NovelToon NovelToon
M.U.A Modern Di Zaman Kuno

M.U.A Modern Di Zaman Kuno

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Sistem / Tamat
Popularitas:50.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Aurielle Veyra (25 tahun), seorang Make Up Artist kelas dunia, dikenal mampu mengubah wajah biasa menjadi sebuah 'Mahakarya'.

Namun setelah tertidur usai bekerja tanpa henti, dia terbangun … bukan di Apartemen mewahnya.

Melainkan di raga seorang gadis yatim piatu miskin di desa terpencil dalam Kekaisaran Shang Agung, yang bernama Lin Yue. Yang meninggal karena menyerah menjalani kehidupan di dunia itu.

Di dunia tanpa kosmetik modern, Aurielle terikat dengan sebuah ruang dimensi misterius berisi resep kecantikan kuno yang telah lama hilang dari sejarah.

Dari bunga liar, mutiara, hingga ramuan rahasia, dia menciptakan kosmetik yang mampu membuat siapa pun terlihat memukau.

Namun, di balik kecantikan yang dia ciptakan …
tersembunyi rahasia racun halus, dan permainan kekuasaan yang mematikan.

Karena di dalam dunia Kekaisaran~

Sebuah wajah yang sempurna bisa menjadi sebuah 'senjata' yang mematikan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 42 dan 43.

***

Tubuh Mei Fang bergetar hebat saat memeluk tubuh Han Guang yang sudah bersimbah da-rah.

"Guang'er ... bukalah matamu! Jangan membuat Kakak takut seperti ini ... tolong bangunlah ..." ujar Mei Fang dengan suara parau karena menahan tangisnya.

Lin Yue berdiri perlahan dari sisi Han Guang, aura membunuh dingin dari dalam tubuhnya mulai memekat, membuat jalanan aspal di sekitarnya mulai retak perlahan.

Krak ... Krak!

Ketiga Kultivator pemabuk itu langsung mundur beberapa langkah tanpa sadar, karena mereka bisa merasakan satu hal yang sangat jelas ...

Wanita bercadar di hadapan mereka ini sangat berbahaya!

"Fang'er, cepat bawa dan obati Guang'er sekarang!" perintah Lin Yue dengan nada lembut yang terdengar tegas.

"Bagaimana dengan mereka, Yue'er?" tanya Mei Fang, sambil menggigit bibirnya pelan, menahan emosi.

"Jangan khawatirkan akan hal itu, aku akan menangani mereka. Pergilah! Cepat!" jawab Lin yue.

Suara Lin Yue terdengar sangat dingin, membuat Mei Fang tersadar, jika sahabatnya itu benar-benar murka.

Jika dia sudah murka, maka tidak akan ada akhir yang baik bagi lawannya.

Alung dan Aling segera membawa Han Guang dengan hati-hati, sementara Mei Fang mengikuti langkah mereka dengan tangan terkepal erat.

"Aku akan menyelamatkan Guang'er! Jangan bu-nuh mereka terlalu cepat, Yue'er! Siksa mereka perlahan, sampai mereka merasakan 'neraka dunia' dalam setiap napas mereka yang tersisa!" seru Mei Fang dengan nada penuh kebencian yang dalam.

Mendengar ucapan Mei Fang, Yuexue langsung tertawa kencang.

"Hahahahaha! Tenang saja, Nona Fang! Kami akan bermain sedikit dengan mereka!" sahut Yuexue dengan nada antusias.

"Benar! Aku akan memainkan permainan 'Psikopat menemukan mangsanya' kepada mereka bertiga ..." ujar Lin Yue sambil menyeringai kejam dibalik cadarnya.

"Rasakan kalian!"

"Habisi saja mereka, Nona Yue! Sikap mereka semena-mena selama ini terhadap kami, namun kami diam karena takut dengan ancaman mereka!" geram salah satu wanita paruh baya yang ada di sana.

"Ya! Beri mereka pelajaran berharga, Nona Yue!

--

Setelah kepergian Mei Fang ke arah Paviliun Orchid Bulan, suasana pasar itu langsung berubah menjadi mencekam.

Ketiga Kultivator itu mulai mengeluarkan keringat dingin karena takut, namun salah satu diantara mereka tetap berusaha untuk tetap tenang.

"Cih! Jangan sok menantang kami, Nona! Kami bertiga sudah berada di tingkat Legenda-puncak! Memangnya kamu itu siapa, hah?!! Dasar ja-lang pecundang!" maki salah satu kultivator itu dengan nada merendahkan.

Lin Yue memiringkan kepalanya sedikit, dan menjawab ucapan mereka dengan nada bercanda.

"Lalu kenapa jika kalian berada di tingkat Legenda puncak, hm? Apakah aku harus merasa takut?"

"Kalian terlalu merasa besar kepala selama ini! Ingatlah! Di atas langit, masih ada langit!" sahut Yuexue dengan nada dingin.

Tidak lama kemudian~

BOOM!!!

Tekanan spiritual mengerikan langsung meledak dari dalam tubuh Lin Yue, membuat beberapa kios yang ada di dalam pasar itu hancur berantakan akibat gelombang energi itu.

BLAR!

"A-apa ... Apa-apaan itu?!"

"Energi spiritualnya sangat besar sekali!"

"Wanita ini sebenarnya sudah berada di tingkat apa, sih? Kok aku tidak bisa mendeteksi kekuatan dia?"

Wajah ketiga kultivator itu langsung pucat-pasi, saat merasakan kekuatan yang lebih besar dari yang mereka punya.

Tubuh mereka bahkan mulai bergetar hebat, membuat Yuexue menyeringai lebar sambil membuka kipas tangannya.

Srak!

"Sekarang aku paham, kenapa Nona begitu murka ... Kalian benar-benar sedang mencari kematian!"

Swosssh!

Tubuh Yuexue langsung menghilang dari tempatnya berdiri, membuat mata ketiga kultivator itu terbeliak karena terkejut.

"Wah, cepat sekali gerakannya!"

Sebelum ketiga kuktivator itu dapat menemukan keberadaan Yuexue, tiba-tiba~

DUGH! ... DUGH! ... DUGH!

Tiga tendangan keras yang brutal langsung menghantam wajah ketiga Kultivator itu, sehingga tubuh mereka langsung terpental menembus sebuah tembok bangunan disana dengan kencang.

BRAAAK!

"ARRGH ...!"

"Uhuk ... Uhuk!"

Da-rah segar langsung mengalir dari mulut ketiganya, namun mereka tidak menyerah begitu saja.

Dua diantara mereka langsung bangkit, dan langsung menyerang Yuexue secara bersamaan.

"HIAAAT ...!"

BLAR! ... BLAR! ... BLAR!

Sebuah energi spiritual berbentuk pedang langsung melesat cepat ke arah Yuexue, membuat Beast itu hanya tertawa meremehkan saat melihatnya.

"Cih! Sangat lambat! Hahahahaha!"

Dia membuka kipasnya dan memasukkan energi spiritualnya ke dalam sana, dan~

SRAK!

CLANG! ... CLANG! ... CLANG!

Seluruh serangan mereka terpental begitu saja, saat bersentuhan dengan kipas Yuexue.

Lin Yue pun ikut ambil bagian, setelah melihat gaya bertarung mereka.

Dia mengangkat tangan kanannya ke udara, seberkas energi spiritual berwarna keemasan mulai berkumpul di ujung jarinya.

Salah satu Kultivator menatapnya dengan wajah panik, lalu dia berteriak untuk menghentikan tindakan Lin Yue.

"TUNGGU DULU! HENTIKAN! Kami adalah anggota dari Sekte Langit Api! Jika kalian membunuh kami, maka~"

Lin Yue menatap mereka bertiga dengan tatapan dingin.

"Kalian terlalu berisik!"

TAP!

Lalu Lin Yue menjentikkan jarinya dengan gaya anggun, dan~

Swooosh!

Blar!

Ledakan dari energi spiritual miliknya langsung menghantam ke arah tubuh pria itu, membuat dirinya berteriak histeris.

"ARRRGHHH ...!"

BRUGH!

Sebagian tubuhnya hancur menghantam tanah, dan kedua tangannya sudah terpelintir dengan bentuk yang tidak normal.

Lin Yue berjalan mendekati mereka dengan perlahan, membuat setiap langkahnya menjadikan tekanan di udara semakin berat.

"Kalian datang dan bertindak seenaknya di wilayah Han milikku ..."

TAP!

"Lalu kalian dengan seenaknya menyentuh warga dan keluargaku ..."

TAP!

"Dan sekarang kalian membawa nama Sekte kalian untuk mengancamku?"

Suara Lin Yue penuh tekanan yang sangat kuat, sehingga membuat mereka semua gemetar ketakutan.

Matanya yang tajam menyipit bahaya, saat menatap ke arah tiga pria itu.

"Siapa yang memberi kalian keberanian sebesar itu, hah?!"

Tubuh kedua pria yang tersisa itu langsung gemetar hebat, saat merasakan aura membunuh pekat dari dalam tubuh Lin Yue.

"K-kami mengaku salah, Nona! Ampuni~"

CRACK!

"ARRGH ...!"

Lin Yue langsung menginjak salah satu kaki dari kedua pria itu, membuat suara jeritan mengerikan menggema di udara.

Sementara itu Yuexue, dia terlihat sangat menikmati pertarungan Nonanya itu.

"Hahahahaha! Bagus, Nona! Hajar lebih kuat biar mereka kapok! Hahahaha!"

Lalu dia mengeluarkan energi Beast miliknya, membuat kedua pria itu semakin putus-asa.

Groaar! ... BLAAR!

"T-tidak mungkin! Monster macam apa dia?!"

"Dia bukan manusia!"

Yuexue menyeringai kejam, ketika mendengar ucapan itu.

"Tepat sekali! Hahahaha!"

Wusssh!

Tap!

Dia langsung muncul dibelakang salah satu Kultivator yang masih bisa berdiri, dan~

BUGH!

Satu pukulan siku yang sangat kencang menghantam tulang punggung lawannya, sehingga terdengar suara retakan yang sangat jelas menggema di udara.

CRACK!

"Arrrrghh!"

Pria itu langsung tersungkur ke arah depan sambil berteriak dramatis.

Satu orang yang masih 'waras' langsung berlutut di depan kedua orang itu dengan mental yang sudah runtuh sepenuhnya.

"A-ampuni kami, Nona dan Tuan! Kami terlalu mabuk, sehingga kami bertindak bodoh! Ampuni kami ... Jangan ambil nyawa kami ..." hibanya dengan suara parau.

"Ha ... Ha ... Ha ..." Lin Yue tertawa mendengarnya.

Namun suara tawanya yang terjeda dan meremehkan itu, terdengar lebih menakutkan dibanding amarahnya.

"Tidak sengaja kalian bilang, hah?! NYAWA ADIKKU HAMPIR SAJA LEPAS DARI RAGANYA, PAHAM?! Karena kalian menghajarnya tanpa ampun! Dan kalian bilang tidak sengaja? APAKAH KALIAN WARAS, HAH?!!" seru Lin Yue dengan emosi.

Tekanan kembali meledak, saat mata Lin Yue yang berwarna emas itu warnanya memekat.

BOOM!

Blar! ... Blar! ... Blar!

Suara petir mulai terdengar menakutkan di balik langit wilayah Han yang semakin menggelap.

Para warga yang masih berada di sekitar sana melihat fenomena itu dengan tubuh gemetar ketakutan.

"Bahkan langit pun mendukung murka Nona kita! Menyeramkan sekali!" bisik salah satu wanita paruh baya di sana.

"Iya! Sebenarnya, siapa Nona Lin Yue itu? Identitasnya sangat misterius, selain mantan Selir Yang Mulia ..." sahut warga lainnya dengan tubuh gemetar.

"Auranya sangat menakutkan sekali ..."

Ketika Lin Yue ingin menyerang dan membunuh ketiga orang itu, tiba-tiba~

Swooosh!

Sebuah tekanan dari aura yang setara dengannya terasa dari atas langit, membuat dia mengurungkan niatnya.

Para warga disana juga langsung mendongak ke arah langit, untuk melihat siapa yang sudah menahan Nona mereka untuk menghabisi para pengacau itu.

Seorang pemuda yang mengenakan jubah berwarna biru gelap mendarat ringan diatas sebuah bangunan ruko yang telah runtuh dengan anggun.

Wajahnya sangat tampan dan garis wajahnya terlihat sangat tegas, sementara rambutnya yang hitam panjang berkibar tertiup angin.

Tatapan matanya yang tajam terlihat tenang dan berwibawa.

Dialah sang penguasa wilayah bebas Angsa Awan!

Putra tunggal Tuan Jiang Ang dan Nyonya Xia Reylin, yang mana terkenal dengan sebutan 'Jenius' dalam segala hal.

Di usianya yang ke dua puluh tahun sekarang, dia sudah mencapai Tingkat Kaisar-tahap awal, sehingga diangkat menjadi pemimpin wilayah Angsa Awan.

Namanya adalah 'Jiang Joseph', sebuah nama yang terdengar indah ditelinga, namun menakutkan para lawan diluar sana.

"Ternyata ada orang yang memiliki kekuatan sebesar ini di dalam wilayahku ..." gumam Jiang Joseph pelan.

"Katakan padaku, siapa kalian sebenarnya!" lanjutnya dengan suara lantang.

Seluruh orang yang memadati area pasar langsung berlutut ketakutan, ketika mendengar suara lantangnya.

"Salam, Penguasa Wilayah!"

Dan ketiga Kultivator yang sudah terluka parah itu, langsung bernapas lega, ketika melihat kedatangan sang penguasa.

"Itu Tuan Joseph! Akhirnya dia datang ..." ujar salah satu Kultivator yang terletak di atas aspal.

"Tu-Tuan Joseph! To-tolong kami! Wanita gila ini mau membunuh kami!" teriak salah satu Kultivator yang kakinya telah patah diinjak oleh Lin Yue.

Mendengar suara itu, Jiang Joseph mengernyitkan dahi, saat melihat keadaan ketiga murid Sekte Langit Api yang sudah babak-belur itu.

Beberapa bagian tubuh mereka hancur, tulang patah, aura spiritual mereka yang kacau, dan hebatnya ... mereka masih bisa bernapas!

Jika itu adalah manusia biasa, mungkin mereka akan mati pada serangan pertama Lin Yue dan Yuexue.

Tatapan mata Jiang Joseph beralih ke arah Lin Yue.

Dan wajah kebingungannya berubah menjadi serius, saat dia tidak bisa melihat tingkat kekuatan wanita muda di depannya itu.

"Hmm ... Menarik!" gumamnya sambil menyeringai tipis.

"Akhirnya, sang penguasa wilayah kecil ini muncul juga! Jangan menatap Nonaku dengan tatapan menjijikkan begitu, hmmp! Mau aku colok matamu itu, ya?!" ujar Yuexue dengan nada meremehkan.

Tatapan mata Jiang Joseph langsung beralih ke arah Yuexue.

"Sombong sekali kamu!" ujar Joseph.

"Wajar kalau aku sombong, karena aku memang sekuat itu!" balas Yuexue dengan nada tidak kalah tegas.

Tanpa banyak bicara, Yuexue langsung mengeluarkan aura Beast tingkat Agung-nya, yang langsung membuat pupil mata Jiang Joseph langsung mengecil.

BOOOM!!!

Aura Beast Yuexue langsung keluar menghantam langit, membuat suasana semakin mencekam.

"A-aura Beast Ilahi tingkat Agung?!" gumamnya dengan mata terbeliak lebar.

Jiang Joseph mulai sadar ... mereka bukanlah Kultivator pendatang biasa.

Lin Yue melangkah maju dengan tatapan dingin.

"Aku tidak perduli siapa penguasa wilayah ini ..." ujarnya dengan nada menekan.

"Namun, satu hal yang pasti ..." matanya emasnya berkilat kejam.

"Siapapun yang berani menyentuh warga di wilayah Han-ku, maka dia harus ... Mati!" lanjutnya dengan nada sedingin kutub utara.

Mendengar pernyataan itu, Jiang Joseph terdiam beberapa saat.

Dia melihat ke arah warga yang bergetar ketakutan, dan ke arah tiga Kultivator yang sudah babak-belur.

Setelah itu dia menghela napas pelan.

"Haaaah! Jadi, mereka yang memulai semua masalah ini?"

"Benar!" jawab singkat Lin Yue.

Jiang Joseph menutup matanya sejenak, lalu membukanya kembali dengan sebuah keputusan.

"Kalau begitu, mereka memang pantas untuk menerima hukuman itu!" ujarnya dengan nada tegas.

Ketiga Kultivator itu langsung panik, saat mendengar ucapan Jiang Joseph yang tidak membela mereka.

"T-Tuan Jiang ...??!! Kenapa Anda bicara seperti itu?! Bukankah Anda adalah penguasa wilayah ini?" seru salah satu Kultivator itu dengan nada tinggi.

Jiang Joseph menatap mereka bertiga dengan tatapan mata yang sangat dingin.

"Ya, saya memang penguasa wilayah ini! Dan sebagai seorang penguasa, tugas saya adalah menjaga rakyat wilayah ini agar aman dan nyaman! Bukan melindungi sampah seperti kalian bertiga, paham?!" jawab Jiang Joseph dengan nada tegas.

Wajah ketiga Kutivator itu langsung pucat-pasi, saat mendengar jawaban sang penguasa wilayah Angsa Awan itu.

Sementara Lin Yue menyipitkan matanya, karena dia cukup terkejut dengan keputusan pemuda di depannya ini.

Ternyata, pemuda itu tidak sebodoh yang dia kira.

Dan dia cukup puas dengan hal tersebut.

Hop!

Jiang Joseph melompat turun dari atas reruntuhan bangunan tersebut, dan berdiri tegak di hadapan Lin Yue.

"Izinkan aku yang mengambil alih hukuman mereka, Nona ..." ujarnya pada Lin Yue.

"Tidak perlu! Aku sendiri yang akan menghukum mereka bertiga! Mereka harus mati ditanganku!" jawab Lin Yue dengan nada datar.

Suasana langsung menegang, karena Jiang Joseph tidak pernah dibantah selama ini.

Dan sekarang, wanita muda ini berani membantah dirinya terang-terangan begini ...?

Tidak bisa di biarkan!

Aura Kaisar tingkat awal langsung menguar dari dalam tubuh Jiang Joseph, begitu pula dengan Lin Yue, aura Kaisar tingkat puncak pun langsung keluar dari dalam tubuhnya dengan cepat.

BOOOOM!!!

Tanah dan aspal di sekitar mereka langsung retak, akibat benturan energi spiritual yang kuat.

BLAAAR!

Para warga langsung beringsut mundur ketakutan, sementara Yuexue terlihat sangat antusias melihatnya.

"Wah! Berani-beraninya dia menantang Nonaku bertarung! Belum tahu saja dia, siapa Nonaku yang sebenarnya! Hahahaha!" ujarnya sambil tertawa.

Setelah adu aura selama beberapa detik, Jiang Joseph langsung menarik sendiri auranya dengan wajah lelah.

"Aku menyerah! Aku bukanlah tandinganmu, Nona ..." ujar Jiang Joseph dengan lantang.

"Cih! Ternyata dia tahu diri juga ..." ujar Yuexue sambil berdecih sinis.

Ucapan sang penguasa itu membuat seluruh warga yang ada di sana membelalakkan matanya.

Seorang penguasa Angsa Awan ... mengakui kekalahannya?

Benar-benar diluar prediksi BMKG!

Lin Yue hanya berdiri ditempatnya tanpa bergerak sedikitpun, membuat Jiang Joseph menatapnya dengan hangat dan penuh hormat.

"Aku bisa merasakan perbedaan kekuatannya ... Dan aku akui, kamu jauh lebih kuat dari pada aku," ujar Jiang Joseph, tulus.

Tatapan hangat itu berubah menjadi dingin, saat dia menatap ke arah tiga Kultivator yang tergeletak di sana.

"Lakukan apa yang ingin kamu lakukan terhadap mereka sebagai hukuman, aku tidak akan menghalanginya ..." ujarnya dengan nada dingin.

Lin Yue menyeringai tipis dibalik cadarnya, ketika mendengar ucapan Jiang Joseph.

"Keputusan yang sangat cerdas, Tuan Jiang!" sahut Lin Yue.

Tanpa berkata-kata lagi, Lin Yue langsung melesat ke arah tiga Kultivator perusuh itu dengan cepat.

Wusssh!

Mata ketiga orang itu terbelalak ketakutan, saat melihat sosok 'Dewi Kematian' sudah berada di depan mata mereka.

"T-tolong amp~"

Crack!

Tangan Lin Yue langsung menghantam dantian ketiga orang itu dengan cepat, membuat mereka menjerit kesakitan.

Setelah itu, Lin Yue langsung memutuskan kedua kaki dan satu tangan mereka dengan pedangnya.

Crash! ... Crash! ... Crash!

"ARRRRGGHHHHH ...!"

"Aaaaammmpuuun!!! Hentikan, Nona!"

Setelah puas dengan hukuman kecil yang dia berikan, Lin Yue langsung berdiri dan membersihkan pedangnya dengan santai, sambil menatap hasil pekerjaannya.

Da-rah memenuhi jalanan aspal tersebut, menyebarkan bau anyir di udara yang mereka hirup.

"Aku memang tidak membunuh kalian, tapi kalian akan mulai hidup sebagai manusia 'cacat' dari detik ini ..." ujarnya tanpa belas kasih.

Ketiga Kultivator itu langsung pingsan karena sakit dan ketakutan, membuat suasana di sekitar sana menjadi hening.

Tidak ada seorang pun yang berani bicara, karena takut menyinggung gadis itu.

Jiang Joseph memperhatikan Lin Yue cukup lama, tanpa sengaja, sebuah senyuman tipis tersungging di wajah tampannya.

"Wilayah baru 'Han' ternyata menyembunyikan monster sekuat ini ..." gumamnya pelan.

Sementara itu, Yuexue mendekati Lin Yue dengan wajah sumringah.

Dia tertawa puas, karena pertunjukkan yang dibuat oleh Nonanya itu.

Kejam, namun sepadan dengan perbuatan mereka.

"Hahahahahaha! Pertunjukkan yang sangat menarik, Nona! Mereka sangat pantas mendapatkan semua itu! Sungguh puas melihatnya!"

"Kita ke Paviliun sekarang!"

"Siap, Nona!"

⚛⚛⚛

1
Henda Wini
wah mulai rame nih
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Iya, Kak Henda. Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Henda Wini ... 😊🙏🏻🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Burhanuddin S Pd
mgkn dia bkn org miskin beneran, mgkn keluarganya diasingkan kedesa
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Beneran miskin, kok Kak Burhan ...😁. Terima kasih atas dukungannya, Kak ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Meigha
tak terasa akhirnya kelar jg bacax selama 2 hari🤭🤭
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Alhamdulillah ... Terima kasih, Bund ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚💚
total 1 replies
Meigha
tak teeasa akhirnya kelar jg bacax selamam 2 hari🤭🤭
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Alhamdulillah ... Terima kasih dukungannya, Bunda Meigha ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Meigha
kan yue minum obat cepat hamil knp tdk hamil2
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Langsung diblokir sama Yue pakai obat dari sistemnya, Bund ... 😁😁😁. Terima kasih sudah memberi dukungan kepada cerita ini, Bunda Meigha ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Lismawati
cerita yg sangat bagus dan happy ending , trimakasih thor karya yg sangaat indah ❤️❤️❤️
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih atas respon positifnya, Kak Lismawati ... Dan terima kasih atas dukungannya 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Lismawati
aku mampir thor semoga ceritanya sesuai harapanku semangaaaat thor 💪💪💪
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Lismawati ... 😊🙏🏻🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Yuyun Zampiet
aku juga bingung thor, istilah2 tingkat kekuatan kultivasi, yg penting dpt menghibur pembaca👍
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Sama, Kak Yun ... Aku mikirnya sampai ngebul otak mungilku ini ... 🤣🤣🤣🤣🤣. Terima kasih apresiasinya Kak Yun ... 🙏🏻🤗💚💚💚💚💚💚
total 1 replies
Yuyun Zampiet
belum apa2 sdh diincar untuk disingkirkan, tetap semangat rielle, singkirkan racun hareem istana 🤭😄
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Sudah pasti itu mah .... 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Yuyun Zampiet
awal yg baguz, sekalinya ada sistem 👍
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih untuk dukungannya, Kak Yun ... 🙏🏻🤗🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
yetiku86
maturnuwun kak Aurora🙏🙏🙏
ceritanya keren 👍👍👍👍
semoga tambah sukses dan sehat selalu🤲
ngga ada bonchap neh??? 🤭
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Sami-sami, Kak Yeti ... doa yang sama untuk Kk disana, ya 🤗. Terima kasih atas dukungannya dan semangatnya dari awal sampai akhir. Mana sempat buat bonchap Kak? Otaknya udah penuh dengan masalah soalnya ... 😁. Next novel aku buat boncengan deh ... 😁🙏🏻🫰🏻🤗💚💚💚💚💚.
total 1 replies
yetiku86
kereennn 😍... luar biasa👍👍👍👍
yetiku86: kembali kasih Kak Aurora...🤗
mau liat iklan buat othor tapi iklan lagi tdk tersedia mulu neh ngga tau kenapa.
total 2 replies
yetiku86
bukan bibi... tapi paman... 😅
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Ada typo lagi sepertinya ... 🤣🤣🤣🤣. Maklumlah, otaknya dah malas gerak untuk mikir ... 🤭🤭🤭🤭🤭. Makasih koreksinya, Kak Yeti ... 🙏🏻🤗💚💚💚💚💚
total 1 replies
yetiku86
express neh othor...
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Iya Kak, sudah tidak semangat mikir soalnya ... Banyak sekali masalah yang datang kemarin, bikin aku down ... 🥹🙏🏻.
total 1 replies
yetiku86
😱
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: 😆😆😆😆😆😆😆
total 1 replies
yetiku86
awas timbilen kalian.... ngintip mulu.. 😅
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Untung mata mereka gak dicolok sama Lin Yue, ya Kak ... 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
yetiku86
aamiin🤲. turut berduka thor 🙏
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih doa dan ucapannya, Kak Yeti ... 🥹🙏🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
yetiku86
udah cantik dan imut tapi kok panggilannya... Gogo... 😭😭😭
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Biar gmpang ingat, Kak ... 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
yetiku86
kenapa ngga diganti sekalian xialannya sih thor kan kasihan sial mulu entar dia, setiap hari di doakan sialan🤭
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Hanya sampai situ aja dia xialnya Kak, kesananya lagi udah gak ada ... 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
yetiku86
Agus... biar othor ngga lupa 🤭
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Gus ... Gus ... 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!