NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Pemuas Badboy Kampus

Terpaksa Menjadi Pemuas Badboy Kampus

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Gymora Sasami seorang mahasiswa yang terkenal akan kepintarannya, dia juga putri tunggal keluarga kaya.
Dia selalu dipuji dan dieluh-eluhkan di kampus.
Namun, citra yang sebelumnya sudah dibangun olehnya terancam dihancurkan oleh seorang Badboy kampus yang tidak sengaja memergoki dirinya digudang saat sedang memuaskan dirinya sendiri.
Pagi itu digudang, Draka Nilon mengambil alat yang ada ditangan Gymora, hal itu membuat Gymora yang akan mencapai titik kepuasannya terkejut.
"Aku tidak menyangka, seorang wanita cantik yang terkenal pintar dan jual mahal di kampus melakukan hal yang tidak terpuji seperti ini," sindir Draka.
Gymora langsung menutup tubuh bagian bawahnya.
"Draka aku mohon, jangan sebarkan video itu!" pinta Gymora.
Melihat Draka yang diam, Gymora terus memohon.
"Karena kamu terus memohon dan berlutut, baiklah kita buat kesepakatan. Kalau kamu ingin aku tidak menyebarkan videomu itu. Kamu harus melayaniku!"
Kedua bola mata Gymora membelalak, mengingat dia belum pernah melaku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17.

Wiliam memutar stir dengan kasar ke kiri, roda mobil berderit nyaring seolah menantang aspal.

Mobil mewah berwarna hitam pekat itu tiba-tiba menghadang laju mobilnya, memaksa berhenti mendadak di tengah jalan yang sepi.

Napas Wiliam memburu, matanya yang tajam membara oleh kemarahan dan rasa cemburu yang menggunung.

Dari balik kaca, sosok tinggi berwibawa turun—Draka, pria dengan aura dingin dan penuh kepercayaan diri, disusul Dylan, asistennya yang setia.

Draka yang baru saja mendapatkan video pembullyan yang dilakukan orang-orang di aula rumah duka, tidak bisa menunda waktu lagi untuk mengganti pakaiannya.

Jadi sekarang ia menggunakan setelan tuksedo mewah.

Gymora yang sedang dalam keadaan panik, tidak menyadari pakaian Draka.

Netranya langsung menatap ke arah wajah pria itu.  "Draka," gumam Gymora pelan, nada suaranya bergetar, ada secercah harapan yang tak terucap di balik kata itu.

Wiliam menatap tajam ke arah Draka, rahangnya mengeras.

Suara dalam dirinya berputar liar, "Siapa pria itu? Apakah dia selingkuhanmu?" Suaranya kasar, nyaris menggertak, tapi Gymora hanya diam, berusaha menahan diri.

Ia mencoba membuka pintu mobil, namun Wiliam melangkah cepat, menahan tangan Gymora dengan genggaman yang kuat tapi tidak kasar.

Tatapannya menuntut, penuh luka dan ketakutan akan kehilangan.

Draka lebih gesit, tanpa ragu membuka pintu sisi Gymora, turun dengan tenang dan menghadap Wiliam.

Matanya yang dingin namun penuh kendali menatap balik dengan tegas.

"Lepaskan dia, Draka. Dia tunanganku," suara Wiliam meninggi, ada nada putus asa dan penguasaan yang sekaligus menantang.

Draka tersenyum tipis, penuh arti, lalu menanggapi dengan suara rendah namun menusuk, "dia hanya mantan tunanganmu."

Ketegangan memenuhi udara, antara harapan, kemarahan, dan luka lama yang belum sembuh, menyelimuti malam yang dingin itu.

"Nggak, bagaimana pun juga! Gymora tetap tunanganku ... " Wiliam masih bersikeras, lagi-lagi ia memegang pergelangan tangan Gymora yang terluka dengan kekuatan penuh emosi.

Draka melirik ke arah tangan Gymora, "Wiliam kamu menyakiti Gymora, apakah seperti ini caramu memperlakukan seorang tunangan?" Ucapnya dengan nada penuh sindiran.

Wiliam akhirnya menoleh ke arah tangan Gymora yang diperban, perban yang harusnya berwarna putih sudah dipenuhi dengan darah.

Sontak Wiliam pun melepaskan tangannya dari Gymora. "Ayo aku akan mengantarmu ke rumah sakit!"

Saat tangan Wiliam akan menyentuh lengan Gymora.

Gymora langsung menepis kasar tangan Wiliam. "Wiliam, aku baru sadar. Ternyata selama ini aku bodoh karena mencintai orang seperti mu."

"Kamu orang bodoh yang plin-plan. Bukankah sebelumnya kamu mengatakan kalau kita jangan saling mengenal, bahkan aku nggak boleh dekat denganmu lagi?"

"Tapi kenapa sikapmu sekarang berubah?"

"Simpan saja kepedulian palsumu itu, kamu sungguh memuakkan?"

Tatapan tajam dan penuh kebencian dari Gymora yang sebelumnya ditujukan kepada Wiliam berubah lembut, saat ia mengalihkan pandangannya untuk menatap ke arah Draka.

"Draka, ayo kita pergi!"

Tangganya yang diperban didekatkan ke arah tangan Draka.

Draka yang mengerti langsung memegang tangan Gymora dengan lembut.

"Jangan pergi sama dia! Dia hanya orang asing ... " Kata Wiliam.

"Cukup Wiliam ... Bukan Draka yang orang asing. Tapi kamu ... " Kilah Gymora, ekspresinya berubah dipenuhi amarah saat dirinya menatap ke arah Wiliam.

"Berani kamu berjalan dua langkah meninggalkan aku, aku nggak akan segan membuat namamu semakin hancur di kota ini!" Ancam Wiliam.

Gymora hanya tertawa getir mendengar ucapan Wiliam, ia merasa tertampar dan semakin sadar sekarang ini.

Rasa cintanya yang sangat tulus selama ini, hanya mendapatkan balasan seperti ini.

Wiliam hanyalah orang bodoh yang mengandalkan ketampannnya.

Kalau memang Wiliam pintar, seharusnya pria itu tidak akan melupakan apa yang barusan keluar dari mulutnya.

Wiliam merasakan dadanya seperti terbakar, dari dulu bukankah Gymora yang selalu mengejar cintanya?

Gymora bahkan rela melakukan apapun demi menyenangkan dirinya.

Ia tahu, Gymora sangat dibenci oleh ibunya. Tapi bagi Wiliam, ia hanya berniat baik.

Perihal teknologi inti 'Biome' milik Gymora yang diserahkan pada Kania, itu dilakukan atas permintaan Gwen, karena Gwen ingin membantu Kania yang sakit untuk mewujudkan mimpinya.

Gwen begitu mengasihani Kania, tapi tidak dengan putrinya.

Setelah mendapatkan teknologi inti 'Biome' milik putrinya dari Wiliam, Gwen melakukan drama seolah putrinya itu mencuri.

Ia memang sengaja melakukan drama-drama itu, agar bisa membuat Gymora terpojok dan mengusirnya.

Dengan cara itu ia mendesak Alan untuk setuju agar Gymora segera dinikahkan dengan Wiliam tanpa menunggu kelulusan.

Dari awal Wiliam ingin segera menikahi Gymora, tapi Alan menginginkan putrinya untuk lulus kuliah dulu.

Alasan Wiliam ingin segera menikahi Gymora selain karena desakan neneknya. Ia juga tidak tahan dengan kemolekan tubuh Gymora, bahkan wajah Gymora semakin cantik diusianya yang menginjak 20 tahun.

Gymora adalah primadona kampus, orang yang paling cantik di universitas Utara.

Sedangkan pembatalan pertunangan ia lakukan spontan setelah mendapatkan berita dari Kania kalau selama ini Gymora selingkuh.

Walaupun dia dan Kania dulu pernah menjalin kasih, tapi itu sudah lama.

Bagi Wiliam Kania hanya sekedar mantan dan menjadi sahabat sekarang.

Ia sama sekali sudah tidak memiliki perasaan apapun pada Kania.

Sedangkan beberapa tahun dekat dengan Gymora, ia perlahan bisa merasakan getaran didalam hatinya.

Gymora sendiri dengan wajah yakin melangkah menjauh dari Wiliam untuk berada disisi Draka.

Wiliam mengepalkan kedua tangannya, cemburu menguasai dirinya.

Padahal niatnya baik, ingin menikahi Gymora agar gadis itu tidak disakiti Gwen lagi.

Untuk urusan kuliah, bagi Wiliam, bukanlah hal penting.

Kekayaan yang dia miliki sudah lebih cukup untuk membuat hidup Gymora sejahtera.

Saat Wiliam ingin mengejar Gymora langkahnya dihentikan oleh Dylan.

"Tuan tolong jangan ganggu pacar atasan saya!" Kata Dylan.

Sementara Wiliam merasa tidak asing dengan wajah Dylan.

"Kamu ... Dylan asisten pribadi grup Nilon?" tanya Wiliam, ekspresinya berubah rumit.

Dylan mengangguk. Lalu mengulurkan tangannya, "kalau Anda ingin bisa bekerja sama dengan Nilon grup. Lebih baik jangan usik Tuan muda kami."

Wiliam menjabat tangan Dylan. "Tapi gadis itu tunangan saya, Tuan Dylan."

Nilon grup termasuk dalam jajaran perusahaan kelas atas negeri ini, selama ini segala urusan perusahaan selalu ditangani Dylan.

Jika urusan perusahaan berkaitan dengan pengusaha kelas atas lainnya atau pun para pejabat, Edward sendiri yang tak lain dan tak bukan ayah Draka yang akan mengurusnya.

Untuk identitas Draka sendiri sampai sekarang masih menjadi tanda tanya publik.

"Saya harap, Tuan Wiliam menjaga sikap. Tuan muda Nilon nggak senang wanitanya diganggu orang lain." Kata Dylan dengan nada dingin, lalu menunjukkan layar ponsel yang berusia video jika Wiliam sudah membatalkan pertunangannya dengan Gymora.

Dylan melakukan hal itu dengan tujuan untuk mengingatkan Wiliam agar pria itu bertanggung jawab dengan ucapannya sendiri.

Tanpa menunggu jawaban Wiliam, Dylan pergi begitu saja.

Sedangkan Wiliam masih mematung ditempat. "Kenapa Gymora bisa mengenal tuan muda Nilon? Nggak ... Nggak ... Ini nggak bisa dibiarkan." Kata Wiliam dengan suara sedikit bergetar, bagaimana pun juga.

Nilon grup jelas bukanlah tandingannya.

1
Mia Camelia
lanjut thor 😄
cerita nya seruuu👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!