NovelToon NovelToon
SAUH (HTS Kandung)

SAUH (HTS Kandung)

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Idola sekolah
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Asry Ulfa

Kenan tahu diri. Dengan badan yang "lebar" dan jerawat yang lagi subur-suburnya, dia sadar bahwa mencintai Kala—sang primadona sekolah—adalah misi bunuh diri. Namun, lewat petikan gitar dan humor recehnya, Kenan berhasil masuk ke ruang paling nyaman di hidup Kala.
​Magang menyatukan mereka, melodi lagu mengikat perasaan mereka. Saat Kenan mulai bertransformasi menjadi idola baru yang dipuja-puja, dia justru menemukan fakta pahit: Kala sedang menjaga hati untuk seorang lelaki manipulatif yang bahkan tak pernah menganggapnya ada.
​Bertahun-tahun berlalu, jarak Yogyakarta - Padang menjadi saksi bagaimana rasa yang tak pernah terucap itu perlahan mendingin. Sebuah lagu lama yang tiba-tiba viral menjadi jembatan rindu yang terlambat. Saat Kenan akhirnya menemukan "kembaran" Kala pada wanita lain, dan Kala dipaksa menyerah pada perjodohan, apakah melodi mereka masih punya tempat untuk didengarkan?
​"Kita dulu sedekat nadi, sebelum akhirnya kau memilih menjadi asing yang paling aku kenali."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asry Ulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Liburan

​Liburan kenaikan kelas akhirnya tiba! Setelah berbulan-bulan pusing tujuh keliling mikirin neraca yang nggak imbang dan kabel LAN yang sering putus, Kenan merasa otaknya butuh di-refresh. Maka, diputuskanlah rencana besar: piknik ke Pantai Batu Kasah yang jaraknya tidak jauh dari kota mereka.

​Rombongannya ramai! Ada Kenan, Jovan, Kala, Elin, dan Maura. Karena masih 16 tahun dan belum punya SIM, mereka patungan menyewa mobil travel paman Jovan agar lebih aman dan bisa seru-seruan bareng di dalam mobil.

​"Nan, kau jangan tidur terus! Ini mumpung ada Kala, kau nyanyi kek, biar kami nggak dengar suara ngorok kau yang mirip mesin parut kelapa itu!" celetuk Elin sambil melempar bungkus kacang ke arah Kenan.

​"Betul itu! Nan, mumpung suasananya lagi mendukung, coba tes vokal sikit," timpal Maura sambil sibuk membetulkan letak kacamata hitamnya di depan cermin kecil.

​Kenan yang tadinya mau merem langsung melek. "Hadeeehh tak bisa lihat orang ngantuk sedikit aja kalian ni. Suara aku ini mahal, cuma buat acara-acara bergengsi. Tapi ya sudahlah, demi kalian rakyat jelataku, aku nyanyi sikit."

​Kenan pun mulai menyenandungkan lagu-lagu hits zaman itu, diikuti suara Kala yang lembut, sementara Jovan sibuk memukul-mukul jok mobil sebagai perkusi dadakan.

*******

​Sesampainya di pantai, aroma laut langsung menyambut mereka. Elin dan Maura adalah yang paling semangat. Mereka langsung lari ke pinggir pantai sambil sibuk mengeluarkan HP buat foto-foto.

​"Kala! Sini cepat! Cahayanya lagi bagus nih, biar feed IG kita makin estetik!" teriak Maura sambil berpose ala model majalah remaja.

​"Bentar, Ra! Aku mau taruh barang dulu," jawab Kala sambil tertawa.

​Kenan dan Jovan sibuk menggelar tikar di bawah pohon kelapa. "Van, kau tengoklah betapa ribetnya perempuan itu. Mau liburan saja persiapannya macam mau konser," bisik Kenan.

​"Biarkan sajalah, Nan. Yang penting mereka senang. Kalau mereka senang, kita aman. Kalau mereka ngamuk, bisa-bisa kita pulang jalan kaki," sahut Jovan bijak.

​Elin tiba-tiba menghampiri mereka sambil berkacak pinggang. "Eh, kalian berdua! Jangan cuma duduk-duduk aja. Itu air kelapanya dipesan, kami haus habis foto-foto!"

​"Siap, Kanjeng Ratu Elin!" jawab Kenan dan Jovan kompak sambil berlari ke arah penjual es kelapa.

*******

​Siang hari, saat mereka semua duduk melingkar di atas tikar sambil menyeruput es kelapa muda, obrolan mulai masuk ke arah "curcol" alias curhat colongan.

​"Eh, kalian sadar nggak sih? Kita ini sudah kelas tiga nanti. Bentar lagi ujian, terus pisah," ujar Maura tiba-tiba, nada suaranya jadi agak melankolis.

​"Ih, Maura! Jangan bahas itu dulu lah, lagi asyik-asyik liburan juga," protes Elin. "Tapi bener sih... Nan, kau beneran mau ke Yogyakarta?"

​Kenan mengangguk pelan sambil melirik Kala. "Rencananya begitu, Lin. Pengen cari suasana baru."

​"Halah, palingan kau di sana cuma mau cari 'bakpia' baru kan?" goda Jovan yang langsung dapet tatapan tajam dari Kala.

​"Gak lah! Kenan kan setia, ya kan Kal?" bela Elin sambil menyenggol bahu Kala.

​Kala cuma tersenyum malu-malu. "Semua orang punya mimpi masing-masing. Kita dukung aja."

*******

​Sore pun tiba, langit mulai berubah warna menjadi jingga keemasan. Angin sepoi-sepoi bikin suasana jadi makin syahdu. Kenan mengambil gitarnya yang sengaja dia bawa dari rumah.

​"Teman-teman, sebelum kita pulang, gimana kalau kita nyanyi bareng lagu yang kita bikin kemarin? Mumpung ada ombak sebagai musik pengiringnya," ajak Kenan.

​"Gaskeun!" seru Elin dan Maura barengan.

​Kenan mulai memetik gitar, membawakan melodi lagu ciptaan mereka yang liriknya ditulis bareng Kala.

​"Di antara deru motor dan panasnya kota..." Kenan mulai bernyanyi pelan.

​Kala masuk di bait kedua dengan suaranya yang manis. Lalu, saat bagian reff, Elin, Maura, dan Jovan ikut menyanyi bersama dengan suara yang—walaupun agak sumbang di bagian Jovan—terdengar sangat tulus.

​"Kita adalah melodi yang takkan pernah mati...

"Walau jarak memisahkan nanti...

"Kenangan ini akan selalu ada di hati..."

​Suara mereka bersatu dengan deburan ombak. Maura diam-diam menyeka air mata di sudut matanya. "Duh, kok aku jadi cengeng ya dengar lagu ini."

​"Efek kurang makan bakso kau itu, Ra," canda Elin untuk mencairkan suasana, padahal matanya sendiri juga berkaca-kaca.

​Kala menatap Kenan, dan Kenan balik menatap Kala. Di bawah langit senja pantai itu, mereka berjanji dalam hati bahwa liburan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjuangan mereka yang sesungguhnya di kelas tiga nanti.

​"Nan," bisik Kala saat yang lain sibuk membereskan sampah. "Makasih ya buat lagu ini. Ini liburan terbaik aku."

​Kenan tersenyum tulus, "Sama-sama, Kal. Nanti di kelas tiga, kita bikin lebih banyak melodi lagi ya?"

​Mereka pun pulang dengan perasaan bahagia, meninggalkan Pantai dengan kenangan yang sudah tersimpan rapi di hati masing-masing.

Tanpa mereka sadari, liburan ini adalah amunisi terakhir sebelum badai ujian dan tantangan dari Revan kembali menyapa di hari pertama sekolah nanti.

1
Erni Fitriana
mampirrrr...mampirrrr
Jumi Saddah
moga cerita ini banyak peminat nya,,seperti nya kisah ini asyik deh,,
Riry AU: aamiin, terimakasih sudah mampir kakak 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!