NovelToon NovelToon
Sebuah Janji Di Balik Rindu

Sebuah Janji Di Balik Rindu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:579
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Saat Azka berbalik untuk menuju kelasnya sendiri, langkahnya mendadak terhenti. Di ujung koridor yang ramai, seorang murid baru berdiri memegang peta denah sekolah. Rambutnya sebahu, matanya bulat jernih—persis seperti mata bocah yang dulu suka duduk di dahan kamboja.

​Gadis itu menoleh. Pandangan mereka bertabrakan.

​Waktu seolah berhenti. Suara bising siswa-siswi yang lalu-lalang mendadak senyap di telinga Azka.

​"Azka...?" bisik gadis itu. Suaranya bergetar, memanggil nama yang selalu ia simpan rapi dalam doanya selama tiga tahun terakhir.

​"Anggi?" suara Azka nyaris tak keluar.

​Anggi tersenyum lebar, matanya berkaca-kaca. Ia melangkah maju dengan binar kebahagiaan yang tak mampu dibendung. Tiga tahun menunggu, pindah kembali ke kota ini, dan akhirnya takdir membawanya tepat ke hadapan laki-laki yang memegang janjinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arah Jalan Yang Berbeda

​"Kamu kenapa bengong terus sih, Ka?" tanya Sheila sambil melambaikan tangan di depan wajah Azka.

​Azka tersentak. Ia mengedipkan matanya beberapa kali, memutus pandangannya dari meja di pojok kantin tempat Anggi dan Zayan berdiri. "Ah... enggak kok, She. Nggak apa-apa."

​"Nggak apa-apa gimana?" Sheila menyipitkan mata, mengamati ekspresi kekasihnya yang tampak tak tenang sejak tadi. Ia lalu mengikuti arah pandangan Azka sebelumnya. "Oalah... kamu ngelihatin Kak Zayan ya? Dia emang keren banget sih, pantes aja dijadiin panutan anak-anak OSIS."

​Azka hanya tersenyum tipis, memotong bakso di mangkuknya tanpa minat. "Bukan gitu. Cuma bingung aja, kok Kak Zayan kenal sama Anggi."

​"Lah, Anggi kan murid baru. Paling Kak Zayan cuma lagi menjalankan tugas OSIS, nawarin masuk organisasi atau apa gitu," sahut Sheila santai, lalu menyuap makanannya dengan lahap. "Lagian bagus kan kalau Anggi cepat dapat teman di sini? Dia kelihatan pendiam banget, Ka."

​"Iya... mungkin," bisik Azka pelan.

​Di sudut hatinya, ada perasaan aneh yang bergejolak. Rasa asing yang tak nyaman saat melihat laki-laki lain berusaha mendekati Anggi—gadis yang dulu hanya menatap ke arahnya, gadis yang pernah menggenggam jemarinya di bawah pohon kamboja. Namun Azka sadar, ia tak lagi punya hak untuk merasa cemburu.

​Sementara di meja pojok, Zayan pamit meninggalkan Anggi dan Mely setelah memberikan senyuman hangat.

​"Gila ya kamu, Gi!" Mely langsung menepuk lengan Anggi begitu Zayan menjauh. "Itu Kak Zayan! Ketua OSIS paling ditakuti tapi paling diincar satu sekolah! Kamu baru masuk hari pertama udah ditawarin masuk OSIS langsung, terus malah kamu tolak?!"

​Anggi menggeleng pelan, mengaduk es tehnya yang mulai mencair. "Aku cuma nggak mau terlalu sibuk, Mel. Lagipula, aku belum siap."

​Matanya tak sengaja melirik ke arah meja Azka. Di sana, Sheila sedang tertawa manja sambil menyuapkan segigit makanan ke mulut Azka. Dan Azka, meski sempat menatap ke arahnya sejenak, kini kembali tersenyum menanggapi Sheila.

​Anggi menunduk dalam-dalam. Benar, pikirnya. Azka sudah bahagia dengan dunianya yang baru. Aku tak boleh mengganggunya lagi.

​Bel panjang tanda berakhirnya jam pelajaran terakhir akhirnya berbunyi nyaring. Suara riuh gemuruh khas akhir sekolah seketika memenuhi setiap sudut koridor SMA Bina Bangsa. Anak-anak dengan tergesa-gesa memasukkan buku ke dalam tas, siap menyambut kebebasan sore.

​Di kelas X-1, Anggi merapikan alat tulisnya dengan tenang. Karena hari ini adalah hari pertamanya dan tadi pagi ia diantar oleh ayahnya, Anggi belum membawa kendaraan sendiri.

​"Gi, kamu pulang naik apa?" tanya Mely sambil mencangklong tas punggungnya.

​"Aku belum tahu, paling mau naik angkutan umum atau ojek online," jawab Anggi jujur.

​"Aduh, jangan! Hari pertama masa naik angkutan umum," seru Mely antusias. "Mending bareng aku aja naik motor! Sekalian tunjukin jalan ke rumahmu, jadi besok-besok aku bisa main atau jemput kamu."

​Anggi tersenyum hangat, merasa sangat bersyukur dikelilingi teman sebaik Mely di hari pertamanya. "Beneran enggak repot, Mel?"

​"Enggak sama sekali! Yuk!" ajak Mely ceria.

​Sementara itu, tepat di belakang mereka, Azka yang sedang memasukkan bukunya sempat menghentikan gerakannya. Ia mendengar percakapan itu. Ada dorongan kuat di dalam dadanya untuk menawarkan tumpangan kepada Anggi, ingin rasanya ia memastikan gadis masa kecilnya itu pulang dengan aman.

​Namun, lamunan Azka buyar ketika sesosok gadis muncul di ambang pintu kelas.

​"Azka! Ayo pulang," panggil Sheila dengan senyum mengembang, berdiri menunggunya sambil memegang helm.

​Azka menarik napas pendek. Ia menatap punggung Anggi yang mulai berjalan keluar kelas bersama Mely, lalu menoleh pada Sheila yang melambaikan tangan padanya.

​"Iya, She. Ayo," jawab Azka pelan.

​Di parkiran sekolah yang riuh dengan deru mesin kendaraan, dua takdir bergerak ke arah yang berbeda.

​Mely menyalakan motor matic-nya, menyerahkan helm cadangan pada Anggi. "Nih, Gi. Pakai ya."

​"Makasih ya, Mel," ujar Anggi seraya memakai helm dan naik ke boncengan motor Mely.

​Saat motor Mely perlahan berjalan menyusuri area parkiran menuju gerbang utama, mata Anggi tak sengaja menangkap sosok Azka. Laki-laki itu sedang memakaikan helm ke kepala Sheila dengan penuh perhatian, sebelum akhirnya naik ke atas motor sport hitamnya. Sheila dengan terbiasa melingkarkan kedua tangannya di pinggang Azka, menyandarkan kepalanya di bahu cowok itu.

​Azka sempat menoleh ke arah gerbang dan pandangannya beradu dengan Anggi dari balik kaca helm.

​Anggi dengan cepat mengalihkan pandangannya ke depan, membiarkan angin sore menerpa wajahnya. Di atas motor Mely, Anggi mengarahkan jalan menuju rumah barunya di Dusun Karang Suka—rumah yang sama, dusun yang sama, namun dengan perasaan yang tak lagi sama.

​Sementara di belakang sana, Azka melajukan motornya ke arah bertolak belakang, membawa Sheila menuju rumah gadis itu, meninggalkan jejak bayangan masa lalu yang kian menjauh di spionnya.

1
Lisa
Bahagia selalu y Anggi..
Lisa
Congratz y Anggi..semangat & sukses yaa 🙏
Lisa
👍 semangat Anggi utk menyongsong masa depan..
Lisa
Semangat y Anggi 💪
Lisa
Kayaknya Anggi bakal balik sama Azka lg nih .
Lisa
Ternyata Zayan selingkuh nih 🤭
Lisa
Congratz y Anggi..sukses y utk langkah selanjutnya 👍
Lisa
Aku mampir Kak
Waaaaaa_: Terimakasih😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!