NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

Araya Lin dipaksa menjadi pengantin

pengganti bagi kakak tirinya. la dinikahkan dengan Arkanza Aditama, seorang CEO miliarder yang dirumorkan kejam, dingin, dan cacat akibat sebuah kecelakaan tragis. Keluarga Araya tertawa, mengira mereka telah membuang anak tak berguna ke dalam 'neraka'.

Namun, di malam pertama pernikahan mereka, Araya terkejut saat melihat pria jangkung dengan tatapan setajam elang berdiri sempurna di hadapannya-tidak cacat sedikit pun. Di sisi lain, Arkanza mengira ia hanya menikahi gadis udik yang bisa ia kendalikan. la tidak tahu bahwa istri kecilnya yang terlihat lugu ini adalah "Z", seorang peretas jenius misterius yang selama ini dicari-cari oleh perusahaannya sendiri.

Ketika dua pembohong ulung terjebak dalam satu atap, akankah pernikahan kontrak ini berakhir dengan pertumpahan darah, atau justru memicu romansa yang tak terhentikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26: Bulan Madu di Bawah Salju Berdarah

Pesawat jet pribadi berlogo Aditama Group membelah awan tebal di atas Pegunungan Alpen. Di luar, hamparan salju putih menutupi puncak-puncak gunung, namun di dalam kabin VVIP yang hangat, ketegangan justru terasa pekat.

​Sudah tiga minggu sejak insiden di Dermaga 9. Luka tembak di paha Arkanza sudah pulih, meski Leon masih memaksanya memakai tongkat elegan berukir kepala naga hitam untuk berjaga-jaga.

​Araya duduk di kursi kulit dengan MacBook yang layarnya dipenuhi baris kode yang terus bergerak. Rambutnya diikat asal, dan ia mengenakan turtleneck kasmir putih yang membuatnya terlihat sangat anggun sekaligus mematikan.

​Tiba-tiba, sebuah tangan besar dan hangat melingkar di pinggang Araya, menariknya bersandar pada dada bidang yang sangat ia kenal. Aroma musk dan mint langsung menenangkan saraf-saraf Araya yang tegang.

​"Bisa kita singkirkan benda kotak ini sebentar, Nyonya Aditama?" bisik Arkanza tepat di telinga Araya, suaranya serak dan menggoda. "Media di Jakarta sedang sibuk memberitakan bahwa kita sedang berbulan madu romantis di Swiss. Tidak baik jika istriku lebih memilih menatap kode enkripsi daripada menatap suaminya."

​Araya terkekeh pelan, menutup sebagian layar laptopnya namun tidak melepaskannya. "Bulan madu kita ini disponsori oleh ancaman teroris siber global, Arkanza. Kau pikir aku bisa santai?"

​Arkanza menempelkan dagunya di bahu Araya. "Lalu, apa yang didapatkan Hacker kesayanganku ini dari IP Address misterius itu?"

​Araya kembali menatap layarnya, ekspresinya berubah serius. "IP itu memantul dari tujuh negara sebelum berakhir di sebuah server fisik di Zurich. Pemiliknya adalah Vanguard Consortium, sebuah bank bayaran bawah tanah yang melayani sindikat kriminal dunia. Malam ini, mereka mengadakan lelang amal tertutup di Kastil Dolder Grand. Aku yakin, data Project Phoenix yang berhasil dicuri paman sebelum aku menguncinya, akan dilelang di sana."

​"Lelang tertutup?" Arkanza tersenyum miring, sebuah senyum predator yang sangat dirindukan Araya. "Kebetulan sekali. Aditama Group punya undangan VIP untuk setiap acara lelang eksklusif di Eropa."

​Arkanza memutar kursi Araya hingga mereka berhadapan. Ia menatap mata Araya lekat-lekat. "Malam ini, kita bukan pelarian. Malam ini, kita adalah Raja dan Ratu yang akan mengambil kembali barang milik kita. Tapi sebelum itu..."

​Arkanza menunduk, meraup bibir Araya dalam ciuman yang dalam dan menuntut. Ciuman yang menyalurkan seluruh kekhawatirannya selama beberapa minggu terakhir, sekaligus janji bahwa ia tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh Araya lagi.

​Kastil Dolder Grand, Zurich - Pukul 19:00 Waktu Setempat

​Mobil Maybach anti-peluru yang disewa khusus oleh Leon berhenti di depan lobi kastil klasik yang megah. Hujan salju mulai turun dengan lembut.

​Pintu mobil terbuka. Arkanza melangkah keluar, mengenakan setelan tuksedo hitam karya desainer Italia yang dipadukan dengan mantel musim dingin panjang. Ia terlihat sangat berkuasa, tongkat naga hitam di tangan kanannya justru menambah aura dominannya.

​Ia mengulurkan tangan kirinya, menyambut Araya yang keluar dengan gaun malam beludru merah darah yang memeluk lekuk tubuhnya dengan sempurna. Sebuah mantel bulu putih tersampir elegan di bahunya. Di balik gaun indah itu, Araya menyembunyikan alat peretas mikro dan sebuah belati lipat kecil berbahan keramik yang tidak akan terdeteksi oleh pemindai logam.

​Begitu mereka melangkah masuk ke aula utama yang dihiasi lampu kristal dan diisi oleh para elit global yang mengenakan topeng masquerade, Araya segera mengaktifkan earpiece-nya.

​"Sistem keamanan mereka kuno," bisik Araya sambil tersenyum ke arah para tamu, seolah ia hanya seorang sosialita biasa. "Aku sudah menembus kamera CCTV aula."

​"Bagus," balas Arkanza yang merangkul pinggang Araya protektif. "Mari kita cari tahu siapa 'burung Phoenix' yang berani menantang kita."

​Namun, baru saja mereka mengambil segelas sampanye dari pelayan, seorang pria bule bertubuh tinggi dengan topeng gagak perak mendekati mereka. Ia membungkuk hormat, menyodorkan sebuah amplop hitam bersegel lilin merah kepada Araya.

​"Selamat datang di Zurich, Nyonya Aditama," ucap pria itu dalam bahasa Indonesia yang sangat fasih, membuat darah Araya berdesir dingin. "Tuan Besar kami sudah menunggu Anda di ruang VIP."

​Arkanza menatap pria itu dengan kilat membunuh, tangannya mencengkeram erat tongkat naganya. Permainan kucing-kucingan di Swiss baru saja dimulai.

1
Anonim
Ceritanya Bagus! /Heart/
Susilawati 1978
serru, lanjut
Anonim
Lanjut
Anonim
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!