Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa

Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa

Sepuluh Tahun Setelah Perang Besar

Sepuluh tahun sudah berlalu semenjak peristiwa perang besar yang terjadi dalam sejarah kekaisaran Wei. Perang sepuluh tahun lalu itu merupakan perang terbesar dan perang terdahsyat yang pernah terjadi sepanjang catatan sejarah.

Tapi dalam sejarah itu pula baru tercatat seorang pendekar yang mampu menggemparkan beberapa negara tetangga Kekaisaran Wei. Seorang pendekar yang mengguncangkan langit dan bumi. Sampai akhir dunia sekalipun, nama pendekar itu takkan pernah dilupakan oleh seluruh rakyat Kekaisaran Wei.

Siapa lagi kalau bukan Shin Shui si Pendekar Halilintar? Hanya dia saja yang mampu melakukan hal-hal di luar jangkauan manusia. Setelah kejadian perang itu, Shin Shui disebut-sebut sebagai jelmaan dewa karena kekuatannya yang sangat mengerikan.

Jangankan untuk bertarung dengannya, mendengar namanya saja akan membuat bulu kuduk berdiri.

Sekarang ini sekte Bukit Halilintar sudah berkembang dengan pesat. Bahkan sekte itu memiliki murid terbanyak dari sekte lainnya.

Yashou sudah meninggal tiga tahun silam. Dia terserang sakit keras, hampir sebulan tidak sadarkan diri, lalu akhirnya dia meninggal. Yashou di semayamkan di Bukit Awan. Berdekatan bersama sahabatnya, Manusia Batu, seperti apa yang dia minta sebelum meninggal.

"Jika aku meninggal, aku ingin di semayamkan di dekat sahabatku si Manusia Batu," kata Yashou sebelum meninggal.

Meskipun semua murid merasa bersedih hati, tapi semua itu bisa segera terobati karena adanya Shin Shui dan Yun Mei Xiaoruan. Sepasang suami istri itu memimpin sekte Bukit Halilintar dengan adil.

Sehingga siapa pun menaruh hormat padanya. Nama Shin Shui harum di mana-mana. Meskipun dia jarang turun gunung, tapi siapa saja yang mendengar nama Pendekar Halilintar, maka pasti akan segan.

Kejahatan sudah berhasil di netralisir. Sehingga kehidupan menjadi aman tentram, paling hanya ada kejahatan-kejahatan kecil saja yang dilakukan oleh orang-orang tak bermoral. Tapi semua itu bukanlah sebuah ancaman.

Anak Shin Shui dari hasil perkawinan dengannya diberi nama Shin Chen Li. Shin mengambil nama dari ayahnya, Chen berarti laki-laki yang dermawan dan pemberani. Sangat menggambarkan sosok anak Shin Shui. Sedangkan Li, bermakna kekuatan.

"Laki-laki dermawan dan pemberani, serta memiliki kekuatan."

Saat ini Chen Li baru berusia sepuluh tahun. Tapi kegagahan dirinya semakin tampak jelas. Wajah yang merupakan perpaduan antara kecantikan ibunya dan ketampanan ayahnya, semakin terlihat.

Semua murid sekte Bukit Halilintar sangat menghormati dirinya. Tapi sama seperti ayah dan ibunya, dia bukanlah anak yang gila akan kehormatan. Apalagi dengan harta. Chen Li bergaul dengan siapa saja, bahkan dia tidak merasa tinggi hati meskipun ayahnya seorang tokoh nomor satu dalam dunia persilatan Kekaisaran Wei.

Selain itu, Chen Li juga merupakan anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Karena itulah dia semakin di sayang oleh semua orang.

Meskipun usianya baru sepuluh tahun, tapi dia sudah di gembleng ilmu bela diri oleh Shin Shui sendiri di luar jam kerjanya di sekte Bukit Halilintar.

Tidak ada kata tidak latihan dalam setiap harinya. Setiap hari dia harus melakukan latihan. Shin Shui sengaja mendisiplinkan anaknya, apalagi Chen Li merupakan anak laki-laki satu-satunya.

Seperti saat ini, waktu sudah menunjukkan sore hari. Tapi Chen Li masih disuruh untuk terus berlatih. Dia sedang berlatih jurus-jurus yang sudah diturunkan oleh ayahnya.

"Chen Li, sudahi latihanmu. Segera bersihkan diri kemudian kau beristirahatlah. Ayah dan ibu akan ke tempat biasa (tempat bicara santai di belakang sekte)," kata Shin Shui sambil menghampiri anaknya yang sudah mandi keringat.

"Baik ayah. Chen'er akan segera melaksanakan perintah ayah," kata Chen Li kecil.

Anak itu pun berlari sambil bergembira, senyuman selalu ada dalam setiap dia bicara. Betapa bahagianya orang tua yang memiliki anak penurut. Tapi sayang, tidak semua anak selalu nurut perkataan orang tua ketika masih kecil, apalagi jika sudah dewasa. Hal ini wajar, karena semakin dewasa maka pikiran akan semakin terbuka.

Setelah dipastikan anaknya melaksanakan apa yang dia suruh, Shin Shui pun lalu pergi ke tempat bersantai para kepala tetua ditemani oleh istrinya.

###

Kekaisaran Wei saat ini sudah jauh berbeda. Saat ini masih dibawah pemerintahan Kekaisaran Wei An, negara itu begitu subur dan makmur.

Ekonomi berjalan lancar. Rakyat hidup dalam kebahagiaan karena Kaisar itu memerintah dengan penuh rasa keadilan dan penuh kasih sayang. Tidak ada rakyat yang tidak diperhatikan olehnya. Semuanya diperhatikan.

Jangankan kota besar, desa-desa pelosok saja dia perhatikan. Jalur perdagangan dibuka lebar-lebar, sehingga semakin banyak saja para pedagang besar yang datang dari berbagai negara tetangga.

Kehidupan di istana kekaisaran begitu damai. Kaisar Wei An dianugerahi satu orang puteri yang cantik jelita. Usianya baru sekitar sembilan tahun. Beda setahun dengan anak Shin Shui.

Tapi meskipun masih terbilang kecil, kecantikan ibunya sudah nampak pada anak itu. Kelembutan dan keberanian ayahnya sudah tergambar jelas padanya. Anak itu diberi nama Wei Annchi. Annchi berarti seorang bidadari yang cantik. Sesuai dengan pemilik namanya.

Wei Annchi, nama yang indah, seperti pemilik namanya. Anak itu dikenal seorang periang, tutur katanya halus dan senyuman tak pernah hilang darinya. Wei Annchi tidak tumbuh menjadi seorang putri yang manja, meskipun dia hidup serba dalam kemewahan.

Sebaliknya, Wei Annchi justru menjelma menjadi anak yang rajin membantu ibunya dan pandai membuat tersenyum kedua orang tuanya.

Seperti sekarang ini misalnya, Wei Annchi sedang belajar membaca dan menulis bersama ibunya.

"Chi'er, ayo belajarnya sambil makan. Sini ibu suapin," kata istri kaisar Wei An.

"Tidak mau ibu. Aku maunya di suapin oleh ayah … ayah … ibu nakal," kata Annchi sambil berlari menghampiri kaisar Wei An yang daritadi melihat istri dan anaknya sambil tersenyum.

"Kasian anak ayah … sini ayah suapin, makan yang banyak ya. Nanti ibu … ayah pukul, ayo Chi'er buka mulutnya," bujuk kaisar Wei An.

Melihat ini, istri kaisar Wei An yang bernama Lin Hua hanya tersenyum gemas. Anaknya memang suka manja seperti itu. Meskipun sepasang suami istri itu merupakan orang paling dihormati di Kekaisaran Wei, tapi jika dihadapan puteri kecilnya, keduanya bukanlah apa-apa selain hanya menjalankan peran sebagai ayah dan ibu.

Begitulah, semenjak kejadian paling bersejarah sepuluh tahun silam itu, kehidupan di Kekaisaran Wei semakin damai dan tenteram.

Baik dalam kehidupan bernegaranya, maupun dalam kehidupan dunia persilatannya.

Andaikan kehidupan nyata ini damai seperti kehidupan mereka. Pasti siapa pun akan berbahagia. Tidak ada lagi kesedihan, tidak ada lagi kekhawatiran. Akan tetapi, mustahil semua itu akan terjadi. Apalagi manusia terkenal dengan sifat yang sangat berambisi.

Agaknya, kehidupan di Kekaisaran Wei pun akan mengalami lagi kekacauan. Karena tidak akan ada yang namanya perdamaian abadi, semuanya sudah ada pasangan. Inilah kehidupan didunia.

Selamat datang di kehidupan baru. Di dunia yang keras dan penuh dengan gelombang. Di saat terjadi kekacauan, saat itulah akan muncul pendekar baru. Penerus baru. Seorang pahlawan yang baru pula.

Terpopuler

Comments

zevs

zevs

mulai maraton

2024-04-08

0

Dzikir Ari

Dzikir Ari

kucoba mampir Tor ... semoga Alurnya bagus...🙏🙏

2023-04-27

1

Sudiwan 234

Sudiwan 234

semoga lancar thor ceritanya

2023-01-09

0

lihat semua
Episodes
1 Sepuluh Tahun Setelah Perang Besar
2 Mimpi Yang Aneh
3 Kenapa Dengan Mataku?
4 Mata Yang Aneh
5 Pertarungan Antara Ayah dan Anak
6 Mata Dewa
7 Tantangan
8 Bertarung Demi Balas Dendam
9 Si Kembar Yang Malang
10 Hadiah Dari Kakek Guru
11 Suara Seruling Yang Menyayat Hati
12 Sembilan Orang Yang Mencurigakan
13 Tiba di Istana Kekaisaran Wei
14 Salah Paham
15 Marahnya Pendekar Halilintar
16 Ucapan Yang Terbukti
17 Sebuah Penghinaan
18 Pedang Halilintar Beraksi
19 Pertarungan Sengit
20 Akhir Pertarungan
21 Persiapan Menyambut Malapetaka Besar
22 Hadiah Dari Ayah
23 Kemajuan Chen Li
24 Latih Tanding
25 Kaisar Naga Merah
26 Mengembara Bersama
27 Empat Ekor Siluman
28 Tiba di Kediaman Kaisar Naga Merah
29 Sekumpulan Siluman Yang Bodoh
30 Telapak Tangan Dewa Halilintar
31 Kaisar Iblis Mata Tiga Tanduk Tiga
32 Chen Li Diculik
33 Kepanikan Shin Shui
34 Shin Shui Bergerak
35 Menyelamatkan Chen Li
36 Bertarung Dengan Siluman
37 Kekalahan Iblis Berkulit Merah
38 Malam Yang Penuh Dengan Kesedihan
39 Penyerangan
40 Sepak Terjang Ayah dan Anak
41 Amarah Tiga Naga
42 Kemunculan Kaisar Tiga Mata Tiga Tanduk
43 Pertarungan Menegangkan
44 Dendam Yang Terbalaskan
45 Ruang Pusaka
46 Sahabat
47 Li Feng Dan Li Cun
48 Anak Gubernur
49 Taruhan
50 Kekalahan Rombongan Tuan Muda
51 Racun Dalam Makanan
52 Bermain Pedang Untuk Yang Pertama Kali
53 Membunuh Tanpa Perasaan
54 Pedang Hijau Daun
55 Rencana Besar Tuan Tang
56 Sepuluh Pendekar Dari Kekaisaran Lain
57 Pertarungan Yang Melelahkan
58 Bantuan Datang
59 Bantuan Kedua Telah Datang
60 Pendekar Tanpa Perasaan
61 Kemenangan
62 Sekte Gunung Batu Hitam
63 Masalah Mulai Bermunculan
64 Membantu Sesama
65 Si Anak Gubernur Lagi
66 Empat Pendekar Tua
67 Gubernur Mo Pou
68 Sosok Asli Gubernur Mo Pou dan Rombongan
69 Di Keroyok
70 Akal Li Cun
71 Kakek Tua Jubah Hitam
72 Badai Semakin Melanda
73 Amarah Shin Shui I
74 Dikepung
75 Amarah Shin Shui II
76 Amarah Shin Shui III
77 Serigala dari Lembah Kematian
78 Amarah Dewa Halilintar
79 Rencana Shin Shui
80 Sekte Langit Merah I
81 Sekte Langit Merah II
82 Tewasnya Seluruh Anggota Sekte Langit Merah
83 Hancurnya Sekte Langit Merah
84 Orang-orang Bodoh
85 Menikmati Perjalanan
86 Empat Orang Tak Dikenal
87 Tiba di Sekte Bukit Halilintar
88 Diskusi Serius Tetua Sekte Bukit Halilintar
89 Masalah di Sekte Bukit Halilintar I
90 Masalah di Sekte Bukit Halilintar II
91 Masalah di Sekte Bukit Halilintar III
92 Pertempuran I
93 Pertempuran II
94 Pertempuran III
95 Pertempuran IV
96 Mata Unsur Bumi
97 Tornado Api
98 Kekuatan Mengerikan Mata Dewa
99 Pengobatan Shin Shui dan Yang Lainnya
100 Kondisi Shin Shui
101 Memulihkan Diri
102 Maling Sakti Hidung Serigala
103 Saudara Angkat
104 Kaisar Wei An
105 Kemarahan I
106 Kemarahan II
107 Kemarahan III
108 Sembilan Bola Energi
109 Menjemput Yun Mei dan Para Tetua
110 Harimau Emas
111 Lima Harimau Emas
112 Bertarung Melawan Siluman
113 Menyelidiki Hutan
114 Hutan Misteri
115 Sepasang Suami Istri Penguasa Hutan Misteri
116 Pertarungan di Hutan Misteri I
117 Pertarungan di Hutan Misteri II
118 Pengaruh Besar Kaisar Naga Merah
119 Berakhirnya Sang Penguasa Hutan Misteri
120 Mustika Siluman Naga Tiga Kepala
121 Melanjutkan Perjalanan
122 Membebaskan Para Tawanan
123 Terjebak
124 Pertempuran Pecah
125 Pertempuran di Sekte Serigala Putih I
126 Ying Mengtian si Kaisar Buas
127 Pertempuran di Sekte Serigala Putih II
128 Pertempuran di Sekte Serigala Putih III
129 Dua Dewa
130 Jurus Pedang Cahaya
131 Duka di Sekte Serigala Putih
132 Firasat Buruk
133 Kejadian di Sekte Kayu Hitam
134 Pertarungan Kepala Tetua
135 Keputusan Yang Mengejutkan
136 Memberikan Bantuan
137 Sepucuk Surat
138 Pendekar Pedang Tombak Tanpa Tanding
139 Kedatangan Rombongan Jendral Besar dari Selatan
140 Kejutan
141 Melawan Pihak Jendral Besar dari Selatan
142 Kematian Jendral Besar dari Selatan
143 Jurus Kelas Atas
144 Kembali ke Sekte Bukit Halilintar
145 Menyambut Kedatangan Kepala Tetua Sekte Bukit Halilintar
146 kakek Sakti Manusia Dewa
147 Sekilas Tentang Kakek Sakti Manusia Dewa
148 Keputusan Shin Shui
149 Berlatih Tanding
150 Menemui Kakek Sakti Manusia Dewa
151 Mengembara Kembali
152 Kota Sokhia
153 Tujuh Perampok Berhati Emas
154 Orang-orang Tuan Sung
155 Keganasan Pedang Halilintar
156 Hadiah Untuk Tujuh Perampok Berhati Emas
157 Perguruan Mata Iblis
158 Sahabat, Aku Datang …
159 San Ong dan Ong San
160 Derita San Ong
161 Bukit Hitam
162 Menjadi Seorang Pembunuh
163 Malaikat Maut
164 Kematian Enam Pendekar Dewa
165 Kiam Mo Kong si Datuk Ular Beracun
166 Amarah 'Sang Dewa'
167 Duel Maut
168 Yang Ada Hanyalah Kematian
169 Mengobati San Ong
170 Melakukan Perjalanan Bersama
171 Ling Yang
172 Tipu Daya
173 San Ong dan Ong San Beraksi
174 Keganasan Dua Siluman Kera Putih
175 Karena Cinta
176 Kesempatan Untuk Hidup
177 Dua Puluh Tujuh Pendekar Dewa
178 Kekuatan Sesungguhnya San Ong dan Ong San
179 Iblis Seribu Wajah dari Timur
180 Amukan Dewa Naga Halilintar
181 Terkena Jebakan
182 Rencana Pendekar Pedang Tombak
183 Pil Lingkaran Dewa dan Pil Penghancur Tulang Sumsum
184 Bangkitnya Mata Dewa Unsur Bumi
185 Huang Taiji Lu dan Makhluk Mata Dewa Unsur Bumi
186 Menjalankan Misi
187 Memulai Rencana Pertama
188 Sukses Menjalankan Rencana
189 Sekelompok Orang Sombong
190 Amarah Huang Taiji Lu
191 Pendekar Tanpa Perasaan, Bukan Pendekar Bawa Perasaan
192 Sisi Lain Chen Li
193 Dua Pemimpin
194 Menggores Langit Menghancurkan Bumi
195 Misi Selesai
196 Keterkejutan Para Tetua
197 Pertemuan Para Tokoh
198 Informasi Para Tokoh
199 Rencana Shin Shui
200 Pertarungan Uji Coba
201 Semua Orang Terkejut
202 Warisan Dari Ayah
203 Mengembara
204 Mencoba Kekuatan Tenaga Dalam Langit Bumi
205 Kemajuan Chen Li
206 Lepas Kendali
207 Gadis di Tiang Salib
208 Menolong Gadis Kecil
209 Ye Moi Xiuhan
210 Kejadian Sebenarnya
211 Bergerak
212 Banjir Darah
213 Menang Jumlah Kalah Kekuatan
214 Sayap Malaikat Putih
215 Amarah Huang Taiji Lu
216 Mayat Manusia Seperti Bangkai Kambing
217 Kasih Sayang
218 Menuju ke Sarang Harimau
219 Puluhan Tenda Darurat
220 Pagi Yang Memakan Korban
221 Pertarungan di Pinggir Sungai
222 Sungai Darah
223 Rapat di Istana Kekaisaran I
224 Rapat di Istana Kekaisaran II
225 Tiga Naga Muda Tampil
226 Menyelamatkan Moi Xiuhan
227 Mengadu Jiwa
228 Pendekar Berdarah Dingin
229 Selaksa Teratai Bertaburan di Angkasa
230 Gembira
231 Berpetualang Bersama
232 Toko Senjata Pusaka Pualam
233 Ruangan Khusus Senjata Pualam
234 Membeli Senjata Pusaka
235 Kekaguman
236 Hadiah Untuk Sahabat
237 Meminta Tumbal
238 Dua Orang Asing
239 Si Pedang Angin dan si Setan Mata Golok
240 Pedang Tak Berperasaan
241 Berita Hangat
242 Petani Yang Menyamar
243 Ketakutan Kepala Desa
244 Sekte Seribu Iblis
245 Tak Sadarkan Diri
246 Sosok Berkerudung Ungu
247 Kuil Tua
248 Rajawali Botak Cakar Merah
249 Keinginan Delapan Belas Orang Bercadar Hitam
250 Pukulan Neraka Kedua
251 Sekte Tangan Dewa Kegelapan
252 Fang Giok
253 Kesedihan Fang Giok
254 Kera Biru
255 Pertarungan Antar Siluman
256 Hu Toan
257 Informasi Dari Hu Toan
258 Lembah Siluman
259 Keistimewaan San Ong dan Ong San
260 Pembalasan Dendam Para Siluman
261 Ciri-ciri Huan Ni Mo
262 Menemukan Orang Yang Dicari-cari
263 Luka Huan Ni Mo
264 Mengobati Luka Huan Ni Mo
265 Tiga Wanita Cantik
266 Pedang Pembelah Mega
267 Murid Perguruan Kipas Baja
268 Surat Untuk Huang Taiji
269 Han Ciu Ling si Kipas Seribu Bunga
270 Tiga Wanita Pembawa Maut I
271 Tiga Wanita Pembawa Maut II
272 Kemampuan Yang Memukau
273 Tiga Wanita Pembawa Maut III
274 Terkejut Setengah Mati
275 Pil Dewa Es
276 Bertemu Kembali
277 Empat Ahli
278 Pil Kesempurnaan
279 Ang Mo Bian si Pengemis Sakti Bertangan Enam
280 Rencana Ang Mo Bian
281 Huan Ni Mo Sadar
282 Kereta Kuda Yang Mewah
283 Pertarungan Dua Bocah Luar Biasa
284 Siluman Ular Hitam
285 Lima Orang Tua Perkasa
286 Naga Hitam Bersayap Delapan
287 Tiga Guru Silat
288 Sejarah Bukit Merah Salju
289 Nenek Pedang Tunggal dan Bidadari Kecil Pedang Sutera
290 Pertarungan Hidup dan Mati
291 Semua Perasaan Menjadi Satu
292 Menelan Ludah Sendiri
293 Dua Senjata Pusaka Tanpa Tanding
294 Kemunculan Tak Terduga
295 Jurus Yang Mengerikan
296 Cemas
297 Keinginan Untuk Terus Membunuh
298 Waktu Terus Berjalan
299 Awal Sebuah Perang
300 Kemarahan Yuan Shi
301 Sembilan Tokoh Kelas Atas
302 Amarah Huang Taiji dan Yuan Shi
303 Puluhan Tokoh Berkumpul
304 Ribuan Titik Hitam
305 Keluarga Yang Mengerikan
306 Lima Naga
307 Kekuatan Naga Air
308 Berlatih Kembali
309 Keamanan Kekaisaran
310 Sedikit Kecewa
311 Masalah Yang di Hadapi Kaisar Wei An
312 Perintah Dari Kaisar
313 Pasukan Elit Rahasia Istana Kekaisaran
314 Cahaya Dari Neraka
315 Maling Seribu Tangan
316 Manusia Yang Mirip Siluman
317 Tiga Bulan Kemudian
318 Serba Baru
319 Dua Pedang Kembar
320 Tiga Pendekar Muda
321 Bayangan Merah
322 Perang Besar I
323 Perang Besar II
324 Perang III
325 Perang Besar IV
326 Perang Besar V
327 Perang Besar VI
328 Perang Besar VII
329 Perang Besar VIII
330 Perang Besar IX
331 Perang Besar X
332 Perang Besar XI
333 Perang Besar XII
334 Perang Besar XIII
335 Perang Besar XIV
336 Perang Besar XV
337 Perang Besar XVI
338 Perang Besar XVII
339 Dewa Hitam dan Dewa Merah
340 Dewa Hitam dan Dewa Merah
341 Sumpah Yang Terbukti
342 Tiga Kaisar
343 Kematian
344 Akhir
345 Sosok Bercahaya Putih
346 Lembah Ketenangan
347 Yashou
348 Kematian Datang Menjemput
349 Sifat Jahil Huang Taiji
350 Keinginan Chen Li
351 Pendekar Merah
352 Kota Qinghai
353 Tokoh Organisasi Elang Hitam
354 Benih Dendam
355 Menyerang ke Markas Organisasi Elang Hitam
356 Enam Tokoh Organisasi Elang Hitam
357 Amarah Malaikat Maut
358 Phoenix Raja
359 Menghancurkan Markas Organisasi Elang Hitam
360 Menolong Seorang Kakek Tua
361 Hong Hua
362 Rencana Hong Hua
363 Jalan Pedang
364 Dewa dan Iblis
365 Keputusan Hong Hua
366 Menerima Tantangan
367 Lima Tokoh Pilihan
368 Suara Penggetar Langit Bumi
369 Pergi Dari Gedung Hong Hua
370 Kakek Tua Yang Malang
371 Tentang Organisasi Elang Hitam
372 Pemuda Istimewa
373 Kabar Menggemparkan
374 Pesta
375 Kembali ke Lembah Ketenangan
376 Dewa Lima Unsur
377 Guru Baru
378 Bayangan Tiga Warna
379 Jurus Kesempurnaan
380 Pedang Kembar Neraka
381 Ujian Terakhir
382 Ruang Jiwa
383 Keluar Sebagai Pemenang
384 Rahasia Huang Taiji
385 Tiba Waktunya
386 Pertarungan Terakhir
387 Turun Gunung
388 Sebuah Lukisan
389 Desa Yang Miskin
390 Dihadang
391 Tempat Hiburan Malam
392 Siau Bu Si si Pelukis Sakti Penarik Jiwa
393 Terpukau
394 Hujan Darah
395 Orang Yang Sama
396 Satu Orang Yang Hidup
397 Ah Kui
398 Kotaraja Kekaisaran Sung
399 Keindahan dan Kemegahan Kotaraja Kekaisaran Sung
400 Jalan Kematian
401 Sepuluh Orang Berjubah Hitam
402 Menemui Ah Kui
403 Mendatangi Markas Pusat Organisasi Elang Hitam
404 Bangunan yang Menyeramkan
405 Semua Orang Terkejut
406 Menantang Seratus Orang Tokoh
407 Si Tombak Kematian
408 Utusan
409 Mo Lin
410 Racun Minyak Wangi Khayalan
411 Padang Rumput Gunung Bok San
412 Pertarungan Maha Dahsyat
413 Raungan Naga Para Dewa
414 Semuanya Wajib Mati
415 Pembantaian Seratus Tokoh
416 Iblis Kera Hitam
417 Dua Kakek Misterius
418 Mencari Xhiang Yu si Pedang Lima Nyawa
419 Dua Pengemis
420 Perkumpulan Pengemis
421 Masalah Perkumpulan Pengemis
422 Buku Catatan Para Pendekar Dunia Persilatan
423 Berita Hangat
424 Pergi ke Pegunungan Salju
425 Yun Jianying
426 Bao Bao
427 Perguruan Tapak Sakti
428 Tewasnya Xhiang Yu si Pedang Lima Nyawa
429 Pedang Ular dan Pedang Listrik
430 Mencari Pang Meng
431 Keramaian
432 Empat Pedang Bulan Merah
433 Ketakutan
434 Dua Penguasa Bulan
435 Bertemu Orang Yang Dicari
436 Pembunuhan yang Kejam
437 Tempat Rahasia Sekte Bulan Merah
438 Dua Belas Iblis Bermata Hijau
439 Bersikap Dingin
440 Lima Pembunuh Kilat
441 Tingkah Konyol Pengemis Berwatak Aneh
442 Keputusan
443 Pengumuman
444 Pengumuman
445 Rilis Novel Baru di Noveltoon
Episodes

Updated 445 Episodes

1
Sepuluh Tahun Setelah Perang Besar
2
Mimpi Yang Aneh
3
Kenapa Dengan Mataku?
4
Mata Yang Aneh
5
Pertarungan Antara Ayah dan Anak
6
Mata Dewa
7
Tantangan
8
Bertarung Demi Balas Dendam
9
Si Kembar Yang Malang
10
Hadiah Dari Kakek Guru
11
Suara Seruling Yang Menyayat Hati
12
Sembilan Orang Yang Mencurigakan
13
Tiba di Istana Kekaisaran Wei
14
Salah Paham
15
Marahnya Pendekar Halilintar
16
Ucapan Yang Terbukti
17
Sebuah Penghinaan
18
Pedang Halilintar Beraksi
19
Pertarungan Sengit
20
Akhir Pertarungan
21
Persiapan Menyambut Malapetaka Besar
22
Hadiah Dari Ayah
23
Kemajuan Chen Li
24
Latih Tanding
25
Kaisar Naga Merah
26
Mengembara Bersama
27
Empat Ekor Siluman
28
Tiba di Kediaman Kaisar Naga Merah
29
Sekumpulan Siluman Yang Bodoh
30
Telapak Tangan Dewa Halilintar
31
Kaisar Iblis Mata Tiga Tanduk Tiga
32
Chen Li Diculik
33
Kepanikan Shin Shui
34
Shin Shui Bergerak
35
Menyelamatkan Chen Li
36
Bertarung Dengan Siluman
37
Kekalahan Iblis Berkulit Merah
38
Malam Yang Penuh Dengan Kesedihan
39
Penyerangan
40
Sepak Terjang Ayah dan Anak
41
Amarah Tiga Naga
42
Kemunculan Kaisar Tiga Mata Tiga Tanduk
43
Pertarungan Menegangkan
44
Dendam Yang Terbalaskan
45
Ruang Pusaka
46
Sahabat
47
Li Feng Dan Li Cun
48
Anak Gubernur
49
Taruhan
50
Kekalahan Rombongan Tuan Muda
51
Racun Dalam Makanan
52
Bermain Pedang Untuk Yang Pertama Kali
53
Membunuh Tanpa Perasaan
54
Pedang Hijau Daun
55
Rencana Besar Tuan Tang
56
Sepuluh Pendekar Dari Kekaisaran Lain
57
Pertarungan Yang Melelahkan
58
Bantuan Datang
59
Bantuan Kedua Telah Datang
60
Pendekar Tanpa Perasaan
61
Kemenangan
62
Sekte Gunung Batu Hitam
63
Masalah Mulai Bermunculan
64
Membantu Sesama
65
Si Anak Gubernur Lagi
66
Empat Pendekar Tua
67
Gubernur Mo Pou
68
Sosok Asli Gubernur Mo Pou dan Rombongan
69
Di Keroyok
70
Akal Li Cun
71
Kakek Tua Jubah Hitam
72
Badai Semakin Melanda
73
Amarah Shin Shui I
74
Dikepung
75
Amarah Shin Shui II
76
Amarah Shin Shui III
77
Serigala dari Lembah Kematian
78
Amarah Dewa Halilintar
79
Rencana Shin Shui
80
Sekte Langit Merah I
81
Sekte Langit Merah II
82
Tewasnya Seluruh Anggota Sekte Langit Merah
83
Hancurnya Sekte Langit Merah
84
Orang-orang Bodoh
85
Menikmati Perjalanan
86
Empat Orang Tak Dikenal
87
Tiba di Sekte Bukit Halilintar
88
Diskusi Serius Tetua Sekte Bukit Halilintar
89
Masalah di Sekte Bukit Halilintar I
90
Masalah di Sekte Bukit Halilintar II
91
Masalah di Sekte Bukit Halilintar III
92
Pertempuran I
93
Pertempuran II
94
Pertempuran III
95
Pertempuran IV
96
Mata Unsur Bumi
97
Tornado Api
98
Kekuatan Mengerikan Mata Dewa
99
Pengobatan Shin Shui dan Yang Lainnya
100
Kondisi Shin Shui
101
Memulihkan Diri
102
Maling Sakti Hidung Serigala
103
Saudara Angkat
104
Kaisar Wei An
105
Kemarahan I
106
Kemarahan II
107
Kemarahan III
108
Sembilan Bola Energi
109
Menjemput Yun Mei dan Para Tetua
110
Harimau Emas
111
Lima Harimau Emas
112
Bertarung Melawan Siluman
113
Menyelidiki Hutan
114
Hutan Misteri
115
Sepasang Suami Istri Penguasa Hutan Misteri
116
Pertarungan di Hutan Misteri I
117
Pertarungan di Hutan Misteri II
118
Pengaruh Besar Kaisar Naga Merah
119
Berakhirnya Sang Penguasa Hutan Misteri
120
Mustika Siluman Naga Tiga Kepala
121
Melanjutkan Perjalanan
122
Membebaskan Para Tawanan
123
Terjebak
124
Pertempuran Pecah
125
Pertempuran di Sekte Serigala Putih I
126
Ying Mengtian si Kaisar Buas
127
Pertempuran di Sekte Serigala Putih II
128
Pertempuran di Sekte Serigala Putih III
129
Dua Dewa
130
Jurus Pedang Cahaya
131
Duka di Sekte Serigala Putih
132
Firasat Buruk
133
Kejadian di Sekte Kayu Hitam
134
Pertarungan Kepala Tetua
135
Keputusan Yang Mengejutkan
136
Memberikan Bantuan
137
Sepucuk Surat
138
Pendekar Pedang Tombak Tanpa Tanding
139
Kedatangan Rombongan Jendral Besar dari Selatan
140
Kejutan
141
Melawan Pihak Jendral Besar dari Selatan
142
Kematian Jendral Besar dari Selatan
143
Jurus Kelas Atas
144
Kembali ke Sekte Bukit Halilintar
145
Menyambut Kedatangan Kepala Tetua Sekte Bukit Halilintar
146
kakek Sakti Manusia Dewa
147
Sekilas Tentang Kakek Sakti Manusia Dewa
148
Keputusan Shin Shui
149
Berlatih Tanding
150
Menemui Kakek Sakti Manusia Dewa
151
Mengembara Kembali
152
Kota Sokhia
153
Tujuh Perampok Berhati Emas
154
Orang-orang Tuan Sung
155
Keganasan Pedang Halilintar
156
Hadiah Untuk Tujuh Perampok Berhati Emas
157
Perguruan Mata Iblis
158
Sahabat, Aku Datang …
159
San Ong dan Ong San
160
Derita San Ong
161
Bukit Hitam
162
Menjadi Seorang Pembunuh
163
Malaikat Maut
164
Kematian Enam Pendekar Dewa
165
Kiam Mo Kong si Datuk Ular Beracun
166
Amarah 'Sang Dewa'
167
Duel Maut
168
Yang Ada Hanyalah Kematian
169
Mengobati San Ong
170
Melakukan Perjalanan Bersama
171
Ling Yang
172
Tipu Daya
173
San Ong dan Ong San Beraksi
174
Keganasan Dua Siluman Kera Putih
175
Karena Cinta
176
Kesempatan Untuk Hidup
177
Dua Puluh Tujuh Pendekar Dewa
178
Kekuatan Sesungguhnya San Ong dan Ong San
179
Iblis Seribu Wajah dari Timur
180
Amukan Dewa Naga Halilintar
181
Terkena Jebakan
182
Rencana Pendekar Pedang Tombak
183
Pil Lingkaran Dewa dan Pil Penghancur Tulang Sumsum
184
Bangkitnya Mata Dewa Unsur Bumi
185
Huang Taiji Lu dan Makhluk Mata Dewa Unsur Bumi
186
Menjalankan Misi
187
Memulai Rencana Pertama
188
Sukses Menjalankan Rencana
189
Sekelompok Orang Sombong
190
Amarah Huang Taiji Lu
191
Pendekar Tanpa Perasaan, Bukan Pendekar Bawa Perasaan
192
Sisi Lain Chen Li
193
Dua Pemimpin
194
Menggores Langit Menghancurkan Bumi
195
Misi Selesai
196
Keterkejutan Para Tetua
197
Pertemuan Para Tokoh
198
Informasi Para Tokoh
199
Rencana Shin Shui
200
Pertarungan Uji Coba
201
Semua Orang Terkejut
202
Warisan Dari Ayah
203
Mengembara
204
Mencoba Kekuatan Tenaga Dalam Langit Bumi
205
Kemajuan Chen Li
206
Lepas Kendali
207
Gadis di Tiang Salib
208
Menolong Gadis Kecil
209
Ye Moi Xiuhan
210
Kejadian Sebenarnya
211
Bergerak
212
Banjir Darah
213
Menang Jumlah Kalah Kekuatan
214
Sayap Malaikat Putih
215
Amarah Huang Taiji Lu
216
Mayat Manusia Seperti Bangkai Kambing
217
Kasih Sayang
218
Menuju ke Sarang Harimau
219
Puluhan Tenda Darurat
220
Pagi Yang Memakan Korban
221
Pertarungan di Pinggir Sungai
222
Sungai Darah
223
Rapat di Istana Kekaisaran I
224
Rapat di Istana Kekaisaran II
225
Tiga Naga Muda Tampil
226
Menyelamatkan Moi Xiuhan
227
Mengadu Jiwa
228
Pendekar Berdarah Dingin
229
Selaksa Teratai Bertaburan di Angkasa
230
Gembira
231
Berpetualang Bersama
232
Toko Senjata Pusaka Pualam
233
Ruangan Khusus Senjata Pualam
234
Membeli Senjata Pusaka
235
Kekaguman
236
Hadiah Untuk Sahabat
237
Meminta Tumbal
238
Dua Orang Asing
239
Si Pedang Angin dan si Setan Mata Golok
240
Pedang Tak Berperasaan
241
Berita Hangat
242
Petani Yang Menyamar
243
Ketakutan Kepala Desa
244
Sekte Seribu Iblis
245
Tak Sadarkan Diri
246
Sosok Berkerudung Ungu
247
Kuil Tua
248
Rajawali Botak Cakar Merah
249
Keinginan Delapan Belas Orang Bercadar Hitam
250
Pukulan Neraka Kedua
251
Sekte Tangan Dewa Kegelapan
252
Fang Giok
253
Kesedihan Fang Giok
254
Kera Biru
255
Pertarungan Antar Siluman
256
Hu Toan
257
Informasi Dari Hu Toan
258
Lembah Siluman
259
Keistimewaan San Ong dan Ong San
260
Pembalasan Dendam Para Siluman
261
Ciri-ciri Huan Ni Mo
262
Menemukan Orang Yang Dicari-cari
263
Luka Huan Ni Mo
264
Mengobati Luka Huan Ni Mo
265
Tiga Wanita Cantik
266
Pedang Pembelah Mega
267
Murid Perguruan Kipas Baja
268
Surat Untuk Huang Taiji
269
Han Ciu Ling si Kipas Seribu Bunga
270
Tiga Wanita Pembawa Maut I
271
Tiga Wanita Pembawa Maut II
272
Kemampuan Yang Memukau
273
Tiga Wanita Pembawa Maut III
274
Terkejut Setengah Mati
275
Pil Dewa Es
276
Bertemu Kembali
277
Empat Ahli
278
Pil Kesempurnaan
279
Ang Mo Bian si Pengemis Sakti Bertangan Enam
280
Rencana Ang Mo Bian
281
Huan Ni Mo Sadar
282
Kereta Kuda Yang Mewah
283
Pertarungan Dua Bocah Luar Biasa
284
Siluman Ular Hitam
285
Lima Orang Tua Perkasa
286
Naga Hitam Bersayap Delapan
287
Tiga Guru Silat
288
Sejarah Bukit Merah Salju
289
Nenek Pedang Tunggal dan Bidadari Kecil Pedang Sutera
290
Pertarungan Hidup dan Mati
291
Semua Perasaan Menjadi Satu
292
Menelan Ludah Sendiri
293
Dua Senjata Pusaka Tanpa Tanding
294
Kemunculan Tak Terduga
295
Jurus Yang Mengerikan
296
Cemas
297
Keinginan Untuk Terus Membunuh
298
Waktu Terus Berjalan
299
Awal Sebuah Perang
300
Kemarahan Yuan Shi
301
Sembilan Tokoh Kelas Atas
302
Amarah Huang Taiji dan Yuan Shi
303
Puluhan Tokoh Berkumpul
304
Ribuan Titik Hitam
305
Keluarga Yang Mengerikan
306
Lima Naga
307
Kekuatan Naga Air
308
Berlatih Kembali
309
Keamanan Kekaisaran
310
Sedikit Kecewa
311
Masalah Yang di Hadapi Kaisar Wei An
312
Perintah Dari Kaisar
313
Pasukan Elit Rahasia Istana Kekaisaran
314
Cahaya Dari Neraka
315
Maling Seribu Tangan
316
Manusia Yang Mirip Siluman
317
Tiga Bulan Kemudian
318
Serba Baru
319
Dua Pedang Kembar
320
Tiga Pendekar Muda
321
Bayangan Merah
322
Perang Besar I
323
Perang Besar II
324
Perang III
325
Perang Besar IV
326
Perang Besar V
327
Perang Besar VI
328
Perang Besar VII
329
Perang Besar VIII
330
Perang Besar IX
331
Perang Besar X
332
Perang Besar XI
333
Perang Besar XII
334
Perang Besar XIII
335
Perang Besar XIV
336
Perang Besar XV
337
Perang Besar XVI
338
Perang Besar XVII
339
Dewa Hitam dan Dewa Merah
340
Dewa Hitam dan Dewa Merah
341
Sumpah Yang Terbukti
342
Tiga Kaisar
343
Kematian
344
Akhir
345
Sosok Bercahaya Putih
346
Lembah Ketenangan
347
Yashou
348
Kematian Datang Menjemput
349
Sifat Jahil Huang Taiji
350
Keinginan Chen Li
351
Pendekar Merah
352
Kota Qinghai
353
Tokoh Organisasi Elang Hitam
354
Benih Dendam
355
Menyerang ke Markas Organisasi Elang Hitam
356
Enam Tokoh Organisasi Elang Hitam
357
Amarah Malaikat Maut
358
Phoenix Raja
359
Menghancurkan Markas Organisasi Elang Hitam
360
Menolong Seorang Kakek Tua
361
Hong Hua
362
Rencana Hong Hua
363
Jalan Pedang
364
Dewa dan Iblis
365
Keputusan Hong Hua
366
Menerima Tantangan
367
Lima Tokoh Pilihan
368
Suara Penggetar Langit Bumi
369
Pergi Dari Gedung Hong Hua
370
Kakek Tua Yang Malang
371
Tentang Organisasi Elang Hitam
372
Pemuda Istimewa
373
Kabar Menggemparkan
374
Pesta
375
Kembali ke Lembah Ketenangan
376
Dewa Lima Unsur
377
Guru Baru
378
Bayangan Tiga Warna
379
Jurus Kesempurnaan
380
Pedang Kembar Neraka
381
Ujian Terakhir
382
Ruang Jiwa
383
Keluar Sebagai Pemenang
384
Rahasia Huang Taiji
385
Tiba Waktunya
386
Pertarungan Terakhir
387
Turun Gunung
388
Sebuah Lukisan
389
Desa Yang Miskin
390
Dihadang
391
Tempat Hiburan Malam
392
Siau Bu Si si Pelukis Sakti Penarik Jiwa
393
Terpukau
394
Hujan Darah
395
Orang Yang Sama
396
Satu Orang Yang Hidup
397
Ah Kui
398
Kotaraja Kekaisaran Sung
399
Keindahan dan Kemegahan Kotaraja Kekaisaran Sung
400
Jalan Kematian
401
Sepuluh Orang Berjubah Hitam
402
Menemui Ah Kui
403
Mendatangi Markas Pusat Organisasi Elang Hitam
404
Bangunan yang Menyeramkan
405
Semua Orang Terkejut
406
Menantang Seratus Orang Tokoh
407
Si Tombak Kematian
408
Utusan
409
Mo Lin
410
Racun Minyak Wangi Khayalan
411
Padang Rumput Gunung Bok San
412
Pertarungan Maha Dahsyat
413
Raungan Naga Para Dewa
414
Semuanya Wajib Mati
415
Pembantaian Seratus Tokoh
416
Iblis Kera Hitam
417
Dua Kakek Misterius
418
Mencari Xhiang Yu si Pedang Lima Nyawa
419
Dua Pengemis
420
Perkumpulan Pengemis
421
Masalah Perkumpulan Pengemis
422
Buku Catatan Para Pendekar Dunia Persilatan
423
Berita Hangat
424
Pergi ke Pegunungan Salju
425
Yun Jianying
426
Bao Bao
427
Perguruan Tapak Sakti
428
Tewasnya Xhiang Yu si Pedang Lima Nyawa
429
Pedang Ular dan Pedang Listrik
430
Mencari Pang Meng
431
Keramaian
432
Empat Pedang Bulan Merah
433
Ketakutan
434
Dua Penguasa Bulan
435
Bertemu Orang Yang Dicari
436
Pembunuhan yang Kejam
437
Tempat Rahasia Sekte Bulan Merah
438
Dua Belas Iblis Bermata Hijau
439
Bersikap Dingin
440
Lima Pembunuh Kilat
441
Tingkah Konyol Pengemis Berwatak Aneh
442
Keputusan
443
Pengumuman
444
Pengumuman
445
Rilis Novel Baru di Noveltoon

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!