NovelToon NovelToon
KODE MERAH: CINTA

KODE MERAH: CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Thriller / Sci-Fi / Romantis
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: ririma

Berciuman tidak diperbolehkan di dunia ini, apalagi berhubungan seks. Bayi dibuat oleh mesin dan cinta melanggar hukum. Tetapi sepasang kekasih saling jatuh cinta dan sang wanita hamil. Akankah mereka berhasil melarikan diri sebelum terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Ruang Interogasi

Langkah kaki Carson diseret paksa menyusuri koridor yang semakin lama semakin menyempit dan sunyi. Berbeda dengan dinding laboratorium yang bercat putih steril, dinding menuju Ruang Interogasi Tingkat Atas ini dilapisi baja hitam legam yang meredam suara. Hanya ada gemuruh rendah dari mesin generator raksasa di bawah tanah.

Pintu tebal berlapis isolator magnetik di ujung koridor berdesing, terbuka otomatis.

Carson didorong masuk ke dalam sebuah ruangan berbentuk melingkar yang minim pencahayaan. Di tengah ruangan, sebuah kursi logam berat dengan berbagai kabel tebal dan sabuk pengikat hitam sudah menunggu. Carson langsung dipaksa duduk di sana. Dua petugas dengan cepat mengunci kedua pergelangan tangan, pergelangan kaki, hingga dadanya dengan sabuk pengikat tersebut.

Begitu pengunci magnetiknya aktif, Carson merasakan sensasi kesemutan yang aneh menjalar di sepanjang tulang punggungnya. Kursi ini adalah Static Volt-Chair. Sebuah kursi interogasi yang dialiri arus listrik mikro konstan. Arus itu tidak mematikan, namun dirancang untuk memicu ketegangan saraf motorik secara konstan, membuat otot penggunanya kaku dan memberikan rasa nyeri yang membakar setiap kali mereka mencoba memberontak.

"Tetap di posisimu!" geram salah satu petugas sebelum melangkah mundur ke kegelapan.

Pintu ruangan kembali bergeser. Suara ketukan sepatu bot yang ritmis dan berwibawa terdengar mendekat. Dari balik bayang-bayang lampu sorot, muncul sesosok pria paruh baya dengan seragam militer berhias lencana emas penuh di dadanya. Mantel hitam panjangnya berkibar samar. Wajahnya tegas dengan rahang kokoh dan sepasang mata elang yang dingin.

Huwky, Panglima Sektor Militer. Pimpinan tertinggi yang memegang kendali absolut atas seluruh pasukan dan keamanan di sektor ini.

Panglima Huwky tidak langsung bicara. Ia berjalan memutari kursi Carson, mengamati pemuda itu seolah-olah sedang memeriksa seonggok limbah biologis yang mengganggu pemandangan.

"Carson," suara Panglima Huwky berat dan bergaung, sarat akan tekanan intimidasi. "Nama yang cukup bersih di sistem data sipil. Tidak ada catatan kriminal, tidak ada pelanggaran disiplin. Tapi ternyata, di balik wajah datarmu ini, kamu menyembunyikan bakat sebagai parasit negara kelas kakap."

Carson mengatur napasnya yang mulai terasa berat akibat tekanan sabuk di dadanya. "Saya menghormati otoritas Anda, Panglima. Tapi saya berhak tahu atas dasar apa saya diikat di kursi ini seperti seorang pengkhianat."

Panglima Huwky terkekeh, suara tawanya dingin tanpa riak. Ia berjalan menuju meja kendali di depan Carson, lalu menekan sebuah tombol. Sebuah layar hologram besar menyala, menampilkan grafik fluktuasi logistik Sektor Militer.

"Jangan berlagak bodoh di hadapanku, anak muda," cetus Panglima Huwky, matanya menyipit tajam. "Selama satu bulan terakhir, tim audit kami menemukan adanya anomali besar. Jatah pangan khusus militer terus-menerus berkurang secara berkala setiap minggunya. Sangat rapi, terstruktur, bahkan lolos dari protokol berlapis."

Panglima Huwky menjentikkan jarinya. Tampilan hologram berubah, memunculkan kode identifikasi digital dan foto wajah Carson. "Dan tebak ke mana aliran hilangnya barang berharga itu? Semuanya masuk secara berkala ke dalam log inventori digital milikmu, Carson. Dengan teganya kamu mencuri hak para prajurit yang mengabdi pada negara ini."

Jantung Carson mencelos. Ternyata ini semua karena jatah pangan khusus militer yang selama ini dia dapatkan setiap minggunya. Tapi, dia tidak mencurinya. Semua itu dia dapatkan atas wewenang dari Direktur Utama di Pusat Laboratorium Kesehatan tempatnya bekerja. Memang benar dia pernah meretas sistem logistik militer untuk menyelundupkan jatah pangan khusus militer, tapi itu hanya satu kali. Itupun, ia menyamarkan jejaknya dengan mengalirkan barang tersebut ke dalam limbah pembuangan medis.

Jadi, jika sekarang yang menjadi masalah adalah adanya jatah pangan khusus militer yang masuk ke inventori pribadinya, maka itu bukan perihal aksi penyelundupannya. Sekarang yang ada di dalam pikirannya adalah meluruskan permasalahan ini. Carson punya alibi yang sempurna untuk keluar dari masalah ini. Dia harus membela diri.

"Itu memang benar, Panglima," jawab Carson, mencoba menahan suaranya agar tetap stabil di bawah pengaruh arus listrik kursi yang mulai membuat pundaknya linu. "Saya memang menerima jatah pangan khusus militer itu setiap minggu secara resmi. Tapi itu bukan curian. Saya mendapatkannya sebagai bagian dari fasilitas kompensasi tugas."

"Kompensasi tugas?" Panglima Huwky menaikkan satu alisnya, menatap Carson dengan pandangan menghina. "Seorang warga sipil seperti kamu mendapatkan jatah pangan khusus militer? Lelucon macam apa ini?"

"Itu wewenang langsung dari Direktur Utama Laboratorium Kesehatan," potong Carson cepat, menatap lurus ke mata Panglima. "Beliau yang memberikan instruksi khusus dan menandatangani otorisasi jatah tersebut saat memindahkan saya ke Sektor Militer. Anda bisa memeriksa manifes pengiriman rahasia dari pihak direktur jika Anda meragukan kata-kata saya."

Bugh!

Sebuah hantaman keras dari sarung tangan kulit berlapis logam milik petugas di sampingnya bersarang tepat di rahang kiri Carson. Kepalanya tersentak hebat ke kanan. Rasa amis darah seketika merebak di dalam mulutnya. Carson meringis, giginya mengatup rapat menahan denyut nyeri yang menjalar ke pelipisnya. Arus listrik di kursinya mendadak melonjak naik selama dua detik akibat respons tubuhnya yang menegang, mengirimkan rasa kejut yang membakar di lengannya.

"Jaga bicaramu, anak muda! Kamu sedang berbicara dengan Panglima! Jangan berani memotong kalimat Beliau!" bentak petugas yang baru saja menonjoknya.

Panglima Huwky mengangkat tangan kanannya, memberi isyarat agar petugas itu mundur. Ia berjalan mendekati Carson yang kini sedang meludahkan sedikit darah ke lantai beton.

"Direktur Utama Laboratorium Kesehatan, katamu?" Panglima Huwky mencondongkan tubuhnya, menatap Carson dari jarak dekat. "Kamu pikir dengan menyeret nama pejabat tinggi setingkat dia, aku akan gentar dan melepaskanmu begitu saja? Asal kamu tahu, semua bajingan yang tertangkap di ruangan ini selalu punya seribu satu nama besar untuk dijadikan tameng."

"Saya tidak sedang mencari tameng, Panglima," desis Carson, napasnya memburu, matanya menatap tajam meski sudut bibirnya mulai membiru dan meneteskan darah. "Saya hanya menyampaikan fakta. Jika Anda tidak percaya pada kata-kata seorang warga rendahan seperti saya, Anda memiliki kuasa penuh untuk langsung menghubungi Direktur Utama sekarang juga. Mintalah konfirmasi langsung dari mulut beliau."

Panglima Huwky diam selama beberapa saat, menimbang-nimbang keberanian yang ditunjukkan oleh pemuda di depannya. Jarang ada tahanan yang berani menantang verifikasi langsung ke tingkat atas dengan mata sekokoh itu.

Huwky mendengus, lalu berbalik dan berjalan menuju alat komunikasi yang terenkripsi di dinding. Ia memasukkan kode otoritasnya dan menekan tombol panggilan khusus ke jalur pribadi Direktur Utama Laboratorium Kesehatan.

Ruangan itu hening selama satu menit penuh. Hanya ada suara nada tunggu digital yang monoton.

“Jalur komunikasi dialihkan otomatis. Pengguna yang Anda tuju saat ini sedang menjalankan tugas penting. Seluruh komunikasi masuk ditangguhkan hingga dua puluh empat jam ke depan.”

Suara operator sistem itu membuat napas Carson tercekat. 'Sial. Kenapa harus di saat seperti ini?'

Panglima Huwky mematikan layar komunikasi dengan ketukan kasar. Ia berbalik menatap Carson dengan senyuman dingin yang mengerikan. "Tampaknya dewi keberuntungan sedang tidak memihakmu, Carson. Direktur Utama sedang menjalankan tugas penting. Beliau tidak bisa diganggu atau menerima panggilan apa pun sampai besok pagi."

"Kalau begitu tunggu sampai besok," tuntut Carson, mencoba menyembunyikan kepanikan yang mulai membakar dadanya.

Panglima Huwky berjalan mendekati meja, mengambil sebuah perangkat pemindai portabel. "Menunggumu sampai besok adalah pemborosan waktu. Prosedur standar untuk kasus sabotase dan pencurian material organik skala besar adalah penggeledahan total ke kediaman tersangka. Aku akan mengirim satu tim pasukan untuk menggeledah apartemenmu saat ini juga. Jika ada barang bukti pangan militer yang kamu sembunyikan di sana..."

"Jangan!"

Refleks, Carson mencoba menyentak tubuhnya ke depan. Tindakan itu langsung memicu sistem keamanan kursi besi tersebut.

BZZZZZT!

Arus listrik bertegangan menengah langsung ditembakkan ke seluruh simpul saraf Carson. Tubuh pemuda itu mengejang hebat di atas kursi, matanya terbelalak, dan seluruh ototnya mengencang ekstrem menahan rasa sakit yang luar biasa seperti dibakar dari dalam. Napasnya tertahan di tenggorokan selama beberapa detik yang menyiksa sebelum arus itu kembali diturunkan ke batas normal.

Carson terkulai lemas di sandaran kursi, napasnya terengah-engah dengan peluh dingin yang langsung membanjiri seluruh tubuhnya. Kepalanya berputar hebat, namun di dalam otaknya yang mulai melemah, alarm bahaya justru berdering berkali-kali lipat lebih keras.

'Apartemen... jangan apartemen.'

Di apartemen itu ada rahasia yang sejauh ini berhasil ia simpan rapat-rapat. Di sana ada jalur rahasia menuju apartemen Nezha juga ada tanaman tomat yang tumbuh subur di balik pipa ventilasi dapur. Jika pasukan militer menggeledah apartemennya, rahasia itu akan terbongkar dalam hitungan menit. Jika itu terjadi, bukan hanya dirinya yang kena, Nezha juga akan ikut terseret.

Carson menelan ludah, mengabaikan rasa anyir darah dan denyut menyiksa di sekujur tubuhnya. Ia harus memutar otak secepat mungkin. Panik hanya akan membuat Huwky mencium bau kebohongan.

"Panglima... dengarkan saya," ujar Carson, suaranya parau namun ditekan sedemikian rupa agar terdengar penuh penekanan. "Jika tujuan penggeledahan itu hanya untuk mencari barang bukti fisik... Anda tidak perlu repot-repot mengirim pasukan. Saya akui, barang itu memang ada di apartemen saya."

Panglima Huwky menoleh dengan dahi berkerut. "Oh? Akhirnya mengaku?"

"Saya memang mengakuinya dari awal, Panglima. Karena seperti yang saya katakan, itu adalah kompensasi resmi," potong Carson cepat sebelum interupsi lain datang. "Tapi, ada hal lain yang harus Anda pertimbangkan sebelum mengirim pasukan untuk menggeledah apartemen saya."

Carson menarik napas dalam-dalam, mencoba menstabilkan debar jantungnya. "Di dalam apartemen itu, terdapat beberapa instrumen penelitian aktif yang sedang saya kerjakan di bawah otoritas langsung Laboratorium Kesehatan. Sifatnya sangat rahasia dan sensitif terhadap kontaminasi luar."

Carson menatap lurus ke dalam sepasang mata elang Huwky, menggunakan kartu as terakhirnya.

"Otoritas Laboratorium Kesehatan dan Sektor Militer selama ini memiliki batas yurisdiksi yang jelas. Jika pasukan Anda masuk, mengobrak-abrik, dan tanpa sengaja merusak atau membocorkan proyek rahasia tersebut... apakah Anda siap bertanggung jawab atas keretakan hubungan politik antara Sektor Militer dan pihak Direktur Utama? Semua itu hanya karena Anda menolak menunggu konfirmasi yang bisa didapatkan dalam dua puluh empat jam?"

Ruangan itu kembali hening. Panglima Huwky menyipitkan matanya, menimbang argumen Carson. Ancaman implisit tentang gesekan politik antar-lembaga setingkat direktorat bukanlah hal yang bisa diabaikan begitu saja, sekecil apa pun kemungkinannya.

Huwky berjalan mendekat, menatap Carson dengan pandangan menyelidik yang teramat tajam. Instingnya mengatakan bahwa pemuda ini sedang menyembunyikan sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar 'penelitian laboratorium'. Keberaniannya terlalu nekat.

"Kau sangat pandai bicara untuk ukuran seorang tikus laboratorium, Carson," desis Huwky, senyum dinginnya kembali terkembang samar. "Baiklah, untuk saat ini penggeledahan ditunda sampai besok pagi, setelah aku mendengar sendiri konfirmasi dari Direktur Utama itu."

Huwky berbalik memunggungi Carson, memberi isyarat pada petugas. "Awasi dia!"

Begitu sosok Panglima menghilang, Carson mengembuskan napas panjang. Tubuhnya langsung terkulai lemas di atas kursi logam. Otot-ototnya yang kaku perlahan mengendur, menyisakan rasa linu yang luar biasa.

Dia berhasil memalsukan alasan. Apartemennya aman untuk sementara waktu, dan Nezha tidak akan terseret malam ini. Rasa lega sempat melintasi benaknya.

Namun, rasa lega itu segera sirna, digantikan oleh firasat buruk yang mencengkeram dadanya. Respons Panglima Huwky yang terlalu mudah diyakinkan terasa sangat janggal. Senyuman tipis dan tatapan penuh arti sebelum pria itu pergi tadi tidak menunjukkan bahwa Huwky percaya pada alibinya. Justru sebaliknya, Huwky tampak seperti seorang predator yang sengaja melonggarkan cengkeramannya, hanya untuk melihat ke mana mangsanya akan berlari.

1
Anisa Nur Afifah
sampai sini dlu
Rudy satria
kapan avnan di rekrut jadi anggota tim cari jalan kapur carson,jangan lama²😅
Rudy satria
semoga carson bisa menemukan jalan keluar,supaya kita bisa ketemu emm tapi kalo udah keluar jangn ke negara Konoha ya carson pemerintah nya sama,sama² menindas rakyat🤭🤭
ririma: waduh, kayaknya carson juga bakal mikir dua kali kalau mau pindah ke sana kak😅
total 1 replies
Firmahadi
izin mampir bg
Rudy satria
mudah²n kalo
i ini panglima berbuat baik
Rudy satria
semakin kuat kalo avnan mau di ajak gabung,hancurkan negara yang memiliki peraturan di luar loh 😅😅😅
Rudy satria
iiih ternyata teman👏👏
ririma: yeayy👏🏻
total 1 replies
kabur ke luar negeri aja🤭
berati udah gak ada lagi hiburan model gituan, hambar banget idupnya, apa maen sendiri juga bakal kena pasal?🤭
berati orang-orang di sini gadak yang nikah juga kah?
ririma: yap,,
total 1 replies
jadi buron dong ya
ririma: iya kalau ketahuan tapi kak, untungnya sejauh ini masih aman kak
total 1 replies
wkwk, baru juga pembukaan🤭
halo kak, aku mampir🤭
Rudy satria
nah bylla itu penuh misteri yang tak terduga,mudah²n si dia kekasih avnan,mereka berempat kalo bersatu bisa semakin kuat dan mungkin mereka bisa menembus pertahanan pemerintah
Rudy satria
mudah²n si itu bylla,dan juga mudah²n bylla mendukung dan tidak menangkap Nessa+carson
Rudy satria
👏👏🥳🥳keren, sebelum nya saya slalu baca yang retingnya sudah tinggi atau pembacanya banyak itu di pastikan bagus,nggk sengaja ngeklik novel yang mungkin author nya baru merintis sungguh karyamu keren Thor semoga saya bisa ngawal sampai kamu sukses,saya yakin dengan cerita yang rumit saja bisa di pahami saya yakin kamu bakal sukses semangat terus Thor🥰🥰🥰🥰
ririma: maaf kak, irl lagi sibuk soalnya, sekarang uda up kok, bisa langsung di cek yaa😊
total 3 replies
Rudy satria
benar² pejabat yang kurang teliti pantes gampang di tipu,selamat carson semoga bisa dapat jalan keluar👏👏
Rudy satria
astaghfirullah ikut deg,deg,degan aku,untung komandan militernya masih keturunan Konoha jadi bisa di tipu😅😅😅
Rudy satria
apakah panglima,beneran percaya atau malah sudah menuju apartemen carson
Devi..
seru dan unik ceritaanya thor..semoha bisa berlanjut smpai selesai ceritanya😊
ririma: terima kasih banyak kak🥰, aamiin semoga ya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!