NovelToon NovelToon
Sumpah Cinta Matiku

Sumpah Cinta Matiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Duda / Nikah Kontrak
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: dtf_firiya

Destia Ayu Gantari wanita cantik cerdas dan penuh pesona yang hobinya memanah. Tanpa sengaja saat liburan di Jogja dia bertemu pria yang menarik menurutnya yaitu Idrissa Pramudya yang merupakan dosen di kampus yang sama dengan ayahnya.

Idris tak sengaja akan menabrak Tia, saat Tia sedang berjalan di area stasiun. Akhirnya mereka bertemu kembali saat berada di sebuah warung saat sedang sarapan. Mereka semakin dekat seiring waktu sampai akhirnya menikah.

Idris sendiripun merupakan Duda tanpa anak yang sudah bercerai karena dikhianati mantan istirnya tapi Tia belum mengetahui semua itu bahkan sampai mereka menikah.

Saat Idris bertemu wanita masa lalunya Tia mengetahui hal tersebut dari Anggun karyawannya.

Bagaimanakah respon Tia? Apakah akan marah, sedih, kecewa? Atau kepo mungkin? dan ingin cari tahu lebih tentang masa lalu suaminya tersebut dengan hal-hal yang tidak biasa?

Jika ingin tahu terus ikuti kelanjutannya ya guys. Don't forget to keep reading until the end💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtf_firiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Archery

Pagi hari telah tiba dimana Tia akan membawa Idris ke tempat memanah sekalian untuk berjalan-jalan.

Mumpung masih ada 5 hari lagi untuk liburan jadi kali ini mereka akan memanfaatkan cuti tersebut untuk ke tempat memanah.

"Mas bangun ih ayo ke tempat memanah aku sudah tidak sabar", Idris berdehem singkat, dia malah memeluk Tia dengan erat.

"Ayo bangun nanti kita telat!" Ia melepas pelukan dari Idris. Menggoyangkan badannya agar bangun.

"mm hmm wait a minute sayang", Idris mengucek-ucek matanya perlahan bangun dari tidurnya.

"Good morning" Tia terkekeh pelan saat Idris mencium keningnya dengan mata yang masih mengantuk.

"morninggggg!".

Tia berjalan meninggalkan Idris di ranjang. Ia menuju kamar mandi untuk bersiap-siap.

Suara gemericik air menyita perhatian Idris yang masih berada di ranjang dengan mata yang masih terpejam. Dia sudah bangun tapi memang masih memejamkan mati. Ia bersandar di headboard.

Idris mengambil ponsel miliknya di atas nakas yang tak jauh dari ranjang, "Oh ternyata sudah jam 8 pagi", ponselnya kembali di taruh di atas meja lalu ia melangkah ke kamar mndi untuk bergabung dengan istrinya.

...----------------...

Ritual mandi sudah selesai setelah 30 menit berlalu. Sekarang mereka berdua telah rapi dengan pakaian kasual.

Idris menggunakan celana cargo panjang dengan kaos berwarna hitam, sedangkan Tia menggunakan celana jeans berwarna biru dan kaos berwarna hitam.

"Are you ready?" Tia meraih tasnya dan mengangguk.

"I'm readyyy let's go!" Idris tersenyum. Ia meraih tangan Tia untuk digandeng, lalu mereka melangkah keluar kamar dan pergi ke tempat memanah menggunakan taxi.

Idris menatap Tia, "Setelah ini kita pindah ke rumah ku yang di jogja okay? Kebetulan aku punya rumah disini tapi di daerah kulon progo".

"Aku baru ingat kamu punya rumah disini dan ternyata di daerah kulon progo. jarak kesana mungkin sekitar 1 jam right?"

"Exactly. Aku juga lupa memberitahumu soal ini jadi setelah kita memanah, cari makan langsung ke hotel mengemasi barang dan pulang ke rumahku di kulon progo, i mean rumah kita, rumahku adalah rumah kamu juga".

"Iya sayang, setelah memanah aku ingin memakan bakmi jawa lagi" Pinta Tia.

"Of course. Bakmi jawa mengingatkanku padamu saat pertama kali kita makan bersama".

"Kamu mengingatnya?"

"Masa aku ga ingat? Tentu saja aku mengingat saat-saat bersamamu". Tia mencubit lengan Idris, "Ih narsis" Idris hanya tertawa mendengarnya.

"Jangan menggodaku!" Tia menggeplak tangan Idris yang berada di area pahanya.

"Sorry aku lupa jika masih berada diluar", untungnya supir taxi tidak mendengar percakapan mereka karena mereka berbicara dengan bisik-bisik.

...----------------...

Idris menggandeng Tia setelah turun dari taxi. Ia berada di samping Tia, mengikutinya kemanapun dia pergi.

Tempat area memanah sangat asri, dipenuhi dengan tumbuhan seperti di hutan.

Idris menyaksikan Tia memanah dengan rambut hitam panjangnya yang sedikit tertiup angin, menambah kesan anggun dan elegan apalagi saat busur panahnya pas tertancap di bullseye.

Matanya berbinar menambah kesan eksotis dan senyuman yang menawan membuat jantung Idris berdetak dengan kencang.

Seperti lagu dewa 19 yang berjudul roman picisan, busur panah yang dilepaskan di target panah seperti terlepas ke jantung hati Idris.

Idris tersenyum bangga saat melihat Tia tersenyum dan mendekat ke arahnya "Wow amazing. Aku nggak nyangka kamu bisa memanah seperti itu, rasanya jantung ku juga ikut terpanah apalagi saat menatap matamu itu".

Tia tersenyum "Thank you kamu juga harus coba mas", Idris mengelak "Enggak ah kamu aja aku cuma pengen lihat dari sini. Lanjutin aja kalau belum puas sayang".

"Iya mas sekali lagi ya habis ini kita nyari bakmi jawa" Tia mengecup pelan bibir Idris dan tersenyum lalu meninggalkan Idris yang mematung setelah di kiss. Dia mendadak menjadi patung, lalu tangannya meraih bibirnya sendiri dan tersenyum.

Saat Tia akan memanah lagi Idris menyanyikan sebuah lagu Dewa 19-Roman Picisan.

Tatap matamu bagai busur panah

Yang kau lepaskan ke jantung hatiku

Meski kau simpan cintamu masih

tetap nafasku wangi hiasi suasana

Saat ku kecup manis bibirmu

Tia mendengar Idris menyanyikan itu dengan suara yang kencang, untuk tidak ada siapa-siapa disana selain mereka berdua.

Tia hanya tersenyum dan memberikan dua jempol untuk Idris. Saat melihat dan mendengar Idris menyanyikan lagu tersebut membuat jantungnya berdegup dengan kencang. Lagunya sangat cocok suasana yang dijalani mereka berdua.

"Mas!" Tia berteriak memanggil Idris lalu Idris berjalan mendekatinya "Ada apa?".

"Ini coba, satu kali aja please" Tia menyerahkan alat panah dan satu busur panah ke tangan Idris.

Idris menerima itu "Alright i'll do" lalu idris mencoba mengangkat alat panahnya dan satu busur yang diberikan Tia tadi.

Tia mengamatinya disamping lalu Idris berhasil menancapkan anak panah tersebut ke target panah walaupun tidak menancap di lingkaran yang ditengah.

Tia bersorak untuk Idris "Hebat hebat you did it mas", Tia memeluk Idris dengan erat. Idris tersenyum hangat kemudian mengelus rambut halus Tia dengan tangan satunya karena yang satu lagi masih memegang alat panah.

"So kita pergi sekarang untuk makan bakmi?"

"Yes ayo mas".

...----------------...

Pesanan bakmi jawa telah dihidangkan di meja mereka berdua. Aroma harum dari bakmi membuat Tia menatap penuh keinginan untuk segera memakannya. Binar mata itu juga dilihat oleh Idris.

"Silahkan di makan sayang, bakmi jawa with love", Tia mengangguk lalu mengucapkan terimakasih saat Idris membawa semangkuk bakmi ke hadapannya.

Mereka berdua menikmati bakmi jawa dengan tenang, tidak menggebu-gebu dan saling bercerita.

Siang hari yang begitu panas sebenarnya tidak cocok untuk memakan bakmi jawa tapi karena tersedia es kelapa dan es krim, menurut mereka adalah hidangan mix yang cocok dimakan dan diminum di siang hari yang panas.

Kuah gurih dan hangat dari bakmi jawa bisa dinetralisir dengan es kelapa dan es krim.

Merek berdua sangat menikmati hari yang indah penuh makna dengan quality time.

1
partini
hah belum siap ,, aneh kali ya kalau masih pacaran ok lah kan dah nikah pasangan yg aneh
partini
salah kamu dris harusnya istrimu di ajak bertemu aihhh malah peluk segala pula ,,semoga sebelum pulang tuh video udah yampe biar berantem salah salah sendiri ga jujur
partini
hemmm so sweet
apa nanti ga ada kata akan prettt pada waktunya 🤭
partini
sinopsisnya di rubah ya Thor
mantan ga ada
dtf_firiya: yes thank you sebentar ya I'll look for a fitting description
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!