NovelToon NovelToon
Pernikahan Sendiri

Pernikahan Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: ginevra

Di usia pernikahan yang baru dua bulan seharusnya pasangan suami sedang hangat-hangatnya memadu kasih. Namun tidak begitu dengan pernikahan Rana dan Jax. Meskipun mereka adalah pengantin baru, tapi tidak ada api cinta diantara keduanya, dingin, kaku, tanpa suara. Apakah ada cinta diantara mereka? atau mungkin semua hanyalah rumah tangga kosong?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ginevra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashback part 1

Masih terekam dengan jelas di ingatannya, pertama kali Dania bertemu dengan Jax kecil yang berusia lima tahun.

Pagi itu, untuk pertama kalinya Dania menginjakkan kakinya di depan Panti Asuhan Kasih Ibu dekat kampungnya. Dari sana, ia bisa merasakan dengan jelas betapa hangat dan bahagianya anak-anak, berbeda dengan dirinya.

Tatapannya terkunci pada permainan gobak sodor yang dilakukan oleh sebagian anak cewek. Mereka saling tertawa, meledek, dan bertengkar satu sama lain, namun tak mengurangi cahaya keemasan yang terpancar menyilaukan mata.

Lalu di sampingnya, ada anak-anak yang lebih tua sedang berkebun dengan peluh-peluh keringat keseruan, menyadarkannya tentang arti kerjasama saat melakukan pekerjaan. Tidak seperti dirinya yang selalu sendirian mengerjakan segala hal.

Semuanya terlihat berkilau dan cemerlang, sangat berbanding terbalik dengannya.

Keceriaan yang tercurahkan menelusup di celah-celah hatinya yang berlubang berantakan, menyisakan rasa iri yang membuncah.

"Mereka tak punya keluarga, tapi mengapa mereka terlihat sangat bahagia?"

Sedangkan Dania yang masih memiliki keduanya, tidak pernah merasakan kasih sayang meskipun ia harus mengiba.

Pegangannya pada stang sepeda tuanya mengencang, rambutnya yang berantakan karena sisa jambakan terurai tertiup angin, dan luka di sudut bibirnya terasa sangat perih.

Ia menunduk melihat penampilannya yang penuh luka memar. Kaki pucat, kurus kering dengan berbagai macam goresan sangatlah tidak cocok dengan tempat indah ini.

"Ah... Disana pasti sangat menyenangkan."

Ia menatap semua adegan yang membuatnya iri dengan mata sembab hampir menangis.

Namun, ia tidak boleh seperti ini. Mendambakan kehangatan yang bukan miliknya itu sangat berlebihan baginya. Bagaimana-pun ia masih punya ibu yang membutuhkannya.

Tak sepantasnya ia menuruti egonya dan menyelamatkan diri sendiri lalu meninggalkan ibunya di neraka itu.

Ketika ia hendak berbalik dengan sepedanya, seseorang dengan suara kecil memanggilnya.

"Apa yang sedang kakak lakukan?"

Dania menoleh.

Di depannya, ada seorang anak laki-laki kecil yang tersenyum penuh keceriaan. Pakaiannya sangat modis dengan celana pendek berwarna cream dan kaos berwarna biru kalem. Dari penampilannya saja, ia bisa tahu kalau anak itu adalah anak orang kaya.

Ia kembali merunduk. Perbedaan penampilan yang sangat ketara, telah mengobrak-abrik harga dirinya.

Kaos putih yang hampir berubah warna dan ada lubang di setiap sudutnya lalu rok panjang yang lencu seolah meneriakkan kalau hanya pakaian ini yang ia punya.

"Kakak mau kemana?" Lanjutnya. "Ayo kita masuk, akan ada acara besar loh di Panti."

Anak laki-laki itu dengan beraninya malah menarik tangan kurus Dania yang masih berada di stang sepeda.

Ia menariknya, sedangkan Dania sudah terbuai dengan senyum ceria anak itu. Seolah akan ada hal baik yang terjadi jika ia mengikutinya.

"Jax? Kemana aja kamu? Mama cariin kemana-mana."

Pandangan mata Dania kini beralih pada sosok cantik elegan yang sedang membawa sendok sayur besar.

"Lain kali kalau mau main, izin mama dulu, oke?"

Anak laki-laki itu mengangguk dan sekarang Dania menjadi pusat perhatian. Semua anak yang tadinya sedang asyik bermain, malah dengan terang-terangan menatap Dania.

Dania dengan semua rasa mindernya, hanya bisa menunduk dan berusaha melepas genggaman anak kecil itu, tapi genggamannya sangat kuat sampai Dania tidak bisa melepaskan diri.

"Hehehe," anak itu malah nyengir.

"Siapa?" Ibu cantik itu bertanya dengan sangat lembut dan lirih.

"Dan-dania," jawabnya masih menunduk dengan tatapan malu.

Rasanya Dania ingin sekali bersembunyi di belakang punggung anak kecil itu karena tidak terbiasa dengan semua tatapan itu. Tapi anak itu malah melepaskan tangannya.

"Aku Jax," hanya itu dan ia malah berlari mendekati teman-teman seumurannya, membuat Dania terpaku dan tidak tahu harus berbuat apa.

"Maaf, anakku memang suka seenaknya," ujarnya. "Sini aku obati dulu lukamu."

Kini giliran Mama Jax yang menggenggam tangannya lalu mempersilahkan dania untuk duduk di ruang tengah.

Selagi menunggu, Dania sempat melihat ke sekeliling.

Tembok yang penuh pajangan foto anak-anak, setiap sudut yang ramai dengan gambar dan karya anak, lalu meja makan panjang terbuat dari kayu penuh dengan buah dan makanan. Semua membuat Dania berdecak kagum sampai ia menelan ludahnya karena hatinya penuh dengan kehangatan yang baru ia lihat sekejap.

"Sini, ulurkan tanganmu," ucap wanita cantik itu dengan tangan menenteng kotak obat putih besar seperti memang disediakan untuk banyak anggota keluarga.

"Ah," Dania mendesis ketika lukanya menyentuh kapas uang sudah dituangkan alkohol.

"Tahan sedikit... Kamu habis jatuh darimana sampai terluka seperti ini?"

"Aku..."

Dania menggigit bibirnya yang terluka karena tak sanggup menjawab pertanyaan sederhana itu.

"Coba aku lihat luka yang lain..."

Sepertinya ibu itu sudah menebak apa yang terjadi pada Dania sehingga ia tak menanyakannya lebih lanjut.

"Kamu boleh lari," "larilah dan minta pertolongan. Aku dan Jax akan sangat senang jika ada anggota baru," ucapnya saat mengusap luka di bibir Dania.

Tanpa sadar air matanya mengalir. Derai tangisnya tak bisa berhenti meskipun ia sudah berusaha untuk mengusapnya. Ujung-ujung jemari yang dipenuhi dengan plester menyeka kasar kelopak matanya, namun isakannya masih terdengar hingga membuat Jax menghentikan mainnya dan menghampirinya.

"Kakak jangan nangis... Nanti aku pinjamin mainanku deh."

Dania mengangguk dengan tawa yang tiba-tiba melebar beriringan dengan air mata yang terjatuh.

.

.

.

Setelah menghabiskan hampir setengah hari dalam keluarga yang penuh keceriaan itu, Dania tersadar akan sesuatu.

Seperti hidup dalam mimpi yang selalu ia buat, senyum Dania terus merekah tanpa henti membuat rahang pipinya sakit. Mulai dengan bermain, makan bersama, sampai membuat lukisan yang nantinya akan di pajang di dinding yang sudah penuh sesak, Dania menikmati semuanya.

Tapi, seperti mimpi-mimpinya yang lain, semua kehangatan yang asing ini harus berakhir untuk mempersilahkan kehidupan sebenarnya datang.

"Aku harus pulang," ucapnya pada Ibu Jax.

Seperti cinderella yang kehilangan sihir Ibu Peri, Dania bangkit cepat dari duduknya.

"Apa kamu yakin?" Tanyanya.

"Maaf, aku sangat senang bisa datang kesini dan bermain dengan anak-anak. Tapi aku harus pulang, sebelum semua terlambat. Pasti ayahku akan sangat.... Marah."

"Baiklah... Kalau ada apa-apa, kamu bisa menghubungi nomor ini."

Seperti sebuah jimat, Dania menyimpan kartu nama itu di tasnya.

"Saya pamit dulu, Bu."

Ibu Jax langsung memeluk Dania, menyalurkan kehangatan terakhir sebelum ia menginjakkan kakinya di neraka yang dingin.

"Terimakasih."

"It's Okey Dania, it's okey. Ingat apa yang aku bilang. Kamu boleh lari."

Tak ingin semakin merindukan tangan penuh kasih itu, Dania membalikkan badannya dan berjalan lurus keluar rumah. Dengan memantapkan hatinya, ia berusaha untuk berjalan meninggalkan keluarga itu.

"Mama, kakak mau kemana?"

Jax menghampiri ibunya setelah mengetahui Dania sudah menghilang dari pandangannya.

"Kakak pulang Jax."

"Tapi kan... Aku masih belum memamerkan mobil pemadam kebakaranku."

"Besok Jax, semoga kak Dania datang ke rumah lagi ya..."

Meski wajahnya ditekuk, Jax tidak lagi merengek saat mendengar janji ibunya.

"Semoga dia baik-baik saja."

.

.

1
Miu.Nuha
kalo ada yg lihat kalo ada yg lihat terus ya 😭 makany go public gih, biar gk bimbang...
Xlyzy
kemarin kamu tidak menginginkan nya kenapa sekarang malah mencoba mendekat
Xlyzy
james bisa di bilang diary hidup nya Jason
Miu.Nuha
masa laluuu masa kecil 🤔
Kartika Candra Buwana
mungkin perlu konseling bersama deh agar baik kembali semuanya
Kartika Candra Buwana
dania.sudah tulus sejak awal
mama Al
udh di tunggu ternyata gagal maning
sabar jax 🤭
naws
kok digaplok? emang jax lagi ngapain itu?
naws
kapan kelarnya kalo semuanya di gerebek daniaa? 😖
naws
makanya pisah aja.
buang2 waktu doang sama si jax. masih labil dia.
naws
gak terlalu buruk sampe kami lihat si jax macarin cewek sekampus 😭
naws
ada trauma dilecehkan kah dia?
naws
si bowo udah mupeng begituu 😖
kalo gak ada suamimu bisa2 udah digrepe kamu dan 😖
Arni Arlinawati Pratiwi💃
emmm.. si set ... an jax kumat!!! /Skull/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
emmm.. udah di rumah aja tu cewe, 🗿😭
Arni Arlinawati Pratiwi💃
mampus jax mampus.. istri lu mo ke rumah, an ... ing!!! 😭
Arni Arlinawati Pratiwi💃
nah itu juga yang jadi pertanyaan emak.. tapi emak tau lu punya perasaan hanya saja lu nya gak peka.. lu tuh pengen di cintai dania, dengan gak berhuhungan aja sama istri lu.. udah ngebukti in kalian tuh hanya butuh komunikasi.. dania juga salah di sini, inti nya ya gitu deh.. 🗿
Arni Arlinawati Pratiwi💃
🗿... bener ya, jangan pas di tikung temen lu mewek! emak tampol teplon juga lu.. 🤯
Prayy
mulai nih perang panas panas nya🤣
Arni Arlinawati Pratiwi💃
eeeee.. masalah nya tu dosen istri nya, bahlul!!! kalian belum tau juga.. emak kasih tau nih!!! si JAX set ... an! udah nikah sama tu dosen!!! kampret!!! 🗿🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!