NovelToon NovelToon
DUDA PEMILIK MALAMKU

DUDA PEMILIK MALAMKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / CEO / One Night Stand / Ibu Pengganti
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ditaa

"Saya menikahimu karena saya bertanggung jawab telah menidurimu, kamu jangan berharap apapun dalam pernikahan ini." ~Reno Mahesa.
-
-
Deana benci saat Reno memaksanya untuk menikah dengannya. Bukan karena cinta, tapi karena Reno takut Deana mengandung benihnya dan meruntuhkan karirnya saat anaknya lahir nanti.
-
-
Bagaimana kelanjutan kisah mereka? ayo klik tanda baca dan ikuti alur ceritanya✨️‼️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ditaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: Lena Sakit

Lena diletakkan di atas brankar IGD, Dokter umum yang sedang berjaga 24 jam itu langsung bangun dan segera menangani gadis kecil yang terbaring lemah.

Reno dengan berat, meninggalkan Lena seorang diri. Ia melangkah keluar dari ruangan tersebut.

Ternyata Daddy dan Mommynya mengikutinya dan sudah sampai di sana.

"Mom, Dad." sapa Reno lalu melemas di kursi tunggu. Ia duduk sambil menyenderkan berat tubuhnya di kepala kursi.

"Bagaimana kondisi cucu Oma, Ren?" tanya Mommy Ellen, ia tidak bisa tenang, tubuhnya berdiri tegak di depan ruangan IGD menunggu Dokter keluar memeriksa cucu kesayangannya.

Reno memejamkan matanya sesaat, "Lena sesak napas, Mom." balasnya.

Mommy Ellen mengangguk kemudian beralih menatap suaminya yang masih termenung di ujung kursi kosong itu.

"Dad, bagaimana kalau Deana kita panggil ke sini saja. Kasihan Lena." ucapnya pelan. Bukan karena menyayangi Deana, tapi karena khawatir dengan keadaan Lena.

Daddy Samuel melirik, "Tidak perlu."

Reno hanya terdiam, ia tidak berkomentar apa-apa. Yang sekarang ia pikirkan adalah keadaan putrinya di dalam.

***

Sepuluh menit berlalu, terasa dua jam bagi Reno dan yang lainnya.

Dokter keluar sambil memanggil keluarga pasien atas nama Vellena.

"Saya, Dok." Reno berdiri dari duduknya dan menghampiri Dokter. Begitu juga dengan Daddy Samuel dan Mommy Ellen yang ikut berdiri dan menghadap sang Dokter.

"Bagaimana kondisi putri saya, Dok?" tanya Reno tergesa. Matanya mengintip ke belakang karena ruangan sedikit terbuka, dilihatnya Lena masih terbaring ditemani Suster yang sedang membantu memasangkan sesuatu di tubuh kecil Lena.

Dokter menarik napasnya pelan, "Nona Vellena mengalami demam tinggi yang dipicu kelelahan dan tekanan emosi, Tuan Reno, Tuan Sam." jelasnya menatap Reno dan Daddy Samuel bergantian.

“Untuk anak seusianya, kondisi seperti ini cukup berbahaya kalau tidak segera ditangani,” lanjut Dokter lagi menjelaskan.

Mommy Ellen terisak, ia mengusap air matanya pelan, "Lalu bagaimana solusinya? Tolong berikan perawatan yang terbaik untuk cucuku, Dokter." pintanya menatap wajah Dokter laki-laki muda itu.

"Oh iya, Nona Vellena terus saja memanggil seseorang,” tambah Dokter lalu tersenyum tipis.

"Yang saya dengar itu Kakak Cantik, untuk keluarga Nona Vellena bisa langsung datangkan Kakak Cantiknya Lena saja, itu obat terbaik, biasanya langsung sembuh dengan sendirinya." ucap Dokter lagi.

Reno menatap kedua orang tuanya bergantian, "Baik."

"Apa itu tidak bisa reda dengan sendirinya, Dok?" tanya Daddy Samuel.

"Bisa Tuan, tapi akan lebih baik dengan cara itu."

Daddy Samuel manggut-manggut.

"Begitu saja, saya ingin pergi menangani pasien rawat inap untuk cek darah. Di dalam sudah ada suster yang menjaga Nona kecil, permisi...." Dokter itu melenggang pergi karena akan mengurusi pasien yang lainnya.

Kepergian Dokter, Reno dan keluarganya langsung menghampiri brankar Lena.

"Sayang." Reno termenung menatap Lena yang masih terpejam sambil meracau tidak jelas, "Ini Daddy." ucap Reno pelan lalu menarik Lena dalam pelukannya.

"Sayang, ini Oma."

"Lena, ini Opa, Lena bangun sayang." Daddy Samuel mengelus rambut panjang Lena dengan lembut.

Perawat di sana memundurkan kakinya menjauh kala melihat keluarga pasien sudah datang. Ia hanya mengawasinya dari jauh dan memastikan semuanya aman.

Lena membuka matanya, "Daddy... Kakak Cantik di mana?" tanyanya pelan, meraba wajah Reno dengan sangat pelan.

"Nanti Daddy jemput Kakaknya ya, Len tunggu di sini." balas Reno sambil tersenyum manis.

Wajah kecil Lena itu berusaha tersenyum, "Len mau, Len mau...."

Reno mengangguk lalu mengecup singkat pipi putrinya, "Oke, tapi Len janji harus mau makan dan tidak boleh menangis lagi seperti tadi, nanti Len sesak."

"Jangan berkata apapun di depan Lena." peringat Nyonya Ellen menatap tajam suaminya.

Daddy Samuel mengangguk.

"Iya, Daddy." ucap Lena mengelus kedua pipi Reno dengan tangan kecilnya.

Reno ikut tersenyum, "Dad, Reno ingin membawa Deana kemari, Reno tidak tega melihat Lena seperti itu." ungkap Reno.

Daddy Samuel mengangguk, "Ya."

Reno menatap Mommy Ellen, "Mom, Reno pergi dulu, titip Lena."

"Tenang saja, Lena aman dengan Mommy." balas Mommy Ellen lalu memeluk tubuh Lena.

***

Reno keluar dari rumah sakit, ia segera menaiki mobil yang dibawa Daddy Samuel, ia berniat akan menemui Deana.

"Semoga saja Deana mau. Ya Tuhan tolong bantu aku." ucap Reno bergumam.

Hampir satu jam perjalanan akhirnya Reno sudah memarkirkan mobilnya di depan taman, ia sedikit berlari menuju rumah Deana.

Dilihatnya, Deana duduk di kursi depan seorang diri, masih memakai pakaian tadi. Matanya melayang kosong.

"Deana." panggil Reno.

"Tolong bantu saya." ucapnya berusaha mencoba mengatur napasnya yang tidak teratur karena setelah berlari itu.

Deana geram, ia berdiri dari duduknya dan berusaha kabur dari sana. Namun dengan cepat Reno mencekal tangannya, "Deana saya mohon, bukan untuk saya... Tapi untuk... Putriku." ucap Reno.

Deana langsung menepis tangan Reno dengan kasar, "Kenapa dengan Lena...??" tanyanya penasaran. Ia sudah sangat kesal, kecewa dan muak dengan keberadaan laki-laki dewasa yang ada di depannya itu, tapi ketika mendengar nama Lena, hatinya langsung tergerak begitu saja.

Reno menarik napasnya panjang, "Lena sakit, dia menginginkan kamu, saya mohon... Apapun yang kamu inginkan, saya akan penuhi."

Deg....

Deana menoleh, "Lena sakit?" tanyanya seolah tidak percaya. Padahal tadi ia melihat kondisi Lena biasa saja.

Reno mengangguk, "Iya, dia di rumah sakit. Lena ingin sekali bertemu denganmu."

Deana memejamkan matanya, sangat sakit jika membayangkan orang asing tiba-tiba menampar pipinya dan mengata-ngatai yang tidak sesuai faktanya.

Deana mengangguk, "Aku pamit pada Ibu dulu sebentar. Tuan duluan saja, aku... naik taxi saja."

Reno menggeleng, "Ikut denganku biar cepat sampai."

"Tidak." balas Deana cepat.

Reno menghela napasnya berat, "Baiklah. Lena di rumah sakit Fatmawati Sumber Kasih, masih di ruang IGD lantai dasar."

Deana mendengarnya tapi ia tidak membalasnya dan masuk ke dalam rumahnya begitu saja tanpa memperdulikan Reno yang masih berdiri di halaman rumahnya itu.

1
Herlina Susanty
lanjut thor smgt 😍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!