NovelToon NovelToon
Kembalinya Dewa Kematian

Kembalinya Dewa Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:147.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seseorang yang kembali ke masa lalunya. Seorang pendekar kuat yang berhasil mendapatkan pusaka untuk mengulang waktu.

Sembilan tahun telah berlalu semenjak kembalinya dia ke masa lalu. Banyak hal yang telah ia ubah. Kekuatannya juga perlahan mendekat ke puncak kekuatannya di kehidupan pertama.

Namun ancaman lain akhirnya muncul. Sejarah telah berubah karena campur tangannya. Kini ia harus bersiap menghadapi musuh lain yang rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permainan Baru Dimulai

Qiu Han masih berdiri membeku di tempatnya. Matanya bergerak perlahan menyapu seluruh kawasan markas yang kini telah berubah menjadi lautan mayat. Di mana-mana hanya ada darah.

Tubuh-tubuh anak buahnya bergelimpangan tanpa nyawa. Para pendekar yang selama ini setia mengikutinya telah berubah menjadi mayat dalam sekejap.

Bahkan para pendekar suci juga mati. Mereka yang seharusnya mampu memimpin pertempuran dan menjadi kekuatan utama, kini mati tanpa sempat menghunuskan jurus.

Wajah Qiu Han perlahan berubah pucat.

"Tidak mungkin..."

"Ini tidak mungkin..."

Dadanya naik turun. Pikirannya menolak menerima kenyataan yang ada di depan mata. Hanya satu serangan dan seluruh pasukannya musnah.

Di sisi lain, rombongan dari Kekaisaran Qin pun tidak kalah terkejut. Tetua Agung Peng masih menggenggam pedangnya erat. Namun pedang itu bahkan belum sempat digunakan.

Ia memandang sekeliling dengan tatapan kosong.

"Semuanya..."

"...mati?"

Tetua Dai Xung menarik napas panjang. Ia juga belum sempat mengayunkan senjatanya sedikit pun.

Para murid lebih parah lagi. Mereka sebelumnya telah menyiapkan diri menghadapi pertarungan hidup dan mati. Bahkan sebagian sudah siap mengorbankan nyawa.

Namun kenyataannya musuh yang mengepung mereka justru lenyap lebih dahulu. Hanya karena satu jurus.

Salah seorang murid menelan ludah.

"Senior Chang... menghabisi mereka semua?"

Murid lain masih belum mampu mengalihkan pandangannya dari hamparan mayat.

"Bahkan pendekar suci... mati secepat itu."

Suasana menjadi begitu sunyi. Semua orang masih berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi.

Yang paling membuat mereka bingung bukanlah kekuatan Boqin Changing. Melainkan sikapnya.

Beberapa saat yang lalu, pria itu berbicara begitu sopan kepada musuh. Bahkan berkali-kali meminta agar tidak terjadi pertumpahan darah.

Namun, beberapa detik kemudian, ia justru membantai seluruh lawannya tanpa menyisakan seorang pun.

Salah seorang tetua berbisik pelan.

"Jangan-jangan... sejak awal Senior Chang hanya sedang membuat mereka lengah?"

Tetua lain mengangguk perlahan.

"Masuk akal."

“Musuh terlalu meremehkannya..."

"Itulah sebabnya mereka tidak pernah benar-benar waspada."

Beberapa murid ikut mengangguk-angguk. Semakin mereka memikirkannya, semakin masuk akal dugaan tersebut.

Saat itulah Boqin Changing perlahan berbalik. Tatapannya mengarah kepada seluruh rombongan di belakangnya.

Seketika seluruh murid dan tetua langsung menegakkan badan. Mereka mendadak merasa gugup.

Boqin Changing memandang mereka satu per satu dengan wajah yang sangat serius. Kemudian bertanya,

"Bagaimana tadi aktingku?"

"..."

"Apakah bagus?"

Semua orang langsung membeku.

"..."

Suasana nampak hening. Tidak seorang pun menyangka pertanyaan yang keluar justru seperti itu. Mereka saling berpandangan dengan wajah kaku.

"Akting...?"

Di benak mereka hanya ada satu pertanyaan. Jadi tadi Senior Chang hanya sedang berakting?

Tetua Agung Peng berkedip beberapa kali. Tetua Dai Xung bahkan tampak memijat pelipisnya. Sementara para murid hanya bisa tertawa kecil dengan wajah yang kaku.

"Hahaha..."

"Tentu saja bagus, Senior."

"Sangat meyakinkan."

"Bahkan kami semua ikut tertipu."

"Benar."

"Akting Senior benar-benar luar biasa."

"Tak ada celanya."

Mereka terus memuji tanpa ragu. Tak seorang pun berani mengatakan sebaliknya.

Bagaimana jika Boqin Changing tidak senang dengan jawaban mereka? Mereka sama sekali tidak berniat mencari masalah.

Mendengar pujian itu, Boqin Changing akhirnya menganggukkan kepala dengan puas. Senyumnya kembali muncul.

"Sudah kuduga."

Ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

"Kemampuan aktingku ternyata semakin baik."

Para tetua dan murid hanya bisa kembali tertawa canggung.

"Hahaha..."

"Benar sekali, Senior."

"Tidak ada yang bisa menandinginya."

Sementara itu di sisi lain medan pertempuran, urat-urat di dahi Qiu Han mulai menonjol. Wajahnya berubah merah karena amarah.

Baru sekarang ia menyadari. Pemuda itu sejak awal tidak pernah berniat bernegosiasi. Semua ucapan sopan, semua bujukan, bahkan kekhawatiran mengenai korban jiwa hanyalah sandiwara.

"Aku... dipermainkan."

Suara Qiu Han terdengar rendah, dipenuhi amarah yang nyaris meledak.

Perlahan ia mengangkat kedua telapak tangannya. Seketika benang-benang putih tipis mulai keluar dari sela-sela jari-jarinya.

Mula-mula hanya beberapa helai. Namun dalam sekejap jumlahnya bertambah menjadi puluhan. Lalu ratusan dan kemudian ribuan.

Benang-benang itu terus memanjang, berkelok-kelok di udara seperti ular hidup. Aura dingin yang pekat mulai menyelimuti seluruh kawasan, sementara setiap helai benang memancarkan tekanan yang membuat udara di sekitarnya bergetar pelan.

Benang-benang putih yang memenuhi udara terus bergerak berputar mengelilingi tubuh Qiu Han. Setiap helainya memancarkan aura tajam yang membuat ruang di sekitarnya berdesing pelan.

Para tetua dari Kekaisaran Qin yang ikut dalam rombongan dan sejak tadi hanya mampu menyaksikan jalannya pertempuran langsung menunjukkan raut wajah terkejut.

"Apa itu...?"

Salah seorang tetua memicingkan mata, berusaha memahami jurus yang sedang dipersiapkan Qiu Han.

"Benang-benang itu..."

"Itu bukan senjata biasa."

Tetua lain menggeleng pelan.

"Apakah itu... kekuatan elemen?"

Beberapa murid ikut saling berpandangan.

"Elemen benang?"

"Aku belum pernah mendengar kekuatan seperti itu."

"Tidak... mungkin itu elemen logam?"

Mereka terus menebak-nebak. Tidak seorang pun benar-benar memahami asal-usul kemampuan yang sedang diperlihatkan Qiu Han.

Di sisi lain, Boqin Changing tetap memandang lurus ke arah lawannya. Tatapannya tajam, tetapi masih terlihat santai.

Beberapa saat kemudian ia berkata pelan,

"Jadi... ini kekuatanmu?"

Nada suaranya terdengar datar, seolah hanya sedang mengomentari sesuatu yang biasa saja. Tak lama kemudian ia melirik ke arah rombongannya.

"Kalian menyingkirlah. Sisakan tempat ini untuk kami."

Mendengar perintah itu, Tetua Agung Peng langsung menganggukkan kepala.

"Semua mundur! Cari tempat yang aman!"

Tanpa membuang waktu, seluruh tetua dan murid segera bergerak menjauh.  Tak lama kemudian, area di sekitar Boqin Changing dan Qiu Han menjadi kosong.

Kini hanya mereka berdua yang saling berhadapan. Qiu Han menggertakkan giginya. Tatapannya dipenuhi kebencian.

"Aku... akan membunuhmu!"

Boom!

Ledakan aura yang luar biasa langsung meletus dari tubuhnya. Gelombang energi berwarna kelabu menyapu ke segala arah seperti badai.

Bummm!

Tanah mulai bergetar hebat. Retakan-retakan bermunculan di permukaan bumi. Pohon-pohon besar di sekitar mereka bergoyang keras sebelum akhirnya satu demi satu tumbang.

Kraak! Brakkk!

Debu dan serpihan kayu beterbangan memenuhi udara.

Beberapa murid yang menyaksikan dari kejauhan langsung menelan ludah.

"Sungguh tekanan yang mengerikan..."

Salah seorang tetua mendadak membelalakkan mata.

"Aura itu... Itu benar-benar ciri khas pendekar bumi!"

"Tekanan ranahnya saja sudah mampu mengguncang wilayah di sekitarnya."

Beberapa murid langsung merasakan napas mereka menjadi berat hanya karena berada cukup dekat dengan medan pertarungan.

Namun di tengah tekanan yang begitu besar, Boqin Changing tetap berdiri tenang. Jubahnya hanya berkibar pelan diterpa angin.

Senyumnya bahkan tidak memudar sedikit pun. Seolah-olah aura pendekar bumi yang mampu membuat semua orang ketakutan itu sama sekali tidak memberikan pengaruh kepadanya.

Melihat sikap tersebut, wajah Qiu Han semakin muram.

"Tersenyumlah selagi kau masih bisa!"

“Badai Benang Perak!”

Swusss!

Ia mengayunkan kedua tangannya. Dalam sekejap, ribuan benang putih yang semula melayang di udara berubah menjadi lurus dan menegang. Setiap helainya memancarkan kilauan dingin, setajam bilah pedang.

Swusss! Swusss! Swusss!

Benang-benang itu melesat dari segala arah. Ada yang mengarah ke kepala, dada, leher, kaki, bahkan punggung Boqin Changing. Jumlahnya begitu banyak hingga nyaris menutupi seluruh pandangan.

Beberapa murid tanpa sadar menahan napas.

"Dia tidak punya jalan menghindar..."

"Itu terlalu banyak!"

Namun Boqin Changing sama sekali tidak berniat menghindar. Ia bahkan tidak mengubah posisi berdirinya.

Dengan santai, ia hanya mengangkat tangan kanannya. Lalu mengibaskannya sekali.

Wuussh!

Sebuah hembusan energi yang nyaris tak terlihat langsung menyapu ke depan.

Detik berikutnya...

Tang! Tang! Tang! Tang!

Ribuan benang tajam itu seolah menghantam dinding yang tidak kasatmata. Seluruh serangan terpental balik dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi.

Swusss! Swusss! Swusss!

Benang-benang itu melesat ke belakang Qiu Han, menghantam pepohonan, bangunan kayu, dan bebatuan hingga semuanya hancur berkeping-keping.

Brakkk!

Boom!

Debu kembali membumbung tinggi.

Sementara itu, Boqin Changing bahkan tidak bergeser setengah langkah. Ia masih berdiri dengan kedua tangan di belakang punggungnya, seolah baru saja mengusir seekor lalat yang mengganggunya.

Senyum tipis kembali muncul di wajahnya.

"Beberapa hari ini... aku sedikit bosan."

Tatapannya menatap lurus ke arah Qiu Han yang kini mulai kehilangan ketenangannya.

"Mungkin... kau bisa menemaniku bermain-main."

1
Raju
hadeeeeech.....
ta apalah !!
biar alurnya lambat asal selamat
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍👍
Nanik S
Baru kejutan si Tuan muda menyerah 👍👍👍
Nanik S
Wkwkwkwkwk Tuan besar kalah sama Boqin Feng...🤣🤣🤣🤣
yayat
diracunin ayahnya untuk mancing n dpt ijin dr ibunya boqin ga berkutik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe ayoooo mancing mania 👍🤣
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hiburan 🌽🔥
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Wu Xing tepat untuk tetap diSekte, karena dia Ketua Sekte yang ikut Boqin Changing ke Kaisaran Qin. selain menjaga Sekte bisa juga melatih orang diSekte.
Zainal Arifin
libur ???
Joedhi Ghenitz
sangat bagus, keren
Akhmad Baihaki
🤭🤭🤭🤭🤭
Blue Manusia Biasa
kacian Wu Xing🤣🤣
Nurhasnah Yolanda
mana kelanjutanya
bogel
top markotop
A 170 RI
menjaga kedua orang tuaku🤣🤣🤭
Xiao Shuxiang
VOTE MELUNCUR
Mamat Stone
/Shhh/
Mamat Stone
/Bye-Bye/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!