NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Pendekar Pedang

Kisah Cinta Pendekar Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:228
Nilai: 5
Nama Author: Firdaus Rangkuti

Sebuah kerajaan terbesar punya misi menangkap semua petarung liar untuk kedamaian. Namun semua perguruan seni bertarung pedang menolaknya. Karena mereka tahu kalau kerajaan ingin mengatur masyarakat dengan menguasai sumber daya.

Sepasang pendekar pedang ini menjadi penyelamat untuk melawan sebuah kerajaan besar. Mereka melakukan perjalanan bersama untuk mengumpulkan rahasia teknik pedang tersembunyi dan dua pedang Sakti.

Pedang Zen Xi di Desa Win, lalu pedang Zoi Chu di Desa Hon. Namun mereka harus melewati rintangan dan tempat untuk bisa sampai di tujuan. Lalu mereka kembali untuk mengalahkan Kerajaan Sinpor.

Setelah masalah Kerajaan Sinpor selesai, kisah cinta mereka berdua sempat mendapatkan penolakan dari orang tua perempuan, karena perbedaan kelas sosial. Namun mereka berdua punya cara agar mereka berdua bisa menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firdaus Rangkuti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Musuh Bertahan

Setelah mereka selesai, Rio membaringkan tubuh di ruang depan dengan melihat jendela kaca yang berembun dan basah karena hujan yang belum berhenti hingga malam hari. Rio menggosok kedua telapak tangan karena kedinginan. Lalu dia mengambil segelas air panas dan Rio melihat Jinsin duduk dengan segelas air panas di meja sedang memikirkan sesuatu.

Rio diam dan kembali duduk di ruang depan dan menghembus segelas air panas. Hujan yang deras dan gelap di malam hari membuat Desa Swon menjadi sunyi. Keadaan tempat bertarung mereka masih berantakan dan belum di perbaiki. Puing bangunan kayu dan sampah bangunan terseret air yang mengalir di jalan setapak.

Keramaian Desa Swon membuat Geri sebagai penjahat desa ikut membantu warga desa. Dia menghitung jumlah warga desa dari musuh maupun bukan yang terluka. Mozi dan Somo juga sibuk mengangkat sebuah alas tidur di rumah warga desa untuk pengobatan yang terluka. Kepala Desa Swon sudah menerima laporan di kediaman yang jauh dari lokasi bertarung Rio dan Jinsin dari seorang warga desa. Dia melihat jendela dengan kondisi gelap mendengar suara hujan di malam hari.

Hujan telah berhenti, Rio keluar rumah melihat suasana yang masih berkabut. Hawa dingin masih terasa seperti di malam hari. Tidak lama kemudian, seorang kepala desa datang berjalan kaki menemui Rio.

"Kepala desa?" ucap Rio.

Rio menjabat tangan kepala desa sambil tersenyum.

"Ada yang bisa saya bantu, pak?" tanya Rio.

"Ada hal yang ingin ku sampaikan." ucap Sanoki. Jinsin sedang keluar dari pintu samping menuju ke tempat cucian, melihat Sanoki berdiri bersama Rio. Lalu dia menghampiri dan menyalami Sanoki.

"Ada apa, pak pagi sekali ke sini?" tanya Jinsin.

"Kebetulan sekali, ada hal penting yang perlu ku sampaikan kepada kalian berdua." ucap Sanoki. Rio dan Jinsin mendengar penuh penasaran.

"Begini, Rio dan Jinsin. Semalam telah terjadi pertarungan besar melibatkan kalian berdua." ucap Sanoki.

"Benar, lalu apa yang dapat kami bantu?" tanya Rio.

"Desa Swon sedang dalam penanganan oleh warga desa begitu juga perbaikan rumah warga desa belum di mulai. Ada hal yang ingin ku minta pada kalian." ucap Sanoki. Lalu Rio dan Jinsin diam mendengar dengan penuh penasaran.

"Saya ingin kalian mencari keberadaan kelompok itu. Bawa mereka ke sini. Saya ingin tahu siapa mereka sebenarnya." ucap Sanoki.

"Betul kan Rio, harusnya kita menangkap mereka." ucap Jinsin mukul pundak Rio sambil tertawa kecil.

"Tunggu, pak. Tujuan bapak beri perintah kepada kami, atas dasar apa?" tanya Rio melihat sambil melipat kedua tangan di dada. Jinsin kaget mendengar ucapan yang dalam terhadap Sanoki. Lalu kepala desa kaget dan diam mendengar ucapan Rio.

"Atas dasar kalian telah terlibat." ucap Sanoki.

"Ada orang bernama Geri. Sepertinya dia tahu tentang kelompok besar itu. Bagaimana kalau bapak suruh mereka saja?" tanya Rio.

"Maksud kamu?" Sanoki bingung.

"Saya akan bawakan seorang bernama Geri kepada bapak. Dia banyak tahu. Suruh saja dia." ucap Rio perasaan menolak. Jinsin bingung terhadap percakapan mereka berdua. Namun dia tidak paham.

"Kau menolak perintahku?" tanya Sanoki mulai marah. Rio menghela napas mendengar pertanyaan Sanoki sambil menahan amarah.

"Kami memang terlibat, namun saya hanya membantu kelompok petarung ingin mengadu kepada saya." ucap Rio melihat Sanoki. Lalu Sanoki bingung, dan dia berpikir kalau Rio tidak ingin menerima perintah. Lalu dia pergi meninggalkan mereka berdua dengan wajah marah.

"Rio." Jinsin memegang belakang tubuh dan mengelus dan melihat wajah Rio.

Rio melihat kepala desa berjalan pergi dengan wajah biasa. Lalu dia masuk ke dalam rumah. Jinsin hanya melihat dan melanjutkan aktivitas mencuci baju. Setelah menjemur pakaian, Jinsin masuk ke dalam dapur, mengambil pedang mereka di dalam kain tebal dan di bawa untuk di cuci karena bekas darah dan kotoran akibat hujan dan debu.

Di dalam ruang depan, Rio sudah bersiap untuk pergi keluar melihat keadaan desa bekas pertarungan kemarin. Jinsin sedang mencuci pedang melihat Rio berjalan sendiri keluar dengan rapi. Namun dia tidak memanggilnya.

"Kondisinya rusak parah." ucap Rio berdiri di jalan setapak melihat kerusakan bagian wilayah desa masih sunyi.

"Rio." Geri memanggil sambil berlari. Lalu Rio berbalik badan melihat Geri sendirian.

"Kenapa, Geri?" tanya Rio melihat Geri kelelahan berlari.

"Aku dapat informasi kalau kelompok besar itu masih bertahan." ucap Geri.

"Bertahan, maksudmu?" tanya Rio melipat kedua tangan.

"Kelompok besar yang di pimpin oleh Wodi masih bertahan di Desa Swon. Mereka berada di pinggir desa dekat hutan." ucap Geri.

"Bertahan, dalam hal apa?" tanya Rio.

"Mereka akan menyerang lagi setelah Wodi sembuh." ucap Geri.

"Begitu ya, saya juga dapat perintah dari kepala desa untuk menangkap semua kelompok besar itu." ucap Rio menjelaskan kepada Geri.

"Apa, kepala desa?" tanya Geri kaget.

"Benar, tapi aku menolak." ucap Rio. Lalu Geri kaget mendengar ucapan Rio terkait kepala desa. Karena selama ini dia sebagai penjahat desa hanya melakukan untuk kebutuhan hidup bersama kelompoknya.

"Kau ke sini ada apa, Rio?" tanya Geri.

"Aku ke sini untuk melihat keadaan desa. Tapi belum di perbaiki. Gimana keadaan warga desa?" tanya Rio.

"Warga desa sedang melakukan pengobatan luka." ucap Geri. Lalu Rio mengingat ucapan kepala desa tentang perintah yang di berikan kepadanya. Dengan wajah kesal Rio tetap menolak dari perasaan.

Setelah mereka berdua melakukan pembicaraan tentang keberadaan kelompok Wodi. Rio sepakat untuk ikut dengan Geri melihat lokasi persembunyian kelompok Wodi. Rio berlari mengikuti Geri di depan melalui jalan setapak tanpa membawa pedang. Setelah mereka sampai di pinggir desa dekat hutan yang butuh waktu cukup lama dalam perjalanan. Rio bersembunyi di balik tembok besar melihat ada seorang pria besar sedang berdiri.

"Itu salah satu anggota Wodi." ucap Geri bisik. Rio jongkok diam melihat keadaan di sana yang ada sebuah bangunan kayu seperti gudang besar di tutup pintu kayu.

"Mereka bawa pedang. Sebaiknya kita mendekat." ucap Rio penasaran keadaan di dalam rumah kayu itu.

"Kau begitu nekat, kau tidak bawa pedang." ucap Geri. Rio diam dan sibuk melihat sekeliling sana. Lalu dia menyuruh mengikuti dari belakang dengan berlari mendekati bangunan kayu saat pria besar itu jalan ke tempat lain.

"Nyiikk..," Rio membuka pintu tidak di kunci dengan perlahan. Lalu Rio dan Geri masuk dan melihat kondisi di dalam begitu gelap. Ada lampu dan sekat kayu di dalam. Rio mengintip dari dekat itu dan dia melihat ada banyak kelompok Wodi sedang duduk dan tidur di tumpukan karung. Ada juga yang sedang makan.

"Aku tidak melihat Wodi di mana?" tanya Rio kepada Jinsin berdiri di belakang.

"Mereka di dalam kamar. Coba kita cari." ucap Geri.

1
Firdaus Rangkuti
Selamat datang di karya saya berjudul Kisah cinta pendekar pedang. mohon di baca setiap bab atau episode ya. terima kasih.
fnrm
🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!