Athena clarisa mahendra. Adalah sosok gadis tangguh yang hidupnya penuh dengan siksaan yang ia dapat justru dari keluarganya sendiri. Di tindas oleh abang kembarnya dan selalu di siksa oleh ayahnya sendiri. Selama hidupnya bahkan tak pernah sedikit pun merasakan hidup bahagia. Keluarganya justru lebih menyayangi anak angkatnya yang memiliki sifat lembut,pintar dan baik hati.tanpa mereka tahu jika dibalik wajah lugu anak angkatnya itu tersimpan sifat licik dan maipulatif. Karna perlakuan keluarganya itu sudah mencapai batas sabar dan membuat Athena memiliki dendam dan janji untuk menghancurkan keluarga gilanya itu. Lalu bagaimana dengan kelanjutan hidup Athena?,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25: MANJA
Setelah kondisinya jauh lebih tenang, Bunda Nana baru menyadari bahwa tidak hanya ada dirinya dan Arga di dalam ruangan tersebut. Wanita paruh baya itu sempat sedikit terkejut saat pandangannya mengitari kamar rawat VIP.
"Loh, ada Vano," ucapnya sembari menyeka sisa air mata di pipi.
"Iya, Bunda. Vano dari tadi sudah di sini, kok. Tapi Bunda saja yang enggak melihat putra Bunda yang tampan ini sejak tadi," sahut Vano dengan senyum manis yang tulus, berusaha mencairkan suasana demi menghibur ibu dari sahabatnya itu.
Bunda Nana terkekeh pelan, lalu pandangannya beralih pada sosok pemuda tinggi tegap yang berdiri tak jauh dari brankar. "Kalau yang itu?" tanyanya dengan dahi sedikit mengernyit.
"Dia Tuan Muda Kenzo, Bun. Orang yang sudah membawa Athena ke rumah sakit ini," ujar Arga, memperkenalkan cowok itu kepada bundanya.
Mendengar hal itu, gurat keibuan di wajah Bunda Nana langsung melunak. "Ah, terima kasih banyak ya, sudah membawa putri nakal Bunda ke rumah sakit, Tuan Muda Kenzo," ucapnya tulus penuh rasa syukur.
Kenzo yang sejak tadi diam dengan ekspresi datar, perlahan menundukkan kepalanya sedikit. "Panggil Ken saja, Tante," jawabnya singkat.
Suaranya terdengar datar seperti biasa, namun ada nada kelembutan tersembunyi di sana.Bagi Kenzo, ia akan selalu menaruh hormat yang tinggi kepada orang yang lebih tua, asalkan orang tersebut memang pantas mendapatkannya—dan Bunda Nana adalah salah satunya.
"Baiklah, Nak Kenzo," ucap Bunda Nana dengan senyum hangat yang menghiasi wajah cantiknya.
"Lalu, Bang, bagaimana dengan manusia biadab itu?" tanya Bunda Nana kemudian, beralih menatap Arga yang kini duduk di sofa bersama Kenzo dan Vano.
Gurat kelembutan di wajah wanita itu mendadak hilang, digantikan oleh kilat kemarahan yang tertahan.
"Arga enggak akan menyentuh mereka sebelum Thea sendiri yang meminta, Bun," ujar Arga lirih, pandangannya lurus menatap langit-langit ruangan.
Bunda Nana menghela napas berat, matanya kembali berkaca-kaca saat menatap tubuh ringkih Athena di atas brankar.
"Thea terlalu berharap pada hal yang mustahil, Bang. Kalau memang dia mau, sejak dulu keluarga itu sudah bisa dia hancurkan dengan mudah."Wanita paruh baya itu menjeda kalimatnya sejenak.
"Hah... anak itu terlalu baik," sambungnya dengan nada penuh kepedihan.
"Bunda tenang saja. Thea hanya sedang menunggu sampai hatinya benar-benar dipenuhi kebencian, sampai kata maaf pun tidak akan mampu lagi mengetuk hatinya. Dan saat waktu itu tiba... maka penderitaan adalah satu-satunya jalan bagi mereka," ujar Arga dengan suara rendah.
Aura dominan dan intimidatif mendadak menguar kuat, memenuhi seisi ruangan VIP itu.
"Ekhem! Ekhem!"
Vano sengaja berdehem cukup keras, memotong kalimat sahabatnya.
Ia memberikan kode mata yang tajam agar Arga segera menutup mulutnya, mengingatkan bahwa di antara mereka saat ini masih ada Kenzo yang sedang menyimak dengan saksama.
Kenzo yang mendengar sepenggal cerita itu hanya terdiam dengan pikiran yang mulai melayang jauh.
‘Semampu apa Thea sampai bisa meruntuhkan keluarga yang mereka sebut biadab itu?’ batin Kenzo lirih. Sepasang mata tajamnya menatap lekat ke arah brankar. ‘Sebenarnya, sekeras apa kehidupan yang sudah dia lalui sampai luka semengerikan ini selalu dia dapatkan?’
Sementara itu, mendengar kode deheman yang cukup keras dari Vano seketika membuat Arga tersentak dan terdiam.
‘Sial, gue terbawa emosi sampai lupa kalau masih ada dia di sini,’ umpat Arga di dalam hati, merutuki kecerobohannya sendiri.
Saat ruang VIP mulai dipenuhi oleh obrolan ringan agar suasana tidak kembali canggung, tiba-tiba kelopak mata Athena bergerak.
Gadis itu mengerjap pelan, berusaha menyesuaikan pandangannya dengan sorot lampu ruangan yang terasa begitu terang di netranya.
Ketika arah pandangnya mengikuti asal suara pendengarannya, netra Athena langsung menangkap sosok Bunda Nana—ibu dari Arga yang sangat ia hormati dan sayangi.
"Bundaaaaa..." panggil Athena dengan suara parau, setengah merengek saat melihat sosok malaikat tak bersayapnya itu.
Mendengar rengekan khas yang sangat ia rindukan, Bunda Nana langsung menoleh. Sebuah senyuman hangat terbit di wajahnya saat ia melangkah cepat mendekati brankar.
"Putri Bunda akhirnya bangun juga. Thea haus, tidak?" tanya Bunda Nana dengan nada suara yang penuh perhatian.
"Thea haus, Bunda. Laper juga... Thea mau sate yang di persimpangan jalan itu, Bunda," jawab Athena, memamerkan sisi manjanya yang hanya keluar di depan wanita paruh baya itu.
Bagi Vano dan Arga, pemandangan Athena yang berubah menjadi mode manja seperti ini adalah hal yang biasa. Namun, bagi Kenzo?
Cowok itu terpaku di tempatnya. ‘Oh shit, you are really cute, baby,’ batin Kenzo dengan gemas, sampai harus menggigit bagian dalam pipinya sendiri demi menahan senyum agar tidak kelepasan.
Arga dan Vano yang menyadari Kenzo terus menatap ke arah brankar—lebih tepatnya menatap Athena tanpa berkedip—seketika menyadari satu hal. Tuan muda yang biasanya sedingin es itu tampaknya sudah mulai kehilangan kendali.
"Pesona Athena enggak kaleng-kaleng, Ga. Lo lihat, deh. Hampir ngiler tuh bocah," bisik Vano di telinga Arga, menahan tawa.
"Syaland lo! Hampir saja gue kelepasan ketawa," balas Arga berbisik, menyikut lengan Vano dengan kesal namun matanya ikut berkilat geli melihat ekspresi terpesona Kenzo.
"Putri Bunda manja sekali, padahal sudah besar, loh," ucap Bunda Nana sembari menoel gemas ujung hidung Athena.
"Ish, kan manjanya cuma sama Bunda. Masa harus malu?" jawab Athena dengan bibir yang mengerucut lucu.
‘Stop it, baby. You're making me crazy,’ batin Kenzo berteriak frustrasi. Melihat sisi lain Athena yang begitu manja seperti ini benar-benar membuatnya hampir hilang kendali karena menahan gemas.
"Serius enggak malu? Padahal di sini ada Bang Vano, Arga—"Belum sempat Bunda Nana menyelesaikan kalimatnya, Athena langsung menyela cepat.
"Biarin sih, Bun. Dua curut itu juga sudah tahu kalau Athena emang manja," sahut Athena yang memang sedang merindukan kasih sayang sang bunda.
Mendengar ucapan Athena, dua orang yang dipanggil curut itu seketika mendengus kesal secara bersamaan.
"Baru bangun udah rese," gumam Vano kesal, yang langsung diangguki setuju oleh Arga.
Namun, saat netranya tidak sengaja bergulir ke arah sofa di sudut ruangan, matanya mendadak bersirobok dengan sepasang mata hitam kelam milik Kenzo.
Deg!
Jantung Athena serasa berhenti berdetak sedetik. "Mampus, kenapa masih ada dia di sini?" gumam Athena sangat pelan, merutuki kebodohannya yang tidak memeriksa sekeliling terlebih dahulu.
"Hah? Thea ngomong apa, Nak?" tanya Bunda Nana karena tidak mendengar jelas bisikan lirih Athena.
Athena langsung menarik ujung baju Bunda Nana, menyembunyikan sebagian wajahnya yang mulai terasa panas.
"Bundaaaa! Kenapa enggak bilang kalau ada temen Thea di sini?" bisiknya panik di telinga sang bunda.
Bunda Nana terkekeh geli melihat kepanikan putrinya. "Tadi kan Bunda bicaranya belum selesai, tapi sudah Thea potong duluan."
"Lagian, kenapa memangnya kalau ada Kenzo? Thea malu karena sudah manja-manja seperti tadi, ya?" goda Bunda Nana, langsung menebak dengan tepat.
Dan tepat seperti tebakan sang bunda, pipi Athena seketika merona merah. Bukan karena efek demam tinggi yang menyerangnya, melainkan karena rasa malu yang luar biasa hebat.
‘Sial... sial... sial! Mau ditaruh di mana muka gue sekarang!’ batin Athena menjerit frustrasi sembari merutuki nasib apesnya hari ini.
...****************...
WELCOME TO MY 2ND BOOK! ✨
Mari kita temani Athena membalaskan dendamnya pada keluarga yang selalu menyiksanya.🔥
STAY TUNE TERUS SETIAP HARI YA GUYS! Karena bab baru akan selalu UP SETIAP PAGI DAN MALAM jam 07.00 dan 17.00 😙
JANGAN LUPA YAAA
LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA. THANK YOU! 🥰
orng mh malu2 meong,ni mlah malu2 setan....🤣🤣🤣
mau blang dia bdoh,tp dia ky gt ada alasannya....tp mlai skrng,jgn jd pngmis lg y thea....luka saat ini jd luka trakhir untkmu,abs tu ksih mreka blsan yg stimpal.....gemes aku tuuhh....pgn nabok....😠😠😠😡
Aku udh mmpir,slm knal....
btw,mskpn aku udh prnh bca crta yg sma tp aku ttp bca ko....aku suka cwek kuat dn tgas,ga yg ratu drama ky yg onoh....😁😁😁....
Aku tnggu up'ny y....smngttt....