NovelToon NovelToon
Takdir Didunia Sihir

Takdir Didunia Sihir

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Fantasi
Popularitas:76
Nilai: 5
Nama Author: (Rahu)l

Haruto Kazehara hanyalah remaja biasa yang tak pernah bermimpi menjadi seseorang yang istimewa—sampai takdir mengubah segalanya secara tiba-tiba lewat sebuah kecelakaan. Saat ia membuka mata kembali, ia mendapati dirinya terbangun di dunia yang tak pernah ia bayangkan: sebuah negeri yang dipenuhi cahaya sihir, hutan berbahaya, monster purba, naga yang menguasai langit, dan kerajaan kuno yang menyimpan ribuan rahasia.

Penuh harap ia menyambut kekuatan baru sebagai pahlawan yang legendaris. Namun kenyataan berbalik mengecewakan: sihir yang ia miliki justru berjenis aneh, tak terduga, dan seringkali gagal total di saat-saat paling krusial. Alih-alih tampil gagah dan memukau, Haruto malah kerap menjadi bahan tertawaan teman-temannya—belum lagi tingkah laku slime rakus bernama Pochi yang selalu mengikutinya ke mana saja dan tak segan membuat kekacauan di mana pun mereka berada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon (Rahu)l, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26 – MUSUH LAMA

Keesokan harinya, meskipun tubuhnya masih merasa lelah dan ada bekas rasa sakit dari benturan kemarin malam, Haruto bersama Daichi yang juga baru saja bisa berjalan dengan lebih stabil kembali menuju rumah Mizuna di Lembah Air Murni. Langkah kaki mereka terasa lebih berat dari biasanya, dipenuhi oleh rasa kekhawatiran dan kebingungan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Sepanjang jalan, mereka jarang berbicara—kedua-duanya masih merenungkan sosok misterius yang menyerang mereka dan pesan yang diberikan kepadanya. Ketika mereka tiba di depan rumah kayu kecil yang sudah akrab, pintu sudah terbuka lebar seolah Mizuna sudah menunggu kedatangan mereka. Udara pagi yang segar dan aroma bunga liar yang tumbuh di sekitar halaman rumah tidak mampu meredakan ketegangan yang ada di antara mereka.

Mizuna langsung berdiri ketika melihat wajah Haruto dan Daichi yang tampak lesu dan penuh kekhawatiran. Setelah mereka masuk dan duduk di ruang tamu yang hangat, Haruto mulai menceritakan secara rinci kejadian yang mereka alami tadi malam—mulai dari munculnya sosok misterius yang menghalangi jalan, pertempuran yang membuat Daichi kesulitan bertahan, hingga kata-kata terakhir yang diucapkan orang itu tentang “Orde Air Kuno” dan pesan untuk Mizuna. Ketika Haruto menyebutkan ciri fisik orang misterius itu—baju besi gelap tanpa lambang, pedang panjang bergagang hitam, dan mata merah yang menyala seperti bara api—wajah Mizuna tiba-tiba menjadi pucat dan ekspresinya penuh dengan kejutan yang jelas terlihat. “Sialan… mereka sudah mengetahui keberadaanmu,” kata Mizuna dengan suara yang pelan namun penuh dengan kemarahan tersembunyi. Ia kemudian duduk kembali dan menghela napas panjang sebelum mulai menjelaskan segala sesuatu yang selama ini ia sembunyikan. Dalam hati Haruto berkata, “Sialan… baru dua bulan aku di dunia baru, sudah dijadikan buronan oleh kelompok yang aku tidak tahu sama sekali.” Rasa frustasi dan sedikit takut mulai muncul di dalam dirinya, namun ia tetap fokus untuk mendengar setiap kata yang akan keluar dari mulut gurunya.

“Orde Air Kuno adalah sebuah organisasi kuno yang sudah ada jauh sebelum guild-guild petualang terbentuk di seluruh negeri ini,” mulai Mizuna dengan suara yang serius, matanya melihat jauh ke arah jendela seolah merenungkan masa lalu yang tidak menyenangkan. “Mereka percaya bahwa kekuatan sihir air hanya boleh dikuasai oleh mereka yang memiliki darah keturunan khusus—keluarga-keluarga yang mereka anggap sebagai ‘pemilik sejati’ dari elemen air. Mereka tidak menyukai adanya penyihir air yang berasal dari luar kelompok mereka, terutama jika orang itu memiliki potensi yang luar biasa seperti yang kamu miliki, Haruto.”

Daichi mengerutkan kening mendengarnya. “Aku pernah mendengar tentang mereka ketika masih bersama Tim Azure, tapi aku kira mereka sudah lenyap atau tidak aktif lagi. Bagaimana mereka bisa mengetahui keberadaan Haruto yang baru saja datang ke dunia ini beberapa bulan yang lalu?”

Mizuna menggeleng kepalanya dengan wajah yang penuh kesedihan. “Mereka memiliki cara tersendiri untuk merasakan keberadaan penyihir air yang memiliki potensi besar. Bahkan sebelum kamu datang ke sini, aku sudah merasakan bahwa mereka mulai aktif kembali setelah bertahun-tahun tidak muncul. Aku mencoba melindungi Haruto dengan menyembunyikan keberadaannya dan mengajarinya secara diam-diam, tapi sepertinya usaha itu tidak cukup untuk menghindari perhatian mereka.”

“Tapi mengapa mereka ingin mengambil aku?” tanya Haruto dengan suara yang sedikit gemetar. “Aku tidak tahu apa-apa tentang mereka atau tentang darah keturunan yang mereka sebutkan itu.”

“Karena potensi yang kamu miliki bisa menjadi ancaman atau berkah bagi mereka,” jelas Mizuna dengan mata yang penuh perhatian melihat ke arah Haruto. “Jika mereka bisa membujukmu untuk bergabung dengan mereka, kamu akan menjadi senjata yang sangat kuat bagi organisasi mereka. Tapi jika kamu menolak, mereka akan melihatmu sebagai ancaman yang harus dihilangkan sebelum kamu tumbuh lebih kuat dan bisa menghalangi tujuan mereka.”

Haruto merasa tubuhnya sedikit menggigil. Ia baru saja mulai menemukan tempatnya di dunia ini, memiliki teman dan guru yang dicintainya, dan sekarang harus menghadapi bahaya yang datang dari organisasi kuno yang menganggapnya sebagai musuh hanya karena ia bisa mengendalikan sihir air dengan baik. “Mengapa semuanya harus jadi begini?” gumamnya dalam hati, namun wajahnya segera menunjukkan ekspresi yang lebih tegas. Ia tidak akan menyerah begitu saja dan membiarkan orang lain memutuskan masa depannya.

“Apakah ada cara untuk menghentikan mereka, Guru Mizuna?” tanya Haruto dengan suara yang penuh tekad. “Aku tidak akan membiarkan mereka menyakiti kamu atau Daichi atau orang lain yang aku sayangi hanya karena mereka tidak menyukai aku.”

Mizuna tersenyum dengan hangat melihat semangat yang muncul di mata muridnya. “Ada cara, tapi itu tidak akan mudah. Kita perlu menguatkan kamu secepat mungkin, terutama sebelum mereka datang untuk mengambilmu. Itulah mengapa aku ingin kamu bertemu dengan sang Master Sihir Air malam ini—dia adalah satu-satunya orang yang bisa mengajarkanmu teknik-teknik sihir air tingkat lanjut yang cukup kuat untuk melindungi dirimu sendiri.”

Daichi mengangguk dengan penuh kesetiaan. “Aku akan selalu ada untuk melindungi Haruto, seperti yang aku lakukan selama ini. Tidak peduli siapa atau apa pun yang datang menghadang kita, aku tidak akan membiarkan mereka menyentuhnya.”

Mizuna kemudian berdiri dan berjalan ke arah lemari kayu di sudut ruangan. Ia membukanya dan mengambil sebuah kotak kayu kecil yang tampak sangat tua. Setelah membukanya, di dalamnya terdapat sebuah kalung dengan liontin berbentuk simbol air yang memancarkan cahaya kebiruan yang lembut. “Ini adalah Kalung Perlindungan Air Kuno,” ucapnya sambil memberikan kalung itu kepada Haruto. “Kalung ini akan membantu kamu mengendalikan mana dengan lebih baik dan memberikan perlindungan tambahan dari serangan sihir atau fisik. Ini adalah milik guruku dulu—sang Master Sihir Air. Dia memberikannya padaku ketika aku menghadapi bahaya yang sama seperti yang kamu hadapi sekarang.”

Haruto menerima kalung itu dengan tangan yang sedikit gemetar. Ia merasakan getaran hangat yang menyebar dari kalung ke seluruh tubuhnya, membuatnya merasa lebih kuat dan tenang. “Terima kasih banyak, Guru Mizuna. Aku akan menjaganya dengan baik dan menggunakan kekuatannya dengan bijak.”

Setelah itu, Mizuna mulai menjelaskan tentang persiapan yang harus dilakukan Haruto sebelum pertemuan dengan sang Master Sihir Air malam ini. Ia harus beristirahat dengan cukup, membersihkan pikirannya dari segala kekhawatiran, dan fokus pada tujuan utamanya—yaitu belajar dan menjadi lebih kuat untuk melindungi dirinya sendiri dan orang-orang yang dicintainya. Daichi membantu dengan membuat makanan untuk mereka berdua dan memastikan bahwa Haruto dalam kondisi yang baik sebelum malam tiba.

Saat matahari mulai menghiasi langit siang, mereka duduk bersama di halaman rumah sambil menikmati suasana lembah yang damai. Pochi sedang bermain dengan air di tepi danau, kadang-kadang datang ke sisi Haruto untuk menyentuh kalung baru yang dikenakannya. Haruto melihat ke arah danau yang jernih dan langit yang biru, merasa sangat bersyukur bisa memiliki orang-orang seperti Mizuna dan Daichi yang selalu ada untuknya.

“Apakah sang Master Sihir Air akan bisa membantuku, Guru Mizuna?” tanya Haruto dengan rasa penasaran.

“Dia adalah satu-satunya orang yang bisa membantumu menguasai potensi yang ada di dalam dirimu dengan benar,” jawab Mizuna dengan suara yang penuh keyakinan. “Dia telah melihat banyak penyihir air tumbuh dan berkembang selama bertahun-tahun, dan aku yakin dia akan melihat potensi yang sebenarnya ada di dalam dirimu—bukan hanya sebagai ancaman atau senjata, tapi sebagai seseorang yang bisa membawa perubahan baik bagi dunia ini.”

Daichi menepuk bahu Haruto dengan lembut. “Kamu kuat dari dalam, nak. Jangan pernah lupa itu. Tidak peduli apa yang datang menghadang kita, kita akan selalu bersama untuk menghadapinya.”

Haruto tersenyum dengan hangat dan mengangguk. Ia tahu bahwa jalan yang akan ditempuhnya tidak akan mudah—bahkan mungkin akan lebih sulit dari yang ia bayangkan. Tapi dengan dukungan dari teman dan guru yang dicintainya, serta tekad yang kuat di dalam hatinya, ia merasa bahwa ia bisa menghadapi segala sesuatu yang datang kepadanya. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan menggunakan kekuatan yang dimilikinya dengan bijak, untuk melindungi yang lemah dan membela kebenaran—bukan untuk tujuan yang jahat atau kepentingan diri semata.

Di saat yang sama, jauh di dalam markas rahasia Orde Air Kuno, sosok misterius yang bernama Kael sedang berdiri di depan sebuah patung besar yang berbentuk simbol air kuno. Di belakangnya berdiri para anggota organisasi yang mengenakan pakaian serupa, semua dengan wajah yang penuh dengan kesetiaan dan tekad.

“Kita akan segera mengambilnya,” ucap Kael dengan suara yang dingin dan penuh dengan kepastian. “Mizuna tidak akan bisa menghalangi kita kali ini. Potensi yang ada di dalam dirinya harus kita miliki sebelum terlambat.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!