NovelToon NovelToon
Antara Nyaman Dan Cinta

Antara Nyaman Dan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

Olivia seorang penyanyi, karirnya semakin bersinar setelah mendapat warisan bros dari sang nenek yang dulunya juga seorang sinden terkenal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kematian Linda

siang hari setelah bergulat dengan dimas di hotel. Olivia terbangun dari tidurnya, ketukan pintu membuatnya terjaga

"ada apa bet?" Olivia dengan malas membuka pintu kamarnya itu.

"ikut aku melayat yuk vi"

"siapa yang meninggal bet?"

"Linda"

"Linda? Linda temanmu yang kapan hari ketemu itu"

"iya vi.. ayok"

"oke bet. aku mandi dulu ya"

dengan cepat Olivia membersihkan tubuhnya.

setibanya di rumah duka

banyak pelayat yang datang untuk mengucapkan bela sungkawa kepada kedua orang tua Linda.

Sore itu Linda belum di kebumikan

"Linda meninggal karena apa bet?"

"kecelakaan vi"

Olivia diam sambil memandang tubuh yang terbujur kaku di hadapannya itu

"sama bagas?"

"ndak vi... sendirian. mau berangkat kerja"

Didalam hati Olivia apakah semua ini hanya kebetulan? apa memang karena bros itu?

"bet... kasian Linda" ucap Olivia. jika kematian Linda ada hubungannya dengan dia, Olivia merasa sangat bersalah

Sepulang dari melayat Linda, Olivia termenung di dalam kamarnya sambil memandang bros yang sudah kembali lagi di tempatnya.

"apa kamu yang menyebabkan kematian tari dan linda?" ucap Olivia kepada bros itu.

Olivia menutup dengan kasar kotak perhiasan hitam itu.

Olivia berniat untuk tidak melakukan ritual lagi. rasa takut menghantuinya.

dimas : sayang... siska mau jemput kamu untuk melihat rumah

Olivia : oke mas.

Tak berapa lama siska sampai di tempat kos Olivia, menunggu Olivia didepan kamarnya

"yuk sis" ajak Olivia setelah siap

"sebentar vi" siska masuk kedalam kamar Olivia

"kenapa sis?"

"selama tinggal disini apa kamu ndak merasakan sesuatu vi?"

"ndak sis... merasakan apa?"

"ndak.. yuk berangkat" siska keluar dari kamar Olivia berjalan sesekali melihat kebelakang ke arah kamar Olivia

"memangnya kenapa sis?

"ndak.. ya sudah kalau kamu ndak mengalami gangguan disitu"

10 menit kemudian Olivia dan siska sampai di rumah yang akan mereka sewa

"wah enak Sis.. nyaman" puji Olivia sambil melihat ke sekeliling rumah

"ini kamarku.. itu kamarmu" ucap siska sambil menujukan kamar mereka

"mulai kapan bisa di tempati?"

"besok"

"besok? wah alamat angkat-angkat barang Sis"

"yup... waktunya kita kerja keras vi"

"kita sewa pembantu aja ya sis, tapi yang ndak nginap disini"

"wah boleh tuh... kamu pasti capek kerja pulang pagi"

"pasti itu... job di luar juga banyak"

"oh ya, aku dengar kalian sudah jadian"

"pasti mas dimas yang bilang"

"ndak ada rahasia kalau sama aku vi. jadi aman.. rahasia aman di tanganku"

Olivia termenung, ingat tentang bagas alias luis

"sis"

"hmmm apa?"

"kamu sudah lama pacaran sama luis?"

"9 tahun vi.. "

"wih... lama juga ya? apa rahasianya sampai awet seperti itu?"

"berawal dari cinta monyet waktu sd sampai sekarang. rahasia ya sama-sama percaya"

"luis ndak pernah hianati kamu?"

"ndak pernah sih"

Olivia terdiam, Olivia tau persis jika luis sudah menghianati siska

"oh ya vi... hidupku bebas. aku tidak akan mengusik tentang kehidupanmu"

"oke sis... sama. aku juga tidak akan mengusik kehidupanmu"

Setelah puas melihat lihat rumah barunya, Olivia di antar siska pergi ke cafe untuk kembali bekerja

"vi... dapat surat dari seseorang" Widi menyodorkan secarik kertas berisi nomer ponsel

"maksudnya apa ini wid?"

"ndak tau.. coba hubungi aja dia" ucap Widi acuh sambil memainkan basnya

Olivia menaruh kertas itu di dalam tasnya.

"hay vi" sama Mely

"hay Mel... bagaimana hari ini? aman?"

"aman... oh ya kamu sudah jadian sama mas ujang?"

"ujang?" tanya Olivia "ya ampun... aku lupa Mel"

"lupa apa?"

"hari ini mas ujang minta aku nemani dia ke pesta pernikahan temannya"

"nah loh... telpon gih"

Olivia merogoh ponselnya.. "lho kok ndak ada? ponselku mana?" Olivia mencari ponselnya tak dia temukan di dalam tasnya

"jangan-jangan ketinggalan vi?" ucap Mely

"iya mungkin Mel" Olivia mengingat ingat sejak keluar dari kosan tadi dia belum mengeluarkan ponselnya

"nih pakai ponselku" Mely menyodorkan ponselnya. Olivia menghubungi ujang

"halo mas... ini aku Olivia"

"kemana aja kamu vi. aku telp ndak bisa"

"maaf mas, hpku ketinggalan"

"kamu sekarang dicafe?"

"iya... maaf ya"

"aku jemput sekarang vi"

"tapi aku ndak siap untuk ke pesta mas"

"kamu ndak usah dandan yang berlebihan sudah cantik Olivia"

Ujang menutup percakapannya

"Mel... bagaimana ini?"

"kamu sudah janji sama mas ujang? ya kamu tepati vi"

"tapi Mel? sebentar lagi aku perfome"

"sudah aman... tinggal aja"

"aku pamit ke mas dimas dulu ya" ucap Olivia meninggalkan Mely

Olivia mengetuk pintu ruang kerja dimas, tidak ada sahutan

Olivia membuka ruangan itu tapi tidak bisa.

"wi... mas dimas belum datang?"

"belum mbak"

"oke makasih wi... " ucap Olivia lalu pergi

"Mel... mas dimas ndak ada. bagaimana ini? tolong telponan donk mel"

Mely mencoba menghubungi dimas

"ndak di jawab vi. sudah kamu pergi sana. ndak lama juga kan"

"kalau mas dimas marah bagaimana mel?"

"ndak akan marah. sudah sana. mas ujang sudah di depan"

dengan berat hati Olivia pergi bersama ujang, bukan takut karena mangkir dari kerja tapi takut jika dimas cemburu.

******

Setibanya di pesta pernikahan teman ujang

"vi aku mohon jangan menolak aku gandeng ya" ucap ujang

"tapi mas?"

"dari dulu aku di bully aku ndak akan punya pacar, sekarang aku datang dengan kamu. aku minta sekali ini aja" ujang memohon.

bagi Olivia hanya menggandeng ujang tidak terlalu berat.

Ujang mengandeng tangan Olivia masuk kedalam pesta pernikahan di sebuah gedung pertemuan.

"hay brow... selamat menempuh hidup baru ya" ujang memberi selamat kepada temannya itu

"wahhh... cantik sekali pacarmu jang"

Ujang melirik Olivia

"semoga segera cepat menyusul jang"

setelah memberi selamat, Olivia dan ujang turun dan menikmati hidangan yang ada. bak seperti sepasang kekasih, mereka tampak mesra. Olivia berhasil memerankan perannya tak mengecewakan ujang

Ujang memperkenalkan Olivia kepada teman-temannya yang menghadiri pesta itu. tanpa Olivia dan ujang tau, dimas mengamati mereka berdua. tanpa sepengetahuan Olivia, dimas mengambil gambar ujang dan Olivia yang tengah bergandengan mesra.

setelah menghadiri pesta pernikahan, Olivia dan ujang kembali ke tempat kerja

"wi.. mas dimas sudah datang?" tanya Olivia kepada dewi

"belum datang mbk. mungkin juga ndak datang"

Olivia pergi kembali ke belakang stage. menunggu giliran dia untuk perfome

"vi... aku pulang" pamit Mely

"oke mel. terimakasih ya"

"sama-sama"

sampai tengah malam dimas tidak menunjukkan batang hidungnya, tidak biasanya dia seperti ini.

Olivia pulang diantara ujang

"vi"

"iya mas?"

"kamu mau ndak jadi pacarku?" ucap ujang sambil mengendarai motornya

"aku sudah punya pacar mas"

"sudah punya pacar? kapan hari kamu bilang ndak punya pacar vi?"

"aku baru aja jadian"

"wah aku terlambat... ah... selama jamur kuping belum melengkung, masih ada kesempatan untuk mendapatkan kamu kan vi"

"haha... bisa aja kamu mas"

Ujang mengantarkan Olivia sampai di depan kosnya

Olivia masuk kedalam kamarnya, mencari keberadaan ponselnya.

"nah ketinggalan kan" ucap Olivia sambil membuka ponselnya

"mas dimas?" gumam Olivia membuka chat dan beberapa gambar dari dimas

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!