Bailla adalah gadis muda berusia 20 tahun seorang putri tunggal yang memiliki karakter yang manja dan terbiasa hidup dengan kemewahan ia terpaksa menjadi ibu tiri muda dan menikah dengan duda beranak 3 yang terpaut usia 20 tahun. Pernikahan itu terpaksa terjadi idikarenakan perusahan orang tuanya diambang kebangkrutan akibat tertipu investasi bodong. Bagaimana Bailla menghadapi kehidupan sebagai istri dan ibu muda untuk anak-anak yang usia hampir sama dengannya ?? banyak hal lucu dan sedih yang terjadi degan Bailla si ibu tiri muda ini. ,🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Danica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DEBUT PERTAMA Mpok Mur "Sapu Manjadi Tongkat Komando"
Tiba lah hari dimana PRT 'Pahlawan Repot Terus' datang kerumah.
Pukul 08.00 TING NONG! Bel rumah bunyi.
Yu Lastri nongol, bawa perempuan setengah baya. Dengan menggunakan daster bunga lengan panjang, sandal jepit swallow, tas Jinjing, sama... Golok dipinggang
"Neng Bailla, Pak Arya! Ini Mpok Mur yang Yu ceritain. Spesialis beres-beres rumah sekaligus beres-beres masalah.” Yu Lastri memperkenalkan PRT yang direkomendasikannya.
Mpok Mur tersenyum, tapi matanya udah Ngescan seluruh rumah. Dari sepatu yang tidak rapi dirak, sampe cicak di plafon. “Assalamualaikum. Saya Mpok Mur Nama Lengkapnya Muriah. Muriah senyum plus Muriah hati hehehe. Saya siap Memeriahkan Rumah Tangga Anda’. Posisi Siap kerja kapan waktu kecuali makan dan tidur, Pak, Bu. Mana yang mau dibabat dulu?”
“Waalaikumsalam, Mpok... eh, goloknya buat apa, Mpok?” tanya Arya heran.
“Oh ini? Buat ngupas nangka, Pak. Sama buat nakut-nakutin tikus pak. Bercanda, Pak! Hehehe.” Jawab Mpok Mur sambil tersenyum
Baila nelan ludah ini PRT apa preman pasar?
*20 Menit Pertama *Kudeta Dapur*
Mpok Mur sudah resmi dinyatakan kandidat tepat untuk jadi PRT dirumah. Dengan MOU sebagai berikut :
Digaji 4.000.000 / bulan tidak Boleh nunggak. Akan ada bonus jika perkerjaannya mendapat bintang 5.
Menjadi penguasa dapur, ruangan disetiap sudut rumah, kecuali kamar tetanga.
Sebulan sekali ada hari libur Nasional Khusus untuk Mpok Mur.
NB. Aturan bisa berubah tergantung kondisi.
Setelah sepakat dengan aturan ada, Mpok Mur langsung menjalankan misi nya. Hal pertama yang ia lakukan adalah mengenal Medan tempat perang dulu. Kali ini masuk Area dapur. Tidak beberapa lama langsung ada reaksi dan aksi.
“Loh, piring numpuk? Sesudah seperti menara, Bu!”
“Kompor kok item? Ini kompor apa arang?” dan Yang terakhir
“Lah, Bapak! Kolor kok di jemuran depan? Malu sama tetangga! Sini Mpok lipet!”
Pak Arya melarang “MPOK! JANGAN!” Telat. Kolor ijo Pak Arya udah dilipet, disimpan dalam keranjang.
Arbil ngintip dari kamar “Pak, kita sewa PRT apa sewa intel?”
“Itu siapa? Kayak Buto Ijo tapi baik.” Tanya Ara penasaran.
"Mpok... rambutnya bagus.” komentar Aya yang agak lain dari yang lain.
“Nah, ini anak-anak yang Cakep-cakep. Tapi kucel. Sini Mpok mandiin!”
Aya& Ara langsung lari. Keluar.
“Heh! Mpok kalau ngejar, cepet! Mpok juara lari karung 17-an!”
*Babak 3: Tes Kemampuan — Masak Kilat + Ceramah Kilat*
Jam 17.00, Bailla mau tes skill masak Mpok Mur. “Mpok, bisa masak sayur asem?”
“Neng, Mpok gak bisa masak sayur asem. Mpok bisanya bikin sayur asem yang ngangenin Beda, Neng.”
"Oke langsung eksekusi aja Mpok". Bailla penasaran bagaimana rasa sayur asem yg ngangenin versi Mpok Mur.
15 menit kemudian: meja makan penuh. Sayur asem, ikan asin, sambel terasi, tempe goreng, lalapan.
Pak Arya nyoba. Matanya melek. “Mpok... ini... ini enak banget. Kayak masakan almarhumah Ibu saya.”
Mpok Mur menjawab dengan rasa bangga “Makanya, Pak. Istri boleh muda, tapi sambel harus tua. Eh, maksudnya mateng.”
Giliran Bailla makan. Baru 2 suap, Mpok Unah udah ceramah:
“Neng, denger ya. Jadi bini itu ada 3 kunci. Satu: perut suami. Dua: telinga suami. Tiga: ... ah, nanti Mpok bisikin. Anak-anak belum tidur.”
Bailla batuk hampir tersedak tempe goreng. “Mpok, aku... aku masih fokus skripsi.”
“Skripsi bisa nyusul, Neng. Umur gak. Bapak udah 38. Keburu loyo!” Jawab Mpok Mur
Pak Arya yang sedari tadi asyik membaca “UKHUK! UKHUK! Mpok, tehnya panas!”
*Untuk Skill memasak Mpok Mur LULUS dengan predikat 'SANGAT MEMUASKAN '.
**Pukul 20.00 *Sidak Kamar Terbongkarnya Peristiwa Ranjang Terpisah* *
Abis makan, Mpok Unah izin “liat-liat kamar”.
Masuk kamar Pak Arya . Matanya langsung ke tempat tidur tidak ada aroma wanita yang ada hanya foto Almarhumah istri pak Arya dan di meja foto pernikahan Arya dan Bailla. Dimeja ruas tidak ada sedikitpun peralatan kecantikan wanita hanya ada minyak rambut, Minyak wangi, dan peralatan perawatan khusus pria.
Mpok Unah “Ini apa, Neng kenapa tidak ada barang neng sedikitpun ?". Tanya Mpok Mur.
Bailla menjawab bingung “E... itu... itu Mpok. kita gak tidur disini Ara sama Aya belum mau ditinggal bobok sendiri jadi kita kroyokan tidur dikamar Aya dan ara.”
Mpok Unah “Bohong! Mpok udah 20 tahun jadi istri yang Sholehah. gak ada suami yang betah tidur sendiri. Kalian sudah menikah gak boleh pisah ranjang Dosa neng.. Dosa besar hati - hati nanti suaminya selingkuh lho.".
Pak Arya cepat-cepat menyela omongan Mpok Mur. “Mpok, udahlah...jangan dibicarakan ya ini masih dalam keadaan Diplomasi dan menjadi kesepakatan militer makanya pisah dulu ”
“Gak bisa, Pak! nanti saya atur, Maaf pak urusan yang ini sangat berbahaya harus segera diubah. “Kalian udah sah! Masa tidur kayak orang cerai? Malu sama kasur, Pak! Kasur aja dempet, masa kalian enggak?”
Arya dan Bailla terdiam . Diam-diam didalam hati Bailla dan Pak Arya membenarkan apa yang diucapkan Mpok Mur. Mungkin masalah ini perlu dirundingkan kembali.
Pak Arya bisik-bisik ke Bailla: "Bailla... gaji berapa pun Mpok minta, Bapak bayar. Ini mah bukan PRT. Ini malaikat bersayap sapu.”
“Setuju, Pak. Aku aja udah bisa napas, ini sudah seperti robot hidup, ceramanya juga udh kayak mama Dedeh.” jawab Bailla
Setelah sidak ke setiap kamar. Maka diputuskan mulai malam ini Pak Arya akan tidur satu kamar dengan Bailla. No debat!!!
Mpok Mur nulis di kertas, ditempel di kulkas:
*ATURAN RUMAH MPOK MUR*
Subuh bangun.
Gak boleh berantem lebih dari 3 jam.
Bapak & Neng Bailla wajib tidur dempet. Titik.
Kalau Mpok ngomel, dengerin. Itu tanda sayang.
TTD: Mpok Mur, Komandan Perang.
Malemnya, sebelum pulang ke kamar pembantu, Mpok Unah nengok ke Bailla:
“Neng, semangat skripsinya. Urusan rumah biar Mpok yang pegang. Kamu pegang Bapak aja. Gantian.” Kedip.
“Mpok...” Bailla Mau nangis.
“Eh, jangan nangis! Nanti Mpok ikut nangis. Terus banjir. Capek ngepelnya.”
Dan begitulah. Debut pertama Mpok Unah bukan cuma masuk rumah. Tapi masuk hati. Lewat sambel, sapu, dan omelan yang ternyata... doa.
Rumah Pak Arya resmi punya CEO"Chief of Everything Omelan"