Alya, wanita cantik yang sudah lelah dengan kisah kehidupannya, mencoba untuk membuka hatinya kembali untuk seorang pria yang dijodohkan oleh bos di kantornya. Ia berharap itu yang menjadi cinta terakhirnya. Namun, siapa sangka ternyata pria itu menyimpan sebuah masa lalu yang membuat Alya, kembali berpikir apakah ia harus hidup tanpa cinta untuk selamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon empat semanggi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman nenek
Hari berganti hari, minggu pun berganti minggu. Namun, tak ada perubahan apapun dengan hubungan antara nenek Carrol dan Alya. Kedua wanita berbeda usia itu sama-sama masih mengeraskan hati mereka untuk saling berdamai.
Raka dan Kakek Aaron juga tak bisa melakukan apapun untuk mendamaikan kedua wanita itu karena masing-masing dari mereka mempertahankan ego mereka.
Awalnya Alya ingin berdamai, namun melihat sikap nenek Carrol yang tak mempedulikannya dan terus menyindirnya, membuat Alya malas harus mencari perhatian wanita itu.
Wanita cantik itu, bahkan sudah tak ikut sarapan, makan siang dan makan malam bersama. semua itu sudah disediakan oleh Raka.
Bukan tanpa alasan Alya melakukan hal itu, karena jika Alya bergabung di meja makan, maka nenek Carrol lah yang tak mau bergabung. wanita paruh baya itu, menganggap seolah Alya adalah kuman, sehingga jika Alya didekatnya maka ia akan mengalami gatal-gatal pada seluruh tubuhnya. Karena hal itulah Alya memutuskan untuk tak ikut makan bersama mereka di meja makan.
Raka mengikuti semua kemauan Alya, karena ia tak ingin Alya bersedih apalagi sampai mengalami stres, bagaimanapun juga apa yang Alya alami saat ini, semua itu karena dirinya.
Raka dan Kakek Aaron, terus merasa dilema karena hubungan kedua wanita yang mereka cintai cukup sulit untuk diperbaiki.
Hidup Alya bagaikan didalam sangkar, karena hampir setiap hari, waktunya ia habiskan didalam kamar. karena jika ia kelur dari kamar, maka tatapan tajam dan sinis dari wanita paruh baya itu membuat Alya merasa tak nyaman.
Sebenarnya, Raka sudah menemukan rumah yang cocok untuk ia dan Alya tempati, namun ada beberapa ruang yang harus direnovasi sehingga mereka harus menunggu beberapa hari lagi, untuk menempati rumah itu.
semua itu atas permintaan Alya, rumah yang akan mereka tempati itu harus ada tamannya, karena ia ingin membuatnya seperti taman mini milik kakek Aaron. Kakek Aaron juga berjanji pada Alya, akan memberikan beberapa benih tanamannya untuk Alya, membuat wanita cantik itu semakin bersemangat untuk membuat taman mini impiannya.
Alya bersyukur, karena meskipun hubungannya dengan nenek Carrol tak cukup baik, hal itu tak membuat hubungannya dengan kakek Aaron renggang. pria paruh baya itu tetap memperlakukan Alya dengan baik, seperti ia memperlakukan Raka. Bahkan, kakek Aaron selalu meminta maaf pada Alya atas sikap isterinya pada Alya.
Kakek Aaron juga sering membelikan Alya buah-buahan dan coklat saat pulang dari perusahaan, namun tentu saja tanpa sepengetahuan dari isterinya.
Sejujurnya, Alya cukup sedih harus meninggalkan rumah kakek Aaron dan nenek Carrol, karena ia begitu menyayangi kakek Aaron. Namun, karena sifat dari isterinya yang kurang menyenangkan, membuat Alya tak memikirkan dua kali lagi untuk secepatnya keluar dari rumah megah itu.
"Aku pergi dulu,,jaga dirimu" pamit Raka, setelah mengantar sarapan untuk Alya.
"terima kasih, dan maafkan aku" ucap Alya.
"minta maaf untuk apa sayang?" tanya Raka, dan duduk disamping Alya.
"karena aku, hubungan mu dan nenek menjadi renggang" jujur Alya.
Raka tersenyum mendengar ucapan isterinya. "enggak sama sekali kok, justru aku yang harus minta maaf. Karena aku, kamu harus mengalami hal-hal yang nggak mengenakan dirumah ini" ucap Raka dan mengusap lembut kepala isterinya.
Alya tersenyum mendengar ucapan suaminya, namun rasa tak enak selalu menghantui perasaan wanita itu.
"nggak usah mikirin hal-hal yang buruk, berat badan kamu udah turun cukup jauh. bisa-bisa, aku dimarahi ibu, karena nggak bisa jagain menantu kesayangannya" ucap Raka bercanda, membuat Alya terkekeh.
"udah-udah, mendingan kamu siap-siap ke perusahaan, kakek pasti udah nungguin kamu dari tadi" ucap Alya.
"hmm, baiklah. baik-baik dirumah, dan ku mohon bertahanlah, sedikit lagi." pesan Raka membuat Alya menganggukan kepalanya mengerti.
"iya, aku akan tetap bertahan" jawab Alya.
Raka memeluk Alya sebentar, dan kemudian mengecup lembut kening isterinya.
Raka benar-benar telah jatuh cinta pada isterinya. karena semua *mood* nya tergantung dengan perasaan Alya. Selain itu, Raka juga mulai merasa candu dengan senyuman manis Alya.
Entah mengapa, ia merasa semua lelahnya seketika menghilang saat melihat senyuman manis Alya. Sepertinya ia tak bisa hidup tanpa Alya, itu yang ia rasakan saat ini.
^^^^
Alya yang hendak mengembalikan piring kotor, terkejut saat melihat nenek Carrol yang sedang duduk dimeja makan. Tatapan wanita itu begitu tajam, seolah ingin menelan dirinya hidup-hidup.
Alya juga merasa, jika wanita paruh baya itu memang sengaja menunggunya dimeja makan, entah apa lagi yang akan ia katakan pada Alya kali ini.
"kau senang'kan? karena berhasil membuat Raka menjadi cucu durhaka" ucap nenek Carrol membuat langkah Alya terhenti.
"kau bahkan membuat, cucuku seperti pembantu dirumahnya sendiri" tambah nenek Carrol. Wanita paruh baya itu, kembali mengangkat sudut bibirnya,
"harusnya kau malu dan sadar diri, kau hanya wanita miskin, yang sedang beruntung karena dinikahi oleh cucuku, jadi jangan terlalu bertingkah. orang seperti dirimu itu, cocok menjadi seorang pembantu, bukan menjadi isteri Raka Kingston"
"Harusnya sedari awal, kau menolak perjodohan itu. kau membuat hidup cucuku jadi bernatakan" tambah nenek Carrol, saat melihat Alya yang hanya diam dan tak merespon ucapannya.
wanita itu kembali menatap Alya dengan sinis, dari ujung kepala hingga kaki wanita itu. "kau bahkan nggak sebanding dengan mantan pacar Raka. Kau masih belum tahu kan, betapa Raka sangat mencintainya, apa kau nggak penasaran, jika tiba-tiba wanita itu kembali muncul dalam hidup Raka,,?" Nenek Carrol menarik nafasnya, dan kemudian melanjutkan ucapannya.
"aku bisa pastikan, kau akan dibuang Raka, jika wanita itu kembali. Jadi, nikmati aja kehidupan mu saat ini, karena sebentar lagi semuanya ini akan berakhir." ucap nenek Carrol, sedikit terkekeh.
Alya hanya terdiam mendengar ucapan wanita paruh baya itu. Tanpa mengatakan apapun, Alya menuju wastafel dan mencuci piringnya.
Ekspresi wajah Alya bahkan tak berubah mendengar setiap ucapan nenek Carrol.
Namun dalam hati kecilnya, Alya berjanji akan mempertahankan apa yang telah menjadi miliknya yang sah. Baik secara negara maupun agama.
wanita cantik itu juga yakin, pasti ada sebuah rencana yang sudah disiapkan oleh wanita paruh baya itu untuk menghancurkan rumah tangganya dengan Raka. Tapi, tentunya Alya tak akan tinggal diam, karena baginya semua ancaman yang dikatakan oleh nenek Carrol hanya angin lalu bagi Alya.
wanita cantik itu juga tak akan mengatakan pada Raka apa yang dikatakan oleh neneknya, karena ia merasa jika wanita paruh baya itu sedang menguji dirinya, dan membuatnya mencurigai Raka. namun, semuanya tak akan semudah itu, karena Alya tak akan tinggal diam nanti, saat ada orang yang ingin mengganggu rumah tangga mereka, sekalipun orang itu adalah nenek Suaminya sendiri.
biar cepet koit tuhhhh marah-marah melulu 😤
lanjuuttttt 💪💪💪🤩🤩
semoga langgeng dan harmonis terus rumah tangga nya 👍👍🤗🤗🤗
gak tergoda yg lain, atau menyakiti hati Alya 👍👍🤗