NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Tidak Diinginkan

Pernikahan Yang Tidak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Maullll

"Pernikahan yang Tidak Diinginkan" bercerita tentang Kirana Putri, seorang wanita muda yang cantik dan berhati lembut, yang terpaksa harus menikah dengan Arga Wijaya, seorang pengusaha sukses yang terkenal dingin, tegas, dan tak tersentuh.

Pernikahan ini bukanlah hasil dari cinta, melainkan sebuah perjanjian bisnis dan kewajiban keluarga untuk menyelamatkan perusahaan ayah Kirana dari kebangkrutan. Bagi Arga, pernikahan ini hanyalah formalitas dan cara untuk memenuhi keinginan orang tuanya, sementara bagi Kirana, ini adalah pengorbanan besar demi keluarganya.

Sejak hari pertama, rumah tangga mereka dipenuhi dengan kebekuan. Mereka hidup satu atap layaknya dua orang asing—saling menghormati tapi jauh dari kata dekat, sering bertengkar karena salah paham, dan masing-masing menyimpan perasaan terpaksa.

Namun, seiring berjalannya waktu, di tengah sikap dingin dan pertengkaran, benih-benih perhatian mulai tumbuh perlahan. Mereka mulai melihat sisi lain dari satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maullll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: KELUARGA LENGKAP YANG BAHAGIA

Tiga tahun berlalu sejak kehadiran Aira menyempurnakan keluarga Wijaya. Rumah besar itu kini tidak pernah sepi. Suara tawa, teriakan, dan rengekan manja anak-anak selalu terdengar di setiap sudut ruangan, mengubah suasana rumah yang dulu dingin dan serius menjadi taman bermain yang penuh warna dan kebahagiaan.

Arka kini sudah berusia 8 tahun. Ia tumbuh menjadi anak yang sangat tampan, cerdas, dan sangat sopan. Sebagai kakak, ia sangat bertanggung jawab dan sangat menyayangi adik perempuannya. Wajahnya yang mirip persis Arga membuat siapa saja yang melihat pasti langsung tahu kalau dia adalah pewaris tunggal keluarga Wijaya. Namun, sifat lembut dan sabarnya ia warisi sepenuhnya dari Kirana.

Sementara itu, Aira yang baru berusia 3 tahun tumbuh menjadi putri kecil yang sangat cantik jelita, manja, dan menjadi pusat perhatian seluruh keluarga. Matanya bulat besar dan berbinar seperti Kirana, namun kulitnya putih bersih dan hidungnya mancung seperti Ayahnya. Aira adalah 'princess' kecil yang membuat Arga luluh lantak tak berkutik.

Pagi itu, suasana di ruang makan sangat hidup.

"AYAAAAHHH!!! Aira mau makan pake tangan donggg~" rengek Aira manja sambil menendang-nendangkan kaki kecilnya di kursi makan.

"Enggak boleh sayang! Pakai sendok ya, nanti tangannya kotor," kata Arga sabar sambil mencoba menyuapi putrinya.

"Enggak mauuu! Aira mau kayak Ayah! Aira pakai garpu besar!" Aira memukul-mukul meja kecil dengan gemas.

Arga menghela napas pasrah, lalu menyerah. "Ya sudah... tapi jangan tumpah ya. Kalau tumpah Ayah nggak sayang lho."

"Iya janji!" Aira langsung tersenyum lebar, menampilkan deretan gigi susunya yang kecil-kecil lucu.

Di seberang meja, Kirana dan Arka hanya bisa tertawa melihat tingkah Ayah dan anak itu.

"Dasar Ayah lembek. Dibilangin jangan manja-manja bangett sama Aira malah diturutin," goda Kirana sambil menyodorkan roti bakar ke mulut Arka.

"Ya gimana dong, Sayang? Lihat mata dia merayu gitu mana Ayah tahan," jawab Arga sambil mengelus kepala Aira yang sedang sibuk mengaduk-aduk sup dengan garpu besarnya. "Lagian Aira kan putri kecil Ayah, harus dimanja biar nanti jadi wanita yang anggun."

Arka yang sedang makan dengan rapi dan sopan tiba-tiba angkat bicara.

"Bu, nanti sore Arka ada latihan futsal di sekolah. Boleh kan Ayah anterin?" tanya Arka sopan.

"Boleh dong, Sayang. Kan itu buat kesehatan. Asal nilai sekolah jangan sampai turun ya," jawab Kirana tegas tapi lembut.

"Pasti Bu! Nilai Arka ranking satu terus kok!" jawab Arka bangga menyebutkan jari telunjuknya.

"Wah hebat anak Ayah!" Arga memberikan jempol pada anak pertamanya. "Nanti Ayah anterin, terus Ayah nonton Arka main. Kita lihat si jagoan main bola."

Kehidupan mereka berjalan begitu harmonis. Arga dan Kirana kini bekerja sama memegang kendali perusahaan. Arga mengurus strategi dan keuangan, sementara Kirana mengurus divisi SDM dan hubungan masyarakat. Mereka menjadi pasangan suami isteri yang sangat disegani di dunia bisnis. Cantik, tampan, cerdas, dan harmonis.

Namun, di balik kesuksesan itu, mereka tidak pernah lupa cara mencintai satu sama lain. Romantisme mereka tidak pernah pudar, justru makin subur seiring berjalannya waktu.

 

Malam harinya, setelah anak-anak tidur, Arga dan Kirana duduk berdua di ruang keluarga yang hangat. Mereka menikmati secangkir teh hangat sambil menonton film favorit.

Tiba-tiba Arga menyandarkan kepalanya di bahu isterinya, menggenggam tangan Kirana yang kini terlihat lebih dewasa dan anggun.

"Ran..."

"Ya, Sayang?"

"Kamu tahu nggak? Aku sering ngerasa bersyukur banget sampai nggak percaya," ucap Arga pelan. "Dulu aku pikir hidup aku bakal sepi selamanya setelah kehilangan Alya. Tapi Tuhan baik banget... Dia ganti kehilanganku dengan kamu yang jauh lebih sempurna, sama dua malaikat kecil di atas."

Kirana tersenyum lembut, mengusap rambut suaminya yang mulai ada sedikit uban halus di pelipisnya—tanda bahwa mereka telah menua bersama.

"Kita ini ditakdirkan buat sama-sama, Ar. Dari awal memang sudah digariskan begitu. Cuma kita aja yang dulu buta dan keras kepala," jawab Kirana lembut.

Arga tertawa kecil. "Iya... aku yang dulu egois dan keras kepala. Makasih ya udah mau sabar ngadepin aku sampai jadi kayak gini."

"Saling mengerti aja namanya, Sayang."

"Tapi jujur..." Arga mengangkat wajahnya, menatap mata isterinya dalam-dalam. "Kamu makin cantik aja sih liatnya. Tahun demi tahun berlalu, tapi cantiknya nggak luntur malah makin bersinar. Apa karena bahagia terus ya?"

Kirana tertawa malu, memukul pelan lengan suami. "Ih, Ayah ini. Udah punya anak dua masih aja gombalnya nggak ketulungan."

"Kan bener! Lihat deh, teman-teman kantor pada iri liat aku punya isteri secantik dan sebaik kamu," kata Arga serius, lalu ia mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir istrinya lama dan dalam. Ciuman yang penuh rasa cinta, rasa hormat, dan rasa memiliki yang sangat dalam.

"Cinta kamu nggak akan pernah berubah sampai kapanpun, Ran. Sampai kita tua nanti, sampai rambut kita putih semua, sampai kita jalan pake tongkat," bisik Arga di bibir istrinya.

"Aku juga, Ar. Selamanya..."

 

Namun, kehidupan memang tidak pernah lepas dari ujian. Saat mereka merasa hidupnya sangat sempurna, sebuah kabar datang dari pihak keluarga Arga yang cukup mengguncang.

Suatu siang, Mama Ratu datang ke rumah dengan wajah yang terlihat agak cemas dan serius.

"Arga, Kirana... Mama mau bicara penting sama kalian berdua," kata Ratu setelah duduk dan melihat Aira sebentar.

"Ada apa Ma? Serius banget mukanya," tanya Arga khawatir.

"Begini Nak... Kakek kamu... Opa dari pihak Papa, dia lagi sakit parah di Belanda," jelas Ratu pelan. "Dokter bilang kondisinya sudah sangat kritis. Dia minta sekali sebelum menutup mata, mau melihat keturunan terakhirnya... mau melihat Arga, dan yang paling penting... mau melihat cucu buyutnya, Arka dan Aira."

Arga dan Kirana saling pandang kaget.

"Opa sakit parah? Padahal dulu waktu terakhir ketemu beliau masih sehat bugar," kata Arga terkejut dan sedih.

"Iya, usia memang sudah senja. Beliau sangat menyayangi kamu, Arga. Dan beliau penasaran banget sama anak-anak. Jadi... Mama sama Papa udah sepakat, gimana kalau kalian sekeluarga terbang ke Belanda untuk beberapa minggu? Sekalian menjenguk, sekalian liburan panjang."

Kirana menatap suaminya. "Ke Belanda, Ar? Jauh banget ya. Terus kerjaan gimana?"

"Kerjaan bisa diatur kok, Ran. Ini soal keluarga, soal orang tua yang mau kita temui terakhir kali mungkin," jawab Arga serius, lalu ia menatap ibunya. "Iya Ma. Kita pergi. Kita bawa Arka sama Aira. Kita temuin Opa."

"Syukurlah... Mama tahu kalian pasti setuju," Ratu tersenyum lega.

Rencana perjalanan besar pun mulai disusun. Ini akan menjadi perjalanan pertama kalinya Arka dan Aira terbang jauh ke luar negeri, dan juga menjadi ujian baru bagi keluarga Wijaya untuk beradaptasi di tempat baru, serta mungkin... akan ada kejutan atau pertemuan tak terduga di sana?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!