NovelToon NovelToon
Sistem Check-in Tiada Tanding

Sistem Check-in Tiada Tanding

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia modern di mana kultivasi berjalan beriringan dengan teknologi, Chen Mo adalah siswa jenius dengan nilai teori sempurna yang bermimpi menjadi kultivator hebat.

Namun, kenyataan pahit menghantam di hari kelulusan saat Upacara Kebangkitan menunjukkan bahwa dia hanya memiliki Bakat Rank F—level terendah yang dicap sebagai "sampah".

Kekecewaannya bertambah ketika teman masa kecilnya, Su Mengqi, yang membangkitkan Bakat Rank S, langsung memutuskannya demi mengejar masa depan bersama para elit.

Meskipun diremehkan oleh semua orang dan masuk ke Akademi Naga Bintang yang bergengsi hanya karena jalur akademis, Chen Mo tidak putus asa, terutama setelah dia secara tak terduga membangkitkan "Sistem Check-in".

Melalui sistem ini, dia mendapatkan hadiah tak terbatas mulai dari pil langka, teknik kuno, hingga uang tunai hanya dengan melakukan check-in di berbagai lokasi akademi.

Diam-diam, di balik tembok akademi yang penuh cemoohan, Chen Mo mulai menumpuk kekuatan dan kekayaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Ding!

[Check-in Khusus Lokasi Ambang Pintu Kelas Dasar berhasil.]

[Mendapatkan: Skill Aktif - Domain Tirani Mutlak (Level 1).]

[Mendapatkan: Poin Spiritual x10.]

Chen Mo merasakan gelombang energi yang sangat aneh menyebar dari pusat dadanya menuju ke sekeliling tubuhnya.

Energi itu tidak terlihat oleh mata telanjang, namun membentuk sebuah kubah transparan dalam radius sepuluh meter.

Di dalam radius tersebut, Chen Mo merasa dia bisa mengendalikan tekanan gravitasi spiritual secara mutlak.

Siapa pun yang memancarkan niat bermusuhan di dalam domain ini akan langsung dihancurkan oleh tekanan yang setara dengan berat sebuah gunung batu.

"Kemampuan area yang sangat praktis untuk menyingkirkan sekumpulan lalat sekaligus," batin Chen Mo sambil tersenyum tipis.

Nilai spiritualnya kini telah mencapai angka 85, membuatnya memiliki persepsi indera yang jauh melampaui manusia normal.

Dia melanjutkan langkahnya kembali ke asrama barat untuk mengemas beberapa pakaian ganti yang tersisa.

Satu jam kemudian, Chen Mo dan Wang Bo sudah berdiri di depan gerbang raksasa Asrama Menara Bintang.

Bangunan itu benar-benar terlihat seperti istana pualam putih yang menjulang tinggi menembus awan.

Pilar-pilar emas melingkari bangunan tersebut, memancarkan aura kemewahan dan kekuasaan yang absolut.

Wang Bo menelan ludah dengan susah payah, tangannya meremas tali tas ranselnya erat-erat.

"Saudara Chen, apakah kita benar-benar akan tinggal di tempat semewah ini?" tanya Wang Bo dengan suara bergetar ragu.

"Kenapa tidak? Kunci kamarnya sudah ada di tangan kita," jawab Chen Mo santai sambil menunjukkan dua buah kartu akses berwarna emas.

"Tapi murid-murid di dalam sana semuanya adalah Rank A dan Rank S, mereka pasti tidak akan menerima kita," keluh Wang Bo ketakutan.

"Mereka tidak perlu menerima kita, mereka hanya perlu menyingkir dari jalanku," balas Chen Mo datar.

Pemuda itu melangkah maju terlebih dahulu, mendorong pintu kaca otomatis yang terbuat dari material kristal tahan banting.

Krieet.

Pintu terbuka lebar, mengantarkan hembusan udara pendingin ruangan yang sangat sejuk dan beraroma bunga mawar.

Lobi Asrama Menara Bintang sangat luas, dipenuhi oleh puluhan murid elit yang sedang bersantai di sofa-sofa kulit mahal.

Beberapa dari mereka sedang membaca buku sihir, sementara yang lain sibuk memamerkan senjata pusaka terbaru mereka.

Suasana yang tadinya dipenuhi tawa dan obrolan elegan itu seketika menjadi sunyi senyap saat Chen Mo dan Wang Bo masuk.

Puluhan pasang mata langsung tertuju pada seragam kusam kelas dasar yang dikenakan oleh dua pendatang baru tersebut.

"Hei, apakah aku sedang berhalusinasi sekarang?" ucap seorang murid elit berambut ikal memecah keheningan.

"Kenapa ada dua orang pengemis dari asrama barat yang berani menginjakkan kaki di lobi suci kita?"

"Petugas keamanan pasti sedang tertidur, cepat usir dua sampah ini sebelum udara di sini menjadi bau!" teriak seorang siswi elit dengan nada jijik.

Wang Bo langsung menundukkan kepalanya dalam-dalam, kakinya melangkah mundur secara naluriah.

Namun Chen Mo hanya berdiri tegak, matanya menyapu seluruh ruangan itu dengan pandangan yang sangat bosan.

Dia sama sekali tidak mempedulikan tatapan permusuhan dari puluhan murid jenius tersebut.

Chen Mo berjalan santai menuju meja resepsionis yang dijaga oleh seorang senior tingkat tiga.

"Kamar VIP nomor 707 dan 708, tolong aktifkan kartu akses ini sekarang," ucap Chen Mo sambil meletakkan kartunya di atas meja pualam.

Senior resepsionis itu terbelalak kaget melihat kartu akses emas yang hanya dikeluarkan oleh petinggi akademi.

"D-dari mana kau mencuri kartu akses ini, anak kelas dasar?!" bentak senior itu dengan wajah merah padam.

"Kau tidak dibayar untuk banyak bertanya, masukkan saja kartunya dan periksa sendiri," jawab Chen Mo dingin.

Brak!

Sebuah tangan yang dilapisi energi petir tiba-tiba menggebrak meja tepat di sebelah kartu akses Chen Mo.

Seorang pemuda berbadan tinggi besar dengan rambut kebiruan berdiri di sebelah Chen Mo dengan tatapan membunuh.

Dia adalah Lei Zhen, ketua asrama lantai tujuh yang terkenal dengan sifat kejam dan arogan.

"Tarik kembali kata-katamu, sampah kotor," ancam Lei Zhen dengan suara berat yang menggelegar.

"Kau pikir karena kau mendapat sedikit belas kasihan dari Wakil Kepala Sekolah, kau bisa bersikap sombong di tempatku?"

Lei Zhen dan beberapa anteknya perlahan mengelilingi Chen Mo, menutup jalan keluar pemuda itu.

Murid-murid elit lainnya di lobi mulai tertawa meremehkan, bersiap menonton pertunjukan penyiksaan gratis.

"Ketua Lei pasti akan mematahkan kedua kaki anak itu dan melemparnya ke tempat sampah."

"Itulah akibatnya jika seekor cacing tanah mencoba merangkak naik ke sarang naga."

Bisik-bisik ejekan itu terdengar sangat jelas berkat pendengaran Chen Mo yang telah berevolusi.

Chen Mo perlahan menoleh dan menatap wajah Lei Zhen yang berada sangat dekat dengannya.

"Ini tempatmu?" tanya Chen Mo dengan nada pelan dan sangat datar.

"Tentu saja! Aku adalah penguasa lantai tujuh, dan aku tidak mengizinkan ada sampah Rank F bernapas di lantaiku!" teriak Lei Zhen bangga.

"Kalau begitu kau bisa pindah ke lantai dasar, karena mulai hari ini, lantai tujuh adalah milikku," balas Chen Mo tanpa ragu sedikit pun.

Keheningan total menyelimuti lobi Asrama Menara Bintang selama tiga detik penuh.

Bahkan Wang Bo yang berdiri di belakang Chen Mo nyaris pingsan mendengar kesombongan yang luar biasa nekat tersebut.

Satu detik kemudian, tawa keras yang meledak-ledak menggema dari mulut Lei Zhen dan antek-anteknya.

"Hahahaha! Kau dengar itu?! Dia mau mengambil alih lantaiku!" tawa Lei Zhen hingga mengeluarkan air mata.

"Bocah ini pasti sudah gila karena terlalu banyak menghirup miasma di hutan kemarin!" sahut salah satu anteknya.

Lei Zhen tiba-tiba menghentikan tawanya, matanya berubah menjadi sangat dingin dan mematikan.

"Karena kau sangat ingin mati, aku akan mengabulkan permintaanmu dengan senang hati," desis Lei Zhen.

Zzzt! Zzzt!

Kilatan petir biru meledak dari kedua kepalan tangan Lei Zhen, menciptakan suara mendesis yang memekakkan telinga.

Sebagai murid jenius Rank A elemen petir, serangan fisiknya bisa menghanguskan organ dalam lawan dalam sekejap.

"Mati kau, sampah!" teriak Lei Zhen sambil melayangkan pukulan petirnya tepat ke arah wajah Chen Mo.

Kecepatan pukulan itu sangat mengerikan, tidak ada satupun murid di lobi yang mengira Chen Mo bisa menghindarinya.

Namun di mata Chen Mo, pukulan petir kebanggaan Lei Zhen itu bergerak sangat lambat dan penuh dengan celah.

Chen Mo bahkan tidak repot-repot menggunakan Langkah Hantu Asura atau mundur selangkah pun.

Dia hanya berdiri diam dan membiarkan tinju petir itu mendarat tepat di dadanya.

Booooom!

Ledakan energi petir menyambar dengan ganas, menciptakan kilatan cahaya biru yang menyilaukan mata semua orang.

Wang Bo menjerit histeris dan menutup wajahnya dengan kedua tangan, mengira Chen Mo sudah hangus terbakar.

"Hmph, mati saja kau menjadi abu," dengus Lei Zhen dengan senyum puas di wajahnya.

Namun senyum di wajah Lei Zhen seketika membeku saat asap dan kilatan petir itu perlahan menghilang.

Chen Mo masih berdiri tegak di posisi awalnya, postur tubuhnya sama sekali tidak goyah barang satu inci pun.

Seragamnya memang sedikit hangus di bagian dada, namun kulit di baliknya memancarkan kilau keemasan samar yang tidak tergores sama sekali.

Tubuh Emas Naga Primal milik Chen Mo dengan mudah menyerap dan menetralkan energi petir tingkat rendah tersebut.

"Hanya segini saja kekuatan penguasa lantai tujuh?" ucap Chen Mo dengan nada sangat bosan.

"Pijat refleksi di pinggir jalan bahkan terasa lebih menyakitkan dari pukulanmu ini."

Mata Lei Zhen membelalak lebar, pupilnya bergetar hebat dipenuhi rasa tidak percaya yang luar biasa.

"B-bagaimana mungkin?! Tubuhmu sama sekali tidak terluka oleh tinju petirku?!" teriak Lei Zhen mundur selangkah.

"Sekarang giliranku yang memukulmu," ucap Chen Mo santai.

Syuuut!

Chen Mo mengangkat tangan kanannya dan menampar pipi kiri Lei Zhen dengan gerakan punggung tangan yang terlihat sangat pelan.

Namun kecepatan dan tekanan fisik di balik tamparan itu telah melampaui akal sehat manusia.

Plaaaak!

Suara tamparan itu meledak seperti suara tembakan meriam di dalam lobi yang tertutup.

Kraaak!

Tulang rahang Lei Zhen hancur seketika, beberapa gigi bercampur darah segar menyembur keluar dari mulutnya.

Buaaagh!

Tubuh besar pemuda berelemen petir itu terpelanting berputar di udara sebanyak tiga kali sebelum akhirnya menabrak pilar emas dengan sangat keras.

1
Naga Hitam
Chen Mo kaleee...
Yui: nama marganya sama soalnya/Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
bantai💪💪💪
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
$umb@k
mantap👍👍👍💪💪💪
pecinta karya orang
lanjutkan karyamu thor💪💪💪👍
Hadi Hadi
lanjut💪💪😍
Hadi Hadi
mantap💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
up😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
lanjutkan😍😍💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
lanjut😍
Hadi Hadi
is good😍😍💪
Hadi Hadi
kenapa lembek banget menjekelkan
Hadi Hadi
siy💪💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
selamat😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!