NovelToon NovelToon
Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa

Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Ahli Bela Diri Kuno / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.6
Nama Author: Nnot Senssei

Ini adalah kisah lanjutan dari Shin Shui si Pendekar Halilintar sampai perjuangannya selesai.

Berbagai macam masalah yang penuh dengan misteri melanda kembali Kekaisaran Wei. Bahkan diramalkan badai yang menerjang Kekaisaran Wei lebih hebat dari sebelumnya karena konon ada dua Kekaisaran lain yang mengincar Kekaisaran Wei.

Dalam awal perjalanan, tokoh utama di sini masih Shin Shui dan anaknya yang bernama asli Shin Chen Li.

Setelah perjuangan ayahnya selesai itulah, Chen Li akan mengembara untuk meneruskannya.

Chen Li harus menerima kenyataan pahit karena matanya tertutup. Berbeda dengan mata normal orang biasa. Mata milik Chen Li justru tidak bisa terbuka setiap saat.

Namun konon, kelak di mata itulah kekuatan yang sebenarnya. Mata tersebut merupakan anugerah dari para dewa. Menurut ramalan, justru suatu saat nanti jika telah mencapai puncaknya, maka kekuatan Chen Li hampir menyamai kekuatan para dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nnot Senssei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengembara Bersama

"Tapi Kepala Tetua, bukankah masalah ini sangat memerlukan bantuan tenaga yang tidak sedikit?"

"Apa kau meragukan kemampuanku?" tanya balik Shin Shui.

"Ti-tidak Kepala Tetua. Akan tidak bermaksud begitu. Sungguh, hanya saja …, menurutku masalah ini adalah masalah besar. Jadi kalau lebih banyak tenaga, mungkin akan lebih baik," kata Tetua itu sedikit ketakutan.

"Hemm, terimakasih atas niat baikmu itu. Tapi ini adalah tugas dari guruku. Bukannya aku merasa sombong, tapi ini adalah tanggungjawabku," kata Shin Shui menjelaskan.

"Hemm, baiklah kalau begitu. Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Kepala Tetua,"

"Terimakasih,"

Suasana hening sejenak. Tak lama, Chen Li tiba-tiba bicara merengek.

"Ayah, Li'er ingin ikut bersama ayah," ucap Chen Li sambil menarik tangan Shin Shui.

"Li'er, ini berbahaya. Nanti kalau sudah saatnya, ayah akan mengajakmu," kata Shin Shui menenangkan anaknya.

"Tidak mau. Li'er tetap ingin ikut bersama ayah. Li'er ingin mencari pengalaman," kata Chen Li bersikukuh.

"Li'er …"

"Ayah …" Chen Li mulai kesal. Nada bicaranya bahkan sedikit meninggi.

Disaat seperti itu, tiba-tiba Yun Mei pun ikut bicara unruk menengahi ayah dan anak itu.

"Shushi, biarkanlah Li'er ikut bersamamu. Benar kata Li'er, biarkan dia mencari pengalaman. Jadi latihannya selama ini bukan hanya sekedar teori saja. Tapi ada prakteknya," kata Yun Mei.

"Memei, ini perjalanan yang bahaya,"

"Shushi, kami semua tahu sampai di mana kemampuanmu. Dan khusus aku sendiri yakin bahwa kau mampu menjaga Li'er. Pokoknya kau harus ajak Li'er," kata Yun Mei sedikit menekan Shin Shui.

Shin Shui tidak bisa bicara apa-apa lagi. Dia hanya menghela nafas panjang.

"Baiklah. Aku akan membawa Li'er," kata Shin Shui pasrah.

"Yeayy …, ayah baik," ucap Chen Li sangat gembira lalu memeluk Shin Shui.

Sedangkan ayahnya sendiri hanya tersenyum secara dipaksakan.

Saat seorang wanita lemah lembut berubah menjadi seekor 'harimau' dalam sekejap, maka pria biasanya tidak mampu berkutik lagi kecuali hanya pasrah.

Dalam hati, para Tetua Sekte Bukit Halilintar merasa geli dengan sikap Shin Shui. Tapi di sisi lain mereka pun merasa salut.

Sebab dengan kekuatannya yang di luar nalar manusia, Shin Shui masih bisa menghargai seorang wanitanya.

Laki-laki hebat adalah dia yang mampu menghargai seorang wanita!

###

Satu minggu sudah berlalu dengan cepat. Selama satu minggu itu, Shin Shui tanpa henti menggembleng Chen Li siang dan malam. Tak ada kata menyerah.

Shin Shui sengaja melatih anaknya dengan keras sebab dia sendiri belum tahu bagaimana kesulitan yang akan dia hadapi nanti saat berada di Negeri Siluman. Selama itu, Pendekar Halilintar juga terus memberikan sumber daya langka dan berbagai obat-obatan lainnya untuk kemajuan Chen Li.

Saking hebatnya Shin Shui, sekarang Chen Li sudah mencapai tingkatan Pendekar Bumi tahap akhir. Sedikit lagi dia bisa menembus Pendekar Langit tahap satu.

Chen Li bisa naik tingkatan dengan cepat tentunya karena Shin Shui. Selain itu, tingkatan Chen Li masih terhitung baru awal. Jadi tidak cukup sulit untuknya bisa naik tingkat. Akan tetapi jika tingkatan Chen Li sudah mencapai tingkatan Pendekar Surgawi, maka dibutuhkan waktu cukup lama sekalipun dia terus dibantu oleh berbagai sumber daya dan sejenisnya. Yang tadinya hanya membutuhkan waktu berminggu-minggu, mungkin nanti bisa berbulan-bulan.

Cara terbaik untuk menaikan tingkat pelatihan, selain dengan sumber daya dan pil obat adalah dengan cara terjun langsung ke lapangan.

Saat ini Shin Shui dan Chen Li sedang bersiap-siap untuk berangkat. Semua orang Sekte Bukit Halilintar seperti biasa akan mengantar kepergiannya.

"Memei, jaga dirimu baik-baik," kata Shin Shui sambil mencium kening Yun Mei.

"Baik Shushi. Kau juga harus menjaga diri dan anak kita. Ingat, jangan terlalu berlama-lama," kata Yun Mei sedikit manja.

"Paling lama aku akan pergi selama dua bulan. Kau tenang saja,"

"Baiklah. Aku percaya padamu,"

Setelah berpamitan kepada istrinya, Shin Shui lalu berpamitan kepada semua tetua.

"Aku nitip istriku dan rumah kita ini kepada kalian semua," kata Shin Shui sambil tersenyum.

"Kepala Tetua jangan khawatir. Walaupun nyawa kami jadi taruhan, tentu kami akan melaksanakan semua perintah Kepala Tetua," kata seorang kepala tetua menjawab dengan penuh hormat.

"Terimakasih. Kalian memang keluarga terbaikku,"

"Kepala Tetua terlalu berlebihan. Ini semua memang sudah menjadi kewajiban kami,"

"Baiklah. Waktunya sudah hampir tiba. Aku pergi dulu ya. Kalian semua, jaga diri baik-baik," ucap Shin Shui memberikan senyumannya kepada semua orang.

Saat dia tersenyum, bunga sakura pun langsung berjatuhan menebarkan bau harum ke seluruh penjuru. Seolah mereka bahagia karena bisa melihat senyum Shin Shui.

Pendekar Halilintar lalu membalikan badan. Dia melemparkan lencana kepala naga yang seminggu lalu diberikan oleh Kaisar Naga Merah.

Begitu lencana tersebut dilemparkan, tak lama sinar merah tiba-tiba muncul memenuhi alam raya lalu membentuk sebuah portal berukuran cukup besar.

Shin Shui dan Chen Li berdiri di depan portal tersebut. Chen Li memakai pakaian dan jubah kesukaannya yang berwarna putih bersulam sutera emas. Sedangkan Shin Shui seperti biasanya, dia memakai pakaian serta jubah biru mencolok.

Angin menerpa keduanya mengibarkan jubah megah nan agung itu. Tak lama, keduanya segera hilang ditelan portal tersebut. Begitu ayah dan anak itu lenyap, portal pun langsung bilang tanpa jejak.

"Semoga kau cepat kembali Shushi," kata Yun Mei sedikit bersedih.

"Kepala Tetua Yun jangan sedih. Kepala Tetua pasti akan segera kembali. Dia akan baik-baik saja. Percayalah," kata Yiu Jiefang, salah satu tetua wanita yang ada si Sekte Bukit Halilintar.

"Semoga saja begitu," kata Yun Mei lalu segera kembali masuk ke dalam diikuti semua tetua dan semua murid.

Perjalanan Shin Shui dan Chen Li menuju ke Negeri Siluman hanya beberapa saat saja. Selama perjalanan itu, keduanya tidak melihat apa-apa kecuali warna merah yang berasal dari warna portal tersebut.

Tak cukup waktu yang lama, Shin Shui dam Chen Li sudah sampai di tempat tujuannya. Ayah dan anak itu tiba di sebuah hutan belantara yang pohonnya rimbun serta tinggi.

Shin Shui tidak tahu pasti dia berada di mana. Yang jelas menurut tebakannya, dia dan Chen Li berada di sekitar tempat persembunyian Kaisar Naga Merah.

Sebenarnya keadaan di Negeri Siluman tidak berbeda jauh dengan keadaan di alam manusia. Hanya saja jika di sana, semua penghuninya adalah bangsa siluman.

Di sini pun para siluman berkembang biak sesuai jenisnya. Di hutan tersebut Shin Shui mendengar berbagai macam suara dari binatang-binatang aneh. Sesekali dirinya dan Chen Li bertemu dengan sekelompok kera yang ukurannya beberapa kali lipat lebih besar daripada kera normal pada umumnya. Bahkan bulu mereka pun cukup aneh, yaitu ada yang berwarna merah darah.

"Li'er, tetap di dekat ayah. Jangan sampai jauh dari ayah. Pergunakan semua inderamu untuk melihat keadaan," kata Shin Shui kepada Chen Li.

"Baik ayah. Li'er mengerti," jawabnya dengan gembira karena bisa mengembara bersama sang ayah.

1
Trynn295
ngapin di ulang
Irwan
lanjut Thor
DOSQ4
novel ga mutu, alur cerita dr pertama sampai skrg sama aja. katanya pendekar paling sakti tp melawan satu tingkat dibawahnya hampir kalah mulu. cuma dibanyakin pas bertarung biar bisa banyak bab
Dupen Tea
Luar biasa
Dupen Tea
Buruk
Andi Saputra
Luar biasa
zayick
kbanyakan kottbah
isworo nugroho
Lumayan
Eyang Kakung
parah....
bocah kok se ekor
Eyang Kakung
Luar biasa
zevs
bnmhjk
zevs
ghjjj
zevs
sfgh
zevs
qwerty
zevs
keren euy
zevs
medo kui mahluk paling kuat di muka bumi
zevs
sfgg
zevs
dfggh
zevs
irjrjj
zevs
rirjrn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!