cewek kere, apes, mulut pedas ketiban rejeki nomplok karena ketabrak CEO ganteng
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fira Lmj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mantu semprul
Hari ini Azizah dan Arofik telah resmi memiliki tempat tinggal, meski bersifat sementara tapi Alhamdulillah malam ini Azizah bisa berlindung dari dinginnya malam.
Saat baru menginjak lantai apartemen milik mama Casandra, Arofik dan azizah terlihat begitu antusias dan menatap ruangan tersebut penuh kekaguman melihat kemewahan yang ada mulai dari sofa yang terlihat begitu empuk dan nyaman, Televisi yang begitu besar bahkan tangan Arofik pun tak sampai jika memeluknya, lampu hias yang menggantung anggun di atas sofa semua itu sangat memukau.
Sampai ketika mama Casandra mengajak Azizah memasuki kamar, mata Azizah dan Arofik di buat takjub dengan semua yang tersedia di dalam kamar tersebut mulai dari kasur king size yang begitu besar dan terlihat sangat empuk dan nyaman, bahkan Arofik pun segera menaiki kasur king size tersebut dan Arofik begitu senang sampai melompat-lompat di atas kasur di sertai tawa yang sangat lepas.
Senyum merekah dan tatapan antusias tak pernah pudar dari wajahnya, Azizah yang melihat itu seketika membuat hatinya terasa hangat sekaligus terharu karena selama ini Arofik belum pernah sebahagia ini.
" Tante mama apa benar kasur empuk ini boleh buat tidurku malam ini?" ucap Arofik dengan antusias
" Iya sayang, bukan hanya kasur ini tapi seluruh seisi tempat tinggal ini boleh kamu gunakan" ucap mama Casandra sambil tersenyum menatap Arofik
" Waahh terimakasih Tante mamanya om Dimas" ucap Arofik dengan senyum merekah
" Panggil mama saja sayang" ucap mama Casandra
" Baik mama cantik dan baik hati, mama itu ibarat ibu peri yang cantik dan anggun" ucap Arofik
" Aahhh kamu ini pinter banget sih bikin mama bahagia saja" ucap mama Casandra sambil tersenyum malu-malu
" Serius mama, ibuku dulu juga cantik banget ma namanya ibu Linda" ucap Arofik
" Iya ibu kamu jauh lebih cantik dari mama, ibu kamu wanita terhebat sepanjang masa" ucap mama Casandra yang di angguki arofik
" Ya sudah kamu istirahat saja di sini, mama mau pulang dulu kasihan papa kalau mama tinggal terlalu lama" ucap mama Casandra
Kini Azizah mengantar mama Casandra sampai di depan lift, tetapi sebelum masuk lift mama Casandra menatap wajah Azizah sambil mengatakan keinginannya.
" Azizah tolong terima tawaran Tante ya, yang masalah jadi mantu Tante itu loh" ucap mama Casandra
" Iya Tante saya sudah menerimanya, dan saya siap menikah kapan pun yang Tante mau" ucap Azizah dengan mantap
" Alhamdulillah akhirnya anakku jadi sold out" ucap mama Casandra
" Ya sudah mulai sekarang kamu panggil saya mama, dan mama nomer HP kamu biar nanti kalau ada apa saya enak hubungi kamunya" ucap mama Casandra
" Maaf ma aku gak punya nomer HP karena aku gak punya HP, nomor sendal ada ma.. Mama mau?" ucap Azizah
" Kamu kira mama ini tukang sales sendal apa? Pakek acara bagi nomor sendal, toh nanti kalau belanja seserahan kamu sendiri yang pilih" ucap mama Casandra
" Gak usah seserahan juga gak apa-apa ma, toh aku gak ada sanak saudara cukup ijab qobul dan sah itu saja" ucap Azizah
" Hey kamu kira ini pernikahan kucing apa? ini gak sesederhana yang kamu bilang, ingat si Dimas Anggara itu CEO dari Aditama Group ya kali nikahannya cuma ijab qobul doang, ya gak lah nanti tuh bakal ada acara resepsi yang di hadiri relasi bisnis dari dalam negeri maupun luar negeri" ucap mama Casandra
" Waduh resepsi nikahan ma? Apa gak jomplang nanti penampilanku, coba lihat aku ma" ucap Azizah sambil memegang kedua pipi mama Casandra
" Lihat ma aku ini dekil, item ya meski gak item-item amat tapi ya item lah pokoknya, sedangkan mas Dimas berkulit putih, hidung mancung lah hidungku minimalis, tinggi mas Dimas sudah mirip tiang listrik lah aku sudah kayak botol Yakult yang mini tapi imut" ucap Azizah sambil terus memegang kedua pipi mama Casandra
" Aish lepaskan Azizah pipi mama sakit kamu pegangnya kekencangan" ucap mama Casandra sambil melepaskan tangan Azizah dari pipinya
" Maaf ma sengaja, eh tidak sengaja maksutnya" ucap Azizah
" Ya sudah mama sekarang pulang dulu, besok pagi mama kesini lagi" ucap mama Casandra
" Iya ma, hati-hati mama masih ingat jalan pulang kan ma?" ucap Azizah
" Kamu pikir saya ini pikun apa? Sampai lupa jalan pulang, kamu ini memang Azizah semprul" ucap mama Casandra
" Hehee maaf mama cantik yok pulang yok orang terkasih sudah menunggu di rumah" ucap Azizah
" Hey kamu usir mama dari apartemen mama sendiri gak etis banget" ucap mama Casandra sambil melotot ke arah Azizah
" Hust jangan melotot gitu ini sudah malam takut mbak kun-kun tersaingi" ucap Azizah
" Calon mantu semprul" ucap mama Casandra sambil melangkah masuk ke dalam lift
" Da... Mama cantik semoga selamat sampai tujuan jangan lupa titip salam sama my calon husband dari calon wife masa depan" ucap Azizah sambil melambaikan tangan
Di dalam lift mama Casandra tersenyum ketika mendengar ucapan Azizah yang sudah memberi lebel dirinya sebagai istri masa depan.
*_____
Di tempat lain tepatnya di ruang rawat VIP yang biasanya di huni oleh Azizah kini Dimas mendapati ruangan itu telah kosong tak berpenghuni.
" Kemana nih anak apa iya dia ngambek gara-gara tadi sore" ucap Dimas
" Masak sih gitu saja ngambek, apa dia mengira aku menolak perjodohan itu ya?" ucap Dimas sambil bertanya-tanya kepada dirinya sendiri
" Lagian mama ini pakek acara nawarin nikah kontrak segala, kayak aku ini gak laku saja gak tau apa kalau aku ini banyak di gemari kaum hawa di luar sana" gumam Dimas
" Lagian Azizah ini kemana sih, aku kan mau menerima acara nikah kontrak ini" ucap Dimas
" Mau hubungi pakai apa coba kalau Azizah saja tidak punya HP" ucap Dimas
*____
meninggalkan Dimas Anggara yang kini tengah kebingungan mencari keberadaan Azizah, yang ternyata telah keluar dari rumah sakit tanpa sepengatahuannya.
Malam ini di kota Surabaya, kini di landa hujan lebat dan di sertai petir yang begitu mengerikan, Azizah termenung di dekat kaca jendela apartemen mengingat betapa beruntungnya dia telah bertemu dengan mama Casandra yang sangat baik dan telah memberi tumpangan tempat tinggal yang seindah ini.
Azizah memandangi hujan tersebut dia mengingat saat masih tinggal di rumah kontrakan yang lama.
" Dulu waktu masih di rumah kontrakan kalau hujan gini pasti aku dan Arofik sangat sibuk membawa baskom untuk menampung air hujan karena atap rumah yang bocor, tapi sekarang aku sama Arofik bisa tidur nyaman tanpa mikirin atap bocor, apa lagi sekarang sudah ada kasur yang sangat empuk dan nyaman pasti besok pagi saat bangun tidur tubuhku dan Arofik tidak akan merasa pegal-pegal lagi" ucap Azizah
" Terimakasih ya Allah atas semua karuniamu, makasih sudah pertemukan aku dengan orang-orang baik seperti mas Dimas dan mama Casandra, tolong jaga dimana pun mereka berada ya Allah limpahkanlah kebahagiaan untuk mereka berdua" gumam Azizah dalam hati