NovelToon NovelToon
PRINCESS AZURA

PRINCESS AZURA

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:144.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Putri Azura dari kerajaan Utara, menikah dengan pangeran Xavier, putra Mahkota kerajaan Selatan. Xavier membenci Azura saat mengetahui wanita itu hanya memanfaatkannya demi pernikahan politik. Semua orang yang pernah dekat dengan Azura pun berpaling darinya dan menganggapnya wanita jahat yang haus akan kekuasaan.

Namun, apakah sang putri benar-benar jahat? Atau dia hanya menjadi boneka politik yang berusaha bertahan hidup?

Nanti akan terungkap bahwa di balik keanggunan dan kepintarannya, Princess Azura diam-diam melindungi Xavier dan orang-orang yang dia sayangi dari bahaya yang jauh lebih besar. Kebencian perlahan berubah jadi keraguan, hingga akhirnya kebenaran mengejutkan terkuak, kebenaran tentang betapa pahitnya kisah hidup Azura dan cintanya yang tulus terhadap Xavier.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mimpi buruk

Azura terbangun dengan napas terengah-engah, dadanya naik turun hebat seolah baru saja di kejar-kejar orang jahat. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya, membuat gaun tidur yang melekat di kulitnya terasa lembap dan dingin.

Bayangan mengerikan itu masih begitu nyata di benaknya, wajah kecil putranya yang pucat, suara tangis yang memanggil-manggil namanya, dan kilatan tajam yang menghancurkan segalanya. Ia bermimpi putranya dibunuh, dan rasa sakit yang menyayat hati itu terasa begitu hidup, seolah ia benar-benar kehilangan separuh jiwanya saat itu juga.

Tangan Azura mencengkeram kuat kain selimut di atasnya, matanya menatap kosong ke depan, berusaha mengatur napas yang tersengal-sengal. Rasa takut itu belum sepenuhnya hilang, masih membuat jantungnya berdebar-debar hebat. Namun, perlahan-lahan, kesadaran akan sekelilingnya mulai kembali. Ruangan ini hangat dan asing namun juga terasa aman. Saat ia memutar kepala dengan berat ke samping, napasnya seketika tertahan.

Di sana, berbaring tepat di sebelahnya, Xavier. Lelaki itu terbaring miring menghadap ke arahnya, mata terpejam rapat, napasnya turun naik dengan ritme yang tenang dan teratur. Wajah yang biasanya penuh kerutan dingin, kemarahan, atau kecurigaan itu kini tampak damai, jauh lebih lembut, dan tanpa pertahanan sedikit pun. Dalam tidurnya, Xavier terlihat begitu tenang, bahkan terlihat sedikit kesepian. Azura mengerjap beberapa kali, memastikan ia tidak sedang bermimpi lagi.

Dia membiarkanku tidur di kasur?

Gumamnya dalam hati, penuh rasa heran. Ia pikir pria itu akan membiarkannya tidur di lantai. Atau setidaknya akan tidur di sofa atau ruangan lain, ternyata tidak. Xavier ada di sini, berbaring di sampingnya.

Perlahan, pandangannya turun ke tubuhnya sendiri. Gaun perjalanan yang kotor dan lelah itu sudah hilang, digantikan dengan gaun tidur berbahan sutra halus berwarna putih gading yang sangat nyaman dan bersih. Jantungnya yang tadinya berdebar karena ketakutan kini berdebar kencang karena alasan yang sama sekali berbeda, membuat wajahnya memanas hingga ke telinga.

Ia tahu pasti siapa yang melakukan ini. Pasti Xavier. Pria yang selalu menuduhnya penipu, yang selalu memandangnya dengan pandangan jijik, yang bersumpah membencinya seumur hidup... ternyata membantunya membersihkan diri, mengganti pakaiannya saat ia tertidur lemas tak berdaya, membaringkannya, dan akhirnya memilih berbaring di sisi kasur ini.

Azura menatap wajah damai itu lama sekali. Di bawah cahaya remang lilin yang berkedip pelan, ia bisa melihat garis-garis lelah di sekitar mata dan dahinya. Di balik sikap dingin dan kekejamannya, pria ini pasti menanggung beban yang berat.

Kenapa kau melakukan ini, Xavier? Bukannya kau membenciku?

Batinnya bertanya, penuh kebingungan. Tangannya bergerak perlahan, gemetar hebat, tergoda untuk menyentuh wajah itu, menyentuh bibir itu, sekadar memastikan bahwa sosok nyata ini ada di sampingnya, bukan bayangan seperti dalam mimpi buruknya tadi. Namun ia menahan diri tepat sebelum ujung jarinya menyentuh kulit. Ia takut sentuhan itu akan membangunkan Xavier, dan saat itu terjadi, topeng dingin dan penuh kecurigaan itu akan kembali terpasang rapi.

Namun seolah merasakan gelisah dan ketakutan wanita itu, Xavier dalam tidurnya tiba-tiba bergerak. Ia mengubah posisinya sedikit, lalu tanpa sadar, lengan besar dan kekarnya terulur dan jatuh melingkar pas di pinggang ramping Azura, menarik tubuh wanita itu sedikit mendekat, seolah ingin melindunginya dari segala bahaya, bahkan dari mimpi buruk sekalipun.

Azura terpaku, napasnya tertahan. Ia bisa merasakan telapak tangan yang hangat dan berat itu menempel di pinggangnya, merasakan detak jantung pria itu yang tenang dan kuat berirama begitu dekat dengannya. Rasa takut dari mimpi buruknya tadi perlahan-lahan luntur, tergantikan oleh rasa aman yang aneh namun begitu nyata, rasa aman yang hanya bisa ia rasakan saat berada di dekat pria ini, meski penuh dengan rasa sakit dan keraguan.

Dengan hati-hati, sangat perlahan, Azura membiarkan dirinya menyandarkan kepalanya kembali ke bantal. Ia tidak menjauh, justru ia membiarkan dirinya menyerah sejenak pada kehangatan itu. Ia menatap wajah pria itu sekali lagi, matanya berkaca-kaca menahan air mata yang hampir tumpah.

Seandainya semua kemalangan tidak menimpa hidupnya, dia pasti akan berani memperjuangkan cinta yang dia inginkan. Tapi dia tahu, sepuluh persen kemungkinan saja mungkin tidak ada. Dia punya anak, Xavier menganggapnya wanita murahan dan menjijikkan yang menikahi laki-laki itu demi mendapatkan kekuasaan politik.

Kalaupun jujur dan meminta bantuan pria ini untuk menyelamatkan putranya, apakah pria ini masih akan mempercayai dirinya yang sudah tidak layak di percaya lagi? Azura tersenyum pahit, pandangannya terus terpaku pada lelaki tampan itu, kemudian ada suara pelan dari luar kamar. Itu kode untuknya. Kode dari mata-matanya yang dia tempatkan di sisi putranya. Lalu ia melihat sebuah kertas kecil di masukkan melalui celah pintu paling bawah.

Dengan hati-hati sekali, Azura melepaskan lengan kekar yang masih melingkar santai di pinggangnya. Setiap gerakannya amat pelan dan terkendali, takut sedikit pun guncangan akan membangunkan pria yang sedang tidur itu.

Jantungnya berdegup kencang bukan lagi karena rasa takut, melainkan karena ketegangan yang mendadak menyergap, suara kode itu, ketukan halus dan berirama khusus yang hanya di mengerti olehnya dan orang-orang setia yang ia tempatkan diam-diam di dekat putranya, adalah tanda bahwa ada kabar, atau bahaya terhadap putranya.

Kakinya menyentuh lantai tanpa menimbulkan bunyi sedikit pun. Ia melangkah ringan mendekati celah di bawah pintu, lalu berlutut perlahan. Di sana, tergeletak secarik kertas kecil yang dilipat rapi. Tangan Azura gemetar saat mengambilnya, rasa dingin menjalar ke seluruh tubuhnya. Ia tahu betul, pesan ini pasti berhubungan dengan anak laki-laki satu-satunya itu, nyawa kecil yang menjadi satu-satunya alasan ia masih bertahan hidup dan menanggung semua penderitaan ini.

Dengan punggung menghadap tempat tidur agar cahaya lilin yang redup cukup untuk membaca, ia membuka lipatan kertas itu. Tulisan tangan yang miring dan tergesa-gesa tertulis di sana,

Pangeran muda sakit keras. Demamnya tidak turun-turun dan dia terus memanggil-manggil putri. Penyihir istana melarang siapa pun mendekat. Mereka berniat membiarkannya...

Sisa tulisan itu kabur, seolah penulisnya terburu-buru atau ketakutan. Namun bagi Azura, kalimat itu sudah cukup menghancurkan dunianya kembali. Kakinya lemas, ia hampir terjatuh ke lantai, tangannya menekan mulut kuat-kuat agar tidak menangis.

Rasa sakit di dadanya jauh lebih perih daripada tusukan pisau mana pun. Bayangan mimpi buruknya tadi seolah menjadi kenyataan yang mengerikan, nyata. Tidak boleh menangis, dia harus mencari cara menemui putranya secepatnya. Begitu ia berbalik, tatapannya langsung bertemu dengan tatapan tajam Xavier yang ternyata sudah terbangun, entah sejak kapan. Suasana berubah tegang.

1
kiya
harusnya xavier merampas kertas itu dan membacanya biar terkuak sedikit misteri azura
j4v4n3s w0m3n
lanjuttt ahhh 👍
j4v4n3s w0m3n
aduh azura.knp.gak cerita aja sih ...
Usagi tzukino
cieee yg marah istrinya di jelekin orang,
hanya aku yg boleh menghina istriku,KLW orang lain yg berani,siap² kupenggal,dlm hati pangeran Xavier, hanya aq yg dengar 😂😂😂😂😂
Soraya
mampir thor
van aurora
puas bgt part ini..arghh..gitu dong xavier
Hanima
👍👍👍
Hanima
/Sweat//Cry/
Ko
Rasainnn kau azura.. Xavier itu tulus menyayangi & merawat kau dlu tapi kau menipunya. Dasar wanita jahat. Lagian udh gak suci lg sbg istri pangeran mahkota..
Syifa Azhar
ana dan isol baiknya kalian laporkan keadaan azura pada pangeran Xavier biar bisa bantu selamatkan putranya😀💪
🌿🌺WINA🌸🌿
Pangeran xavier tidak rela istrinya dihina dan direndahkan, bagus pangeran xavier bela istrimu...pangeran xavier sampai mengancam elish kasih pelajaran...
dasar elish sok sok cantik dan caper didepan pangeran xavier, kegatelan elish pengen mendekati pangeran xavier..
yg ada pangeran xavier sangat jijik dan muak sama elish...

putri perdana menteri tutur katanya tidak bisa dijaga, berani menjelek2kan dan menghina putri azura...

putri azura tidak seburuk itu, putri azura pasti ada alasannya tiba-tiba menghilang.. lagi mencari kesempatan membebaskan putranya/melihat anaknya lagi sakit...

pangeran xavier sangat curiga gerak-gerik putri azura, dikira xavier merencanakan sesuatu mencelakainya...

kasian juga nasibnya putri azura anaknya disandera, diancam jadi mata-mata, dan pangeran xavier salahpaham pangeran memperlakukan putri sangat kasar dan kata-katanya bikin sakit hati....
wanti astuti
Mamposs loh elish... Makanya mulut tuh di jaga jangan kaya ember bocor nyerocoss aja terus luh
mimief
harga diri istrinya adalah muka sang suami bukan?
ga jeules ya vier
cuman cemburu 🤣🤣🤣🫣
🌿🌺WINA🌸🌿
Demi keselamatan anaknya, putri azura rela diperlukan kasar sama pangeran xavier... pangeran xavier makin marah dan emosi salahpaham, putri azura tidak mau berkata jujur...

putri azura sangat ketakutan dan khawatir takut terjadi sesuatu sama anaknya, klo kasih tahu pangeran xavier azura serba salah... raja utara sangat jahat dan licik, bisa melakukan apa aja demi ambisinya sampai tega sandera anaknya putri azura....

tapi putri azura gak mau jujur makin salahpaham pangeran xavier, yg ada kebencian dan merasa dikhianati pangeram xavier...

pangeran xavier tidak akan membiarkan putri azura menghilang dari hidupnya, masih jadi misterius anaknya azura apakah anaknya pangeran xavier....
Bunda Dzi'3
Ana Isol Hrsnya Klian Ceritakan ke Xavier menderitanya Azura Di kerajaan nya Sndri 😭
faridah ida
kereen̈ Xavier ...👍👍👍👍
walau sebel sama Azura tapi depan orang lain kamu harus tetap bela istri ....👍👍👍
Rina
perjalanan mereka kayaknya rumit Dan masih panjang.. semoga Ada kebahagiaan ya..
faridah ida
bener Xavier , maka nya kamu jangan percaya sama mulut Elish ..
faridah ida
bener2 nih sih Elish mulut nya jahat banget ,...
faridah ida
harusnya kamu sama Xavier bilang jujur aja Azura ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!