NovelToon NovelToon
JALAN PENDEKAR NAGA

JALAN PENDEKAR NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Hamtaro Dasha

Seri Kedua dari Lahirnya Pendekar Naga!

___
Kemunculan Pendekar Naga telah mengguncang keseimbangan dunia—membangunkan makhluk kuno dan menarik perhatian kekuatan yang telah lama menunggu dalam bayang-bayang.

Dunia berubah.

Sekte-sekte hancur tanpa sisa. Jejak kehancuran menyebar tanpa arah… dan pelakunya adalah sosok yang tidak pernah dibayangkan oleh Wei Zhang Zihan.

Chu Kai.

Sebagai Pendekar Suci, Wei Zhang Zihan tidak punya pilihan selain menelusuri jejak itu—mengungkap kebenaran yang tersembunyi, dan menghadapi satu kenyataan yang tidak ingin ia percayai:

Mungkin, orang yang harus ia hentikan… adalah orang yang seharusnya menjadi pelindung dunia.

Pendekar Naga itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamtaro Dasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2 - Wei Zhang Zihan

Angin masih berdesir pelan ketika Wei Zhang Zihan melangkah keluar dari hutan bambu. Suara daun yang saling bergesekan perlahan memudar, digantikan oleh riuh rendah kehidupan yang mulai terdengar dari kejauhan.

Untuk sesaat, ia berhenti dan menoleh ke belakang.

Rumpun bambu yang menjulang itu tetap berdiri diam, seakan tidak pernah benar-benar melepaskannya. Bayangan hijau yang rapat, sunyi, dan penuh rahasia—tempat di mana pikirannya berputar tanpa henti.

Lalu ia berbalik dan melanjutkan langkahnya.

Jalan setapak tanah berubah menjadi jalur batu yang lebih lebar. Terlihat jejak roda kereta dan langkah kaki manusia yang menandakan bahwa dirinya semakin dekat dengan peradaban.

Tidak lama kemudian, gerbang Kota Qīngzhú terlihat.

^^^Qīngzhú City [青竹城] \= Kota Bambu Hijau^^^

Dindingnya tidak setinggi kota-kota besar di bawah kekuasaan langsung kekaisaran, namun dibangun kokoh dengan batu abu-abu yang mulai dilapisi lumut. Di sisi gerbang, beberapa batang bambu tumbuh rapi, seakan menjadi simbol dari nama kota itu sendiri.

Para penjaga berdiri di kedua sisi, memperhatikan setiap orang yang keluar dan masuk. Pedagang, pengembara, hingga beberapa kultivator dengan pakaian khas sekte masing-masing.

Wei Zhang Zihan melangkah melewati mereka. Salah satu penjaga meliriknya sekilas, sebelum kembali memperhatikan para pengunjung yang lain.

Kehadiran Wei Zhang Zihan tidak begitu menarik perhatian... atau setidaknya itulah yang ia harapkan.

Ketika memasuki kota, suasana berubah.

Aroma makanan hangat bercampur dengan bau kayu dan tanah basah. Suara percakapan memenuhi udara—ringan, biasa, namun di sela-selanya terselip nada yang berbeda.

Wei Zhang Zihan tidak perlu mendengar dengan jelas untuk mengetahuinya nama yang sedang mereka bicarakan.

"... katanya satu sekte habis dalam semalam..."

"Tidak mungkin itu ulah manusia biasa..."

".... kudengar dia rasuki iblis..."

"Kudengar dia hanya menyerang sekte aliran hitam. Bukankah itu artinya dia penyelamat?"

"... semuanya tahu... pelakunya Pendekar Naga."

Wei Zhang Zihan berjalan melewati mereka. Ekspresinya tetap tenang, seakan semua itu tidak ada hubungannya dengan dirinya.

Namun di balik ketenangan itu, jari-jarinya sedikit mengencang.

Dia terus berjalan, menembus keramaian. Tatapannya menyapu sekitar tanpa terlihat mencurigakan—mengamati pakaian para kultivator, simbol sekte, dan arah pergerakan orang-orang.

Situasi ini terlalu ramai dari biasanya, jelas ini bukanlah sesuatu yang biasa—apalagi orang-orang yang ia lihat seperti mengarah pada satu titik yang sama.

Wei Zhang Zihan sudah memutuskan untuk menuju pusat kota, tempat di mana semua jawaban... mungkin mulai menampakkan dirinya.

*

*

Keramaian Kota Qīngzhú perlahan tertinggal di belakang saat Wei Zhang Zihan berbelok ke sebuah jalan yang lebih tenang.

Bangunan di sisi jalan itu lebih tertata, dengan ornamen kayu dan atap melengkung khas wilayah selatan. Di ujung jalan, sebuah rumah teh berdiri sederhana namun elegan—tirai bambunya bergoyang pelan tertiup angin.

Aroma daun teh yang hangat menguar keluar.

Tanpa ragu, Wei Zhang Zihan hendak melangkah masuk ketika angin tiba-tiba berubah arah. Kelopak bunga yang entah berasal dari mana menyebar tertiup angin dan membawa energi spiritual—membentuk pelindung transparan dan menghilangkan jejak keberadaan orang lain.

Wei Zhang Zihan menyadari sesuatu. Teknik ini bukan menghilangkan jejak keberadaan orang lain di sekitarnya, tetapi kehadirannya sendiri yang seolah disembunyikan agar tidak terlihat.

Tingkat Manifestasi—Pemisah Ruang.

Sikap Wei Zhang Ziha tetap tenang karena teknik ini tidak memiliki niat membunuh, begitu pun dengan kehadiran pengguna teknik tersebut yang memang sudah menunjukkan tanda-tanda keberadaannya sejak ia melangkah ke jalan ini.

Wei Zhang Zihan perlahan berbalik.

Benar saja. Subjek yang berdiri tidak jauh darinya bukanlah orang asing—bisa dibilang, dia sangat mengenalinya.

Gadis cantik berpakaian merah muda, berambut putih panjang, bercadar tipis, dengan mata ungu jernih ini adalah salah satu keindahan dari Kekaisaran Zhou—Ling Xian Shu.

Tidak hanya dianugerahi kecantikan yang luar biasa dari klan-nya, subjek ini pun mempunyai bakat kultivasi yang tinggi. Dia satu-satunya orang yang Wei Zhang Zihan perkirakan akan mudah menemukannya selama masih berada di wilayah kekaisaran.

Wei Zhang Zihan teringat dengan penjaga di gerbang Kota Qīngzhú. Jelas merekalah yang mengirim pesan sehingga kultivator yang sudah berada di Tingkat Kultivasi Abadi ini bisa segera datang, bahkan sebelum ia sempat meninggalkan kota.

"Kau datang untuk membawaku kembali?" suara Wei Zhang Zihan dingin. Ini bukan pertama kalinya Ling Xian Shu menemuinya.

"Kali ini aku tidak datang untuk itu." suara Ling Xian Shu jernih. Tatapan matanya tenang, begitu juga dengan ekspresi wajah yang tersembunyi di balik cadar tipisnya.

Dia menggunakan Teknik Manifestasi—Pemisah Ruang untuk berbicara dengan Wei Zhang Zihan, selain untuk menghindari orang-orang menyadari keberadaannya juga agar tidak ada yang mengganggu pembicaraan mereka.

"Sebelum pertemuan para pendekar diadakan... keputusannya sudah ditentukan." Ling Xian Shu menatap lurus ke arah Wei Zhang Zihan. "Mereka memutuskan untuk menangkap Pendekar Naga Chu Kai."

Udara berubah. Untuk sejenak, tatapan mata Wei Zhang Zihan menunjukkan keterkejutan sebelum ekspresi wajahnya semakin dingin. Kedua tangannya diam-diam terkepal bersamaan saat satu ingatan masa lalu terbentang di hadapannya.

Wei Zhang Zihan mendengus, sebelum akhirnya tersenyum dingin.

"Memang tidak berubah. Cara yang diputuskan oleh kaki tangan kaisar... selalu yang terbaik."

Ling Xian Shu tersentak, "Pendekar Wei. Tidak seperti itu. Kau—!!"

Satu kibasan tangan Wei Zhang Zihan yang penuh energi spiritual memecahkan pemisah ruang yang dibuat oleh Ling Xian Shu—bahkan sebelum gadis itu selesai bicara.

Ling Xian Shu terkejut.

Darah mengalir di tangan kanan Wei Zhang Zihan dan menetes cukup banyak di tanah. Tindakannya jelas menjadi bukti bahwa ia mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menghancurkan Teknik Manifestasi gadis ini.

"Akan kucari sendiri bukti tentang Kai." suara Wei Zhang Zihan berat. Tatapan matanya tegas. "Tidak akan kubiarkan... keputusan tidak berdasar dari orang itu kembali menodai tanah ini."

Dia berbalik tanpa ragu. Suara Wei Zhang Zihan dingin, "Nona Ling Xian Shu tidak perlu repot mencariku. Kau datang sia-sia."

Langkahnya tidak berhenti.

Tangan Ling Xian Shu sempat terangkat, seolah ingin menahan pria itu—namun akhirnya turun perlahan. Bibirnya sedikit terbuka, seperti hendak mengatakan sesuatu... namun tidak ada kata yang keluar.

Wei Zhang Zihan terus berjalan, sosoknya perlahan menjauh di antara lalu lalang manusia.

Bisik-bisik mulai terdengar.

"Itu... Pendekar Ling Xian Shu..."

"Apa? Di mana?"

"Benarkah itu dia?"

Orang-orang mulai berkumpul, beberapa menatap dengan takjub, yang lain bahkan tidak berani mendekat terlalu jauh. Kehadirannya bagaikan bunga yang terlalu indah untuk disentuh.

Namun di tengah kerumunan yang semakin padat, sosok Wei Zhang Zihan telah lama menghilang—lenyap tanpa jejak.

Ling Xian Shu tetap berdiri di tempatnya. Suara kekaguman di sekelilingnya seakan meredup, tidak lagi benar-benar sampai ke telinganya. Tatapannya hanya lurus ke depan—ke arah di mana sosok itu telah pergi.

Untuk sesaat, mata Ling Xian Shu yang jernih tampak goyah. Dia menarik napas pelan, lalu berbalik. Kedua tangannya terangkat memberi hormat ringan kepada orang-orang di sekitarnya—senyum tipis kembali menghiasi wajahnya, seolah tidak terjadi apa-apa.

Namun itu hanya sesaat sebelum Ling Xian Shu kemudian melesat ringan ke udara, menghilang di antara atap-atap bangunan.

******

1
enda harahap
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Indah Hidayat
roh pedangnya cantik
Alw
orang tidak waras itu kembali
Nanik S
Kong Yang akhirnya bisa melihat ibunya
Nanik S
Ibunya mengenali Aura dari Anaknya
Nanik S
Keren dan keren
Nanik S
Ling Yang
Nanik S
Shen Quyang apakah juga akan mati ditangan Kai
Nanik S
Musuh baru Kai
Nanik S
NEXT
Hydro7
Shuxiang! Kau pikir Chu Kai adalah leluhur Bocah pengemis gila....?
Nanik S
Untung Wei Zhang Zihan dibawa melesat oleh sicantuk agar kepalanya tidak meledak
Nanik S
Cuuuuuust
Nanik S
Roh Pedang Cantik dan genit tapi bisa bermain usil juga
Nanik S
Long Wang Yang dikurung Ayahnya sendiri
Nanik S
apakah Wei Zhesi masih mengikuti Wei Zhang Zihan
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Wei Zhise... roh pedang bisa suka dengan ketampanan Roh Pedang milik Kai🤣🤣🤣
Nanik S
Ternyata benar pembantaian dilakukan oleh Chu Kai
Nanik S
Dimana Kau berada
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!