NovelToon NovelToon
Genius Keturunan Klan Phoenix

Genius Keturunan Klan Phoenix

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:35.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Riu Han melangkah keluar dari pintu teleportasi yang menghubungkan Alam Bawah ke Dunia Atas, namun terpisah dari dua sahabatnya, Genbu si Kura-kura Hitam dan Bai Wing si Harimau Putih, karena sistem pengiriman yang acak. Sendirian di hamparan bunga asing, ia bergegas menuju arah kepulan asap untuk mencari petunjuk.

Kedatangan Riu Han ternyata memancarkan Aura Giok Nirvana yang telah hilang selama dua puluh tahun, menarik perhatian dua penguasa di tempat itu — masing-masing mengutus orang kepercayaan mereka, Bai Mo dan Zi Lan, untuk mengawasi sosok yang membawa aura tersebut.

Sementara itu, Riu Han tiba di sebuah pondok kayu dan bertemu dengan Su Zan Si, seorang pemburu tunggal yang ternyata juga berasal dari Alam Bawah. Su Zan Si dengan ramah memberikan arahan serta penjelasan penting: mengapa kekuatan dan gerakan Riu Han terasa terbatas di sini, bagaimana energi tubuhnya akan menyesuaikan diri, serta gambaran luas tentang dunia ini yang terdiri dari Empat Wilayah dan puluhan alam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Gerbang Menuju Alam Kuno dan Janji di Balik Air Terjun

Setelah istirahat yang cukup untuk menenangkan tubuh dan jiwa, Riu Han, Genbu, dan Bai Wing berjalan bersama menuju kediaman Sun Li. Langkah mereka mantap, napas mereka tenang — kekuatan yang baru tumbuh kini telah menyatu sepenuhnya, tak ada lagi sisa kegelisahan atau ketidakseimbangan. Saat tiba di ruangan tempat mereka pertama kali bertemu, mereka memberi salam dengan tulus.

"Salam, Tuan," ucap ketiganya serentak.

Sun Li mengangguk ramah, menyuruh mereka duduk di atas tikar yang harum. Ia menatap ke arah jendela terbuka, membiarkan angin sejuk menyapu wajahnya, lalu menoleh kembali ke arah mereka. Tatapannya tenang namun penuh arti, seakan sedang menimbang sesuatu yang telah lama ia simpan sendirian.

"Aku akan berbicara jujur pada kalian," mulainya perlahan. "Selain gerbang menuju alam angkasa mini yang telah kalian kunjungi, di tempat ini tersimpan satu portal lagi — yang jauh lebih tua, jauh lebih suci. Ia mengarah ke Alam Kuno, tempat kediaman empat Binatang Roh Suci di masa muda mereka. Ribuan tahun lalu, dari sanalah keturunan mereka menyebar ke seluruh penjuru dunia. Namun keempat sosok itu sendiri tak pernah terlihat lagi sejak pertempuran besar di masa lampau. Ada yang mengatakan mereka berkelana ke kedalaman alam semesta; ada pula yang percaya mereka terluka parah, kembali ke tempat asal mereka, dan beristirahat di sana untuk selamanya."

Suara Sun Li merendah. "Apa pun kebenarannya, satu hal yang pasti — mereka lenyap tanpa kabar selama puluhan ribu tahun."

Ia menarik napas pelan, lalu melanjutkan. "Di tempat mereka tinggal dulu, masih tersimpan kekayaan yang tak ternilai: tanaman obat yang tak ditemukan di tempat lain, teknik kuno, dan jejak kekuatan leluhur. Selama ini tempat itu menjadi tempat latihan rahasia bagi klan-klan besar keturunan Binatang Roh. Namun jangan berpikir mudah untuk mendapatkannya. Seluruh wilayah itu dilindungi formasi tingkat tinggi yang tak bisa dibuka sembarangan. Ada yang mencoba memaksanya dengan kekuatan murni — sebagian berhasil, namun banyak pula yang terluka atau terjebak. Kekuatan kasar tak selalu menjadi kunci di sana."

Sun Li menatap mereka dalam-dalam. "Jika kalian berminat, aku bisa membukakan jalan untuk kalian. Bagaimana?"

Riu Han tertegun, tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Genbu dan Bai Wing pun sama, matanya membelalak kaget.

"Tuan... Anda yakin?" tanya Riu Han pelan. "Bukankah ini terlalu merepotkan dan berisiko bagi Anda?"

Sun Li tersenyum hangat, lalu menggelengkan kepala. Ia sudah mendengar dari Genbu dan Bai Wing tentang sifat sahabat mereka — betapa ia selalu memikirkan orang lain lebih dari dirinya sendiri. Orang lain mungkin akan bersorak gembira, matanya berkilau penuh keserakahan, namun Riu Han justru khawatir akan menyusahkan orang lain.

"Riu Han," ucap Sun Li lembut namun tegas. "Sebagai pemimpin di perkampungan ini, aku berhak menentukan siapa yang boleh melangkah ke tempat itu. Dan aku memilih kalian. Jangan tanya apa keuntunganku — saat ini, kalian bukan lagi orang asing bagiku. Kalian seperti keluarga."

Riu Han terdiam. Ia memahami alasan di balik kebaikan ini — Genbu dan Bai Wing adalah keturunan langsung dari Binatang Roh Suci. Membantu mereka adalah kehormatan bagi siapa pun yang berasal dari dunia Binatang Roh. Namun di balik itu, ia juga merasakan ketulusan dari hati orang tua ini.

"Baiklah," Riu Han mengangguk pelan. "Kami menerima dengan rasa hormat yang mendalam."

Sun Li tersenyum puas, lalu mengeluarkan tiga buah gelang — serupa dengan yang dulu mereka kenakan, namun ukirannya berbeda, berwarna perak dengan motif yang melambangkan empat arah mata angin.

"Ini akan menjadi kunci sekaligus jaminan keselamatan kalian," ucapnya. "Cara menggunakannya sama seperti sebelumnya. Namun ada satu hal yang berbeda: saat kalian memecahkannya untuk pulang, kalian akan dikirim secara acak ke mana saja di wilayah Utara dari Empat Wilayah. Bisa di hutan, bisa di pegunungan, bisa di dekat kota — tak ada yang bisa memastikan. Namun kalian tak akan terpisah saat masuk; hanya saat keluar nanti barulah jalan pulang masing-masing berbeda."

Ia menjelaskan banyak hal lagi — tentang bahaya yang mungkin ditemui, tentang cara membaca tanda di formasi kuno, tentang tempat-tempat yang sebaiknya dihindari dan jejak kekuatan yang sebaiknya dihormati. Ketiganya mendengarkan dengan saksama, menyimpan setiap kata di dalam ingatan.

Ketika semua sudah disampaikan, Sun Li berdiri. "Ikutlah denganku."

Mereka berempat melesat meninggalkan perkampungan, terbang menembus kanopi hutan yang lebat dan hijau. Di kejauhan, suara gemuruh air terdengar semakin nyaring. Mereka tiba di tepian sungai yang airnya jernih bagaikan kaca, mengalir tenang membelah hutan. Di hadapan mereka, air terjun besar menjulang tinggi, airnya jatuh berderai menutupi dinding tebing batu yang gelap.

"Lihatlah air terjun itu," tunjuk Sun Li. "Di balik tirai airnya terdapat sebuah gua — tidak terlalu luas, tidak terlalu dalam. Di dinding bagian dalam gua itulah pintu portal berada. Kalian paham cara mengaktifkannya, bukan? Ingat, kalian akan masuk bersama-sama, tetap bersatu di dalam sana. Hanya saat pulanglah jalan kalian berpisah."

Riu Han menangkupkan kedua tangannya di dada, diikuti Genbu dan Bai Wing. Tatapannya penuh rasa terima kasih yang tak terucapkan.

"Tuan, terima kasih atas segala kebaikan ini," ucapnya tulus. "Semoga suatu hari nanti kami berkesempatan membalas budi Anda. Sampai jumpa, Tuan."

Sun Li mengangguk pelan, matanya menyiratkan harapan yang dalam. "Pergilah... dan kembalilah dengan selamat."

Riu Han menoleh, lalu melesat menembus tirai air yang membasahi wajahnya, diikuti Genbu dan Bai Wing tanpa ragu sedikit pun. Tiga sosok itu lenyap di balik gemuruh air. Sun Li berdiri sejenak, memandangi tempat itu, lalu perlahan berbalik dan melesat pergi — meninggalkan tempat itu dalam kesunyian, menantikan saat pintu itu terbuka kembali.

1
Bg Byl
Cerita yang cukup menarik dg alur cerita yg lambat tapi cukup detail untuk dapat dinikmati. Tetap semangat Thor, sehat selalu & terima kasih. ❤️
Edu Juan
lama kuat mc nya
Adek Darmansyah
Gass truss thorr
Adek Darmansyah
mantap alur ceritanya, walaupun ada sedikit kosakata yg terlalu kekinian,👍👍
Adek Darmansyah
Gas truss thorr
Iwan Duan
lanjooooooot
M Amir
lanjuuuttt Q tunggu
☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️
ceritanya jadi berubah ya, yin lin jadi rui lin, yang tadinya saudara angkat jadi kakak beradik 😄😄😄
jhoni
keren jalan cerita , berbudil luhur tapi ga naif
jhoni
pasti niru jurus son goku neh, kamehame ya thor😜
M Amir
lanjuuuttt👍👍👍🙏🙏
Prima Saputra
Seru banget ni cerita mudah2an ngga putusditengah jalan.
M Amir
lanjuuuutttt👍👍👍
M Amir
lanjuuut
M Amir
up yg banyak tor👍👍👍
GeBe AW
bagus, saya selalu mengikutinya,
M Amir
seharusnya novel ini menjadi yg no 2 setelah bo cang
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
M Amir
lanjuuuttt👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!