NovelToon NovelToon
Kutukan Santau

Kutukan Santau

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Iblis
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: glaze dark

kisah ini menceritakan seseorang yang menggunakan santet untuk guna-guna orang lain dengan menggunakan santau.
Siap. Ini narasi yang bisa kamu pake buat sinopsis/blurb Noveltoon _Kutukan Santau_:

---

*NARASI*
Santau. Racun yang dikirim lewat angin, menumpang di makanan, menyelip di tatapan mata.
Katanya tak berbekas, tapi membusukkan tubuh dari dalam dan pada akhirnya orang tu lah yang akan tersakiti

pesan:
*"Santau itu perjanjian. Sekali kau lepas, dia akan pulang menagih nyawa. Kalau bukan nyawa musuhmu... ya nyawamu sendiri."*

_Siapa yang menggunakan santau, pada akhirnya dia yang akan mendapatkan balasannya._

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon glaze dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 9

Malam itu, setelah Minah mulai bisa tidur nyenyak Pak Kardi tidak berani merem. Dia duduk di ujung ranjang sambil melihat istrinya yang napasnya pelan-pelan mulai teratur lagi dan Ramuan dari Wati benar-benar bikin batuk darah itu berhenti.

Tapi ada itu ada yang beres karena Minah sering terbangun tengah malam, matanya melotot ke sudut ruangan yang kosong. Dia berbisik pelan, "Dia masih di luar, Pak... jangan buka pintu."

Pak Kardi kira itu efek demam. Sampai suatu malam dia dengelar sendiri suara orang menggaruk-garuk dinding belakang rumahnya. Keras, seperti kuku panjang dan saat dia nyalain lampu senter, tidak ada apa-apa. Cuma jejak cakaran hitam kayak gosongan.

Wati yang mengasih ramuan itu juga mulai aneh. Dia mengaku ketemu "orang tua" di pasar subuh. Katanya orang itu ngasih ramuan gratis, bilang "Buat ibu kamu yang kena angin jahat." Orang itu pakai sarung hitam, wajahnya ketutup, dan baunya amis kayak tanah basah.

Pak Kardi tidak bodoh dan Besoknya dia memanggil Pak Syukri, dukun kampung yang dulu suka dihindari karena katanya "ngerti jalan gelap". Pak Syukri cuma melihat Midah sekali, langsung mengelus jenggotnya.

"Ini bukan sakit biasa, Pak Kardi," katanya pelan. "Ini santau. Kiriman dari orang yang dendamnya belum lunas. Yang ngirim pinter. Dia pakai perantara, makanya susah dilacak."

Midah cuma bisa nangis. Dia ingat, beberapa Minggu yang lalu ada tetangga yang memberikan makanan sabai. Dia dengan ayu langsung memakannya Tampa curiga sedikitpun, karena dia berpikir tidak mungkin tetangganya tega melakukan hal itu, tapi yang terjadi sekarang, dia malah dijadikan tumbal pesugihan Santau lewat makanan

Pak Kardi menanyakan,"Apakah istrinya Midah bisa disembuhkan dan Pak Syukri kasih syarat. "Midah harus kuat. Santau itu seperti ular yang masuk ke badan, Kalau dilawan setengah-setengah, dia bakal balik menyerang jantung. Pengobatannya tiga malam dan tidak boleh ada yang nangis di ruangan, tidak boleh ada lampu mati, dan Midah dilarang nyebut nama orang yang dicurigai. Kalau disebut, santau itu bakal tau dan makin ganas.

Malam pertama, ruangan penuh asap kemenyan dan bacaan Midah muntah darah hitam kental. Badannya kejang-kejang seperti ditarik dari dalam. Wati dan anaknya pak Kardi yang lain cuma bisa menahan tangis di luar pintu karena dengar ibunya jerit, "Panas! Ada yang bakar-bakar dari dalam!"

Malam kedua lebih parah. Midah ngomong sendiri, suaranya berubah berat, bukan suara dia. Dia nyebut nama-nama yang pernah didengar keluarga dan saat fajar, dia diam. Lemah, tapi sadar. Dia pegang tangan Pak Kardi dan bilang, "Aku liat dia, Pak. Dia ketawa di luar pagar."

Malam ketiga, Ini yang paling berat.

Pas tengah malam, lampu minyak tiba-tiba padam sendiri dan angin gede masuk melewati celah pintu. Midah duduk tegak di ranjang, matanya putih semua. Dia ketawa pelan, terus muntah sesuatu yang bergerak-gerak di ember. Benda hitam kecil, kayak paku berdarah dan rambut kusut.

Pak Syukri langsung baca ayat lebih keras. Midah menjerit satu kali, panjang, kayak orang ditarik ke atas dan Setelah itu dia ambruk...Semua diam dan napasnya tersengal-sengal dan mukanya pucat pasih, bibirnya biru dan di sudut mulutnya masih ada darah hitam yang tidak mau berhenti menetes.

Suhu ruangan mendadak dingin. Di luar suara anjing melolong sekali, panjang, dari arah pohon jeruk kasturi dan Lolongan itu tidak putus-putus, seperti mengasih tau ada sesuatu dibalik kegelapan.

Pak Syukri langsung mendekat, letakkan dua jarinya di leher Midah buat mengecek nadi, Pelan dan Hening."Nadi masih ada," katanya pelan, tapi tangannya gemetar. "Tapi lemah. Dia lagi ditarik dua arah. Satu mau keluar, satu mau nahan di dalam."

ayu yang dari tadi jongkok di pojok ruangan tiba-tiba memegang tangan ibunya, Dingin. Dan Dingin seperti memegang es batu yang ada dalam kulkas dengan suhu yang tinggi

"Ibu... jangan pergi," bisik ayu, dan anak yang lainnya pun mendekat dan tangisan Suaranya pecah.

Midah tida menjawab. Matanya yang tadinya putih semua pelan-pelan kembali normal. Tapi pas sudah normal, yang keliatan cuma kosong dan kosongnya seperti orang yang sudah pergi ke tempat lain.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!