NovelToon NovelToon
DI ANTARA DUA NEGARA,SATU HATI

DI ANTARA DUA NEGARA,SATU HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:710
Nilai: 5
Nama Author: Naryati

Ketika Aisyah terjebak di Shanghai sebagai seorang imigran gelap, ia tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah karena dua bersaudara dari keluarga Lin.
Lin Zhao memberinya rasa aman dan cinta yang tak pernah ia duga.
Sementara Lin Chou justru memberinya ancaman, kebencian, dan luka.
Namun siapa sangka, di balik semua kebencian itu tersimpan rahasia masa lalu yang mampu menghancurkan segalanya.
Tentang cinta yang tertinggal.
Tentang janji yang gagal ditepati.
Dan tentang seorang perempuan... yang memilih pergi setelah diam-diam menyelamatkan keluarga yang telah menyakitinya.
Di antara dua negara, dua budaya, dan dua hati yang dipertemukan takdir.
apakah cinta cukup kuat untuk melawan luka masa lalu?
Atau justru penyesalan akan datang... saat semuanya sudah terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 06

Lin Chou berbalik dan pergi.

Ia tak ingin lagi mengingat semuanya.

Tak ingin lagi menyentuh luka yang selama bertahun-tahun susah payah ia kubur dalam-dalam.

Namun hatinya seolah menolak.

Ada satu bagian dalam dirinya yang masih ingin hidup di bawah bayang-bayang masa lalu.

Masa lalu yang pernah ia jalani bersama Alesya.

Di tempat yang berbeda.

Hubungan Aisyah dan Lin Zhao terasa semakin hangat.

Perhatian kecil yang diberikan Lin Zhao perlahan membuat hati Aisyah nyaman.

Begitu pula sebaliknya.

Tanpa mereka sadari..

rasa itu tumbuh semakin dalam.

Namun di balik semua itu, Aisyah tetap merasa takut.

Mereka adalah dua orang yang berbeda.

Berbeda negara.

Berbeda budaya.

Dan berbeda keyakinan.

Apakah semua itu bisa disatukan?

Aisyah tidak tahu.

Terlebih lagi, ada Lin Chou pria yang seolah membencinya tanpa alasan yang jelas.

“Aisyah... kamu kenapa?”

Suara Lin Zhao membuyarkan lamunannya.

Aisyah menoleh lalu tersenyum kecil.

“Aku tidak apa-apa, Kak. Hanya sedang memikirkan sesuatu,” jawabnya lirih..

Lin Zhao menatapnya beberapa saat.

Lalu bertanya pelan,

“Apa kamu ingin kembali ke Indonesia... dan meninggalkan aku?”

Pertanyaan itu membuat tubuh Aisyah menegang.

Kata meninggalkan terdengar begitu menyakitkan.

Padahal jauh di dalam hatinya, ia juga tak ingin pergi.

Namun...

Apa mereka memang punya pilihan?

“Tentu saja aku ingin kembali ke negaraku,” jawab Aisyah pelan.

“Sudah satu tahun aku berada di sini... tanpa memberi kabar kepada kedua orang tuaku.”

“Sampai sekarang aku tidak tahu... bagaimana perasaan mereka.”

“Aku takut...”

Tak terasa suara Aisyah mulai bergetar.

“Aku takut jika aku tak pernah bisa kembali.”

“Atau... aku pulang seperti kakakku.”

“Pulang... dalam peti mati.”

Seketika mata Lin Zhao membesar.

Kalimat itu terasa sangat menyakitkan.

Lin Zhao menatap Aisyah lebih dalam.

“Selama masih ada aku,” ucapnya tegas,

“aku tidak akan membiarkan itu terjadi.”

“Suatu hari nanti... kamu pasti akan kembali ke negaramu dengan selamat.”

“Dan jika perlu, aku akan meminta bantuan Kak Lin Chou.”

Aisyah menatapnya ragu.

“Tapi... apakah itu mungkin?”

“Dia terlihat sangat membenciku.”

Lin Zhao tersenyum tipis.

“Dia tidak membencimu.”

“Dia hanya memiliki masa lalu yang buruk.”

“Dan luka itu membuatnya berubah.”

“Percayalah... sebenarnya dia adalah orang paling baik yang pernah aku kenal.”

Jawaban itu justru membuat Aisyah semakin penasaran.

Apa sebenarnya yang terjadi pada masa lalu Lin Chou?

Mengapa ia begitu membenci wanita Indonesia?

Lin Zhao kembali menatap Aisyah.

“Kamu harus tahu satu hal...”

“Dengan satu kata dari Kak Lin Chou... kamu bisa pulang ke Indonesia dengan aman.”

“Tapi dengan satu kata yang sama... hidupmu juga bisa berada dalam bahaya.”

Kalimat itu membuat jantung Aisyah berdetak lebih cepat.

Untuk pertama kalinya ia benar-benar merasa takut menjadi seorang imigran gelap di China...

"Aisyah..."

Lagi-lagi suara lembut Lin Zhao membuyarkan lamunan Aisyah...

Tiba-tiba saja mata Aisyah berkaca-kaca

Ia ingin menangis tapi tak mau menunjukan sisi rapuhnya didepan Lin Zhao..

"Menangislah....jika kamu ingin menangis." ucap Lin Zhao lembut.

"Aku tahu apa yang kamu rasakan.."

Untuk pertama kalinya sejak berada di Shanghai Aisyah menitikkan airmata.

"Ia meluapkan semua perasaannya..

"Tentang rindunya pada orang tuanya di Indonesia.."

"Tentang ancaman demi ancaman yang bisa saja merenggut nyawanya..."

"Tentang nasibnya sebagai imigran gelap"

"Dan....

"Tentang perasaannya pada Lin Zhao."

Semua itu berputar dalam pikiran.

Dan malam itu untuk pertama kalinya Aisyah benar-benar menangis...

Lin Zhao dengan penuh perhatian memberikan selembar tissu.

"Bukan pelukan...

Karena Ia mulai memahami batasan antara dirinya dan Asiyah dalam ajaran agama yang wanita itu yakini..

"Lepaskan semuanya."ucap Lin Zhao pelan.

"Dan setelah ini semuanya akan baik-baik saja."

"Kamu harus percaya padaku."

"Aku tidak akan pernah membiarkan kamu menderita.."

Lin Zhao menepuk bahu Aisyah dengan lembut.

Lin Zhao ingin menunjukan bahwa di Shanghai masih ada seseorang yang akan melindunginya...

“Suatu hari nanti kamu pasti bisa pulang ke Indonesia,” lanjut Lin Zhao.

“Dan aku akan meminta bantuan Kak Lin Chou untuk itu.”

“Tapi...”

Ucapan Lin Zhao terhenti.

Ia ingin mengatakan bahwa ia tak rela jika Aisyah pergi.

Ia ingin mengatakan bahwa ia sudah jatuh cinta.

Namun ia juga sadar..

mereka berbeda dalam banyak hal.

“Tapi apa?” tanya Aisyah pelan.

Lin Zhao menatap Aisyah dalam.

Lalu tersenyum.

“Setelah kamu kembali ke Indonesia... kamu tidak boleh melupakanku.”

“Aisyah... sepertinya aku sudah jatuh hati padamu.”

Jantung Aisyah seolah berhenti berdetak sesaat.

Pengakuan itu sederhana.

Namun terasa sangat tulus.

“Maksudmu...?” tanya Aisyah lirih.

Lin Zhao melangkah sedikit mendekat.

“Wǒ ài nǐ.”(Aku mencintaimu.)

“Aisyah.”

Jantung Aisyah berdetak jauh lebih cepat dari biasanya.

Ia bahagia..

Namun sekaligus takut.

Takut jika ia tak mampu meninggalkan Lin Zhao.

Takut jika dirinya hanya akan menjadi masalah bagi keluarga Lin.

Dan takut jika Lin Chou mengetahui hubungan mereka.

“Aku tidak menuntut jawabanmu sekarang,” lanjut Lin Zhao.

“Tapi aku ingin kamu tahu...”

“Kamu adalah wanita yang spesial.”

“Kamu berani.”

“Kamu tegas.”

“Dan kamu memiliki keyakinan yang begitu kuat.”

“Aku menyukai semua itu.”

“Dari pertemuan pertama kita...”

“Dari kebersamaan kita...”

“Dan dari setiap waktu yang kita lewati bersama...”

“Aku jatuh cinta padamu.”

“Aku akan membuktikan bahwa perasaanku tulus.”

Aisyah menundukkan kepala.

“Tapi kita berbeda...”

“Banyak hal yang membuat kita mungkin tak bisa bersama, Kak Lin.”

Lin Zhao tersenyum lembut.

“Aku tahu.”

“Dan aku paham.”

“Tapi aku akan berusaha untuk menjadi seseorang yang pantas untukmu.”

“Itu janjiku.”

“Dan aku juga akan mulai belajar mengenal budaya dan keyakinanmu.”

“Sekarang... cepat istirahat.”

“Wǎn'ān.”( selamat malam)

Aisyah tersenyum kecil.

“Wǎn'ān.”(Selamat malam.)

Lalu ia berjalan menuju kamarnya.

Tanpa keduanya sadari,dari luar jendela,

sepasang mata tengah mengawasi mereka.

Kilatan kamera kecil terdengar.

Klik.

Seorang anak buah Mr. Wang diam-diam memotret mereka.

Lalu mengirim foto itu.

Pesan singkat pun terkirim:

“Gadis itu berada di bawah perlindungan keluarga Lin"

1
Muhamad Yati
Nah loh. Lin Chou berani banget.
Ihda Rozi
lanjut 💪
Naryati: sudah ada kelanjutannya ya.
total 1 replies
Naryati
semangat untuk aku.
Muhamad Yati
😭😭 alurnya mulai sedih.
Muhamad Yati
Lin Chou ternyata?😭
Muhamad Yati
semangat author. aku suka ceritanya.
Muhamad Yati
suka.
Yatiee Selawase
Thor mana ada muslim makan 🐷 tapi lucu si Lin Zhao ini. 🤣🤣
Yatiee Selawase
Wah Lin Zhao baik juga ya.
Yatiee Selawase
Wah,kok aku deg-degan dengan Aisyah ya. apa dia akan selamat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!