NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Putri Mahkota

Transmigrasi Ke Tubuh Putri Mahkota

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Time Travel / Fantasi
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

⭐ Novel dengan 20 BAB Terbaik 🏆🏅 ⭐

Mati konyol di dunia modern, jiwanya justru bertransmigrasi ke tubuh seorang gadis lemah yang dijadikan bidak catur. Keluarganya sendiri menjualnya ke istana demi harta dan posisi, sementara sang Putra Mahkota mendominasi pernikahan mereka sebagai transaksi dingin demi takhta.
Semua orang mengira dia akan pasrah dan hancur di dalam lingkaran intrik istana. Namun, mereka tidak tau bahwa jiwa di dalam tubuh itu bukan lagi gadis penurut yang bisa diinjak-injak.
Saat keluarga yang memanfaatkannya dan calon suami yang meremehkannya mulai menyadari perubahan drastis dalam dirinya, permainan kekuasaan di istana berubah total.

Akankah sang calon putri mahkota melarikan diri membawa kebebasannya, atau justru membalikkan keadaan dan merebut seluruh isi istana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 16: Ular-Ular Beracun #

"Shen Mingzhu. Kau membawa begitu banyak tamu ke paviliunku tanpa meminta izin pemilik rumah terlebih dahulu. Di mana tata kramamu sebagai putri dari klan bangsawan?"

Kata-kata tajam itu menghantam udara bagaikan tamparan yang tak kasat mata.

Senyum di wajah Shen Mingzhu membeku seketika. Tiga Nona Muda di belakangnya pun saling pandang dengan raut wajah yang kaget dan terperanjat.

Selama ini, Shen Yue selalu menyambut mereka dengan sikap gugup, bahkan sering kali gemetar jika dikritik sedikit saja. Bagaimana mungkin gadis yang sama kini menegurnya secara terbuka dan dingin di hadapan para tamu?

"K-Kakak Yue-er... apa maksudmu bicara seperti itu?" cicit Shen Mingzhu, bahkan matanya mulai berkaca-kaca secara dramatis untuk memainkan peran sebagai korban yang terzalimi. "Aku datang dengan niat baik dan membawa hadiah untuk merayakan kesembuhanmu... Kenapa Kakak malah menuduhku tidak bertata krama?"

"Niat baik?" Shen Yue menyandarkan punggungnya, lalu menatap Mingzhu dari atas ke bawah dengan tatapan yang menakutkan. "Jika kau benar-benar berniat baik, kau akan bertandang seorang diri dengan tenang. Tapi kau membawa serta orang luar untuk melihat keadaan 'sepupumu yang baru sembuh', berharap bisa menemukan bahan lelucon baru untuk disebarkan di perjamuan ibu kota besok malam. Apakah aku salah?"

Nona Muda berpakaian hijau di belakang Mingzhu mendadak menyela dengan nada gusar. "Nona Shen Yue! Sungguh tidak sopan! Nona Mingzhu sangat mengkhawatirkanmu, tapi kau justru membalas kebaikannya dengan tuduhan kejam seperti ini! Tidak heran jika orang-orang di luar sana menyebutmu tidak pantas menjadi Putri Mahkota!"

Sret!

Dalam sekejap mata, tanpa ada yang sempat melihat bagaimana ia berdiri dari kursinya, Shen Yue sudah berpindah tempat!

Ia berdiri tepat satu jengkal di hadapan Nona Muda berpakaian hijau tersebut. Jarak yang begitu dekat dan aura menakutkan yang keluar dari tubuh Shen Yue membuat gadis bergaun hijau itu menahan napasnya, lalu melangkah mundur secara refleks hingga hampir tersungkur.

"Siapa namamu?" tanya Shen Yue dengan suara yang berbisik.

"H-Hao... Hao Ruolan..." gagap gadis itu, yang mendadak ketakutan setengah mati saat menatap mata Shen Yue yang sedingin es.

"Nona Hao," ujar Shen Yue seraya mengelus bahu gadis itu dengan jemarinya yang hangat, namun rasanya seperti cengkeraman cakar elang. "Ini adalah Kediaman Jenderal Shen, dan aku adalah Putri Sulung dari pemilik klan ini. Kau hanyalah putri dari seorang pejabat tingkat tiga. Berani-beraninya kau menunjuk dan mengajari tata krama di rumahku sendiri? Apakah ayahmu ingin kehilangan jabatannya besok pagi karena putrinya tidak memiliki mulut yang terlatih?"

Hao Ruolan memucat pasi. Tubuhnya gemetar hebat, dan tidak berani mengeluaran sepatah kata pun lagi.

Shen Yue memalingkan wajahnya kembali pada Shen Mingzhu yang kini berdiri kaku dengan mata membelalak.

"Mingzhu," panggil Shen Yue pelan. "Ibu tiriku Jiang Xiuwei yang menyuruhmu datang ke sini untuk memancing emosiku, bukan?"

Shen Mingzhu menelan ludahnya yang terasa pahit. "T-tidak! Ini murni keinginanku sendiri—"

"Jangan berbohong di depanku," potong Shen Yue dingin. Ia lalu melangkah mendekati Mingzhu, dan mengikis jarak di antara mereka hingga Mingzhu bisa merasakan hawa panas dari napas Shen Yue. "Kembalilah pada Jiang Xiuwei. Katakan padanya, permainan murahannya menggunakan anak-anak kecil seperti kalian sama sekali tidak menarik bagiku. Jika dia ingin bertarung... suruh dia datang sendiri menghadapku."

"K-kau... kau sudah gila, Shen Yue!" pekik Shen Mingzhu tak tahan lagi, topeng kelembutannya pun hancur total digantikan oleh rasa takut dan amarah yang meluap. "Kau berani menghina Bibi Xiuwei dan kami semua?! Aku akan melaporkan hal ini pada Paman Jenderal! Aku akan memastikan Paman menghukummu atas ketidaksopanan ini!"

"Silakan," Shen Yue tersenyum manis, sebuah senyuman yang tampak sangat memikat namun memancarkan bahaya maut. "Laporkan saja pada Ayah. Kita lihat apakah Ayah akan membela keponakan yang datang memprovokasi putrinya yang baru sembuh, atau membela putri kandungnya sendiri. Pintu Paviliun Barat terbuka lebar untuk kepergian kalian."

Shen Yue membalikkan badannya, lalu melangkah anggun kembali ke kursinya dan meraih cangkir tehnya tanpa mengacuhkan rombongan itu lagi.

"Qingzhu," panggil Shen Yue santai. "Antarkan para tamu kita keluar. Dan pastikan tempat duduk yang sempat tersentuh oleh mereka dibersihkan sampai tuntas."

"Baik, Nona Muda!" sahut Qingzhu dengan nada penuh kebanggaan dan keberanian baru.

Shen Mingzhu meremas kipas bulunya hingga patah di dalam genggamannya. Wajah cantiknya memerah padam oleh rasa malu dan penghinaan yang luar biasa.

Tanpa sanggup berkata apa-apa lagi, ia menghentakkan kakinya dengan kasar dan berbalik lari meninggalkan Paviliun Barat, diikuti oleh rombongannya yang merasa panik dan terganggu secara mental.

Sementara Shen Yue menyeruput teh hangatnya yang beraroma segar, dan menikmati ketenangan yang kembali tercipta di tamannya.

"Poin pertama untukku," gumam Shen Yue. "Sekarang, mari kita tunggu bagaimana reaksi sang 'Nyonya Besar' setelah rencananya hancur berantakan."

Bersambung...

1
Dewi Habibah
lagi donk😍
Aurora: Siap... othor up besok ya... 🤗
total 1 replies
merry
gpp si lkimu agk pengecut dan buta gk tau mn tipu muslihat,, asal ceraikan selir jgn ambil selir ckp satu istri sah ajjj🤭🤭🤭🤭
Aurora: di jamannya punya istri banyak itu sudah biasa, apalagi keluarga kerajaan 😅🤭
total 1 replies
merry
jgn smpai kmu ksh kesucian kmu putri gk ikls wlpun hak mslhnya lkimu pyn bini muda,,, 🤭🤭🤭🤭licik lggg
merry
moga cerai lh sm suami mu yg pengecut bodoh itu 🤭🤭🤭🤭
merry
penghianat ap cb bos kau ajj nikh istri mu sexgus nkhin kekasih gelapmu,, mls dech sm kmu atrnn she Yue nkh sm kakak mu itu
merry
tumis rebung enk bgtt ap lg yg ada ruas ya itu 🤭🤭🤣🤣
Aurora: bener, renyah n lembut...🤗
total 1 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
aku lanjut baca lagi nanti . Kren k👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!