Di depan layar dia adalah milik semua orang, tapi di belakang layar, dia hanya milikku. Kamila.
Seharusnya 3 tahun lalu, Kamila tidak mengambil keputusan ini. Menemui seorang aktor terkenal, memohon agar dia memberinya pekerjaan. Salahnya dia memilih untuk menyetujui perjanjian pada malam itu. Hingga akhirnya dia terjebak dengan Razka Aditama Fernandez, seorang aktor terkenal yang semua orang tahu.
Hanya menjadi seorang simpanan, apa yang bisa dia harapkan? Cinta? Hubungan serius? Apa itu mungkin dalam kehidupannya ini?
"Hubungan ini hanya sebatas saling menguntungkan antara aku dan kamu"
Kalimat itu menjadi pembatas atas perasaannya, seharusnya memang seperti itu. Tapi nyatanya, Kamila telah melewati batas dirinya sendiri. Hidup bersama selama 3 tahun, membuatnya perlahan melihat sisi lain dari Razka.
Tapi, apa mungkin Razka mempunyai perasaan yang sama atau dia tetap menganggapnya sebagai seorang simpanan saja?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Kuat Karena Bersamamu
Kamila terdiam dengan wajah tegang dan terkejut, ucapan yang baru saja di lontarkan oleh Razka membuatnya sangat terkejut. Sama sekali tidak pernah mengira jika Razka akan mengatakan hal seperti itu. Di saat selama ini, Kamila hanya berharap Razka lebih menghargainya. Dan seketika Kamila teringat akan pembicaraannya dengan Victoria kemarin.
"Apa maksudnya? Kamu ingin aku tetap jadi simpanan kamu, iya?"
"Sayang, dengarkan aku dulu" Razka meraih tangan Kamila dan menggenggamnya lembut. "Sampai kapan pun Papa tidak akan setuju kita bersama, dan dia tetap ingin aku menikahi Victoria. Tapi, aku tidak bisa melepaskanmu. Bagaimana jika kita coba cara ini dulu, aku dan kamu menikah secara diam-diam, biarkan nanti urusan perjodohan aku dan Victoria, kami juga bisa menikah dengan pura-pura"
Kamila mengerutkan keningnya, masih sangat tidak percaya dengan ucapan Razka barusan. "Razka, ini tidak mungkin. Keluarga kamu akan tahu semuanya meski kamu berusaha keras menyembunyikan. Saat ini kita bersama saja, orang tuamu tetap tahu, meski kita berusaha menyembunyikannya"
"Itu bukan masalah, selama aku menjadi suami Victoria di depan publik. Aku juga akan membuat perjanjian dulu dengan Victoria, jika dia tidak mau, maka aku minta dia sendiri yang membatalkan perjodohan ini"
"Razka, aku masih tidak habis pikir kenapa kamu ingin melakukan ini"
"Sayang, hey, dengar aku" Razka meraih dagu Kamila dan membuatnya menatap Razka dengan lekat. "Aku tidak bisa melepaskanmu, hatiku sudah menjadi milikmu seutuhnya. Dan untuk perjodohan ini, aku juga tidak bisa membatalkan, jadi aku berada dalam dua pilihan yang sulit. Salah satu cara yang bisa aku lakukan, hanya ini. Tolong mengerti aku, Sayang"
Kamila sulit untuk mengerti situasi saat ini. Dia bingung harus menyetujui permintaan Razka, atau menolak. Tapi rasanya Razka juga tidak akan membiarkan dirinya pergi begitu saja.
Tapi, menikah diam-diam dan tetap menjadi seorang simpanan, adalah hal yang cukup beresiko.
"Aku mohon sekali padamu, menikah denganku ya" ucap Razka dengan menempelkan keningnya di punggung tangan Kamila yang berada dalam genggaman. "Aku benar-benar tidak bisa jika tanpamu"
Kamila benar-benar bingung sekarang, dia menghembuskan napas panjang. Mencoba menenangkan dirinya. "Kita menikah diam-diam? Lalu, bagaimana jika nanti pernikahan ini diketahui. Dan soal kamu dan Victoria yang juga akan menikah, entah itu sebagai pernikahan yang pura-pura atau nyata. Tapi, semuanya akan menjadi boomerang untuk kita"
"Jalani saja dulu, untuk nantinya, kita pikirkan lagi"
"Razka, kamu yakin? Ini sebuah keputusan yang sangat besar, apa kamu yakin untuk menikah denganku secara diam-diam?"
"Ya, aku sangat yakin"
Kamila memejamkan matanya, seharusnya dia menolaknya. Tapi hatinya sendiri masih mencintainya dengan tulus. Bagaimana Kamila harus mengambil keputusan sekarang?
"Sayang, aku takut jika memaksakan untuk terus bersamamu, suatu saat nanti perpisahan kita akan lebih menyakitkan"
"Tidak akan ada perpisahan di antara kita. Kamu percaya saja padaku, kita akan selalu bersama selamanya"
Kamila benar-benar di buat bingung sekarang, permintaan Razka memang tidak biasa, tapi pria itu terlihat sangat yakin untuk bisa bersama Kamila, apapun caranya.
"Ya, kamu mau menikah denganku? Kita akan lakukan pernikahan secepat mungkin. Asal kau bersedia untuk menikah denganku, Sayang"
Kamila hanya tersenyum, bahkan dia juga bingung harus melakukan apa. Menolaknya, tapi hati mengatakan untuk menerimanya. Karena jauh di lubuk hatinya, Kamila sangat mencintai Razka.
"Baiklah, aku menurut padamu. Jika memang kita harus menikah secara diam-diam untuk tetap bisa bersama, mari lakukan"
Sial, pada nyatanya dia menyerah pada perasaannya sendiri daripada logika. Menikah dengan seorang aktor ternama secara diam-diam, akan menjadi boomerang suatu saat nanti. Tapi, untuk melepaskan Razka, dia juga tidak bisa. Kamila tidak bisa menipu hatinya sendiri, jika dia begitu mencintai pria ini.
"Terima kasih Sayang, kita akan segera lakukan pernikahan itu" ucap Razka yang mencium punggung tangan Kamila berkali-kali.
Kamila mengangguk, meski dia tidak tahu akhirnya akan seperti apa. Namun memilih keputusan ini, membuatnya yakin jika Kamila siap dengan konsekuensi apapun itu.
*
Pernikahan segera di siapkan oleh Razka, meski pernikahan mereka hanya diam-diam, tapi di pastikan jika tetap ada kemewahan dan kenangan untuk nantinya. Razka hanya mengundang beberapa orang terdekat yang dia anggap aman untuk menutupi pernikahan ini.
Sementara Kamila belum memberikan daftar undangan.
"Besok kamu ada waktu?" tanya Kamila.
"Ya, memangnya ada apa?"
"Aku ingin membawa kamu bertemu seseorang"
Razka mengangguk, meski dia tidak tahu siapa yang ingin dipertemukan dengannya oleh Kamila.
"Dia adalah satu-satunya orang yang ingin aku undang di pernikahan ini. Dan aku ingin kamu bertemu dulu dengannya"
"Baiklah, kita bertemu dengannya besok"
Mungkin tidak bisa terus menyembukan Dena dari Razka. Apalagi di saat mereka akan menikah sekarang. Tentunya sudah harus saling terbuka, tidak ada yang bisa di sembunyikan lagi. Kamila hanya ingin Razka menerimanya dan juga menerima Dena.
"Apa orang itu begitu penting untukmu?"
"Ya, dia sangat penting"
Razka jadi menebak-nebak siapa yang akan bertemu dengannya besok. Razka jadi berpikir jika Kamila akan mempertemukannya dengan mantan kekasihnya atau seseorang yang dia kagumi sebelumnya. Ah sial, dia hanya terlalu terbawa dalam adegan beberapa film.
"Dia bukan mantan kekasihmu 'kan?"
Kamila tertawa mendengarnya, bisa melihat dari ekspresi wajah Razka jika dirinya sudah memikirkan banyak hal yang terlalu jauh sejak Kamila berbicara.
"Bukan, aku tidak pernah punya pacar selain kamu"
Mendengar itu hati Razka jadi tenang, merasa jika akhirnya dia mengetahui jika hanya dirinya yang pernah di cintai oleh Kamila.
"Dan aku akan menjadi orang pertama juga terakhir yang kamu cintai"
Kamila tersenyum dan mengangguk tanpa bantahan. Menatap Razka dengan lekat. "Dan kamu juga harus menjadikan aku orang terakhir yang kamu cintai. Meski nanti kamu menikahi Victoria"
Sial, hatinya belum bisa sepenuhnya berdamai dengan pemikirkan itu. Karena akhirnya Razka tetap akan menikahi Victoria. Dan Kamila sudah mengetahui soal ini, tapi sayangnya dia tetap memilih untuk menikah dengan Razka di situasi seperti ini.
"Selama ada waktu, aku akan berusaha membatalkan pernikahan itu. Meski aku tidak yakin itu bisa"
Kamila mengangguk, dia memeluk Razka dengan erat. Bersandar di dada bidangnya dan menikmati rasa hangat dan nyaman dari pelukan pria ini. Selama 3 tahun lebih, hanya pelukan Razka yang membuatnya tenang dan nyaman setiap waktu.
"Kamila, kita akan berusaha melewati semua ini. Meski tidak tahu bagaimana akhirnya, tolong tetap bersamaku ya. Karena itu yang akan menguatkan aku"
"Iya Sayang"
Bersambung