NovelToon NovelToon
Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Teen School/College / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:899
Nilai: 5
Nama Author: Yourbee Lebah

Menceritakan Kayla Eleody Seorang gadis kaya raya dengan kehidupan glamour sempurna, gadis pemberani ini tiba tiba saja bertukar jiwa dengan Zara seorang gadis miskin yang menjadi korban bully di sekolah, mampukan Kayla hidup dalam raga Zara dengan segala kesulitannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 : Hidup Kayla yang sempurna

Sita, wanita berusia 40 tahun itu tengah menata keperluan sekolah anaknya, ia dengan telaten menyetrika baju Zara dan menyiapkannya.

Zara membuka pintu kamar, tak ada senyum diwajahnya, gadis manis itu hanya berperilaku datar.

"Neng ibu udah setrikakan baju, ayo mandi" Pintanya.

Ia menatap ke arah dimana bajunya tampak tertata rapi di atas meja.

"Kok bajunya udah kuning gini sih?" Gerutunya

"Kamu jangan gitu, ibu kan masih belum punya uang buat beli baju baru, nanti kalo udah kelas 3 ya janji ibu belikan" Ucap sang ibu.

"Nih orang hidupnya melarat banget, masa seragam aja harus nunggu beli setahun lagi" Gerutu Kayla dalam hati.

"Zara? ayo mandi!" Perintah nya.

Gadis itu berjalan gontai, ia sudah tak mandi sejak beberapa hari lalu, "Kamar mandinya mana?"

"Kamu lupa?"

Zara mengangguk singkat membuat sita berdiri dan menarik lengan gadis itu pelan, ia membuka kelambu sebuah ruangan yang ternyata adalah kamar mandi.

"Showernya mana?" Tanyanya.

"Shower?" Sita bertanya kebingungan.

"Shower yang buat mandi" Ucap Zara menjelaskan.

"Kita mana ada shower, nih pake gayung!" Sita mengambil sebuah benda yang asing baginya.

"Gak ada air anget?"

"Kamu mau pake air anget?"

"Ya iya kan dingin"

"Yaudah ibu rebusin" Katanya.

"Rebusin?" Tanya Zara bingung.

"Iya di rebus dulu bentar"

"Gaada water heater?" Tanyanya.

"Apa itu?"

Tiba tiba saja Zara memasang raut wajah ingin menangis dan membuat sita kebingungan.

"Kamu kenapa?"

"Aaaaaaakhhh miskin banget!" Kayla berteriak dalam hati.

...****************...

Terhitung sudah 3 hari Kayla berada di rumah sakit, dan tepat hari ini ia di perbolehkan untuk pulang, Harris membantunya berjalan perlahan keluar dari rumah sakit.

"Kita naik apa?" Tanya keyla polos.

"Kok naik apa sih? ya naik mobil papi dong" Jawab Harris.

Gadis itu tampak gugup, ternyata begini rasanya menjadi orang kaya, sangat menyenangkan baginya.

Tiba tiba saja sebuah mobil hitam mahal berhenti didepan keduanya membuat Kayla menoleh ke arah ayahnya seolah bertanya, apakah ini mobil miliknya?

"Kamu lupa sama mobil papi?" Tanyanya.

Kayla meringis canggung, gadis itu terlihat lebih menggemaskan daripada sebelumnya

"Ayo pak yanto udah nungguin tuh" Ajaknya.

Harris kembali menuntun Kayla dengan pelan, ia membantu membukakan pintu mobil dan membiarkan Kayla masuk.

"Non? sehat?" Tanya seorang pria paruh baya padanya.

"Sehat pak terimakasih" Ucapnya ramah.

Yanto begitulah namanya, pria yang bekerja hampir 10 tahun itu melirik Harris dengan kaget, Kayla baru saja mengucapkan terimakasih padanya, biasanya nona muda itu akan bersikap angkuh dan terkesan tak sopan.

"Waduh baru kali ini saya denger suara lembut non" Candanya.

Bukannya marah Kayla justru tertawa kecil membuat suasana semakin terasa nyaman, jika dulu gadis itu akan mudah tersinggung dan marah kali ini responnya sangat berbeda.

"Kamu mau makan siang sama apa kay?" Tanya Harris.

"Terserah om aja" Jawabnya.

Yanto kaget, ia ingin sekali tertawa mendengar Kayla memanggil ayahnya dengan sebutan om.

"Dia emang gitu sejak kemarin" Bisik Harris.

Yanto mengangguk mengerti, mungkin ini ada hubungannya dengan kondisi kesahatan Kayla saat ini.

"Kamu seenggak mau itu jadi anak papi? sampek sampek manggil papi pake sebutan om lagi" Candanya

Kayla melotot, ia melupakan identitasnya, "Maaf papi" Ujarnya pelan.

"Gak masalah sayang, papi cuma bercanda" Katanya.

...****************...

"Ini bener gue harus datang ke sekolah bokap gue dengan seragam lusuh gembel gini?" Kayla berucap tak Terima.

"Hissh nih anak rambutnya lepek banget sih gak pernah sampoan apa?!" Kesalnya.

"Selamat pagi Zara" Sapa satpam sekolah, mang ucup begitulah orang orang memanggilnya.

"Jadi nih anak deket sama satpam sekolah, ya lagian siapa juga yang mau temenan sama modelan cupu kaya dia"

Zara tampak memutar bola matanya jengah dan berlalu tanpa membalas sapaan pria itu.

"Walah tumben" Herannya.

Kakinya melangkah ke lantai 2 tempat dimana biasa ia belajar, raut wajahnya sama sekali tak ramah dengan tatapan tajam yang mengintimidasi.

"Lo masih kelas 11 kan?" Tanya salah seorang siswa padanya.

Zara langsung menyadari sesuatu, ia melihat name tag di bajunya dimana ia baru menyadari bahwa gadis ini masih berada di bangku kelas 11.

"Suka suka gue lah!" Balasnya.

"Anjing dibilangin juga sewot amat sih lo! lo pikir lo siapa!" Tantangnya.

"Kenapa?! lo pikir gue takut karena lo kakak kelas, enggak ya!" Balas Zara.

"Udah ay biarin aja" Salah satu teman gadis tersebut memperingati.

"Gue harus mastiin kalo Kayla masih ada, at least tubuh gue masih utuh, gue masih hidup!"

Zara berjalan cepat menuju kelas paling ujung, ia melirik kesana kemari mencari seseorang.

"Mana sih?" Gumamnya kesal.

"Lagi nyari siapa?" Seseorang datang bertanya.

"Kayla? ada?" Tanyanya.

"Ohh kemaren selasa dia abis tenggelem, kayanya dia masih gak di bolehin masuk sekolah sama keluarganya" Katanya.

"Harusnya gue tau kalo papi gak bakalan izinin gue masuk sekarang, tapi setidaknya tubuh cantik gue gak papa kan?" Kayla bertanya dalam hati.

"Lo ada urusan apalagi?" Tanya siswa itu.

Tanpa menjawab Zara langsung pergi meninggalkannya.

"Songong amat tuh bocah"

...****************...

"Non?" Sapa Ratih, wanita berusia 50 tahun itu adalah pembantu rumah tangga di rumah Harris.

"Halo ibu?" Kayla menyapa balik.

Ratih menangkup mulutnya kaget saat gadis berusia 18 tahun itu memanggilnya dengan sebutan ibu

"Ini bibi, kamu sehat non?"

"Alhamdulillah" Balasnya.

"Masha allah" Kaget Ratih.

Kali ini bukan hanya Ratih yang kaget, Harris dan juga yanto yang masih berada di sana pun ikut terkejut.

"Selain lupa papi kamu juga lupa sama agama kamu?" Tanya harris heran.

"Tuan kalo alhamdulillah itu sekarang udah jadi reflek nya semua agama, mungkin non kebanyakan nonton tiktok" Kata Ratih sambil tertawa kecil.

Kayla menggigit bibirnya, setiap tingkahnya selalu saja aneh, tentu saja dia bukanlah kayla yang sesungguhnya.

"Non mau makan apa?" Tanyanya.

"Apa aja bi" Jawab kayla sopan.

Ratih mengusap dadanya pelan, ia heran dan juga merasa kagum dengan perubahan sikap dari putri tuannya itu

"Spagetti mau? bibi baru beli banyak" Ujarnya.

"Tempe orek boleh?" Tawarnya.

"Tempe orek?" Harris dan yanto menyahut bersamaan.

Ratih meringis kaku, darimana Kayla mengenal nama makanan itu?

"Tempe orek itu Tempe apa bi?" Tanya Harris heran.

"Makanan kesukaan nenek saya" Jawab Ratih

"Kay?" Harris yang merasa khawatir dengan perubahan sikap putrinya yang tak biasa kini menangkup pipi Kayla dan memperhatikannya dari jarak dekat.

"Kamu gak papa kan?" Tanyanya.

Kayla menggeleng pelan mengisyaratkan bahwa ia baik baik saja.

"Papi khawatir sama kamu"

"Kayla baik baik aja" Jawabnya.

Harris menarik Kayla dalam pelukannya, putrinya memang cenderung bersikap baik dan ramah, namun tetap saja ia merasa aneh dan khawatir.

"Hidup kamu sempurna sekali kay"

1
Yourlovelife
ayo baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!