NovelToon NovelToon
Jeritan Hati Arumi

Jeritan Hati Arumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Misteri
Popularitas:498
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

“ Hidup itu harus di jalani saja ”


Perkataan itu. Membekas di telingaku suara hangat nenek yang memberitahu ku bahwa hidup harus ku jalani dengan ikhlas


Namun waktu cepat berjalan, sehingga aku muak dengan perkataan seperti itu bagi mereka seorang gadis yang tidak berkecukupan harus di perilaku kan berbeda karena dia tidak mampu untuk apapun.



Terkadang kita lelah untuk menjadi orang yang baik, entahlah aku hanya letih menjadi seorang wanita yang baik dan di pandang sebelah mata sama semua orang.





— Jeritan Hati Arumi —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15 Berkunjung

𝘒𝘳𝘪𝘯𝘨𝘨!!

Suara alarm itu nyaring, memecahkan kesunyian yang tercipta di kamar yang luas Arumi mengucek kedua matanya. Ia mengerjapkan berulang kali — tangannya meraba ke samping tempat tidurnya

Hanya kekosongan yang ia dapati, Ia bangkit dari posisi tidur — matanya terbelalak melihat ketidak adanya sang suami. Padahal baru saja mereka menikah namun ia harus menerima kenyataan pahit bahwa dirinya tidur tanpa seorang lelaki yang mengucapkan namanya di pelaminan,

" Bang Adrian belum pulang? " Tanya Nya pada diri sendiri. Ia menoleh ke Alarm yang sengaja ia pasang di ponselnya ia terbelalak saat melihat sudah pukul berapa tersebut — ia bergegas ke kamar mandi mengambil wudhu dan solat subuh,

Selepas solat ia memutuskan untuk keluar dari kamarnya, keheningan yang ia dapati saat menginjakkan kaki di ruang tengah seolah tidak ada satupun makhluk hidup yang bernaung di rumah tersebut.

Arumi menghela napas berat kala melihat hal itu, suara gaduh di ruang makan membuatnya bergerak untuk ke ruangan tersebut — terlihat beberapa asisten rumah tangga sedang menata-nata makanan untuk sarapan.

" Eh si Neng sudah bangun " Sapa Bi Usti

" Sudah bi, mama mana bi? Belum bangun ini sudah jam setengah delapan loh? " Tanya Arumi membuat Bi Usti menghentikan aktivitas menata makanan.

" Bi! " Panggil Arumi menatap sang bibi dengan tatapan heran sekali. Bi Usti berusaha tersenyum mendengar nya

" Sayang kenapa belum sarapan? " Pertanyaan tersebut membuat Arumi menoleh sang mertua yang sudah ada di belakang mereka. " Bi Usti sudah matang? "

" Sudah — bu " Sahut Bi Usti tergagap-gagap

" Sayang ayo makan! " Ajak Laila sembari menarik bangku makan, memberi ruang agar tubuh nya bisa masuk.

" Ya ma "

" Ini enak banget loh sayang, silakan di coba opornya! " Kata Laila ia Menyendokan white opor ke untuk Arumi. Yang di Terima oleh gadis itu

" Ma, abang emang pulang nya kalau di kantor itu lama ya? " Tanya Arumi pelan

" Ya sayang biasa namanya juga, Direktur utama ya banyak kerjaannya " Sahut Laila sembari tersenyum tipis ke Arumi

" Oh, ya ma nanti aku izin ke rumah paman ya ma. Habis itu aku mau kerja di pasar " Kata Arumi lagi Laila mangut-mangut

" Maaf ya sayang mama ngga bisa temani kamu, ke rumah paman kamu mama ada urusan di Cafe mama — kamu naik taksi aja "

" Ya ma ngga apa-apa , lagian aku juga habis dari sana mau ke pasar kerja "

" Yaudah, ngga apa-apa " Sahut Laila Arumi menelan makanan tersebut dengan hambar, ia ingin Laila menghentikan niatnya untuk Kerja karena dirinya sudah berumah tangga dengan anaknya. Namun hang di dapatkan hanya restu dari seorang ibu mertua nya

***

Selepas makan Arumi bergegas ke rumah pamannya, ia mendapatkan tatapan sinis dari sang bibi dan sepupu nya namun ia bersikap dengan ramah ia menyalami bibi dan kaka sepupunya.

" Ngapain lagi kamu kesini?, kamu ingat ya kamu itu hanyalah ponakan tiri! " Cetus Rina ia menepis tangan Arumi yang hendak menyalami punggung tangannya, Arumi menghela napas panjang kala mendengar nya

" Ibu jangan seperti itu! " Tegur Hardi tidak enak dengan perkataan sang istri.

" Bi aku kesini ingin bertemu paman, dan memberikan ini " Kata Arumi sembari memberikan sebuah amplop berisi uang ke tangan sang paman.

" Ini apa Arumi? " Tanya Hardi bergetar

" Ini uang yang paman selalu kasih ke Arumi, untuk paman — Arumi bayar semuanya paman. Karena aku sudah mampu " Jelas Arumi ia tersenyum ramah ke sang paman

Hardi menggeleng kan kepalanya, ia menyerahkan kembali —amplop tersebut.

" Paman Ikhlas mengasih ke kamu Arumi jadi jangan dianggap. Hutang! "

" Eh ngga bisa dong, Pak ibunya dia itu udah di asuh oleh ibumu loh. Sekarang kamu mau nolak uang darinya? " Kesal Rina ia mengambil paksa amplop tersebut

" Bu!, kasih ke Arumi kasihan dia "

" Ngga, anggap saja ini ganti rugi atas apa yang telah ibunya pakai dulu. Saat dia masih kecil — udahlah terima aja " Sinis Rina

" Ngga apa-apa paman, apa yang dikatakan bibi benar anggap saja ini uang ganti apa yang aku dan ibu pakai. Selama di rumah nenek " Sahut Arumi

" Maaf ya nak "

" Ya tidak apa-apa paman"

1
Emily
curiga samudra itu arwah
bidadari: 🙂🙂 baca terus ya ka
total 1 replies
Emily
laila pemuja syaiton
Emily
wah udah murtadkah keluarga adrian
Emily
Innalillahi wainnailaihi rojiun ya thour
Emily
kenapa obatnya gak disimpan di saku malah di tenteng tenteng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!