NovelToon NovelToon
Kurebut Pacarmu

Kurebut Pacarmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Teen / Balas Dendam
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: gadis bucin

Cassandra—gadis rebel yang kerap disalahpahami—terjebak dalam rasa yang salah. Ia jatuh cinta pada Narendra, pria hangat yang ironisnya adalah kekasih rival bebuyutannya, Anggita.

​Didasari dendam lama dan perasaan yang makin membara, Cassandra nekat menyusun rencana untuk merebut Narendra. Namun, semakin ia melangkah jauh, batas antara obsesi dan cinta sejati kian kabur.

​Mampukah Cassandra memenangkan hati Narendra, atau akankah obsesi ini justru menghancurkan mereka semua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gadis bucin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 Jebakan Kabel Merah dan Bintang Malam

Suasana di depan gerbang SMA Garuda terasa membeku saat jarum jam menunjuk angka tujuh malam. Di bawah pendar redup lampu jalanan yang baru saja padam, Cassandra dan Narendra berdiri mematung menatap layar ponsel yang masih menyala terang.

Pesan teror tentang penghancur sinyal di dalam tas sekolah Narendra bergerak bagaikan waktu hitung mundur yang mematikan. Tanpa membuang sekon yang berharga, Narendra langsung melepaskan tas punggung hitamnya dan melemparkannya ke atas kap mesin motor sport miliknya dengan hati-hati.

"Cas, tolong pegangin senter ponsel lu dan arahkan tepat ke dalam kompartemen depan tas gue," pinta Narendra cepat dengan nada suara yang terkontrol, berusaha agar tidak memicu kepanikan di area sekolah yang sepi.

Cassandra mengangguk sigap seraya menyalakan lampu kilat ponselnya, mengarahkan pendar cahayanya ke dalam tas Narendra dengan tangan yang sedikit bergetar. Rasa takut yang sempat menyelinap langsung tergantikan oleh fokus tinggi saat melihat gulungan kabel mikro dan modul sirkuit rakitan di balik tumpukan buku pelajaran.

Di dalam kompartemen tersebut, sebuah modul emp jammer rakitan berukuran sebesar kotak korek api tampak menyala dengan indikator lampu biru yang berkedip cepat. Alat itu dirancang oleh sisa-sisa peretas suruhan konsorsium untuk memancarkan gelombang elektromagnetik kuat yang sanggup merusak seluruh peranti elektronik dalam radius lima meter.

"Mereka mau ngebakar peranti lunak di ponsel kita biar kita enggak bisa ngelacak keberadaan mereka malam ini," bisik Narendra seraya mengamati alur kabel pada rangkaian sirkuit tersebut.

Prinsip kerja alat electromagnetic pulse (EMP) rakitan tingkat rendah sebenarnya sangat bergantung pada kapasitor bertegangan tinggi yang dihubungkan ke baterai lithium portabel. Jika jalur arusnya diputus secara tidak tepat, kapasitor tersebut akan memicu konsleting listrik singkat yang sanggup membakar modul memori ponsel di dekatnya.

Narendra merogoh saku celana seragamnya, mengeluarkan sebuah peniti baja kecil yang biasa ia gunakan untuk menusuk tombol reset pada peranti peretas mikro miliknya. Senjata darurat sederhana itu menjadi satu-satunya alat presisi yang ia miliki di tengah situasi yang mendesak.

"Gue butuh penjepit kecil buat nahan sakelar IC ini supaya arusnya enggak melonjak pas gue tusuk," gumam Narendra seraya memutar otak mencari solusi teknis dengan cepat.

Tanpa ragu sedikit pun, Cassandra langsung mencabut jepit rambut berbentuk kepala kucing lucu berwarna merah muda yang menyangga poni rambutnya. "Pakai jepit rambut gue, Ren! Ukurannya pas banget buat menjepit jalur kabel elastis itu!"

Narendra melirik jepit rambut kucing merah muda itu sejenak, lalu menyunggingkan senyum miring khasnya di tengah situasi yang tegang. "Pilihan alat peretas paling modis yang pernah gue pakai sepanjang hidup gue."

Dengan kecermatan jemari seorang peretas berpengalaman, Narendra menyisipkan jepit rambut kucing tersebut untuk mengunci sakelar arus utama, lalu menusuk pin reset menggunakan peniti bajanya secara bersamaan.

KLIK!

Indikator lampu biru di modul rakitan tersebut seketika mati total, disusul oleh pendar lampu jalanan di sepanjang koridor sekolah yang menyala kembali secara serentak. Suasana tegang yang sempat mencekam seketika mencair, meninggalkan aroma embun malam yang segar dan menenangkan.

"Kita berhasil, Cas." Narendra menghela napas panjang seraya menyandarkan dahinya di bahu Cassandra, dengan rasa lelah yang amat sangat.

Cassandra tertawa kecil meluapkan rasa leganya, mengusap lembut belakang kepala Narendra seraya membiarkan cowok itu bersandar nyaman di tubuhnya. Aksi peretasan darurat menggunakan jepit rambut kucing tadi benar-benar menjadi momen paling absurd sekaligus berharga dalam perjalanan mereka.

"Lu hebat banget, Narendra, peretas paling cakep yang pernah ada," puji Cassandra tulus seraya mendaratkan kecupan lembut di pelipis cowoknya.

Pukul 20.00 WIB.

Suasana taman kota di dekat area sekolah tampak begitu syahdu dengan terpaan angin malam yang berembus pelan. Cassandra dan Narendra duduk berdampingan di atas bangku kayu di bawah rindangnya pohon angsana, menikmati dua kaleng kopi susu hangat yang baru mereka beli dari minimarket.

Lampu-lampu kota yang berpendar indah di kejauhan menjadi latar belakang sempurna bagi dua remaja yang baru saja melewati badai konflik yang menguras emosi. Rasa lelah di wajah Narendra perlahan memudar, tergantikan oleh ketenangan batin saat menatap wajah ayu cewek di sampingnya.

"Gue sempat takut banget pas lihat tas lu ada alat berbahaya tadi, Ren," aku Cassandra pelan seraya menggenggam erat jemari hangat Narendra.

Narendra membalas genggaman tangan Cassandra, menyatukan jemari mereka seraya mengelus punggung tangan ceweknya menggunakan ibu jari secara perlahan. Tatapan matanya yang tajam kini memancarkan kehangatan dan kelembutan yang sangat dalam, khusus diperuntukkan bagi Cassandra seorang.

"Selama gue masih ada di samping lu, gue enggak bakal biarin satu orang pun ngelukain lu atau keluarga lu lagi, Cas," janji Narendra tulus dengan nada suara yang amat menyejukkan hati.

Pipi Cassandra seketika merona merah merona mendengar janji manis dari cowok yang sangat ia cintai itu. Ia menyenderkan kepalanya dengan nyaman di dada tegap Narendra, mendengarkan detak jantung cowok itu yang berirama teratur di balik jaket fisika sekolahnya.

"Terima kasih udah lahir dan hadir di hidup gue ya, Narendra," bisik Cassandra lembut seraya menyunggingkan senyum paling bahagianya.

Narendra tersenyum lebar, merangkul pinggang Cassandra erat-erat seraya mencium puncak kepala cewek kesayangannya itu dengan kehangatan yang begitu utuh. Malam yang dingin terasa begitu hangat bagi dua sejoli yang telah berhasil membuktikan kekuatan cinta dan kecerdasan mereka di atas segala bentuk ancaman.

Hubungan mereka yang berawal dari persahabatan sesama peretas kini telah berkembang menjadi ikatan emosional yang sangat kokoh dan tidak terpisahkan. Rasa saling percaya yang terbangun di antara mereka menjadi benteng terkuat dalam menghadapi tantangan apa pun di masa depan.

"Habis ini kita fokus belajar buat ujian semester ya, Kanjeng Ratu, biar nilai matematika gue enggak remedial lagi," seloroh Narendra tertawa renyah memecah kesunyian malam.

"Awas aja kalau lu masih bolos jam pelajaran Pak Bambang, gue kunci ponsel lu pakai pola biner!" ancam Cassandra bercanda seraya mencubit pelan pinggang Narendra.

Namun, saat kebahagiaan dan ketenangan baru saja menaungi ruang hati mereka berdua, ponsel pintar milik Cassandra di dalam saku jaketnya mendadak bergetar secara berkala.

Bukan notifikasi pesan biasa atau panggilan dari ibunya, melainkan sebuah indikator sinkronisasi otomatis dari berkas rahasia milik almarhum ayahnya yang tersimpan di dalam aplikasi kompresi data.

Di dalam direktori berkas rahasia yang telah bersih dari virus tersebut, mendadak muncul sebuah folder tersembunyi berformat ZIP yang dilindungi oleh enkripsi ganda tingkat militer.

Nama folder tersembunyi yang baru saja terbuka otomatis itu bertuliskan sebuah kode rahasia bernada asing yang sangat misterius: "Proyek Garuda II: Berkas Rahasia Ibu (2028)."

1
Ros Mawa Tyy
👍👍👍
gadis bucin: terima kasih 🤗🙏🏻
total 1 replies
gadis bucin
Teman-teman, silakan mampir dan baca karyaku. Jangan lupa tinggalkan jejak, ya. 🤗❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!