NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua Pengembara Terkuat

Kehidupan Kedua Pengembara Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dazhi

Shen Dazhi, seorang pengembara yang berhasil mengumpulkan 10 pusaka legendaris yang diturunkan oleh Dewa. Bukan hanya itu, dirinya juga berhasil mengalahkan pemimpin sekte aliran hitam terbesar dan menjadi salah satu orang terkuat di dunia.

Namun rasanya semua itu tidak sepadan karena banyak sekali rekan-rekan serta orang tersayangnya yang mati dimasa lalu karena ulah sekte hitam tersebut.

Sampai akhirnya, dirinya diberikan kesempatan kedua oleh Dewa untuk kembali ke masa lalu dan menyelamatkan orang-orang berharganya.

Inilah cerita sang Pengembara dari masa depan yang kembali ke masa lalu untuk menulis ulang takdirnya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dazhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 : Pedang Baru dan Aura Pusaka Sven

Dazhi memperhatikan pedang yang berada di hadapannya dengan saksama. Pedang itu adalah pedang yang baru saja ia beli dari toko senjata. Kini, ia telah kembali ke kamar penginapan yang disewa Xiao Qingxuan di Kota Jianxia untuk mengamatinya lebih teliti.

Dazhi menyentuh bilah pedangnya dengan hati-hati, tangannya tidak terluka karena bilah pedang tersebut sudah tumpul, dipenuhi karat, dan dipenuhi goresan yang menunjukkan usianya telah sangat tua.

Bagi orang lain, pedang itu tak lebih dari besi tua yang tak layak dipakai. Namun, Dazhi memiliki alasan tersendiri mengapa ia rela mengeluarkan uang untuk membelinya.

Alasan itu adalah guratan huruf kuno yang terukir samar pada bilah pedang.

Huruf kuno merupakan huruf legendaris yang konon diciptakan langsung oleh para dewa. Setiap guratan mengandung kekuatan yang sulit dipahami manusia. Hanya artefak atau pusaka yang dibuat langsung oleh para dewa yang berhak menyandang ukiran tersebut.

Meski sebagian besar huruf-hurufnya sudah memudar, namun Dazhi masih bisa membaca tulisan yang terdapat pada bilah pedang itu.

Feil.

Itu adalah kata yang tertera pada bilah pedang tersebut. Kata yang membuat Dazhi yakin kalau pedang ini bukanlah pedang biasa.

"Sven, kau juga berpikiran hal yang sama denganku bukan?"

"Benar. Pedang ini produk gagal."

Dazhi tersenyum mendengar jawaban Sven.

Feil, itu adalah nama khusus untuk 'produk gagal'. Meskipun terdengar seperti ejekan, justru merupakan sebutan yang sangat diagungkan oleh para Kultivator yang mengetahuinya.

Konon, pada Zaman Para Dewa, setiap kali para dewa menciptakan pusaka legendaris, tidak semuanya berhasil mencapai kesempurnaan. Sebagian gagal memenuhi syarat untuk menjadi pusaka dewa karena cacat pada inti, retakan pada hukum langit, ketidakseimbangan kekuatan dan lain sebagainya.

Namun, kegagalan para dewa tetaplah berada pada tingkatan yang mustahil dicapai oleh manusia.

Meski tidak mampu menandingi pusaka legendaris yang sesungguhnya, kekuatannya masih jauh melampaui senjata-senjata biasa. Bahkan, satu Produk Gagal saja sudah cukup menjadi alasan bagi Kultivator untuk saling bertarung demi memperebutkannya.

"Hahaha!! Beruntung sekali karena bisa mendapatkan pedang ini! Walau tidak sekuat Wan, tapi ini bisa jadi pengganti sementara!"

Dazhi tak henti-hentinya tersenyum senang. Ia senang karena orang-orang di luar sana tidak menyadari kekuatan asli pedang ini.

Tak seorang pun akan mengira bahwa pedang rongsokan ini adalah pusaka gagal yang ditempa oleh tangan para dewa.

"Pedang ini tidak mempunyai aura dan sudah tertidur sangat lama. Jadi wajar tak ada yang meliriknya. Dazhi beruntung karena mempunyai aku. Kini dirimu mendapatkan pedang yang bagus dengan harga murah."

Dazhi menganggukkan kepalanya. Ini semua memang berkat Sven. Namun entah mengapa rasanya kesal juga mendengar ocehan sombong pusaka itu.

"Kalau kau?"

"Apa?"

"Kenapa tidak ada yang melirik mu? Padahal kau pusaka legendaris asli loh~"

"Lancang!"

Suara Sven bergema di dalam kesadaran Dazhi. Sepertinya ia marah karena kata-kata yang dirinya ucapkan.

"Aku tidak dilirik karena memilih menyegel auraku sendiri! Mana mungkin aku membiarkan manusia rendahan lain melirikku."

"Benarkah? Atau jangan-jangan kau juga dianggap barang rongsokan?"

"Sudah kubilang, aku menyegel auraku."

Nada yang dikeluarkan Sven berubah datar. Tiba-tiba, liontin giok hijau itu memancarkan cahaya kehijauan yang semakin terang.

Saat itu juga, Qi di sekitar Dazhi bergejolak hebat, diiringi aura hijau pekat yang menyebar ke seluruh ruangan. Kekuatan aura itu begitu dahsyat hingga menembus dinding penginapan dan memancar ke segala arah.

Kejadian itu setidaknya terjadi selama kurang lebih lima menit. Sampai akhirnya aura itu menghilang seolah tak pernah ada.

Dazhi menatap Sven dengan pandangan sangat-sangat kesal. Ya ampun, pusaka itu baru saja mengeluarkan aura kuatnya. Tentu saja ini membuat Dazhi pusing, bagaimana kalau Kultivator lain jadi mengetahui keberadaannya? Hidup Dazhi akan menjadi tidak tenang karena diburu para Kultivator.

"Sven, kenapa kau melakukan itu. Astaga..."

"Apa? Tadi itu aku menahan diri. Jadi aku cuma mengeluarkan sedikit auraku."

"Sedikit?!! Auramu itu sampai keluar dari penginapan loh!! Aku bertaruh, seluruh Kultivator dikota Jianxia melihat aura itu!!!"

"Eee... Lagipula ini juga salah Dazhi karena memprovokasi aku..."

Dazhi menghela nafas. Ia tak menyangka kalau menjahili pusaka legendaris akan berakibat seperti ini.

"Ugh..."

Tiba-tiba terdengar sebuah lenguhan pelan. Dazhi segera menoleh ke arah pedang yang masih berada dalam genggamannya.

Pedang ditangannya mulai terbangun, mungkin dia juga ikut merasakan aura kuat yang dikeluarkan Sven sehingga jadi terbangun.

"Apa? Dimana aku?" Bingung pedang itu.

Dazhi tersenyum melihatnya, setidaknya pedang yang bangun ini bisa menjadi penghiburannya karena tindakan Sven tadi.

"Pedang, sekarang aku adalah pemilikmu."

Pedang itu terdiam sejenak sebelum akhirnya menjawab dengan ketus. "Tidak mau."

Dazhi mengernyitkan dahinya. "Hah? Tidak mau?" ulangnya, sedikit tidak percaya.

"Tidak mau." Pedang itu mengulang dengan nada yang sama. "Aku memang sudah lama tertidur, tapi bukan berarti aku akan mengakui manusia pertama yang mengangkatku."

Dazhi memijat kepalanya yang terasa pusing, tadi dirinya dihadapkan dengan Sven yang tiba-tiba mengeluarkan auranya. Sekarang pedang ini tidak mau menjadikan dirinya menjadi pemilik.

"Meskipun aku produk gagal, kekuatanku hampir setara dengan setengah kekuatan tuan pedang suci Wan. Itulah sebabnya, mana mungkin diriku akan mengakui anak kecil lemah sepertimu!"

"Pft--" Sven hampir tertawa mendengar ucapan pedang itu. Dia tertawa karena ucapan 'anak kecil lemah' yang ditujukkan pada Dazhi.

Untungnya Dazhi adalah orang yang sabar, dikehidupan dahulu dirinya juga kesusahan dalam menangani pusaka-pusaka legendaris beserta sifat tak terduga mereka, jadi sekarang ia sudah agak terbiasa.

"Bagaimana kalau aku bukanlah anak kecil lemah seperti apa yang kau ucapkan?"

"Hah? Bukankah ku memang lemah? Ranah Kultivasi mu saja baru sampai—"

Pedang itu berhenti berceloteh ketika Dazhi menunjukkan Sven yang ada di lehernya. Ia sepertinya tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"B—bagaimana bisa..."

"Lihat~ Aku adalah pemilik Pusaka legendaris. Apa kau yakin mau meremehkan ku?"

Pedang yang semula mengeluarkan nada sombong dan meremehkan itu seketika gentar. Ia kebingungan dengan identitas Dazhi. Pusaka Legendaris itu tak akan tunduk terhadap orang biasa yang tak menarik, mereka selalu memilih-milih pemilik.

Kalau anak dihadapannya ini bisa menjadi pemilik salah satu Pusaka Legendaris, maka artinya identitas nya bukanlah bocah biasa.

"Maaf telah meremehkan dirimu... Tuan."

Dazhi tertawa girang karena ucapan pedangnya. Akhirnya pedang ini takluk juga pada dirinya.

"Sekarang tuan, tolong sebutkan namamu untuk kontrak kepemilikan dan alirkan Qi kepadaku agar fisikku menjadi lebih baik."

Dazhi mengangguk, ia lalu mulai mengalirkan Qi pada pedang dihadapannya dan menghujamkan namanya.

"Kontrak Kepemilikan, Shen Dazhi."

Seketika cahaya putih menyilaukan keluar dari pedang dihadapannya. Bersamaan dengan itu, pedang yang awalnya lusuh, tumpul, dan penuh goresan berubah menjadi seperti baru.

Bukan hanya itu, pedang tersebut juga mengeluarkan aura yang sama seperti aura yang dikeluarkan Sven tadi. Aura kuat yang terbentuk sampai keluar penginapan.

"Kontrak kepemilikan diterima. Sekarang saya adalah milikmu, tuan Shen Dazhi."

1
Blueria
up terus🌹👍💪
Anonim
up
Blueria
up up🌹
Dazhi anak sehat: siapp😁
total 1 replies
Blueria
kurang tinggi tingkat kultivasi mu Thor, makanya bingung🤭 hihi🤭
Dazhi anak sehat: iya ini, harus ditingkatkan lagii🤭
total 1 replies
Blueria
haha🤭
Blueria
Latihan Saitama🤣😭
Dazhi anak sehat: gak nyangka ada yang sadar🤭🤣
total 1 replies
Blueria
saya kasih 3🌹 biar tambah semangat
Dazhi anak sehat: terimakasih/Rose/, saya jadi tambah semangat buat up nya
total 1 replies
Blueria
Semangat berkarya, jangan pantang menyerah dalam menulis💪
Dazhi anak sehat: Terimakasih dukungannya/Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!