NovelToon NovelToon
Rahasia Dua Tubuh

Rahasia Dua Tubuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Rachmat Rachimullah

Bagaimana rasanya terbangun di pagi hari dan mendapati dirimu memiliki dua kehidupan yang sepenuhnya berbeda?
Selama ini, hidup 'Bara' adalah sebuah komedi pahit. Bertubuh gemuk, pendek, dan selalu dilingkupi rasa tidak percaya diri, ia menjadi sosok tak kasat mata yang selalu diremehkan di lingkungan sosialnya. "Aku ini siapa?" menjadi pertanyaan retoris yang terus menghantui hari-harinya di kamar yang berantakan.
Namun, takdir memainkan lelucon yang teramat gila.

Tanpa ada penjelasan ilmiah maupun magis, Bara mendadak terbangun dengan dua tubuh yang terhubung pada satu jiwa yang sama.

Saat tubuh aslinya tertidur, kesadarannya berpindah ke tubuh seorang pria lain: sosok yang sempurna, tinggi, tampan, atletis, dan berbalut setelan jas mewah dengan latar belakang gemerlap kota metropolitan. Di satu sisi, ia adalah pria malang yang terpinggirkan; di sisi lain, ia adalah pangeran sempurna yang dipuja semua orang.

"ketika takdir memberikan mu dua tubuh, mana yg akan kamu pilih?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rachmat Rachimullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Paprika TV (3)

Tiga hari berlalu sejak Bara mulai menaruh kecurigaan terhadap Paprika TV. Selama tiga hari itu pula, kehidupan di sekolah berjalan seperti biasa.

Arif masih sibuk menjadi sumber keributan di kelas. Bella mulai mengurangi jadwal siaran langsungnya. Zian sesekali masih tampak melamun memikirkan Johan.

Sedangkan Bara, semakin sering menghabiskan malamnya di depan laptop dan ponsel. Semakin banyak ia mencari. Semakin sedikit jawaban yang ia dapat. Justru pertanyaannya semakin bertambah.

Malam itu. Jam dinding kamar kos menunjukkan pukul delapan lewat dua puluh menit. Bara baru saja selesai menyeduh kopi ketika terdengar suara ketukan di pintu.

*Tok... tok... tok...*

"Bentar."

Bara membuka pintu. Di depan kamar sudah berdiri seseorang yang sangat ia kenal. Okid.

Seperti biasa ekspresinya datar. Tidak banyak bicara di tangan kirinya terdapat sebuah map cokelat yang terlihat cukup tebal.

"Boleh masuk?"

Bara tersenyum kecil. "Biasanya juga langsung masuk."

Okid mengangguk pelan lalu melangkah masuk. Ruangan kos Bara memang sederhana sebuah kasur lipat, meja belajar, rak buku. Kipas angin tua yang sesekali berbunyi berdecit.

Bara meletakkan dua gelas kopi di atas meja.

"Mau kopi?"

Okid mengangguk. "Lumayan."

Bara langsung tertawa. "Wah."

"Dua kata."

"Kemajuan."

Okid hanya menatap Bara beberapa detik.

"..."

"Yaudah."

"Kembali hemat bicara."

Bara duduk di lantai. Okid kemudian meletakkan map cokelat itu di atas meja.

Bara langsung memperhatikannya.

"Itu apa?"

Okid mendorong map tersebut ke arah Bara. "Cek."

Bara mengangkat alis. "Kamu nyuruh orang nyari?"

Okid mengangguk. Bara menghela napas kecil.

"Padahal aku cuma curhat."

Okid mengangkat bahu. Bagi dirinya kalau sahabatnya merasa ada sesuatu yang tidak beres berarti memang layak diperiksa.

Bara membuka map itu perlahan di halaman pertama terdapat logo Paprika TV, di bawahnya tertulis sebuah judul.

**Laporan Investigasi Internal.**

Bara mulai membaca. Data pertama berisi struktur perusahaan. Paprika TV ternyata tidak berdiri sendiri.

Platform itu berada di bawah perusahaan teknologi bernama 'Paprika Digital Network'.

Namun perusahaan tersebut hanyalah lapisan luar. Di baliknya terdapat perusahaan investasi lalu perusahaan media lalu perusahaan hiburan. Semuanya saling terhubung seperti akar pohon.

Bara terus membalik halaman. "Rumit..."

pgumamnya.

Halaman berikutnya berisi daftar investor. Sebagian besar menggunakan nama perusahaan asing. Namun beberapa nama sengaja disamarkan tidak ada identitas jelas. Seolah seseorang memang berusaha menghapus jejak.

"Ini disengaja."

Okid mengangguk pelan. Bara melanjutkan membaca. Ada laporan mengenai sistem hadiah virtual.

Sebagian besar uang yang dibelanjakan pengguna ternyata tidak berasal dari transaksi biasa. Melainkan dari akun-akun tertentu yang terus membeli hadiah dalam jumlah sangat besar. Akun-akun itu kemudian berpindah-pindah dari satu streamer ke streamer lain.

"Mereka seperti..." Bara berhenti berpikir.

"...sedang memilih."

Okid kembali mengangguk.

Halaman selanjutnya menjelaskan pola yang lebih aneh. Streamer yang mendapatkan hadiah besar memiliki satu kesamaan.

Mereka semua masih baru. Belum memiliki manajemen dan mayoritas berusia muda.

Bella termasuk salah satunya. Tatapan Bara langsung berubah serius.

"Berarti..."

"Bella memang dipilih."

Ia kembali membaca. Di bagian bawah laporan terdapat catatan kecil.

'Beberapa streamer yang menerima hadiah terbesar kemudian menandatangani kontrak eksklusif dengan perusahaan afiliasi Paprika Digital Network.'

Bara langsung teringat. Kontrak musik. Yang dulu pernah ia tandatangani.

"Jadi..."

"Mereka memang mencari orang."

Bukan mencari konten, bukan mencari hiburan. Melainkan mencari manusia.

Halaman berikutnya membuat Bara semakin terdiam. Terdapat beberapa nama streamer di sampingnya ada keterangan.

**Tidak aktif.**

**Menghilang.**

**Kontrak dipindahkan.**

Tidak ada penjelasan lebih lanjut.

Bara mengernyit. "Menghilang?"

Okid mengeluarkan ponselnya. Lalu memperlihatkan beberapa tangkapan layar berita lama.

**Selebgram muda vakum dari media sosial.**

**Streamer populer menutup seluruh akun secara mendadak.**

**Influencer berhenti tanpa alasan.**

Tidak ada satu pun berita lanjutan seolah mereka lenyap begitu saja. Bara mulai mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja. Kebiasaannya saat sedang berpikir keras.

"Algoritma."

"Gift."

"Kontrak."

"Pemilihan target."

"Orang-orang menghilang."

"Semuanya saling berkaitan."

Ia memejamkan mata. Potongan-potongan puzzle kembali bermunculan namun kali ini gambarnya mulai terlihat walaupun belum utuh.

"Satu hal lagi." Suara Okid memecah keheningan.

Bara menoleh. Okid membuka halaman terakhir. Di sana terdapat foto sebuah gedung pencakar langit. Di bagian bawah tertulis nama perusahaan.

**Vortex Entertainment Group.**

Bara langsung mengenali nama itu.

"Itu..."

"Perusahaan musik."

Okid mengangguk. Namun ia menunjuk bagian paling bawah. Ada struktur kepemilikan perusahaan.

Vortex Entertainment Group, Paprika Digital Network, dan tiga perusahaan lain. Semuanya dimiliki oleh satu grup besar.

**Aurora Holdings.**

Bara menyipitkan mata. "Berarti pusatnya ada di sini."

Okid mengangguk lagi.

"Tapi..." Bara kembali membuka halaman.

"Tidak ada nama pemilik."

Kosong hanya tertulis.

**Data kepemilikan bersifat rahasia.**

Bara menarik napas panjang. "Orang ini..."

"...sangat berhati-hati."

Malam semakin larut. Kopi di meja bahkan sudah mulai dingin namun Bara masih belum berhenti membaca. Setiap halaman dianalisis ulang, setiap catatan kecil diperhatikan. Hingga akhirnya ia menutup map tersebut perlahan.

"Aku nggak bisa diam."

Okid menatap Bara.

"Kalau dibiarkan..."

"Bisa saja Bella jadi korban berikutnya."

"Bisa juga orang lain."

Okid tetap diam. Bara berdiri.

"Aku akan menghentikan ini."

Kalimat itu diucapkan tanpa ragu sedikit pun. Okid mengangguk pelan ia sudah menduga.

Inilah jawaban yang akan dipilih Bara bukan karena nekat. Melainkan karena Bara memang tidak bisa menutup mata saat melihat sesuatu yang menurutnya salah.

Keesokan paginya. Bara mulai bergerak ia membuat daftar nama streamer yang dianggap mencurigakan.

Mencatat akun-akun pemberi hadiah terbesar, menyusun pola waktu siaran, membandingkan data kontrak. Bahkan mulai menghubungi beberapa streamer yang masih bisa dihubungi.

Sebagian tidak membalas, sebagian menolak berbicara, namun ada satu hal yang sama. Begitu Bara menyebut nama Paprika TV mereka langsung menghindar.

"Takut?" gumam Bara.

"Atau..." "...diancam?"

Semakin dalam ia menyelidiki. Semakin jelas bahwa seseorang sedang berusaha menutupi sesuatu.

Di sisi lain kota di sebuah ruangan luas dengan jendela setinggi langit-langit.

Dani berdiri sambil menyerahkan sebuah tablet kepada Danu. "Anak itu mulai bergerak."

Danu membaca laporan singkat di layar.

**Nama : Bara.**

**Aktivitas : Mengumpulkan data mengenai Paprika TV.**

**Status : Dalam pemantauan.**

Danu tersenyum tipis. "Lebih cepat dari perkiraanku."

Dani menyandarkan tubuhnya ke meja. "Perlu dihentikan?"

Danu menggeleng. "Belum."

"Kenapa?" tanya Dani

"Aku ingin melihat."

"Melihat apa?"

"Sejauh mana dia mampu menyusun puzzle."

Dani ikut tersenyum. "Kalau dia berhasil?"

"Berarti..." Danu menutup tablet itu.

"...dia memang orang yang kita cari."

Namun baik Bara maupun Okid. Sama sekali belum mengetahui satu fakta penting.

Paprika TV. Aurora Entertainment Group. Perusahaan investasi.

Seluruh jaringan bisnis yang selama ini mereka selidiki bukanlah milik Dani, bukan pula milik Danu.

Keduanya hanyalah pelaksana. Masih ada seseorang yang berdiri jauh lebih tinggi.

Seseorang yang selama ini tidak pernah muncul ke permukaan. Orang yang membangun Four Men Crew bukan hanya sebagai organisasi jalanan...

Melainkan sebagai salah satu roda kecil dalam jaringan bisnis yang jauh lebih besar, dan kini tanpa sadar, Bara baru saja melangkahkan kaki menuju pusat permainan orang tersebut.

Permainan yang bahkan Johan sendiri belum pernah melihat keseluruhan papannya.

1
Ilham Rachmatullah
ahaha pika pikaa🤣
Jian Fitriana
jangan lama’ thor update nya 🤭
rey
semangat thor 🔥🔥
RR
halo teman-teman sekalian. tolong bantu berikan ulasan yaa agar saya lebih semangat untuk memberikan tulisan-tulisan terbaik. jangan lupa like nya terimakasih
rey: semangat thor 🔥🔥🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!