Rayya kemala putri, Wanita yang selama ini selalu di anggap menjadi beban suaminya. Menjelma sebagai wanita karir yang sukses setelah mengetahui perselingkuhan sang suami, apalagi kenyataan yang ia terima bahwa ternyata kakak iparnya sendiri mendukung perselingkuhan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rana putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Reino baru sampai di caffe tempat ia dan pak nathan janjian, Reino pun segera menurunkan maira. “Om , ngapain kita kesini?” Tanya maira.
“Om mau ketemu bos om dulu, Nanti maira bebas pilih makanan ya. Makan yang banyak, Maira belum makan kan?”
Maira mengangguk “Yeayyy asikk, ayo om masuk. Maira udah laper banget..”
reino mengangguk , Lalu menggandeng tangan keponakan nya. Ia menoleh ke kanan kiri, Mencari keberadaan pak nathan. Tapi orang yang di cari kemungkinan belum sampai, Reino pun segera mencari meja. Dan memesankan makanan untuk maira, supaya keponakan nya itu anteng ketika ia sedang mengobrol dengan pak nathan..
10 menit berlalu, Pak nathan akhirnya sampai. Reino melambaikan tangan pada laki laki paruh baya itu “Pak reino, Maaf saya terlambat. Tadi ada urusan kantor sebentar..” ucap pak nathan sambil duduk di kursi yang berhadapan dengan reino
“Iya gak papa pak, saya juga baru sampai kok.” Jawab reino dengan sopan.
“Loh ini anak bapak?” Tanya pak nathan basa basi sambil menunjuk maira.
“Oh bukan, Ini maira. Anak kakak saya. Maira ayo salam sama paman.” Titah reino, Maira pun turun dari duduknya lalu menyalami pak nathan.
“Anak cantik, Udah sekolah belum?” Tanya pak nathan. Maira menggelengkan kepalanya..
“Tahun ini sekolah..” jawab nya , Pak nathan hanya menganggukkan kepalanya. Lalu kembali fokus pada reino
“Pak nathan mau minum apa? Biar saya pesankan.”
“Ah tidak , Tidak usah pak. Saya hanya sebentar, Begini pak rei. Saya dengar katanya pak reino mau menjual rumah nya ya?”
Reino mengangguk “Benar pak, Saya gagal mendapatkan pinjaman dari bank. Karna terkendala sesuatu hal, Jadi saya akan menjual rumah saya untuk menutupi hutang di perusahaan..”
“Boleh saya lihat foto rumahnya? Atau sertifikatnya?”
Reino tampak ragu, Ia takut. Pak nathan jugaa akan menyita rumah nya untuk jaminan, karna ia belum bisa membayar hutang nya di perusahaan. Pak nathan bisa melihat kecemasan reino “Tenang saja pak, saya tidak akan menyita sertifikat rumah bapak. Begini, saya berencana mencari rumah untuk anak saya. Mangkanya ketika pak reino bilang ingin menjual rumah nya, Saya tertarik. siapa tau cocok, jadi pak reino tidak susah susah mencari pembeli. Saya akan membelinya..” Ucap pak nathan membuat keraguan dalam diri reino seketika terkikis
“Pak nathan sedang cari rumah? Bukan kah pak nathan sudah punya rumah di komplek mewah itu?”
pak nathan mengangguk “Ini untukk aset issabel.” Jawab pak nathan, Mendengar nama issabel rasanya reino tak sabar ingin mendapatkan wanita itu. Jika reino berhasil mendapatkan issabel, kehidupan nya pasti akan berubah. Ia akan mendapatkan kekayaan nya sebelum nya lagi, Mungkin ia akan membujuk issabel untuk menggantikan posisinya sebagai manager keuangan.
“Pak reino…” Panggil pak nathan ketika melihat reino melamun sambil senyum senyum sendiri.
Mendengar panggilan pak nathan membuat reino tersentak dari lamunan nya “Eh iya pak, gimana?”
“Berapa harga yang anda tawarkan untuk rumah anda ini?” Tanya pak nathan setelah reino menunjukkan bangunan rumah mewah Milik raisa.
“Saya membuka harga 3M, itu sudah termasuk isinya.” Jawab reino
Pak nathan manggut manggut, Lalu ia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi rayya “Sebentar ya, saya hubungi anak saya dulu.”
Reino hanya manggut manggut, Pak nathan berlalu pergi menjauh dari meja nya. “Halo bu rayya.” Sapa nya.
(Iya , halo pak nathan gimana? Apa pak nathan sudah bertemu dengan suami saya?) tanya rayya.
“Sudah bu, Ternyata benar. Rumah itu Milik atas nama Raisa, Dan pak reino menjualnya beserta isinya membuka harga dari 3M.” ucap pak nathan menjelaskan
(3M ? Rumah mbak raisa ga sebesar itu, Hanya saja bangunan nya memang cukup mewah. Apakah gak bisa nego?) Tanya rayya
“Saya belum mengajukan nego harga, Berapa harga yang bu rayya inginkan?”
(2.5M, saya rasa harga segitu sudah sangat tinggi) Ucap rayya
Pak nathan mengangguk “Baik bu, saya akan mencoba bernegosiasi.”
Panggilan pun berakhir, Pak nathan kembali ke meja nya “Bagaimana pak?” Tanya reino dengan tidak sabar.
“Anak saya suka,” jawab pak nathan membuat senyum reino mengembang sempurna, Jika nanti issabel menempati rumah itu. Ia akan sangat mudah mendekatinya.
“Tapi pak reino, apakah bisa nego?”
“Bisa pak. Tapi saya tidak bisa menurunkan harga terlalu rendah, Karna saya benar benar sedang butuh uang.”
“Jika saya menawarnya 2.5M apakah bapak bersedia?” Tanya pak nathan.
Reino menggelengkan kepalanya “Saya belum bisa melepas rumah itu di harga segitu pak, Mohon maaf sekali. Tapi saya pastikan, Barang barang dan bangunan rumah saya masih bagus dan berfungsi dengan baik. Bapak pasti puas membeli rumah saya walaupun harga nya sedikit tinggi.” Ucap reino mencoba mempengaruhi pak nathan supaya tak menurunkan harga jualnya.
Pak nathan tampak berfikir “Yasudah. Nanti saya akan bicarakan lagi sama issabel, Kalau deal saya akan menghubungi pak reino kembali.” Ucap pak nathan akhirnya, karna ia memang tidak bisa memutuskan sepihak. Ia harus mendapatkan persetujuan rayya.
“Baiklah pak, Kabarin saja nanti.”
Pak nathan mengangguk, Tak lama suara seseorang memanggil pak nathan membuat atensi pak nathan baik reino teralihkan. Seorang gadis cantik melambaikan tangan ke arah mereka, Reino yang terpana seketika reflek menggoyangkan tangan nya. Membuat pak nathan mengerutkan kening nya melihat Tingkah reino.
“Paa, kenapa dihubungin susah banget sih. Aku nyasar tau tadi ke caffe sebelah..” Ucap issabel
“Oh maaf, Tadi papa lagi ngobrol sama pak reino dan ponselnya di tas. Maaf ya sayang..”
issabel mengerucutkan bibirnya , Membuat reino yang melihatnya sangat gemas . Padahal daritadi isabell tak menatap ke arah nya sama sekali. Tapi reino sudah senyum senyum gak jelas ..
“Yaudah ayo pulang. Katanya mau mampir ke mall.”
“Iya ayo, tapi sebentar ya. Papa mau ke toilet sebentar..”
“Pak reino saya tinggal ke toilet sebentar ya..”
reino pun dengan semangat mengangguk, Ia jadi ada waktu berduaan dengan isabell. Isabel duduk di tempat yang tadi di duduki ayah nya.
“Ehem.. Bu issabel. Bagaimana kabarnya?” Tanya reino basa basi, Isaabel hanya melirik sekilas lalu menjawab dengan nada ketus
“Baik.”
Reino jadi bingung sendiri mau ngomong apalagi karna jawaban issabel yang tak ramah , akhirnya mereka hanya terdiam sampai pak nathan kembali dari kamar mandi.
“Issabel, ayo pulang.” Ajak pak nathan, issabel mengangguk Lalu mengambil tas nya yang ada di atas meja.
“Pak reino, Saya pamit dulu ya. Nanti saya kabarin lagi keputusan nya..”
“Baik pak nathan..”
Pak nathan pun pergi meninggalkan reino dan maira yang sedang asyik makan kentang goreng. “Aku harus bisa mengambil hati issabel. Supaya kehidupanku kembali membaik.. sekaligus aku bisa naik jabatan lagi.” Gumam reino.