Karena pria yang mencintainya meninggalkan dirinya di hari pernikahannya membuat Lavanya mau tidak mau harus menikah dengan Mike.
Mike berusaha untuk menjalani pernikahan mereka meski pernikahan itu didasari tanpa cinta dan Lavanya tidak mudah membuka hatinya.
Percekcokan terjadi di antara mereka, Lavanya benar-benar tidak ingin mencoba untuk rumah tangganya dan tidak mungkin berpisah karena keluarga calon suaminya itu dikenal oleh orang banyak dan sangat terhormat.
Sahabatnya masuk dalam rumah tangga mereka dan menghancurkan rumah tangga itu dengan Mike mencari kenyamanan pada Arumi.
Ketika Lavanya menyadari adanya yang tidak sehat dalam rumah tangganya, bagaimana dirimu manfaatkan dan terlalu sibuk untuk dirinya dan sampai akhirnya mengetahui perselingkuhan suaminya. Lavanya ternyata tidak mundur dan justru maju untuk merebut suaminya kembali.
Bagaimana kelanjutan hubungan pernikahan antara Mike dan Lavanya. Apakah pada akhirnya Lavanya kembali mendapatkan suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27 Istri Sah
"Tamu penting Pak Mike adalah istrinya," tegas Naomi berbicara berterus terang membuat Naomi mengerutkan dahi.
"Kamu bilang apa?" tanyanya lagi.
"Tamunya pak Mike, Bu Lavanya yang saat ini berada di dalam ruangan pak Mike," jawab Naomi.
Naomi bahkan memperhatikan bagaimana wajah Arumi dipenuhi dengan kekesalan, bagaimana tidak jika kamu dari kekasihnya adalah istrinya sendiri yang tidak pernah datang ke kantor itu dan sekarang berada di dalam ruangannya.
"Astaga ternyata begini ekspresi wajah dari seorang pelakor jika cemburu ketika selingkuhannya bersama dengan istrinya, sungguh sangat menjijikan, tidak heran jika model-model seperti wanita yang dihadapanku ini pasti menjadi simpanan dari pengusaha, tapi sayang sekali dia harus bersaing dengan wanita yang elegan seperti Lavanya," batin Naomi memperlihatkan ekspresi jijik pada Naomi.
"Kenapa Lavanya tiba-tiba harus datang ke kantor Mike, hal yang tidak pernah dilakukan!" umpat Naomi dengan emosi.
"Maaf Bu. Saya hanya diperintahkan oleh pak Mike untuk tidak mengizinkan siapapun yang masuk dan apalagi tidak memiliki janji yang tercatat di agenda saya," ucap Naomi.
"Apa-apaan Mike," umpat Arumi di dalam hati terlihat begitu kesal.
"Astaga, pelakor ini tidak pergi juga? Ya sejak kapan ada pelakor tahu diri," batin Naomi istri orang yang paling kesal melihat Arumi masih tetap berada di depannya.
"Hmmmm, Nona Arumi apakah memerlukan sesuatu atau ada sesuatu yang dibahas, bisa titipkan pesan kepada saya saja," ucap Naomi.
"Tidak perlu," sahut Arumi tampak begitu kesal dan kemudian langsung pergi begitu saja.
"Issss, pelakor zaman sekarang memang merasa seperti istri sah. Padahal dia bintang terkenal, bagaimana jika karirnya berantakan karena scandal perselingkuhan yang telah dibuat, huhhhh udah bagus karir lagi bagus ada dihancurkan oleh diri sendiri," Naomi sejak tadi tidak berhenti mengoceh kekesalan dengan Arumi.
******
Lavanya tetap setia berada di ruangan suaminya. Saat ini keduanya sedang menikmati makanan yang bersama, makanan yang sebelumnya telah dipesan Mike.
"Kamu tidak merasa jenuh bersama saya di tempat ini?" tanya Mike sembari membuka kotak makanan tersebut.
"Justru terkadang jika terlalu lama di rumah, membuat jenuh," jawab Lavanya.
"Ya, kamu memang harus sering-sering keluar rumah, lagi pulang tidak melakukan aktivitas apapun di dalam rumah akan membuat bosan dan bukankah wanita di zaman sekarang Ini kebanyakan mengekspor hobi mereka daripada harus rebahan di atas tempat tidur," sahut Mike memberikan makanan yang telah dia siapkan kepada istrinya.
"Makasih," sahut Lavanya.
"Kita makan!" ajak Mike.
Lavanya menganggukkan kepala dengan keduanya mulai menikmati makanan tersebut.
"Oh iya Lavanya, apa kamu menyukai sesuatu hal yang lain?" tanya Mike.
"Maksudnya menyukai dalam hal apa?" Lavanya kembali bertanya.
"Ya, mungkin saja ada hobi yang kamu jalani saat ini atau harus berhenti kamu jalani?" tanya Lavanya.
"Hmmmm.... dulu aku suka melukis, tetapi memang sudah lama sekali tidak melakukan hal itu," jawab Lavanya.
"Kenapa?" tanya Mike.
"Hmmmmm, semenjak menikah aku tinggal di rumah kamu, aku merasa tidak bisa mengekspresikan diri, mungkin karena memang mengalami kesulitan untuk bersosialisasi di rumah kamu," jawab Lavanya.
"Tetapi sekarang kamu sudah banyak kemajuan, aku lihat-lihat kamu tidak mampu untuk mengekspresikan diri, sudah bisa menyesuaikan diri dengan orang-orang di rumah, jadi menurut saya, kalau kamu memiliki hobi yang membuat kamu bahagia, kenapa tidak untuk menjalankannya, lagi pula kapan lagi kamu akan menjalankan hobi hobi kamu, jujur saja saya juga bahkan ingin melihat hasil lukisan kamu," ucap Mike ternyata memberi dukungan yang besar kepada istrinya.
"Benarkah?" tanya Lavanya.
"Ya, lain kali mungkin saya akan mendapat kesempatan untuk melihat lukisan kamu," ucap Mike.
"Baiklah, nanti jika kak Mike tidak sibuk bisa menemani Lavanya untuk melukis dan semoga saja lukisannya bisa membuat Kak Mike tertarik," ucap Lavanya.
"Saya tidak sabar untuk melihatnya," sahut Mike.
Lavanya tersenyum, ternyata Mike mendukung apapun kegiatan yang ingin dilakukan istrinya.
*****
Arumi ternyata masih berada di perusahaan, tapi Arumi berada di dalam mobil yang terparkir di depan gedung pencakar langit tersebut. Arumi tampak gelisah melihat di sekitarnya, wajahnya terlihat emosi yang sebentar-sebentar melihat ke dalam gedung tersebut.
"Ini bahkan sudah hampir 4 jam, kenapa Mike tidak keluar sama sekali dari dalam kantor? Apa yang dilakukan di sana dan apa benar dia masih bersama dengan Lavanya. Lavanya juga apa-apaan, apa yang membuatnya tiba-tiba saja datang ke kantor, apa dia tidak memiliki pekerjaan lain, kenapa Lavanya makin hari semakin menyebalkan!" umpat Arumi dengan mulutnya yang tidak berhenti mengoceh karena kesal atas tindakan Lavanya.
"Lavanya belakangan ini aku melihatnya berubah, bukan hanya dari penampilan saja yang membuatnya lebih fashionable daripada sebelumnya, lepas dari cupu dengan kacamata keramatnya, tetapi dari cara bicaranya dan justru kedekatannya setiap hari dengan Mike juga berubah drastis, Mike juga terlihat agak dekat dengannya dan belakangan ini perhatian Mike tertuju pada Lavanya," Arumi sudah mulai panik dan merasa seperti ada sesuatu hal yang besar terjadi.
"Arumi kamu harus tenang dan tidak perlu gelisah seperti ini, ingat Lavanya bukanlah sainganmu, Lavanya bukan siapa-siapa dan tidak akan pernah menjadi sainganmu. Lavanya gadis culun itu tidak akan bisa merebut Mike dariku, Mike adalah milikku," ucap Arumi dengan tersenyum miring.
Sebenarnya Arumi panik dengan perubahan besar yang terjadi pada Lavanya, hanya saja Arumi menganggap bahwa Lavanya bukanlah saingan yang berat untuknya dan tidak mungkin bisa bersama dengan Mike.
*****
Lavanya masih berada di ruangan Mike, menemani suaminya bekerja. Mike tetap fokus duduk di bangkunya dengan menandatangani beberapa berkas yang baru saja diantarkan Naomi sementara Lavanya duduk di sofa membaca buku yang dia temukan di ruangan Mike.
Sebenarnya Mike ada beberapa janji harus bertemu dengan klien di luar, tetapi karena keberadaan sang istri membuat Mike meminta sekretarisnya untuk menunda janji tersebut.
Di tengah kesibukan Mike dengan berkas-berkas tersebut, matanya melihat ke arah Lavanya melihat bagaimana cantik dan teduhnya sang istri.
Mike tiba-tiba saja tersenyum, entah apa yang saat ini dia pikirkan, mungkin saja Mike tidak pernah menduga bisa melihat Lavanya sekarang lebih dekat lagi dengannya, berpenampilan jauh lebih cantik dari pada sebelumnya.
Sebenarnya istrinya sangat cantik, hanya saja selama ini kecantikannya dia tutupi. Lavanya memilih untuk berpenampilan sederhana, Mike mungkin lebih menyukai istrinya saat ini bukan karena kecantikannya yang dipancarkan, tetapi bagaimana Lavanya dalam pernikahannya, menjadi pribadi yang lebih baik dan berusaha untuk mendekatkan diri pada suaminya.
Lavanya mungkin hanya bisa melakukan hal itu daripada membiarkan suaminya terjerumus dalam perselingkuhan dengan sahabatnya.
Bersambung......
reputasinya , kamu dan seluruh keluarga