Meila Ayunda Aksara, mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Dia membatalkan pernikahannya dengan tunangannya, Zayan Wijayakusuma. Dia tidak peduli jika keputusannya itu akan membuat nama baik keluarga Aksara rusak. Bagi Meila, keluarga itu sudah rusak sejak lama.
Sudah saatnya Meila membuka topeng keluarganya yang selalu memperlakukan dirinya dengan tidak adil. Selama ini, kedua orang tuanya dan kedua kakaknya menganggap Meila sebagai anak pembawa sial. Cacian dan makian menjadi makanan sehari-hari yang harus Meila terima.
Keputusan besar Meila itu justru membuatnya bertemu dengan Abyan Rayendra Hasan, pria yang siap memberikan Meila sebuah keluarga.
Bagaimana kehidupan Meila setelah dia meninggalkan keluarganya dan Zayan?
Bagaimana kehidupan Meila bersama Abyan?
Yuk simak kisahnya di Setelah Aku Pergi hanya di Novel Toon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 Menemui Abyan
Setelah menikmati suasana desa Mulya dan bermain air terjun di pagi hari. Siang harinya, Abyan mengajak Meila pulang ke kediaman milik orang tuanya, yang sekarang menjadi miliknya. Seperti yang pernah Abyan bicarakan dengan Feri sebelumnya.
Masalah kakek Hasan, Abyan akan menemui pria tua itu setelah memastikan Meila baik-baik saja di mansion Rayendra. Ada Mariska, Dina dan Tika, yang Abyan percaya untuk menemani dan menjaga istrinya itu.
Karena Abyan harus segera sampai ke kota. Mereka tidak bisa pulang dengan jalur darat. Feri mengirimkan helikopter untuk membawa, Abyan, Meila, Mariska, dan Dave pulang ke kota.
Helikopter itu mendarat di halaman belakang mansion Rayendra. Setelah turun dari helikopter, Meila menatap bangunan megah yang ada didepannya.
"Selamat datang di rumah kita. Kamu bisa melakukan apapun yang kamu suka Sayang. Karena kamu nyonya di mansion ini."
Meila menoleh pada Abyan. "Apapun?" Tanya Meila.
"Apapun," sahut Abyan tanpa ragu.
"Baiklah, terima kasih Sayang," balas Meila. Satu kecupan Meila labuhkan di pipi Abyan. Sebelum suaminya itu meminta yang lainnya, Meila berjalan lebih cepat meninggalkan Abyan yang tersenyum lebar karena tingkah istrinya itu.
"Tetaplah selalu ceria, Meila Ayunda Abyan Rayendra."
Kaki panjangnya membuat Abyan dengan cepat bisa menyusul Meila dan mensejajarkan langkahnya dengan istrinya itu. "Nyonya Meila Ayunda Abyan Rayendra sekarang mulai nakal ya," tegur Abyan.
Mendengar panggilan Abyan untuknya, Meila berhenti sejenak, diikuti Abyan. Lalu dia menoleh pada Abyan dan tersenyum. "Terima kasih, sudah memberikan nama keluarga untukku."
"Nama keluarga kita," balas Abyan. Meila menatap penuh suaminya.
"Nama Hastomo terlalu banyak yang menggunakannya. Aku ingin kamu, dan anak-anak kita menggunakan nama keluarga dengan nama daddy, Rayendra."
Meila mengangguk setuju. Dia sudah mendengar masalah ini dari Mariska. Suaminya itu tidak terlalu senang dikenal dengan nama keluarga kakek buyutnya itu. Dia lebih suka menggunakan nama daddy Rayendra.
"Aku akan mendukung setiap keputusanmu Sayang. Nama Rayendra juga terdengar lebih indah," ucap Meila.
Sambil menggandeng tangan Meila, Abyan mengajak istrinya itu menuju pintu utama mansion Rayendra.
Di depan pintu utama, paman Kim menyambut kedatangan mereka. "Selamat datang Nyonya," ucapnya sambil sedikit membungkuk.
"Paman Kim, apakah paman yang menjadi kepala pelayan disini?"
"Saya Nyonya," jawab paman Kim membenarkan pertanyaan istri tuannya itu.
"Paman Kim memang bertugas di sini Sayang. Kemarin dia ikut terbang ke Jepang, karena Aku tidak percaya dengan pelayan yang ada di villa." Abyan mencoba menjelaskan pada Meila.
"Aku paham. Terima kasih Paman, Paman sudah melindungi ku."
"Sudah menjadi tugas Saya, Nyonya."
"Paman, panggil Aku, Meila saja."
Paman Kim melihat pada Abyan, meminta persetujuan pria itu atas permintaan Meila. Anggukkan kecil Abyan berikan. Dia ingin Meila merasa nyaman.
"Baik Meila," jawab paman Kim.
Abyan membawa Meila ke kamar utama. Setelah membersihkan diri, Abyan memastikan istrinya itu bisa beristirahat dengan tenang. Satu kecupan Abyan daratkan di kening Meila yang sudah terlelap.
"Tidur yang nyenyak Sayang. Aku pergi menemui kakek Hasan dulu."
Setelah Abyan keluar dari kamar, seperti biasa, pelayan kepercayaan Dina dan Tika siap menjaga dan membantu istri tuannya itu.
"Jaga istriku dengan baik. Segera kabari jika terjadi sesuatu." Abyan melangkah setelah menyampaikan pesannya.
Ditemani Dave, Abyan menemui kakek Hasan. Bukan Abyan tidak ingin Meila ikut bersamanya menemui kakek Hasan. Feri memberikan informasi bahwa, saat ini adik bungsu kakek Hasan sedang berada di kediaman Hastomo. Tidak ada masalah dengan adik kakeknya itu. Yang bermasalah justru istri adik kakek Hasan, rubah betina keluarga Hastomo.
"Kamu sudah membawa pergi cucu menantuku! Sekarang Kamu juga sembunyikan dia," tegur kakek Hasan, begitu Abyan memasuki pintu utama.
Hanya muka datar Abyan berikan pada kakek Hasan. Dia tahu kakeknya itu bercanda. Tapi Abyan tidak bisa membalas candaan itu dikarenakan, bukan hanya kakek Hasan yang ada di ruang tamu kediaman itu.
"Kebetulan sekali kamu pulang Abyan. Alexa sejak kemarin menunggu kamu. Katanya dia sangat merindukan kamu."
Hanya sekilas saja Abyan melihat pada istri adik bungsu kakek Hasan itu. Tanpa melihat pada Alexa, putri bungsu dari pasangan itu, Abyan menatap penuh pada kakek Hasan.
"Kakek, Aku hanya sebentar. Aku tidak bisa meninggalkan istriku sendirian terlalu lama."
"Baiklah, kakek mengerti. Tidak apa-apa, cucu menantu kakek tidak tinggal disini." Dia tahu, Abyan melakukan itu untuk kebaikan Meila.
Kakek Hasan sudah mendengar dari Feri, apa yang terjadi dengan Abyan dan Meila di Jepang, saat akan mengunjungi kediaman utama Alexander. Jika dikeluarga Alexander ada Caroline yang menjadi musuh Abyan. Dikeluarga Hastomo, ada Flora, istri adik kakek Hasan.
Tanpa bicara apa-apa, Abyan menuju kamar yang dia tempati bila menginap di kediaman Hastomo. Ada sesuatu yang penting yang harus dia ambil di kamarnya itu.
Alexa mengejar Abyan. Dengan sigap, Dave yang setia mendampingi Abyan, menghentikan langkah gadis itu. "Maaf Nona, tuan muda sedang tidak ingin diganggu," ucap Dave.
"Aku hanya ingin menyapa kak Abyan. Apa salahnya?" Alexa tidak terima.
"Memang tidak salah jika kamu ingin menyapanya sebagai keluarga. Yang masalah, kamu ingin masuk dalam kehidupan Abyan." Ingin sekali Dave bicara langsung seperti itu pada Alexa. Sayang, hanya bisa dalam hati. Bukan takut, tapi Dave tahu posisinya yang hanya seorang pengawal Abyan, dimata orang lain. Bagi Abyan, Dave sudah seperti saudaranya sendiri.
Tidak butuh waktu lama bagi Abyan untuk mengambil benda yang dia butuhkan. Kini pria itu sudah berada di mansion Rayendra, menikmati makan malam bersama Meila, Mariska dan Feri yang ikut bergabung.
Pagi harinya keluarga Aksara kembali menemui Beni. Saudara kembar Barra itu belum menunjukkan tanda-tanda dia akan segera sadar. Sementara perusahaan yang dia pimpin kini semakin jatuh.
"Kita tidak bisa terus seperti ini Hana. Perusahaan akan semakin kacau tanpa pemimpinnya. Kita juga harus segera mendapatkan dana untuk operasional perusahaan." Risa menasehati putrinya itu.
"Aku tahu Ma. Aku akan bicara lagi dengan Mirza," jawab Hana.
"Apa tidak langsung saja kita menemui Abyan." Setelah bicara seperti itu. Melisa tersenyum tipis. Dia sudah tidak tahan untuk bertemu suami Meila itu.
"Kamu benar Lisa, kita temui saja Abyan pagi ini. Sampaikan saja kondisi Beni padanya."
Dengan rasa percaya diri Abyan akan mengikuti permintaan mereka, Hana, Oma Risa dan Melisa pergi ke kediaman Rayendra, dipimpin opa Deni.
Rombongan itu sampai di mansion Rayendra. Mereka bisa masuk ke dalam mansion Rayendra, karena sudah mendapat izin dari Abyan.
Paman Kim membawa mereka masuk ke dalam mansion. Melisa menatap kagum mansion Rayendra yang terlihat sangat mewah.
Tangannya mengepal saat melihat foto Abyan dan Meila yang berada di Jepang. Terlihat sangat romantis, tertawa lepas. Terpajang besar di dinding ruang tamu.
"Seharusnya aku yang berada disana bersama Abyan, bukan kamu Meila. Lihat saja, aku akan membuat kamu dicampakkan oleh Abyan. Aku pastikan, aku yang akan menggantikan posisi kamu." Gumam Melisa dalam hati.
Melisa ikut duduk bersama yang lain, di ruang tamu. Menunggu Abyan dan Meila yang sedang sarapan.
Paman Kim menghampiri Abyan dan Meila. "Tuan, mereka sudah menunggu di ruang tamu."
"Biarkan saja menunggu. Aku dan istriku masih mau menikmati sarapan kami."
"Baik Tuan."
Abyan mengusap kepala Meila pelan. "Kamu nikmati saja sarapan kamu, tidak perlu memikirkan mereka. Kamu ingat kan, apa yang Aku katakan? Mulai sekarang, biar Aku yang mengurus mereka."
"Iya Sayang. Aku mengingatnya. Aku juga tidak peduli dengan mereka. Tapi jangan lupa, selamatkan papa Beni dari mereka."
"Aku dan Arbie akan selamatkan Beni. Setelah sarapan, kamu bisa jalan-jalan di taman. Aku juga sudah memesan aneka bunga untuk kita tanam hari ini, seperti permintaan kamu. Aku tidak mau kamu bertemu mereka dan kembali bicara hal yang tidak masuk akal."
Meila hanya membalas dengan anggukan. Dia juga malas bertemu orang-orang jahat itu, apalagi Melisa.
Meila menyelesaikan sarapannya. "Aku akan menunggu Mas Aby di taman." Meila mencium pipi Abyan.
Abyan terkekeh dengan tingkah istrinya ini. "Aku akan menyelesaikan semuanya dengan cepat. Lalu menyusul istriku ini ke taman. Dina dan Tika akan menemani kamu Sayang."
Di rumah sakit, Arbie menemui Beni. Kebetulan sekali pamannya itu sudah sadar. Lebih tepatnya dibuat sadar oleh Arbie, setelah dia memberikan ramuan yang dibuat oleh nenek Aini.
Beni mencari keluarganya. Tidak ada satupun dari mereka menemaninya berbaring di rumah sakit. Dia justru terkejut melihat keberadaan seorang pemuda.
"Syukurlah ramuan itu bekerja," ucap Arbie.
"Kamu siapa?" tanya Beni.
"Apa kamu tidak bisa melihat jika kita memiliki wajah yang sama?"
Beni memperhatikan Arbie. Dia baru menyadari pemuda yang ada dihadapannya ini memiliki wajah yang mirip dengannya.
Arbie terkekeh. "Tidak perlu berpikir yang macam-macam. Jika bukan karena permintaan adikku untuk menemui Paman, Aku tidak akan melakukannya."
berasa kalian tu janjian hamil ny ,, 😁😁😁😁
Waahhh......kompak bnr nih clon ibu....
kpn bs hdp tnang kl pnjhtnya msh bnyak.....🤦♀🤦♀🤦♀
trnyta mak lampir ni yg jd biang keroknya.....jgn smp lolos kli ni,hbisi smp k akarnya biar klian hdp tenang....
mreka msti d krim k alam lain dlu,baru pd diem....kl ttp d dnia yg sma,mlutnya julid trs....
semoga para musuh cepat di singkirkn ,,
dsr ga waras....mngkn emng lbh baik mreka jd gmbel d jlanan sih,drpd bkin rusuh....
msuh ga ada hbisnya,enth msuh mna lg kli ini.....
kasihan meila Dan abyan selalu di kelilingi musuh truuus ,,
dalam mimpi ny juga ogah si feri rum ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
mngkn arumi ga bhgia,jdnya dia nyari meila buat crita....