Bunga adalah gadis yang di juluki si Bodoh, ia di paksa nikah dengan seorang lelaki pilihan papanya yaitu Muis yang dimana sahabat masa kecilnya.
Hari-hari pernikahan mereka di lalui, Muis mengira gadis itu beneran bodoh dan seperti kekanak-kanakan namun di balik itu Bunga tidak seperti yang di duga. Ia menikah dengan Muis karena ia ingin membalas dendam kepada keluarganya itu,
— Stupid Wife —
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1 Hari bahagia
" 𝘚𝘢𝘶𝘥𝘢𝘳𝘢 𝘔𝘶𝘪𝘴 𝘈𝘭𝘷𝘪𝘢𝘯 𝘙𝘦𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘣𝘪𝘯 𝘋𝘢𝘯𝘵𝘦 𝘱𝘶𝘵𝘳𝘢 𝘙𝘦𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘸𝘪𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘦𝘯𝘨𝘢𝘬𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘪𝘬 𝘬𝘢𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘯𝘢𝘮𝘢 𝘉𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘔𝘢𝘩𝘢𝘳𝘢𝘯𝘪 𝘱𝘶𝘵𝘳𝘪 𝘔𝘢𝘩𝘦𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘣𝘪𝘯𝘵𝘪 𝘙𝘢𝘩𝘮𝘢𝘵 𝘔𝘢𝘩𝘦𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘴 𝘬𝘢𝘸𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘵 𝘢𝘭𝘢𝘵 𝘴𝘰𝘭𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘶𝘢𝘯𝘨 1 𝘮𝘪𝘭𝘪𝘢𝘳 𝘴𝘦𝘳𝘵𝘢 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘥𝘢𝘯 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘱𝘢𝘵𝘪 𝘉𝘦𝘳𝘯𝘪𝘭𝘢𝘪 3 𝘮𝘪𝘭𝘪𝘢𝘳 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘣𝘢𝘺𝘢𝘳 𝘵𝘶𝘯𝘢𝘪 ”
“ 𝘚𝘢𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘯𝘪𝘬𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘸𝘪𝘯𝘯𝘺𝘢, 𝘉𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘮𝘢𝘩𝘢𝘳𝘢𝘯𝘪 𝘱𝘶𝘵𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘩𝘦𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘣𝘪𝘯𝘵𝘪 𝘙𝘢𝘩𝘮𝘢𝘵 Mahendra dengan maskawin tersebut dibayar tunai "
" Bagaimana para saksi? "
" Sah! "
" Alhamdulillah "
Acara yang begitu meriah di adakan di salah satu ballroom di sebuah hotel, yang begitu mewah sekali para tamu dari pagi hingga sore membeludak sekali dari rangkaian acara Akad nikah hingga Resepsi. Memenuhi ruangan besar tersebut,
Kedua pengantin kini duduk di Singgasana pelaminan, yang begitu indah sekali keduanya bersenda gurau membicarakan hal-hal yang begitu menyenangkan membuat orang-orang disekitar iri.
Walaupun pernikahan mereka terjalin karena, desakan dari kedua orangtua mereka namun itu tidak menjadi masalah keduanya sudah kenal lama bahkan dari kecil Muis selalu kemana-mana dengan Bunga, namun saat umur Muis dua puluh lima tahun Muis pergi ke luar negeri untuk menjalankan study nya dan akhirnya dirinya kembali saat Bunga berusia lima belas tahun
Walaupun Canggung sekali, namun keduanya akrab lagi karena Bunga waktu itu di desak oleh kakanya untuk menghadiri sebuah konser bersama Muis. Keduanya kembali menyatu lagi hari-hari mereka lewati dengan bersama
Hingga akhirnya, Berakhir di Pelaminan yang begitu luas sekali Bunga tersenyum tipis mungkin kalau orang-orang di luar sana umur 17 tahun itu dihabiskan untuk belajar dan memikirkan tentang kuliah, namun gadis itu harus mengikhlaskan — Cita-cita itu
Karena, dirinya menikah dengan lelaki yang umurnya jauh Lebih tua darinya walaupun dirinya bahagia sekali menikah dengan sosok yang ia kenal namun begitu nyeri. Saat ia tahu di balik pernikahan ini,
𝘚𝘢𝘵𝘶 𝘉𝘶𝘭𝘢𝘯 sebelum hari ini...
" 𝘏𝘢𝘶𝘴! " 𝘎𝘶𝘮𝘢𝘮 𝘉𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘪𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘬𝘪𝘵 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘪𝘥𝘶𝘳𝘯𝘺𝘢, 𝘪𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮 𝘵𝘪𝘱𝘪𝘴 𝘬𝘢𝘭𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘮 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘢𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘥𝘪𝘯𝘥𝘪𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘬𝘶𝘭 𝘥𝘶𝘢 𝘥𝘪𝘯𝘪 𝘩𝘢𝘳𝘪.
𝘎𝘢𝘥𝘪𝘴 𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢, 𝘪𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘪𝘴𝘪 𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘪𝘳 𝘮𝘪𝘯𝘶𝘮 𝘥𝘪 𝘥𝘢𝘱𝘶𝘳 𝘯𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘭𝘦𝘸𝘢𝘵𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘶𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭 𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘦𝘭𝘢𝘩.
" 𝘔𝘢𝘴, 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘯𝘪𝘬𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘉𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘦𝘣𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢. 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘔𝘢𝘴 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭 𝘬𝘢𝘯 𝘫𝘶𝘮𝘭𝘢𝘩 𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘳𝘵𝘪𝘧𝘪𝘬𝘢𝘵 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘢𝘬𝘢𝘭 𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩 𝘬𝘦𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘪𝘵𝘢. 𝘒𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘉𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘴𝘪𝘭 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘬𝘢𝘩 "
𝘗𝘦𝘳𝘬𝘢𝘵𝘢𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭 𝘉𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘩𝘦𝘯𝘵𝘪, 𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘵𝘪𝘱 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘫𝘢𝘮𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘤𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘪𝘯𝘵𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘣𝘶𝘵. 𝘐𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘙𝘢𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘢𝘺𝘢𝘩 𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘶𝘥𝘶𝘬 𝘥𝘪 𝘬𝘶𝘳𝘴𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘣𝘶𝘵
" 𝘛𝘢𝘱𝘪, 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘙𝘢𝘺𝘢! "
" 𝘉𝘪𝘢𝘳 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘫𝘰𝘥𝘰𝘩 𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘫𝘢 𝘉𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘔𝘶𝘪𝘴, 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘉𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘭𝘦𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘣𝘢𝘪𝘬 - 𝘣𝘢𝘪𝘬.. 𝘚𝘶𝘬𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘉𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘢𝘱𝘢𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘔𝘶𝘪𝘴 𝘵𝘢𝘫𝘪𝘳 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘯𝘵𝘪𝘳.. 𝘋𝘪𝘢 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢𝘢𝘯 𝘗𝘳𝘰𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪! "
" 𝘐𝘥𝘦 𝘣𝘢𝘨𝘶𝘴 𝘪𝘵𝘶, 𝘮𝘢𝘶 𝘭𝘦𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘣𝘶𝘵.. 𝘉𝘢𝘪𝘬 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘫𝘶𝘫𝘶𝘳 𝘢𝘬𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘱𝘦𝘥𝘶𝘭𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨.. 𝘓𝘦𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘪𝘵𝘶 𝘵𝘢𝘫𝘪𝘳 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘯𝘵𝘳𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘳𝘵𝘢 𝘢𝘱𝘢?, 𝘚𝘦𝘳𝘵𝘪𝘧𝘪𝘬𝘢𝘵 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘸𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘳𝘵𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘶𝘳𝘶𝘩 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘴𝘪 𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬 𝘬𝘪𝘵𝘢! "
𝘕𝘺𝘦𝘴𝘴!! 𝘏𝘢𝘵𝘪 𝘉𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘢𝘺𝘢𝘵-𝘴𝘢𝘺𝘢𝘵.. 𝘔𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘬𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨𝘵𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘦 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘨𝘦𝘨𝘢𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘵𝘶𝘱 𝘱𝘪𝘯𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢.
𝘐𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘪𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨, 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘵𝘢𝘵𝘶𝘴 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨𝘵𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨... 𝘚𝘦𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨𝘵𝘶𝘢 𝘬𝘢𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘪𝘴𝘢𝘩 𝘢𝘺𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘴 𝘯𝘢𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢. 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘵𝘶𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘩𝘢𝘭 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘙𝘢𝘺𝘢 𝘪𝘣𝘶 𝘵𝘪𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘵𝘶, 𝘉𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘬 𝘢𝘴𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘱𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘮𝘢𝘮𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘴𝘪𝘣𝘶𝘬 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘥𝘪𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘶𝘭𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵𝘪 𝘉𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨,
𝘈𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬 𝘮𝘢𝘮𝘢𝘯𝘺𝘢, 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘣𝘦𝘭𝘪 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢 𝘮𝘢𝘮𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘬𝘢𝘩 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘱𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘉𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘪𝘢 𝘴𝘦𝘯𝘨𝘢𝘫𝘢. 𝘈𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘦𝘉𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘣𝘪𝘭𝘢 𝘨𝘢𝘥𝘪𝘴 𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘬𝘢𝘩,
" 𝘈𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘭𝘢𝘴 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮! " 𝘉𝘢𝘵𝘪𝘯𝘯𝘺𝘢
" Sayang! " Panggilan itu membuat Bunga tersentak atas lamunannya, ia menoleh ke arah sang suami yang sedang berdiri di hadapan-nya. Tangannya membawa sebuah piring dengan setengah lauk pauk,
" Makan dulu, kamu belum makan kan dari pagi.. Udah abang ambilkan. Kita harus ada tenaga untuk nyambut tamu lagi " Kata Muis sembari menyendokan nasi berserta lauk pauk, kesukaan Bunga mata gadis itu berbinar
" Mau perkedelnya! " Pinta Bunga menunjuk ke arah piring yang memang ada salah satu lauk kegemarannya,
' aaa! " Muis mengarahkan sendok tersebut ke gadis itu dengan antusiasme ia menerimanya,
" Makasih bang"
" Sama- sama "
Bunga tersenyum namun tetiba senyumannya patah melihat, sang mama tirinya naik ke atas pelaminan ia menelan dengan rasa hampa makanan tersebut.
" Kalian lucu banget sih saling suap-suapan, jangan lupa ya Muis bayar uang pelangkah untuk kakanya Bunga" Kata Raya sembari duduk di kursi untuk keluarga yang ada di pelaminan tersebut.
" Mama tenang saja sudah di siapkan, sama aku " Sahut Muis ramah
" Bagus kalau begitu, "
" Ya ma! "
" Menantu mama cantik banget, kamu makan yang banyak ya " Kata Seorang wanita yang barusaja naik keatas pelaminan, ya dia Cindy mama Muis
" Ya ma "
" Besan, kita kesana yuk.. Jangan ganggu mereka " Cindy menarik tangan Raya mau tidak mau ia mengikuti wanita tersebut,