Dijuluki sosok yang ditakuti bahkan oleh para dewa, ia menghabisi segalanya tanpa emosi selama masa hidupnya yang panjang. Tapi setelah pembantaian besar terakhirnya, sesuatu berubah emosinya yang lama terkubur akhirnya bangkit. Detik berikutnya, ia membuka mata di bumi, dalam tubuh baru, memulai kehidupan yang benar-benar berbeda dari masa lalunya yang kelam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26 : SANG PENGUASA
_____________________
"Sial semua nya cepat lari, dia adalah seekor monster yang ditutupi dengan armor.." teriak beberapa tentara di perbatasan yang sedang berperang dengan negara lain
saat itu juga sosok pemuda dengan armor perak kehitaman pun terus berjalan dan mengusir orang orang yang telah memasuki perbatasan
"ini sungguh luar biasa bahkan aku sama sekali tidak terluka walaupun ditembak dengan roket.." Gumam Tristan dengan kagum
Namun saat itu juga dia melihat begitu banyak tentara musuh yang hendak keluar dari perbatasan dengan kendaran mereka masing masing dan dia pun bersiap untuk mengejar
Boom..!!
Saat dia berlari tanah yang berada di tempat nya berdiri sebelum nya langsung menciptakan sebuah cekungan yang memiliki lebar sekitar satu meter
Bam..!!
Beberapa kendaraan militer dari pihak musuh pun hancur begitu
"sial, negara Phoenix sejak kapan memiliki monster yang seperti ini.." ucap seorang pria yang memiliki dua bintang di dada nya
"Minta kepada semua unit yang berada di wilayah perbatasan negara Phoenix agar menggunakan cara apa pun untuk mendekati sosok ini dan setelah itu kita akan memberikan kompensasi untuk keluarga mereka.." ucap sang jenderal dengan dingin
"Jendral apa kita akan mengorbankan ratusan tentara kita untuk ini..?" tanya sang pemimpin kam tentara itu dengan wajah muram
“apa yang kau pikirkan, jika kita mendapatkan apa yang digunakan oleh sosok ini maka kedepannya negara kita tidak akan bisa kalah.." ucap sang jenderal dengan suara yang begitu tenang dan tegas
saat mendengar itu wajah kapten pun terlihat sangat tidak berdaya dan kemudian dia pun langsung menggunakan peralatan komunikasi untuk berbicara dengan para tentara yang berusaha untuk kabur dari perbatasan negara Phoenix
"Dengar kan semua kepada para tentara yang berada di perbatasan negara Phoenix, lakukan tugas kematian dan kalian harus mendapatkan gembar gembar dari sosok yang dilapisi oleh armor itu dan tenang saja kalian akan diberikan kompensasi sesuai dengan kontribusi kalian dan akan diberikan kepada keluarga dari pada para tentara masing masing.."
saat mendengar itu semua kendaraan militer yang sudah mendekati perbatasan dan siap kapan saja untuk menerobos pun langsung menghentikan kendaraan militer mereka secara tiba tiba
"Sial kita dijadikan sebagai tikus yang akan mencari tahu pihak musuh dengan mengorbankan nyawa.." salah satu tentara pun berbicara dengan gigi yang terkatup
"Oh ya, jika bersikeras untuk kembali maka jendral Darus berkata kalian tidak bisa melihat matahari terbit esok bersama keluarga kalian.."
Suara itu pun kembali terdengar di radio komunikasi para tentara dan itu membuat mereka semakin pasrah dan setelah itu orang orang itu pun langsung membalikan kendaran mereka dan satu persatu turun menyerbu ke arah Tristan
“aneh kenapa semua nya malah menyerang dengan secara bersamaan, jelas jelas mereka sudah tahu akan berakhir jika menghadapi secara langsung..." ucap Tristan di balik armor nya
saat itu juga dia pun sama sekali tidak berpikir panjang dan setelah itu dalam beberapa detik kemudian dia pun sudah tiba di hadapan semua orang yang sudah berada di perbatasan negara nya
________________________
Kembali ke sisi Mahendra
Dia yang kini sedang berada di sebuah rumah sakit pun terlihat sedang menatap ke arah seorang gadis kecil yang miliki luka di mata nya
"Halo apa anda orang tua dari gadis kecil ini..?" tanya seorang perawat kepada Mahendra
Mahendra yang mendengar itu pun melirik ke arah perawat yang sedang berdiri di samping gadis kecil itu
"Ya apa ada masalah..?" Tanya Mahendra yang langsung mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh perawat itu
“sebelum nya mohon maaf, anda belum membayar perawatan putri anda dan setelah membayar maka kami akan segera melakukan operasi terhadap mata putri anda.." ucap Perawat itu dengan sopan
Saat mendengar itu Mahendra pun tampak mengerutkan kening nya
"Mari saya akan membayar biaya pengobatan terlebih dahulu.." ucap Mahendra dengan tenang
saat mendengar itu perawat pun hanya mengangguk dan kemudian dia pun berjalan bersama Mahendra menuju ke arah kasir rumah sakit
“maaf saya ingin membayar biaya pengobatan untuk gadis kecil yang baru saja tiba di rumah sakit ini.." ucap Mahendra dengan tenang
saat mendengar itu wanita yang berada di sebuah tempat khusus yang dibatasi dengan kaca transparan
"Baiklah jika begitu, biaya untuk uang muka nya cukup bayar sebesar delapan puluh sembilan juta, terlebih dahulu dan setelah selesai melakukan operasi maka tuan bisa membayar sisa nya.." ucap sang kasir kepada Mahendra
Mahendra yang mendengar itu pun mengangguk dan kemudian dia pun langsung mengeluarkan uang sebanyak delapan puluh sembilan juta
"Baik Jika begitu mohon tunggu sebentar dan saya akan menghubungi dokter spesialis bedah mata.." ucap wanita itu dengan sopan
saat itu juga Mahendra pun kembali ke tempat perawatan gadis yang sebelum nya
______________________
Kejadian sebelum bertemu pada gadis kecil yang malang
Mahendra yang sedang mengendarai motor sport nya dengan kecepatan tinggi pun tiba tiba menghentikan laju nya saat melihat begitu banyak kendaraan yang berhenti
"Sial dasar gadis kecil sialan, jika tidak segera menghindar mu pasti kau sudah lenyap.." ucap seorang pria paruh baya yang tampak menggunakan mobil BMW dan pakaian yang cukup mahal
"Hei apa kau tidak begitu berperasaan apa kau sebagai orang dewasa tidak memiliki rasa simpati..?, lihat lah gadis kecil itu dari kedua mata nya keluar darah yang terkena dari pecahan kaca dari mobil mu.." seorang pria tua pun berbicara dengan dingin
“pak tua jangan terlalu banyak bicara, jika kamu memiliki uang maka bawa lah gadis kecil ini untuk berobat dan kau juga harus membayar kerugian ku sebanyak dua puluh ribu dolar.." ucap pria paruh baya itu dengan jijik
saat mendengar itu pria tua itu pun langsung terdiam, jiak soal uang dan kekayaan dia hanya seorang pria tua yang dihidupi oleh putra dan putri nya
namun saat itu juga Mahendra pun langsung berjalan ke arah kerumunan dan tiba di depan gadis kecil itu
“minggir.." ucapnya dengan nada dingin
Gadis kecil yang berumur sekitar lima atau empat tahun itu tampak sedang menahan rasa sakit setelah kehilangan mata nya akibat pecahan kaca mobil pria paruh baya barusan
"siapa kau..?, jangan bawah gadis liar itu aku akan meminta kepada siapa jika dia pergi..?" tanya pria paruh baya itu sambil mengerutkan kening nya
Mahendra yang mendengar itu menatap pria paruh baya itu dengan tatapan jijik dan kemudian dia meredakan sakit dari mata gadis itu agar gadis itu tidak menderita rasa sakit
“kau masih ingin meminta ganti rugi..?, jelas jelas kau yang bersalah dengan keadaan mabuk kau mengendarai mobil dan sekarang berakhir membuat orang di sekitarmu mendapatkan akibat hanya karna kesalahanmu.." ucap Mahendra dengan jijik
saat mendengar itu beberapa orang yang baru menyadari bahwa pria paruh baya kaya itu yang ternyata mengendarai mobil dengan keadaan mabuk pun langsung berbondong bondong melakukan panggilan ke petugas kepolisian
[0~0]