NovelToon NovelToon
Kaisar Kematian Mo Xie

Kaisar Kematian Mo Xie

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Ini adalah cerita tentang seorang Putra Suci dari aliran lurus yang dikhianati gurunya sendiri. Tubuhnya dihancurkan dan tulangnya dicabut satu per satu sebelum ia dibuang hidup-hidup ke dasar Kegelapan.

Namun, ia tidak memilih mati.

Dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, ia mencabut tulang fananya yang rapuh dan menggantinya dengan tulang para musuh yang telah ia bunuh.

Setiap tulang menjadi sumber kekuatan baru. Setiap rasa sakit membawanya selangkah lebih dekat pada jalan kultivasi yang menentang kehendak langit.

Di sisinya berdiri seorang iblis wanita yang menguasai Seni Darah. Dengan sihir terlarang itu, ia menyatukan kembali tubuh sang Putra Suci yang telah hancur dari dalam.

Bersama, mereka menapaki jalan berdarah menuju Surga Sembilan Lapis.

Ia tidak kembali untuk menuntut keadilan.

Ia kembali untuk mencabut tulang punggung para dewa dan menjadikannya singgasana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Cakar Sang Harimau Kegelapan

Angin di Kawah Es Abadi berembus seperti ribuan bilah tak kasatmata yang mengiris kulit. Namun, dingin itu tidak seberapa dibandingkan hawa kematian yang kini memenuhi seluruh kawah.

Rantai besi yang mengikat pergelangan tangan Xue Ling'er telah terlepas dan jatuh berdering di atas es.

Suara kecil itu menjadi pertanda berakhirnya penyamaran mereka.

Senyum di wajah Ketua Xuan Ji seketika lenyap. Tatapannya menajam ketika aura Yang murni yang selama ini menyelimuti tubuh Mo Xie mulai terkoyak. Dari balik penyamaran itu, perlahan muncul aura gelap, kuno, dan haus darah.

“Menagih hutang?” Xuan Ji mengulang dengan suara dingin. “Jadi kau bukan pedagang. Kau iblis yang datang mencari kematian.”

Ia mengangkat tongkatnya.

“Tangkap wanita itu hidup-hidup. Bunuh pria berjubah putih itu!”

Kelima Tetua Inti Emas Puncak yang mengelilingi kawah segera bergerak.

Salah seorang dari mereka, Tetua Ma, mengayunkan pedang spiritualnya. Tebasan angin es berbentuk sabit melesat ke arah Xue Ling'er, bermaksud melumpuhkannya.

Mo Xie hanya bergeser sedikit.

Tebasan itu melintas di samping tubuhnya dan menghantam ujung cadar hitam Ling'er.

Sret!

Cadar itu terkoyak dan terbang diterpa angin.

Bersamaan dengan itu, ilusi yang menyamarkan wajah Ling'er pun lenyap.

Cahaya bulan jatuh ke wajah pucatnya. Kulit yang sangat putih, bibir merah seperti darah, dan sepasang mata merah rubi yang dipenuhi kebencian kini terlihat jelas.

Tatapannya langsung tertuju kepada Xuan Ji.

Tetua Ma membeku. Pedangnya bergetar di tangannya.

“T-Tidak mungkin...” Tatapannya berubah ngeri. “Gadis Suci... Xue Ling'er?”

Keempat Tetua lainnya ikut terdiam.

Bahkan Xuan Ji mundur setengah langkah. Cengkeramannya pada tongkat menguat hingga terdengar bunyi retakan.

“Ling'er?” Suaranya bergetar. “Mustahil! Aku sendiri yang mematahkan kakimu dan melemparkanmu ke dasar Jurang Sembilan Kegelapan. Tidak mungkin kau masih hidup!”

Ling'er tersenyum tipis. “Kau benar, Guru.”

Puluhan benang darah perlahan keluar dari ujung jarinya dan menari di udara.

“Xue Ling'er yang dahulu sudah mati di dalam jurang itu.” Tatapannya semakin dingin. “Yang berdiri di hadapanmu sekarang adalah hantu yang kembali untuk menagih darah.”

Ia mengangkat satu tangan. Benang-benang darah di sekelilingnya bergetar pelan.

“Aku bahkan merindukan pisau bedahmu, Guru.”

Para Tetua mulai gelisah.

Tak seorang pun menyangka Gadis Suci yang mereka kira telah mati di Jurang Sembilan Kegelapan akan kembali.

Namun sebelum mereka sempat bertindak, tawa rendah terdengar dari sisi lain kawah.

Mo Xie tertawa.

Suara itu berat dan serak, seolah dua binatang iblis purba sedang meraung dari dalam tubuhnya.

Ia kemudian mengangkat kedua lengannya yang selama ini tersembunyi di balik jubah putih.

“Kau membuang seorang gadis ke jurang sembilan kegelapan, Xuan Ji.”

Matanya perlahan berubah merah.

“Namun kegelapan itu mengembalikan persembahanmu sebagai pembunuh.”

Sraak!

Mo Xie merobek kedua lengan jubahnya hingga ke bahu. Potongan kain putih jatuh ke atas es, memperlihatkan kengerian yang selama ini ia sembunyikan.

Lengan kirinya telah berubah menjadi Lengan Harimau Kegelapan. Tulang obsidian hitam membungkusnya seperti zirah, sementara lima cakar panjang berkilau dingin di ujung jarinya.

Lengan kanannya adalah Lengan Kera Iblis Berwajah Hantu. Ukurannya jauh lebih besar, dengan tulang gelap dan urat hitam yang dipenuhi aura kehancuran.

Di pangkal leher kanannya, jahitan benang darah Ling'er berdenyut merah gelap. Jahitan itu menahan benturan antara Qi iblis dan tulang Yang murni yang menopang lengannya.

Pemandangan tersebut membuat seluruh kawah mendadak sunyi.

“M-Monster...”

Salah seorang Tetua mundur dengan wajah pucat.

“Jangan beri dia kesempatan!” Xuan Ji meraung. “Gunakan Formasi Pengunci Bintang Es!”

Kelima Tetua Inti Emas Puncak bergerak bersamaan.

Mereka meluncur di atas permukaan es dan mengepung Mo Xie dari lima arah. Pedang mereka memancarkan Qi Es yang tajam, mengarah langsung ke meridiannya.

Namun, mereka telah melakukan kesalahan.

Mereka mengira permukaan es yang licin akan menghambat pergerakan Mo Xie.

Mo Xie justru menekan telapak kaki Jenderal Iblisnya ke permukaan es.

Hukum Penghancur Gunung bergetar.

Kakinya menancap kuat seolah dipaku oleh gunung tak kasatmata.

Lima pedang es menebas bersamaan.

Mo Xie mengerahkan kekuatan pada Lengan Harimau Kegelapan.

Sosoknya lenyap.

Kecepatannya telah melampaui pandangan para Tetua.

Tetua Ma tiba-tiba merasakan hawa dingin di sisi tubuhnya. Sebelum sempat menoleh, Mo Xie sudah berada di sampingnya.

Lima cakar obsidian menyapu.

Sraak!

Pelindung Qi Tetua Ma terkoyak.

Cakar itu menembus lehernya dan memenggal kepalanya dalam satu gerakan.

Kepalanya terlempar ke udara. Darah menyembur dari lehernya, lalu membeku ketika jatuh ke permukaan es.

Mo Xie berdiri di tengah kabut darah.

“Satu.” Suaranya terdengar seperti lonceng kematian.

“Tetua Ma!” Dua Tetua lainnya langsung menyerang dari sisi kiri dan belakang.

Mo Xie melepaskan pijakannya pada es dan meluncur mundur. Kedua pedang hanya melintas sejengkal dari dadanya.

Di tengah luncuran, ia mengangkat Lengan Harimau Kegelapan.

Lima cakar menyilang.

Trang... Trang...

Kedua pedang spiritual itu patah.

Sebelum kedua Tetua sempat bereaksi, Mo Xie kembali menekan telapak kakinya ke permukaan es.

Tubuhnya berhenti seketika.

Lalu ia menerjang maju.

Cakar kirinya menembus perut salah seorang Tetua dan merobek Dantiannya. Tangannya langsung menarik keluar Inti Emas yang masih berdenyut.

Mo Xie melemparkannya kepada Ling'er.

Benang darah Ling'er segera menyambar Inti Emas tersebut dan menariknya ke dalam genggamannya.

Tetua itu jatuh ke atas es sambil meronta.

Mo Xie berbalik.

Tetua ketiga sudah melarikan diri.

Ia meluncur sekuat tenaga di atas permukaan es, berusaha menjauh dari monster yang baru saja membantai dua rekannya.

Mo Xie tidak mengejarnya. Ia hanya mengangkat Lengan Kera Iblis.

“Tarikan Kera Iblis.”

Hukum berat bergetar di udara.

Tubuh Tetua itu tiba-tiba tersentak. Seolah ditarik oleh tangan tak kasatmata, tubuhnya berbalik dan meluncur kembali ke arah Mo Xie.

Wajahnya dipenuhi ketakutan.

“Tidak!”

Mo Xie mengangkat cakar kirinya.

Tetua itu terseret semakin dekat hingga akhirnya berada tepat di hadapannya.

Sraak!

Punggungnya menabrak cakar obsidian dan tertembus hingga ke dada.

Mo Xie menarik cakarnya. Mayat itu jatuh di atas es.

Tiga Tetua Inti Emas Puncak telah tewas. Semuanya terjadi hanya dalam beberapa tarikan napas.

Dua Tetua yang tersisa terduduk di atas es. Tangan mereka gemetar hebat.

Monster ini terlalu kuat.

Tidak seorang pun di antara mereka mampu menahan satu serangan pun.

Di tepi kawah, wajah Xuan Ji berubah muram. Tiga Tetua terbaiknya telah mati begitu saja.

“Mundur!”

Untuk pertama kalinya, ia tidak lagi meremehkan Mo Xie.

Pedang dan formasi biasa jelas tidak akan mampu melukainya.

Xuan Ji menghentakkan tongkatnya ke permukaan es.

Boom!

Qi Jiwa Baru Lahir meledak dari tubuhnya. Inti Jiwa di dalam Dantiannya bersinar terang.

“Kau boleh memiliki tulang sekeras baja, Iblis!” Tatapannya dipenuhi amarah. “Tapi aku akan membekukan darah dan sumsummu!”

Xuan Ji memutar tongkatnya lalu mengarahkannya ke tiga puluh enam Pilar Giok Bintang yang mengelilingi kawah.

Cahaya biru meledak dari setiap pilar.

Dalam sekejap, tirai es raksasa menutup seluruh Kawah Es Abadi.

Suhu turun drastis.

Badai salju muncul dari kehampaan. Bilah-bilah es terbentuk di udara dan menghujani seluruh kawah dari segala arah, menargetkan Mo Xie dan Ling'er.

Itulah kekuatan penuh Formasi Kawah Es Abadi.

Mo Xie berdiri di tengah mayat-mayat yang berserakan. Darah yang menempel pada cakar obsidiannya mulai membeku.

Namun ia tetap tenang.

Di dalam dadanya, Tulang Jiwa Baru Lahir yang menopang bahunya berdenyut kuat. Kehangatan Qi Yang mengalir melalui tubuhnya, menjaga darah iblisnya tetap mengalir di tengah suhu yang semakin rendah.

Mo Xie kemudian menoleh ke belakang.

Ling'er berdiri di tengah badai es. Puluhan benang darah berputar di sekeliling tubuhnya, menahan bilah-bilah es yang terus turun.

“Ling'er.”

Suara Mo Xie tetap tenang meski badai es mengamuk di sekelilingnya.

“Anjing tua itu sudah membuka formasinya. Siap mematahkan taringnya?”

Senyum tipis muncul di wajah Ling'er.

“Hancurkan cermin itu, Mo Xie.” Benang darah di tangannya menari semakin cepat. “Biarkan formasinya sendiri yang menelannya.”

Mo Xie menundukkan kepala.

Tatapannya menembus lapisan es tebal yang menyembunyikan titik jangkar formasi.

Sudut bibirnya terangkat.

“Satu pukulan sudah cukup.”

1
Adi Rbg
bagus alur ceritanya tidak berbelit-belit!
Celestial Quill: Jangan lupa baca PERJALANAN DEWA ALKEMIS DI ALAM PRIMORDIAL juga ya, cerita ini ada hubungan dengan mo Xie yang sudah masuk ke alam primordial. 👍
total 2 replies
Ihwan12
Bagus
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: mampir KA
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!