NovelToon NovelToon
Peluk Aku Di Kehidupan Ini

Peluk Aku Di Kehidupan Ini

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Saat membuka mata kembali, Aruna mendapati dirinya hidup kembali, terbangun di masa lalu, tepat sebelum segala kehancuran dalam hidupnya dimulai.

‎Dengan ingatan yang masih utuh akan luka dan kematiannya, dia berjanji akan membuat Rafael dan semua orang yang menyakitinya merasakan penderitaan yang sama, bahkan berkali lipat lebih berat.

Di tengah rencananya yang penuh dendam itu, Aruna mencari kembali Zeffrano - pria dingin, misterius, dan berkuasa yang di kehidupan sebelumnya pernah dia tolak lamarannya.

‎"Kali ini bukan lagi aku yang ada di bawah kakimu. Kali ini, akulah yang akan berdiri di puncak tertinggi bersama orang paling berkuasa di kota ini." ~ Aruna Kirana Dirgantara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15

Suasana malam semakin hening saat mereka beranjak meninggalkan restoran. Di sepanjang perjalanan pulang, Zeffrano lebih banyak diam. Wajahnya tampak tenang, namun ada dinding tebal yang terbangun di antara mereka sejak percakapan di restoran tadi.

‎‎Aruna duduk di sebelahnya, hatinya terasa sesak. Dia ingin sekali berteriak, ingin menjelaskan bahwa cintanya kini sepenuhnya milik pria di sampingnya ini, tapi dia sadar kata-kata saja belum cukup. Luka masa lalu dan ketidakpercayaan yang dulu pernah ada, ternyata butuh waktu lebih lama untuk benar-benar hilang.

‎‎Sesampainya di halaman rumah Aruna, mobil melambat dan berhenti. Zeffrano turun lebih dulu, lalu membukakan pintu untuk Aruna dan mengulurkan tangannya untuk membantu wanita itu turun.

‎‎"Terimakasih untuk malam ini, Zeff," ucap Aruna pelan saat keduanya berdiri berhadapan. Dia belum melepaskan genggamannya, berusaha menatap mata pria itu lekat-lekat. "Maaf kalau perkataanku sebelumnya membuatmu merasa tidak nyaman. Aku tidak bermaksud begitu."

‎‎Zeffrano tersenyum tipis, senyum yang manis namun terasa jauh. Dia mengusap lembut punggung tangan Aruna sebelum perlahan melepaskannya.

‎‎"Kamu tidak perlu minta maaf, Aruna. Sudah kukatakan, aku tidak ingin merusak momen indah kita dengan hal-hal berat. Yang penting bagiku, kamu aman, kamu bahagia, dan kamu baik-baik saja. Itu sudah cukup."

‎‎"Tapi bagiku itu belum cukup, Zeff..." batin Aruna pilu, tapi yang keluar dari mulutnya hanya sebuah helaan napas halus.

‎‎"Baiklah. Kamu hati-hati di jalan, ya? Kabari aku kalau sudah sampai," pinta Aruna lembut.

‎‎"Pasti. Masuk dan istirahatlah," jawab Zeffrano. Dia berbalik dan masuk kembali ke dalam mobilnya.

‎‎Aruna berdiri diam disana sampai mobil hitam itu menghilang dari pandangan matanya.

‎‎"Bersabarlah Aruna. Zeffrano hanya butuh waktu untuk mempercayai cintamu." gumamnya, lalu berbalik dan melangkah masuk kedalam rumah.

‎‎-

‎-

‎-

‎‎Matahari sudah cukup tinggi saat ponsel Aruna berdering. Nama Rafael terpampang jelas di layar. Aruna menatap nama itu dengan tatapan dingin dan tajam, lalu mengangkatnya dengan tenang.

‎‎"Halo?"

‎‎"Halo, Aruna... Selamat pagi sayangku," suara Rafael terdengar ramah, terlalu ramah hingga terdengar palsu. "Maaf mengganggu pagimu sayang. Apa kamu ada waktu sebentar? Ada hal penting yang ingin aku bicarakan. Hal yang sangat penting dan berhubungan dengan masa depan kita."

‎‎Aruna tersenyum miring, sudah menduga arah pembicaraan ini.

‎‎"Masa depan kita? Rafael, aku akan berangkat ke kampus, jadi tidak ada waktu untuk menemuimu."

‎‎"Aruna, tolonglah. Ini hal yang sangat serius sayang," suara Rafael berubah menjadi nada memelas. "Ayo bertemu sebentar saja, di kafe biasa. Aku sudah disini sekarang. Aku mohon, demi kebaikanmu juga, dengarkan aku sebentar saja."

‎‎Aruna terdiam sejenak, berpura-pura berpikir.

‎‎"Baiklah. Aku akan kesana. Tapi ingat, aku hanya punya waktu sebentar."

‎‎"Terimakasih, sayang. Kamu memang wanitaku. Aku tunggu disini."

‎‎Panggilan terputus. Aruna meletakkan ponselnya, matanya berkilat tajam. "Ayo, Rafael. Tunjukkan sandiwara murahan apalagi yang mau kamu mainkan."

‎‎-

‎-

‎‎Tiga puluh menit kemudian, Aruna melangkah masuk ke dalam kafe yang tidak terlalu ramai itu. Udara sejuk langsung menyambutnya, begitu juga pandangan Rafael yang sudah menunggunya di sudut ruangan. Rafael berdiri tegak saat melihat Aruna mendekat, tersenyum lebar seolah mereka adalah sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara.

‎‎"Sayang... akhirnya kamu datang," sapa Rafael lembut, berusaha meraih tangan Aruna, namun wanita itu duduk di kursi seberang dengan cepat, menghindari sentuhan itu.

‎‎"Katakan saja, ada apa? Apa hal penting yang ingin kamu bicarakan sampai harus memintaku datang ke sini," potong Aruna dingin, tanpa basa-basi.

‎‎Senyum Rafael sedikit kaku, namun dia segera merubah ekspresinya menjadi sedih dan penuh penyesalan. Dia duduk kembali, menatap Aruna lekat-lekat.

‎‎"Aruna... apakah kamu harus selalu bersikap dingin padaku? Aku merindukan kita yang dulu. Aku merindukan Aruna yang lembut, yang selalu mendengarkanku, yang selalu ada untukku apapun keadaannya," ucap Rafael pelan, nadanya dibuat sebergetar mungkin.

‎‎"Dulu ya dulu, Rafael. Sekarang semuanya sudah berubah. Termasuk aku. Jadi tolong langsung saja ke intinya," jawab Aruna datar, menatapnya tanpa perasaan.

‎‎Rafael menghela napas panjang, seolah berat sekali untuk mengatakannya. Dia mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan.

‎‎"Baiklah. Aku tahu kamu masih sangat marah padaku gara-gara sikapku yang kasar dan uang lima ratus juta itu. Aku menyesal, Aruna. Aku benar-benar menyesal. Sejak kamu menjauh, hidupku hancur. Aku sadar betapa berharganya dirimu, tolong kamu lupakan apa yang terjadi sebelumnya ya,"

‎‎Dia menatap mata Aruna, berusaha mencari celah kelembutan disana.

‎‎"Sekarang aku ingin memperbaiki semuanya. Aku ingin membuktikan padamu, pada diriku sendiri, dan pada semua orang bahwa aku bisa menjadi pria yang berguna, yang bertanggungjawab, dan yang pantas dihargai. Dan satu-satunya jalan bagiku saat ini... ada di tanganmu."

‎‎Aruna mengangkat alisnya sedikit, berpura-pura bingung.

‎‎"Di tanganku? Apa maksudmu?"

‎‎Rafael menelan ludah, masuk ke poin utamanya.

‎‎"Kamu sekarang dekat dengan Tuan Zeffrano, kan? Aku melihatnya kemarin malam, saat kalian makan malam bersama."

‎‎Dia menjeda ucapannya, lalu melanjutkan dengan nada memelas.

‎‎"Perusahaan tempatku bekerja... kami punya rencana besar, Aruna. Kami ingin bekerjasama dengan Grup Mahesa dalam proyek ekspansi besar-besaran di wilayah utara. Kami butuh jembatan, kami hanya butuh kesempatan untuk didengar."

‎‎Rafael menggenggam tangannya di atas meja, menatap Aruna dengan pandangan memohon.

‎‎"Aruna, aku memohon padamu. Tolonglah, bantu aku. Kamu satu-satunya orang yang bisa bicara langsung dengan Tuan Zeffrano. Tolong bicaralah padanya. Katakan padanya bahwa perusahaan kami merupakan mitra yang bisa diandalkan. Kami tulus ingin bekerjasama demi keuntungan bersama."

‎‎"Rafael..." potong Aruna pelan, berusaha terlihat ragu. "Kamu tahu betapa tertutup dan tegasnya Tuan Zeffrano. Aku tidak bisa sembarangan meminta-minta sesuatu padanya. Lagipula, kenapa harus aku? Kenapa bukan kamu saja yang bicara sendiri padanya?"

‎‎"Kamu jelas tahu jawabannya, Aruna. Tuan Zeffrano tidak mudah untuk ditemui, aku pasti akan langsung ditolak dan diusir," jawab Rafael, wajahnya tampak cemas. "Ayolah sayang... bantu aku ya? Lagipula ini untuk masa depan kita, semakin cepat aku sukses dan memiliki banyak uang, maka semakin cepat juga aku akan menikahimu."

‎‎Aruna diam cukup lama, membiarkan keheningan menyelimuti mereka. Di dalam hatinya, dia hampir tertawa terbahak-bahak melihat akting Rafael yang begitu murah dan berulang-ulang. Pria ini selalu saja menggunakan cara yang sama, memelas, mengaku salah, memanfaatkan kebaikan hatinya, lalu akan menusuknya dari belakang begitu tujuannya tercapai.

‎‎Aruna menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan.

‎‎"Baiklah. Aku akan coba bicarakan dengan Tuan Zeffrano. Tapi aku tidak berjanji dia akan setuju, karena dia orang yang sangat tegas dan berpegang pada prinsip. Tapi aku akan sampaikan niat baik kalian dan akan aku katakan bahwa kalian punya kemampuan dan pengalaman yang mungkin berguna baginya."

‎‎Wajah Rafael seketika berubah cerah, hampir tidak percaya dengan keberhasilannya membujuk wanita itu lagi. Dia ingin sekali berteriak senang, tapi dia menahan diri.

‎‎"Terimakasih, Aruna! Terimakasih banyak. Kamu benar-benar malaikat penolong bagiku."

‎‎"Kalau begitu nanti aku akan bicara padanya. Kabar selanjutnya akan kusampaikan jika ada jawaban. Sekarang aku harus pergi," ucap Aruna singkat, lalu segera berdiri.

‎‎Rafael ikut berdiri, tersenyum lebar dan penuh kemenangan yang tertahan.

‎‎"Tentu saja, sayang. Aku akan menunggu kabar baik darimu."

‎‎Aruna hanya mengangguk sedikit, lalu berbalik dan berjalan keluar dari kafe itu. Begitu dia melangkah menjauh dan tidak terlihat lagi oleh Rafael, senyum di bibirnya hilang dan berganti dengan senyum dingin dan penuh perhitungan.

‎‎Di dalam kafe, Rafael duduk kembali di kursinya, menatap punggung Aruna yang menjauh dengan pandangan penuh nafsu dan ambisi. Dia mengeluarkan ponselnya dengan cepat, menekan nomor Tania.

‎‎"Halo, Sayang... rencana berjalan mulus. Dia setuju. Sesuai yang kita prediksi, Aruna menggigit umpan itu. Dia masih saja bodoh dan masih percaya pada kata-kata manisku. Sekarang tinggal menunggu kabar persetujuan dari tuan besar itu. Bersiaplah, sayang. Kekuatan dan kekayaan besar akan ada di tangan kita."

-

-

-

Bersambung...

1
W I 2 K
idihhhhhh nyebelin banget kamu tania... celamitan.... sok²an mau ngelakuin apa aja....
🔥Violetta🔥: Kangen belaian plus belalai dia kak ,🤭🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
W I 2 K
mimpi terindah... khayalan belaka....
bangun woyyyy... bangun Tania... udah siang..... mimpinya dilanjut si balik jeruji aja... 🤣🤣
🔥Violetta🔥: Perlu diceburkan ke comberan sepertinya dia 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
secangkir kopi sm Sajen bunga sekebon meluncur.. biar authornya tambah cemangat....... 💃
🔥Violetta🔥: Wah... terimakasih banyak kakak /Grin//Pray/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
langsung ciut🤣
〈⎳ FT. Zira
siap siap bangun dari mimpi dengan seember air yak🤣
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 4 replies
〈⎳ FT. Zira
Faunai siapa??? apa itu panggilan?
〈⎳ FT. Zira
bicaramu sungguh manis bang/Hammer//Hammer//Hammer/
〈⎳ FT. Zira
tinggikan saja percaya dirimu.. semakin tinggi semakin sakit saat jatuh🤧
W I 2 K
slow Rafael.... baru juga disedot dasar bumi.... belum sedot dasar neraka kan... aman.. aman... aman..
🔥Violetta🔥: astaga 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
dateng zeff... siapa tau kejutannya bikin terkejot.. kejott.... 🤣
🔥Violetta🔥: Zeff langsung guling-guling di ranjang... ehhh 🤭🤭🤭
total 3 replies
W I 2 K
astaga drama apa lagi Rafael... mimpi mana lg yg km mau gapai... nanti jatuh sejatuhnya sakit loh🤭
🔥Violetta🔥: EEEE.... AAAAA 💃💃💃💃🕺🕺🕺🕺
total 7 replies
〈⎳ FT. Zira
Luar biasa..
kisah balas dendam yang ditulis dengan apik. definisi wanita bisa melakukan apa saja setelah disakiti, bisa bangikit dan kuat dari rasa dakit yang sudah diterima.
kisah ini memang reinkarnasi, tapi mengajarkan jika kesempatan itu bisa datang dua kali,
karyamu luar biasa Kak..
semangat berkarya😍😍😍
🔥Violetta🔥: Wah, terimakasih banyak kakak /Pray//Grin/ Semangat juga untuk kakak /Good/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mimpi Rafael ternyata belum berakhir🤧🤧
🔥Violetta🔥: Berakhirnya kalau sudah mau end 🤣🤣🤣
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mokondonya kental dong ya Rafael ini🤧
〈⎳ FT. Zira: rujak biar asem, enak di makan. lah rafael di mana bagian enaknya../Silent//Silent/
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
nikah aja dah.. mending mereka nikah biar gak jadi masalah setelahnya
〈⎳ FT. Zira
puas puasin dah mau ngapain aja gak ada yg larang
〈⎳ FT. Zira
nampar doang mah napa gak berani
〈⎳ FT. Zira: hilanglah masa depan🤧🤧
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
makin berani aruna🤣
🔥Violetta🔥: Biar Zeff meleleh' 😂😂😂
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
percaya saja pada kemampanmu, ada Zef yg siap berdiri di garda depan ini
W I 2 K
sok suci banget Rafael... lah km aja peluk sana peluk sini sm cewek lain loh...
W I 2 K: du du du.... ngalamat viral nanti lipen gosong.... 🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!