa poin regulasi baru tentang kuota pemain cadangan sama pembagian jam latihan malam yang harus kita sinkronisasikan," ujar Kinar lugas. Dia membuka sebuah map dokumen yang sejak tadi dipegangnya. "Gue gak mau tim putri dianaktirikan lagi soal jadwal lapangan utama kayak tahun lalu."

Dafa menghela napas pendek, lalu mengusap wajahnya dengan jersi yang digenggamnya. Ekspresi santai dan jenaka yang tadi dia tunjukkan pada Lilis saat pertandingan kini menguap, digantikan oleh mode kapten yang serius. "Oke. Kita bahas di mana? Sekarang?"

"Gak bisa kalau sekarang, bokap gue udah jemput di gerbang depan, tapi gue harus balik lagi ke sekolah jam empat buat urusan OSIS. Gimana kalau kita bahas sambil jalan pulang aja? Kebetulan motor gue ditinggal di rumah karena ban bocor tadi pagi. Lo bawa motor, kan? Kita searah," tawar Kinar. Nadanya murni profesional, tanpa ada nada genit atau kepura-puraan. Logis dan efisien.

Dafa diam sejenak. Matanya sempat bergerak menyapu tribun kosong, melewati tempat Lilis duduk. Namun, Lilis dengan cepat menundukkan kepala, berpura-pura sibuk membetulkan letak kaus kakinya agar tidak ketahuan sedang menguping.

"Ya udah," terdengar suara Dafa akhirnya. "Gue ganti baju dulu lima menit. Tunggu di parkiran belakang."

"Oke. Thanks, Daf." Kinar tersenyum tipis, menutup mapnya, lalu berbalik menuju koridor.

Di atas tribun, Lilis merasakan dadanya sedikit menyempit. Tidak ada drama labrak-labrakan, tidak ada adegan Kinar yang sengaja memamerkan kedekatan.

Semuanya berjalan atas dasar urusan organisasi yang sangat masuk akal. Justru karena alasan itu terasa sangat sah dan tidak bisa diganggu gugat, Lilis merasa posisinya mendadak menjadi sangat jauh.

Siapa dia? Hanya ketua pemandu sorak salah tembak yang kebetulan melempar minyak tawon dan plester anak-anak ke loker Dafa karena merasa bersalah.

Sementara Kinar adalah orang yang bisa berbicara sejajar dengan Dafa tentang strategi, regulasi, dan masa depan tim mereka, apalagi wanita itu target utama cintanya Dafa.

"Lis! Malah bengong. Ayo balik ke ruang pemandu sorak, anak-anak mau balikin pom-pom nih," teriak Feli dari pintu keluar aula.

Lilis tersentak. Dia memaksakan sebuah senyuman tipis. "Iya, bentar! Duluan aja, tar gue nyusul."

Lilis berdiri, membersihkan rok pendeknya dari debu tribun yang tak kasatmata. Saat dia berjalan melewati pinggir lapangan menuju parkiran luar untuk pulang, langkahnya melambat secara otomatis ketika melewati koridor yang menuju ke parkiran belakang.

Dari balik pilar beton koridor, dia bisa melihat Dafa yang sudah berganti kaus oblong hitam sedang menuntun motor matik besarnya.

Kinar sudah menunggu di sana, langsung naik ke jok belakang begitu Dafa memberikan helm cadangan.

Sebelum memakai helmnya sendiri, Dafa sempat meraba hidungnya. Plester dinosaurus itu sudah tidak ada, mungkin terlepas saat dia membasuh muka di ruang ganti. Yang tersisa hanya lebar kebiruan yang kini terekspos sepenuhnya.

Motor Dafa perlahan bergerak membelah gerbang sekolah, membawa Kinar di belakangnya.

Mereka tampak tenggelam dalam obrolan singkat di atas motor, mungkin masih membahas masalah kuota pemain cadangan atau jadwal lapangan.

Lilis bersandar pada dinding pilar yang dingin. Rasanya konyol. Baru satu jam yang lalu jantungnya berdegup seperti mau copot hanya karena sebuah kedipan mata dari Dafa.

Sekarang, realitas menamparnya kembali ke tanah. Jatuh cinta beneran pada seorang kapten basket sekolah ternyata bukan cuma tentang menerima senyuman manis di pinggir lapangan, melainkan juga tentang bersiap melihat punggung cowok itu menjauh bersama orang lain yang memiliki kepentingan lebih penting darinya.

Dia menarik napas dalam-dalam, mengembuskannya perlahan untuk mengusir rasa sesak yang kekanakan di dadanya.

Lilis tahu dia tidak punya hak untuk cemburu, dan dia terlalu gengsi untuk menunjukkannya.

"Fokus, Lilis. Lo itu ketua pemandu sorak, Lo itu cuma korban salam tembak! bukan pacar aslinya," bisik Lilis pada dirinya sendiri. Dia memperbaiki kuncir rambutnya yang agak longgar, menegakkan bahunya, lalu melangkah menuju ruang pemandu sorak dengan wajah datar yang sengaja dia pasang sebagai benteng pertahanan.

......................

...****************...

Tbc,

1
Gege Mas
yaaah pikir plotnya lilis hilang ingatkan..trus jadi berpuluh puluh episode buat kembali ingat dafa..🤣
Gege Mas
apik Dan epic
Gege Mas
perasaan di bab berapa sudah di perjelas..disini di putar balik lage.. othor memainkam durasi ini..🤣🤭
Rofiwan: satu bab doang /Sob/🤣
total 1 replies
falea sezi
makanya jangan bego dava.. ayo lis putusin hubungan pura2 kalian
falea sezi
makanya jd cowok jangan serakah suka lilis malah nemenin mantan gebetan🤣🤣 plin plan elu🤣
falea sezi
abis ne bodoh amat m dava donk lis jual. mahal putusin hubungan pura2🤣 berjuang apanya pret si dava
mars-venus
ceritanya gak bosenin asliii
mars-venus
jujur ini gimana caranya berenti baca novel.. berasa males kerja pen baca sampe akhir😫
falea sezi
lanjut
falea sezi
jual mahal lis ngapain ngejar cowok duluan🤣 ogah amat mending di cintai Dripada mencintai
falea sezi
biarin aja lis dava ma Kinar 🤣 nanti jg dia nyesel tp uda telatt🤣
falea sezi
lanjut q kirm hadiah
Gege Mas
luncurkan 10k kata Thor...gasskeun
Nita Nita
wekwekwekwek 😄
Queen Aisyah
woy, sampe keselek siomay saya baca ginian/Sob//Curse/
Nita Nita
😄😄😄😄😄🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!