NovelToon NovelToon
ISTRI RAHASIA ( Jusuf Alexanderku )

ISTRI RAHASIA ( Jusuf Alexanderku )

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nana Curly

Hola ...
Update setiap hari ... !!!

Warning :
Novel ini bisa membuat kalian tersenyum-senyum sendiri dan tertawa gemasss ...!!!
Novel ini juga mengandung banyak bawang ditengah!!! Selamat membaca ...

Karena ada yang minta sekuel anaknya Galas dan Gayung. Ini aku kasih sekuel mengenai anak kedua mereka, Jusuf Alexander.

Dalam perjalanan menuju kampung halaman untuk menengok kedua orang tuanya yang kini menetap dikota kelahiran mereka. Jusuf Alexander tersesat dijalan karena mengikuti Google Map. Padahal ibunya sudah mengingatkannya untuk tidak mengendarai mobil sendiri. Karena Alex lemah mengingat jalan.

Hingga akhirnya ia tersesat dijalanan terjal dalam kondisi mobil yang tiba-tiba mogok. Apesnya hujan mengguyur begitu deras malam itu. Hingga ia kebingungan untuk meminta bantuan. Sampai kemudian muncul seorang gadis yang menolongnya.

Dari sanalah perjalanan cintanya yang amazing bermula. Ikuti terus ya ...Ok say ...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Curly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 ( Menjaga Hati )

Alex berjalan ke depan, hendak membukakan pintu sambil mengacak-acak rambut panjangnya yang sudah ia lepas kuncirannya tadi. Mulutnya menggerutu tak berkesudahan akan kehadiran tamu tak diundang yang datang petang ini ke rumahnya.

"Astaga ... sopan sekali jam segini bertamu ke rumah orang. Hah, mengganggu saja ...." Alex bersungut-sungut. Apa ia copot saja bel sialan itu agar tak ada yang mengganggunya dengan Pandan, batinnya geregetan sendiri.

"Jangan bilang Ibra ... jangan Ibra, jangan Ibra. Kalau ia sampai menginap malam ini. Gawat sudah," gumam Alex frustasi.

Cklek!!! Pintu terbuka.

Senyum menyebalkan Kevin menjadi pemandangan pertama yang dilihatnya.

"Sore, Lex," sapa Kevin tanpa rasa bersalah sama sekali dengan senyum lebar yang memperlihatkan deretan gigi putihnya. Alex menatap playboy tengik itu dengan tatapan membunuh. Bagi Alex, senyum monyet-monyet diragunan saat ini, masih lebih enak dipandang daripada senyum asistennya yang datang disaat yang tidak tepat dirumahnya itu.

"Kamu mau mati, hah?" todong Alex langsung didepan wajah Kevin yang langsung menciut. Luntur sudah senyum dibibirnya. Astaga ... baru juga datang sudah ditanya mau mati? Batin Kevin shock.

"Aku ada perlu sebentar Lex." Kevin mengelus dadanya, prihatin dengan nasibnya sendiri.

"Kamu tahu ini jam berapa? Kamu waras bertamu jam segini, hah?" Alex terlalu dongkol saat ini. Apalagi yang datang adalah tamu yang tak begitu penting, si Kevin, playboy tengik yang naksir berat dengan istrinya.

"Sorry Lex ... aku cu-ma ...." Kevin menggeser tubuhnya ke samping, dan tampaklah wajah mantan kekasihnya yang mungil itu dari balik tubuh asistennya itu.

Kepala Alex rasanya pening seketika. Cobaan apalagi ini, Tuhan? Bisa-bisanya si kunyuk Kevin membawa Mika bertamu ke rumahnya. Bagaimana nasibnya nanti malam kalau begini ceritanya? Bisa-bisa Pandan berubah jadi es batu lagi kalau seperti ini caranya.

"Maaf ... aku ganggu ya?" Mika tampak tak enak hati melihat ekspresi tak ramah yang Alex tunjukkan.

Namun meski tak ingin menerima tamu saat ini. Alex jelas tak mungkin mengusir mereka. Ia tak mempunyai pilihan lain selain mempersilahkan tamunya itu masuk. Walau hatinya tak ikhlas.

Pandan ... jangan marah, Sayanggg! Alex mulai resah.

***

"Hai, Pandan!" Sapa Kevin dari ruang tamu, melambaikan tangannya kepada Pandan yang tengah sibuk didapur. Pandan hanya mengangguk sekilas, fokus matanya lebih tertarik pada sosok mungil disamping Kevin yang sepertinya pernah ia lihat sebelumnya, entah dimana. Jarak mereka terlalu jauh untuk bisa ia kenali lebih jauh wanita itu.

"Duduk." Alex memutus pandangan Kevin dan Mika yang tak lepas dari istrinya disana.

"Siapa?" tanya Mika spontan menanyakan tentang Pandan begitu ia duduk disofa cream itu pada Kevin.

"Oh ... dia asisten rumah tangganya Alex," jelas Kevin dengan senyum sumringah saat menjelaskan siapa Pandan. Alex menyeringai sinis, rasanya ia ingin melakban mulut Kevin yang seolah-olah mengenal dekat Pandan lebih daripada dirinya. Padahal kalau Mika bertanya kepadanya, sudah tentu Alex juga pasti bingung akan menjawab Pandan siapanya.

"Kalian mau minum apa?" tanya Alex basa-basi. Ia tak nyaman dengan situasi ini dan ingin tamunya segera minggat dari rumahnya. Bukannya ia membenci Mika, tapi ia sudah beristri saat ini. Bukan single lagi, ada hati yang harus ia jaga.

"Air putih saja," jawab Mika sedikit canggung tersenyum pada mantan kekasihnya itu.

"Aku kopi saja Lex, ngantuk," ucap Kevin.

"Oke. Tunggu sebentar ...." Alex bangkit dari duduknya, menuju dapur. Mengambilkan sendiri minuman untuk tamu-tamunya.

"Siapa?" tanya Pandan. "Sini aku saja yang membuatnya." Pandan menawarkan diri. Ia tahu posisinya berubah menjadi asisten rumah tangga ketika ada tamu datang ke rumah.

"Sudah. Biar aku saja. Kamu pasti lelah, kan setelah memasak. Istirahat saja ...." Alex tak ingin merepotkan Pandan yang sepulang bekerja sudah sibuk memasak untuk makan malam mereka.

"Tapi aku, kan asis ...." Pandan tak meneruskan kalimatnya. Karena Alex sudah melayangkan tatapan tak suka dengan kalimat yang akan diucapkannya.

"Kamu istriku, Pandan. Ingat itu," lirih Alex tak ingin dibantah.

Pandan diam, patuh. Ia memandang saja apa yang dilakukan oleh suaminya. Sebelum akhirnya ia teringat sesuatu.

"Alex ...," ucapnya hati-hati.

"Hemm? Apa?" Alex siap membawa minuman untuk tamunya.

"Makanan sudah siap. Kamu tidak mau menawari mereka untuk makan bersama?"

Alex menghentikan kakinya yang siap melangkah. Haruskah ia melakukan itu?

"Kenapa?" tanya Pandan keheranan melihat ekspresi bingung suaminya.

"Tidak ada ... memangnya kamu memasak banyak?" Setelah Alex pikir-pikir, ia tak ingin mempertemukan sang mantan dengan sang istri demi kelangsungan dan ketenangan hidupnya. Ia belum siap menghadapi sikap es batu Pandan yang bisa saja kumat setelah bertemu Mika.

"Aku memasaknya pas untuk porsi 4 orang," jelas Pandan bersemangat. Ia suka jika makanannya dinikmati orang lain.

"Ohhh ...." Alex dilema. Ia butuh wangsit sekarang untuk mengambil keputusan yang begitu sulit ini.

"Oke ... aku akan mengajak mereka makan malam bersama kita," putus Alex kemudian. Mungkin jika ia terbuka, Pandan tidak akan berpikir macam-macam tentang hubungannya dengan wanita dimasa lalunya.

***

Disinilah mereka sekarang. Duduk berempat di meja makan. Tentu saja, Alex tak membiarkan Pandan pergi begitu saja setelah menata makanan hasil karyanya. Meski wanita itu sempat ingin pamit ke belakang.

"Duduk," titah Alex tak ingin dibantah. Mika jelas memperhatikan tiap perhatian kecil yang Alex berikan pada asisten rumah tangganya yang nampak begitu cantik juga muda itu. Rasanya ada yang aneh saja jika melihat interaksi mereka berdua.

"Masakan kamu enak, Pandan," puji Kevin tulus. Kalau belum bersuami, rasanya mau ia lamar saja si Pandan untuk jadi istrinya. Kevin cengar-cengir tanpa tahu atasannya dikantor itu melayangkan tatapan setajam silet padanya.

"Terima kasih." Pandan tersenyum tipis mendapat pujian dari Kevin tentang masakannya.

"Suami kamu pasti kangen banget sama masakan kamu ya ...," lanjut Kevin.

Alex melirik sang asisten kembali. Iya, aku memang kangen, Bodoh. Maka dari itu cepatlah kalian pulang. Aku ingin berduaan dengan istriku, batin Alex masih saja geregetan akan kedatangan tamu tak diundangnya.

"Oh, kamu sudah menikah?" tanya Mika yang kembali memindai wajah tenang Pandan. Mengira-ira berapa usia gadis dihadapannya itu.

"Sudah," jawab Pandan dengan sikap tenangnya.

"Oh, terus suami kamu sekarang dimana?" Mika begitu tertarik dengan gadis yang rasanya terlalu cantik untuk menjadi seorang asisten rumah tangga itu.

"Ada," jawab Pandan singkat, terlalu malas untuk mencari alasan keberadaan suaminya yang jelas-jelas duduk satu meja dengan mereka. Mika jelas terlihat sungkan untuk bertanya lagi, melihat wajah datar Pandan yang seolah tak ingin lebih jauh ditanya mengenai masalah pribadinya.

"Suaminya bekerja diluar negeri." Kevin membuka suara. Alex kembali melirik asistennya itu.

"Wahh ... dinegara mana? Kerja apa?" Mika terlalu penasaran untuk tidak bertanya.

"Kenapa kalian jadi kepo sekali tentang Pandan?" Alex memutuskan angkat bicara dengan nada tidak suka yang tak bisa ia tutupi.

"Ya ampun, Lex. Kita, kan cuma pengen tahu saja ...." Kevin mencoba membela Mika yang sepertinya cukup terkejut dengan respon Alex yang tak suka kehidupan pribadi asisten rumah tangganya dipertanyakan.

"Kalian datang ke rumah ini. Pasti ada urusannya denganku, kan? Bukan dengan Pandan?" Alex tak ingin Pandan terpojok dan bingung mengarang jawaban. Karena dialah yang membuat Pandan berada diposisi sulit ini.

"Iya ... aku ada sesuatu yang mau aku omongin sama kamu," ucap Mika sedikit canggung.

"Tentang apa? Bicara saja ...," ucap Alex sedikit melunak dan mencoba bersikap biasa diantara dua wanita, yang harus ia jaga hatinya itu.

"Bisa kita ... bicara berdua saja?" pinta Mika hati-hati. Alex menghentikan kunyahannya, melirik sekilas pada Pandan yang tetap tenang tak terpengaruh ucapan Mika. Namun entah bagaimana hatinya.

"Oh ... oke." Rasanya Alex tak punya pilihan. Lagipula Mika masih mengajaknya bicara dirumah ini dan Pandan masih bisa melihatnya nanti. Bahwa ia tak melakukan hal macam-macam dibelakangnya.

"Pandan, nanti kita ngobrol-ngobrok berdua yuk." Kevin masih saja mencari kesempatan. Padahal Alex bahkan pernah mengancam akan memecatnya jika masih mendekati Pandan.

Baru saja Alex ingin protes. Pandan sudah menjawab ajakan Kevin lebih dulu.

"Maaf, aku tidak bisa," tolak Pandan sopan.

"Kenapa?" tanya Kevin.

Pandan menghabiskan suapan terakhirnya. Semua menunggu jawabannya.

"Karena aku cemburu jika suamiku berdekatan dengan wanita lain. Jadi aku juga menjaga perasaan suamiku dengan tidak terlalu dekat dengan laki-laki lain."

Uhuk ... uhuk ...

Minuman yang Alex minum hampir saja muncrat dari mulutnya, mendengar jawaban istrinya.

***

Bangun tidur langsung cuss ketik. Semoga masih menghibur ya ... meski bolepotan bahasanya hihi 😊😊😊

Jangan lupa LIKE KOMEN VOTE

😉😉😉

1
NurhasanahHs
ini aku baca novel ini udah 2x tp msih aj nangis
nawale sophiae
Luar biasa
rosita
seru 🤭🤭🤭
EkaYulianti
alex harusnya bilang, "aku jatuhkan talak untuk mu Mika".
EkaYulianti
dulu di sekolahku ada yg namanya pandan wangi.
EkaYulianti
bukannya pandan lg M, kok sholat subuh?
RossyNara
biasanya yang dingin-dingin sedep cwonya ini malah si cwe nya.
FeVey
penulisnan bagus, penyampaian alur cerita juga bagus, cerita ringan, lucu dan romantis, recomend buat baca.
Safitri Agus
jadi udah ya sampe disini critanya Thor,ga lanjut kah,,bisa ditarik kesimpulan nya sesuai imajinasi yg baca aja, sayang sekali ya padahal cerita menarik tapi ya sudahlah,it's Ok,👍👌
Safitri Agus
kenapa malu Thor,yg begini masih wajar kok,malah terlihat' sopan lagi,😁🤭
Safitri Agus
sawadikap skidipapap,ini bahasa Bangkok ya,😁
Safitri Agus
yaa kok kecelakaan sih papa mama nya Olivia,,kalo is ded ga seru lah maunya mereka menderita dulu 🤭
Safitri Agus
tarik ulur kisahnya Ibra dan Olive,,Ibra kan taat beribadah,knp masih ragu², dah istikharah juga kan,dgn baca bismillah maju aja terus,yakinlah.
Safitri Agus
uwahh pas banget ini solusinya pandan utk menghalau malam yg mencekam,ga pake nolak ya Lex 😂
Safitri Agus
si Ibra kayaknya jatuh cintrong sama Pandan,,no.no.no way,ga boleh ya,perboden.
Safitri Agus
mika ini aneh dan agk licik kan lg sakit parah ya,dan ga mungkin melayani misua nya dlm kondisi seperti itu,kok tetap maksa Alex utk menikahinya,ga jln otaknya,, harusnya bertobat,lebih mendekatkan dirinya pada sang pencipta kan dah tahu umurnya ga panjang.
Safitri Agus
nenek Gayung,,🤭
Safitri Agus
iya Bu Gayung, dia menantumu,, Pandan itu istrinya Yusuf 😊
Safitri Agus
haha iya sampe Jontor tu lambe,🤣
Safitri Agus
gagal maning Lex, 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!